Tentang Hamil Anggur, Begini Gejala dan Cara Mengobatinya
Kehamilan

Tentang Hamil Anggur, Begini Gejala dan Cara Mengobatinya

Juni 20th 2022

Hamil anggur umumnya terjadi akibat adanya masalah genetik saat sperma membuahi sel telur. Wanita yang mengalami hamil anggur harus menjalani perawatan agar dapat hamil kembali di kemudian hari.

Pada proses pembuahan normal, sperma dan sel telur bertemu dan bergabung. Sel-sel gabungan kemudian berkembang biak cepat dan bergerak menuju rahim untuk kemudian menempel di dinding rahim dan bertumbuh serta berkembang di sana. Namun pada hamil anggur sel telur dan sperma bergabung dengan cara yang tidak benar. Alih-alih membentuk plasenta, pembuahan justru menghasilkan tumor yang tidak dapat mendukung embrio yang sedang tumbuh dan berkembang. Pada akhirnya, kehamilan tidak dapat diteruskan dan harus berakhir.

Mengenal apa itu hamil anggur

Hamil anggur juga dikenal dengan istilah mola hidatidosa, yang merupakan salah satu jenis penyakit trofoblas gestasional. Disebut hamil anggur karena pembuahan tidak menghasilkan embrio, namun justru menghasilkan tumor berbentuk kista berisi cairan yang menyerupai kelompok buah anggur.

Hamil anggur disebabkan oleh sel telur yang dibuahi secara tidak normal. Apabila biasanya sel manusia mengandung 23 pasang kromosom, yang setiap pasangan berasal dari ayah dan ibu, pada hamil anggur sel telur kosong dibuahi oleh satu atau dua sperma dan kesemuanya berasal dari materi genetik ayah. Kromosom dari sel telur ibu hilang atau tidak aktif dan kromosom ayah diduplikasi.

Hamil anggur dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

ilustrasi anggur
Sumber gambar

Hamil anggur lengkap

Pada hamil anggur lengkap kehamilan hanya memiliki bagian plasenta saja dan tidak ada janin yang terbentuk. Kehamilan ini terjadi ketika sperma membuahi sel telur yang kosong, inilah mengapa tidak ditemukan adanya janin.

Uniknya, plasenta tetap tumbuh dan menghasilkan hormon kehamilan (hCG), sehingga saat Anda melakukan tes kehamilan hasil akan menunjukkan positif. Kehamilan baru diketahui sebagai hamil anggur apabila Anda menjalani pemeriksaan USG, di mana USG akan mengetahui bahwa tidak ada janin yang berkembang di sana, dan hanya ada plasentanya saja.

Hamil anggur parsial

Hamil anggur parsial terjadi ketika tumor mengandung sel-sel abnormal dan embrio memiliki cacat lahir yang parah. Dalam hal ini, janin akan dibarengi dengan pertumbuhan massa abnormal yang sangat cepat.

Pada hamil anggur parsial, kromosom ibu tetap ada tetapi ayah menyediakan dua pasang kromosom. Akibatnya embrio akan memiliki 69 kromosom bukan 46. Hal ini terjadi ketika dua sperma membuahi sel telur, dan menghasilkan salinan tambahan materi genetik sang ayah.

Pada kasus yang langka, hamil anggur parsial dapat terjadi pada kehamilan kembar, di mana salah satu janin berkembang dengan normal sedangkan janin lainnya adalah kista. Pada kehamilan seperti ini, umumnya janin sehat akan dijadikan sumber makanan oleh tumor yang tumbuh abnormal dan pada akhirnya berhenti bertumbuh.

Gejala saat hamil anggur berkembang

ilustrasi gejala hamil anggur
Sumber gambar

Hamil anggur berisiko dialami oleh wanita yang berulang kali mengalami keguguran, pernah mengalami hamil anggur, hamil di usia kurang dari 20 tahun, hamil di usia di atas 40 tahun. Adapun gejala atau tanda yang menyertai yaitu:

  • Adanya bercak atau flek dan pendarahan saat hamil yang berwarna merah cerah atau coklat gelap
  • Mual dan muntah yang parah
  • Komplikasi kehamilan seperti misalnya penyakit tiroid
  • Tekanan darah tinggi yang menunjukkan berkembangnya preeklamsia
  • Adanya peningkatan kadar hCG
  • Tidak adanya pergerakan janin atau denyut jantung janin yang terdeteksi
  • Adanya nyeri panggul yang parah
  • Anemia
  • Rahim berkembang terlalu besar untuk ukuran kehamilan normal

Kesemua gejala di atas harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan USG dan tes darah untuk mengetahui kadar hormon hCG di dalam darah. Kadar hCG yang tinggi mengindikasikan adanya hamil anggur.

Cara mengobati hamil anggur

ilustrasi cara mengobati hamil anggur
Sumber gambar

Pada kebanyakan kasus hamil anggur, kehamilan berakhir dengan sendirinya. Kista seperti anggur akan keluar dari rahim melalui vagina secara alami. Anda bisa mengamati sendiri apabila ada pendarahan yang disertai dengan gumpalan darah mirip dengan kelompok buah anggur yang keluar. Pada saat ini Anda juga membutuhkan pemeriksaan USG untuk meyakinkan bahwa tidak ada sisa jaringan abnormal yang tertinggal.

Kadang-kadang beberapa bagian jaringan dari hamil anggur tetap berada di rahim ketika kehamilan berakhir secara spontan, sehingga Anda mungkin memerlukan perawatan yang melibatkan kuretase untuk mengangkat dan membersihkan sisa jaringan abnormal dari rahim agar bisa hamil kembali.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, penyakit trofoblas gestasional yang persisten dapat berkembang, di mana operasi kuret tidak menghilangkan tumor atau sisa jaringan di dalam rahim. Akibatnya sel-sel tumor akan tumbuh menjadi lapisan otot di sekitar rahim dan berpotensi berkembang menjadi jenis kanker yang disebut koriokarsinoma. Koriokarsinoma terbentuk di dalam rahim dan dapat menyebar ke bagian lain tubuh. Pada kondisi ini mungkin diperlukan histerektomi atau pengangkatan seluruh rahim dan juga pemeriksaan rontgen untuk mengetahui apakah tumor telah menyebar ke paru-paru.

Selain pengangkatan rahim, Anda juga mungkin membutuhkan perawatan kanker seperti kemoterapi untuk membunuh sisa-sisa sel yang mungkin tertinggal.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Setelah mengalami hamil anggur, Anda disarankan untuk membicarakan dengan dokter apabila merencanakan kehamilan yang baru. Program hamil bisa dilakukan kembali selama 6-12 bulan setelah kasus hamil anggur. Risiko hamil anggur kembali tetap bisa terjadi apabila Anda pernah memiliki riwayat hamil anggur, untuk itu Anda akan disarankan menjalani tes genetik prenatal dan juga NIPT test yang bisa mendeteksi adanya kelainan genetik yang mungkin terjadi pada kehamilan dan bisa diketahui sejak trimester pertama kehamilan.

Sumber:

  1. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/birth-defects/molar-pregnancy/
  2. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17889-molar-pregnancy
  3. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/molar-pregnancy/symptoms-causes/syc-20375175
  4. https://www.healthline.com/health/implantation-signs

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id