
Pernah merasakan nyeri hebat pada jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki hingga sulit berjalan? Jangan buru-buru menganggapnya sebagai pegal biasa. Bisa jadi keluhan tersebut merupakan salah satu tanda penyakit asam urat atau yang dikenal dengan istilah gout.
Penyakit asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat. Hasil pemeriksaan lab asam urat sering dianggap mudah dibaca: Jika angkanya tinggi berarti terkena nyeri sendi akibat penyakit asam urat. Sedangkan jika normal berarti tidak ada masalah. Kenyataannya, penafsiran hasil pemeriksaan tidak selalu sesederhana itu.
Kadar asam urat yang tinggi belum tentu berarti seseorang sudah menderita gout. Sebaliknya, hasil yang terlihat normal saat sendi sedang meradang juga belum tentu menyingkirkan kemungkinan gout. Karena itu, hasil laboratorium perlu dinilai bersama gejala, riwayat penyakit, obat yang digunakan, fungsi ginjal, dan hasil pemeriksaan dokter.
Lalu, bagaimana cara mengetahui kadar asam urat dalam tubuh? Kapan seseorang perlu melakukan pemeriksaan laboratorium? Dan nilai laboratorium yang normal sama dengan target terapi? Mari kita kenali lebih jauh.
Baca juga: Paket MCU Lansia
Apa Itu Asam Urat?
Asam urat sebenarnya merupakan zat alami yang terbentuk ketika tubuh memecah purin. Purin adalah zat yang terdapat secara alami dalam tubuh dan juga ditemukan pada beberapa jenis makanan dan minuman, seperti jeroan, daging merah, makanan laut, minumin beralkohol dan lainnya.
Dalam keadaan normal, asam urat akan dibuang dari tubuh terutama melalui ginjal dan dikeluarkan bersama urine. Namun, apabila tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu membuangnya dengan baik, kadar asam urat dalam darah dapat meningkat. Kondisi ini disebut hiperurisemia.
Pada tes darah, sampel biasanya diambil dari pembuluh darah di lengan. Hasil pemeriksaan umumnya dinyatakan dalam milligram per desiliter (mg/dL). Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara tersendiri atau bersama pemeriksaan MCU lain.
Jika kadar asam urat terlalu tinggi dan berlangsung dalam waktu tertentu, kristal asam urat dapat terbentuk dan menumpuk pada persendian. Penumpukan kristal inilah yang dapat memicu peradangan dan menimbulkan penyakit gout. Tapi perlu diingat bahwa tidak semua orang yang memiliki kadar asam urat tinggi pasti mengalami penyakit gout. Ada orang yang kadar asam uratnya tinggi tetapi tidak merasakan keluhan apa pun.
Baca juga: Fungsi Pemeriksaan SGOT, SGPT, dan Tes Fungsi Hati
Nilai Normal Asam Urat
Tidak ada satu rentang nilai normal yang berlaku mutlak untuk semua orang dan semua laboratorium. Metode pengujian, jenis sampel, jenis kelamin, serta populasi rujukan dapat menyebabkan perbedaan rentang. Oleh karena itu, patokan utama adalah rentang rujukan yang tercetak pada lembar hasil laboratorium Anda. Di GSI Lab, nilai normal yang digunakan adalah:
- Perempuan dewasa : 2.6 – 6.0 mg/dL
- Laki – Laki dewasa : 3.5 – 7.2 mg/dl
Kadar asam urat di atas rentang laboratorium disebut hiperurisemia. Kondisi ini dapat terjadi karena tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat, ginjal mengeluarkan terlalu sedikit atau kombinasi keduanya.
Baca juga: Hasil Tes Hepatitis Positif
Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan Asam Urat?
Pemeriksaan asam urat sebaiknya dipertimbangkan apabila:
- Sering mengalami nyeri dan pembengkakan sendi.
- Pernah mengalami serangan gout.
- Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit asam urat.
- Memiliki gangguan fungsi ginjal.
- Mengalami penyakit metabolik tertentu.
- Sedang menjalani pengobatan asam urat dan perlu memantau hasil terapi.
Tes asam urat dapat berada di rentang normal ketika serangan akut gout sedang berlangsung. Jika gejala sangat mengarah ke gout tetapi kadar serum kurang dari 6 mg/dL saat serangan, panduan klinis menganjurkan pengukuran ulang setidaknya dua minggu setelah serangan mereda.
Bagi penderita gout yang sedang menjalani pengobatan, pemeriksaan laboratorium secara berkala sangat penting untuk memastikan kadar asam urat telah mencapai target. Pada pasien yang menggunakan obat penurun asam urat seperti allupurinol, pemeriksaan berkala membantu dokter menilai apakah target terapi telah tercapai dan dipertahankan. Pemantauan juga diperlukan karena penyesuaian dosis tidak boleh hanya didasarkan pada ada atau tidaknya nyeri sendi.
Nilai Normal Tidak Sama dengan Target Terapi
Nilai rujukan laboratorium menggambarkan rentang yang digunakan untuk membandingkan hasil pemeriksaan. Target terapi adalah kadar yang ingin dicapai pada pasien yang telah didiagnosis gout dan menjalani pengobatan.
Beberapa panduan klinis menganjurkan strategi terapi dengan sasaran kadar asam urat serum di bawah 6 mg/dL. Target yang lebih rendah dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi klinis tertentu, misalnya gout yang lebih berat.
Karena dengan kadar asam urat yang terkontrol, risiko terbentuknya kristal baru dapat berkurang. Kristal yang sudah menumpuk juga dapat berangsur-angsur larut sehingga serangan gout menjadi lebih jarang. Sehingga pada pasien dengan gout berat, dokter dapat mempertimbangkan target yang lebih rendah.
Untuk itu, seseorang yang sedang menjalani pengobatan gout tidak sebaiknya hanya berpatokan pada tanda “normal” di lembar laboratorium. Dokter dapat menetapkan sasaran yang lebih rendah sesuai kondisi pasien.
Jangan Menunggu Semakin Parah
Banyak orang baru memeriksakan kadar asam urat ketika sudah mengalami nyeri sendi yang sangat hebat. Padahal, pemeriksaan dan evaluasi kesehatan dapat membantu mengetahui faktor risiko lebih awal.
Jika Anda mengalami nyeri sendi berulang, pembengkakan, atau memiliki riwayat asam urat tinggi, sebaiknya lakukan pemeriksaan dan konsultasikan dengan dokter.
Disclaimer
Informasi ini bertujuan edukasi dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Jika Anda memiliki gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan ke dokter
