{"id":748,"date":"2021-01-17T09:49:54","date_gmt":"2021-01-17T09:49:54","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=748"},"modified":"2021-03-26T08:31:31","modified_gmt":"2021-03-26T08:31:31","slug":"pasien-sembuh-covid-dikucilkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/","title":{"rendered":"Pasien Covid-19 Masih Kerap Dikucilkan Hingga Stigma Negatif"},"content":{"rendered":"\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia memang tinggi, namun hal ini tak serta merta menjadi kabar baik. Angka kematian pun masih di atas rata-rata yang membuat negara kita disorot oleh WHO dan berbagai negara. Salah satu dampak sosial lain yang terjadi di Masyarakat kita adalah dikucilkan, ini salah dan harus terus dilakukan edukasi kepada masyarakat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun yang tak kalah mengkhawatirkan adalah sikap sebagian warga terhadap Covid-19 dan pasien atau mantan penyintasnya. Ada yang menganggap penyakit ini aib, tenaga kesehatan hingga mantan penyintas yang berhasil sembuh terasa seperti dikucilkan. Tentu ini hal yang memprihatinkan, di mana semestinya kita saling bahu membahu di tengah beban pandemi yang dialami semua penduduk Dunia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada beberapa faktor yang menyebabkan penyintas hingga tenaga kesehatan dikucilkan masyarakat. Di antaranya komunikasi publik dari pemangku daerah maupun pimpinan pusat yang kurang efektif pada masyarakat. Selain itu, stigma yang muncul pada mantan pasien Covid-19 seperti di bawah ini:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size: 24px;\">Anggapan sembuh tanpa swab, masih menularkan perlu dikucilkan\u00a0<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 namun tidak dilakukan swab terhadapnya memang terjadi. Masyarakat awam yang mengetahui ini, mungkin mengira bahwa hal ini adalah kelalaian.<\/p>\r\n<p>Padahal sesungguhnya kondisi ini diklaim tidak lagi menularkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Bullard dan Wolfel, hasil PCR positif pada pasien sembuh, sudah tidak berpotensi menularkan karena kultur virusnya negatif. Oleh karena itu beberapa pasien sembuh tidak wajip dilakukan swab ulang. Sebuah kesalahan jika penyintas covid ini harus dikucilkan Masyarakat.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size: 24px;\">Orang yang sembuh tapi hasil swabnya masih positif<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasien yang dinyatakan sembuh namun memiliki hasil swab positif, hal ini memang bisa terjadi hingga 3 bulan ke depan (menurut kasus yang dilaporkan CDC Amerika). Kondisi ini dinamakan Persistent Viral Shedding dan umumnya terjadi pada mereka yang memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. Kondisi ini sering dikaitkan dengan reinfeksi, namun sebenarnya berbeda.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-762\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/dikucilkan-FI.jpg\" alt=\"Penyintas covid merasa dikucilkan masyarakat\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/dikucilkan-FI.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/dikucilkan-FI-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\r\n<p>Persistent viral shedding memiliki variasi kondisi yang bervariasi tiap pasien. Sehingga hanya <a href=\"https:\/\/kliniknyeritulangbelakang.com\/dr-mahdian-nur-nasution-sp-bs\/\">dokter<\/a> yang bersangkutan yang bisa menentukan pasien sembuh atau belum, serta penanganan lanjutannya (perlu melakukan swab\/tidak). Percayakan pada dokter atau tenaga medis, tanpa harus menjadikan dikucilkan nya penyintas Covid 19.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size: 24px;\">Orang yang sembuh tapi masih menunjukkan gejala<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi lainnya adalah pasien yang sudah sembuh namun masih memiliki gejala. Fenomena ini dinamakan long covid. Di mana kondisi tubuh masih mengalami penurunan kondisi seperti saat terpapar. Di antaranya yang sering terjadi adalah mudah lelah, hingga mudah lupa dan lemas. Situasi ini bisa bertahan dalam hitungan minggu sampai bulan. Tapi, perlu diketahui bahwa dalam kondisi ini, orang tersebut tidak menularkan Covid-19 menurut penjelasan WHO.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain menjadi pekerjaan rumah dalam dunia kesehatan, Covid-19 menyisakan cukup banyak permasalahan sosial di masyarakat. Salah satunya adalah pengucilan terhadap penyintas, nakes dan keluarga mereka. Dibutuhkan dukungan dan tindakan tegas dari aparatur pemerintah setempat bersama Satgas Covid-19 untuk menangani hal ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/cara-menghadapi-covid-19\/\">Inilah Cara Bersikap dan Menghadapi Penyintas Covid-19 di Sekitar Tempat Tinggal<\/a><\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena dampaknya bukan hanya pada kesehatan pasien atau nakes beserta keluarganya, tapi pada seluruh elemen masyarakat di wilayah tersebut. Selain itu juga berpengaruh pada percepatan penanganan Covid-19, karena tak ada yang bisa memulihkan dengan baik, selain kesadaran kita untuk menjaga <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/protokol-kesehatan-pencegahan-covid\/\">kesehatan jasmani dan hubungan sosial. <\/a><\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia memang tinggi, namun hal ini tak serta merta menjadi kabar baik. Angka kematian pun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":746,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"class_list":["post-748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-editorial"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pasien Covid-19 Masih Kerap Dikucilkan Hingga Stigma Negatif - GSI Lab<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dikucilkan adalah salah satu kondisi sosial yang terjadi di masyarakat akibat covid 19. Ini salah, edukasi harus terus dilakukan bersama\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pasien Covid-19 Masih Kerap Dikucilkan Hingga Stigma Negatif - GSI Lab\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dikucilkan adalah salah satu kondisi sosial yang terjadi di masyarakat akibat covid 19. Ini salah, edukasi harus terus dilakukan bersama\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-17T09:49:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-03-26T08:31:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/stres-karena-dikucilkan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Pasien Covid-19 Masih Kerap Dikucilkan Hingga Stigma Negatif\",\"datePublished\":\"2021-01-17T09:49:54+00:00\",\"dateModified\":\"2021-03-26T08:31:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\\\/\"},\"wordCount\":510,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/stres-karena-dikucilkan.jpg\",\"articleSection\":[\"Editorial\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\\\/\",\"name\":\"Pasien Covid-19 Masih Kerap Dikucilkan Hingga Stigma Negatif - GSI Lab\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/stres-karena-dikucilkan.jpg\",\"datePublished\":\"2021-01-17T09:49:54+00:00\",\"dateModified\":\"2021-03-26T08:31:31+00:00\",\"description\":\"Dikucilkan adalah salah satu kondisi sosial yang terjadi di masyarakat akibat covid 19. Ini salah, edukasi harus terus dilakukan bersama\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/stres-karena-dikucilkan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/stres-karena-dikucilkan.jpg\",\"width\":663,\"height\":382,\"caption\":\"Dikucilkan masyarakat karena covid\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pasien Covid-19 Masih Kerap Dikucilkan Hingga Stigma Negatif\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pasien Covid-19 Masih Kerap Dikucilkan Hingga Stigma Negatif - GSI Lab","description":"Dikucilkan adalah salah satu kondisi sosial yang terjadi di masyarakat akibat covid 19. Ini salah, edukasi harus terus dilakukan bersama","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pasien Covid-19 Masih Kerap Dikucilkan Hingga Stigma Negatif - GSI Lab","og_description":"Dikucilkan adalah salah satu kondisi sosial yang terjadi di masyarakat akibat covid 19. Ini salah, edukasi harus terus dilakukan bersama","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/","article_published_time":"2021-01-17T09:49:54+00:00","article_modified_time":"2021-03-26T08:31:31+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/stres-karena-dikucilkan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Pasien Covid-19 Masih Kerap Dikucilkan Hingga Stigma Negatif","datePublished":"2021-01-17T09:49:54+00:00","dateModified":"2021-03-26T08:31:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/"},"wordCount":510,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/stres-karena-dikucilkan.jpg","articleSection":["Editorial"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/","name":"Pasien Covid-19 Masih Kerap Dikucilkan Hingga Stigma Negatif - GSI Lab","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/stres-karena-dikucilkan.jpg","datePublished":"2021-01-17T09:49:54+00:00","dateModified":"2021-03-26T08:31:31+00:00","description":"Dikucilkan adalah salah satu kondisi sosial yang terjadi di masyarakat akibat covid 19. Ini salah, edukasi harus terus dilakukan bersama","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/stres-karena-dikucilkan.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/stres-karena-dikucilkan.jpg","width":663,"height":382,"caption":"Dikucilkan masyarakat karena covid"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/pasien-sembuh-covid-dikucilkan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pasien Covid-19 Masih Kerap Dikucilkan Hingga Stigma Negatif"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=748"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1142,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/748\/revisions\/1142"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/746"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}