{"id":7431,"date":"2026-09-11T09:49:57","date_gmt":"2026-09-11T09:49:57","guid":{"rendered":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?p=7431"},"modified":"2026-09-14T02:30:34","modified_gmt":"2026-09-14T02:30:34","slug":"egfr-dan-kanker-paru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/","title":{"rendered":"Kenali Mutasi EGFR dan Pentingnya pada Terapi Kanker Paru\u00a0"},"content":{"rendered":"\r\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"569\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kanker_paru-1024x569.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-7441\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kanker_paru-1024x569.webp 1024w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kanker_paru-300x167.webp 300w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kanker_paru-767x426.webp 767w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kanker_paru.webp 1440w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kanker paru merupakan salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi di Indonesia. Namun, perkembangan ilmu kedokteran dalam satu dekade terakhir telah mengubah cara dokter memahami dan mengobati penyakit ini. Salah satu terobosan terbesar adalah ditemukannya biomarker genetik DNA seperti EGFR.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu EGFR?<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">EGFR adalah singkatan dari Epidermal Growth Factor Receptor, atau dalam bahasa Indonesia: reseptor faktor pertumbuhan epidermal, yaitu protein yang berada di permukaan sel tubuh. EGFR adalah sejenis &#8220;antena&#8221; protein yang menempel di permukaan sel tubuh kita. Antena ini bertugas menerima sinyal dari luar sel, lalu meneruskan perintah ke dalam inti sel: saatnya tumbuh dan membelah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">EGFR bekerja seperti &#8220;sakelar&#8221; yang mengatur pertumbuhan sel. Ketika menerima sinyal tertentu, EGFR akan mengaktifkan berbagai proses biologis yang diperlukan tubuh. Masalah muncul ketika terjadi perubahan atau mutasi pada gen EGFR. Mutasi tersebut dapat membuat EGFR terus aktif tanpa kontrol, sehingga sel terus tumbuh dan membelah secara berlebihan. Akibatnya, terbentuklah sel kanker.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hubungan EGFR dengan Kanker Paru<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada sebagian pasien kanker paru, terutama kanker paru bukan sel kecil (Non-Small Cell Lung Cancer\/NSCLC), ditemukan mutasi pada gen EGFR. Mutasi ini menyebabkan pertumbuhan sel kanker lebih cepat, perkembangbiakan sel tidak terkendali, penyebaran kanker lebih agresif, dan ketergantungan tumor terhadap jalur EGFR.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kabar baiknya, karena mutasi ini dapat diidentifikasi secara spesifik, dokter dapat memilih terapi yang ditargetkan secara langsung terhadap penyebab pertumbuhan kanker tersebut. Inilah yang membuat pemeriksaan EGFR menjadi sangat penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian secara konsisten menunjukkan mutasi EGFR jauh lebih sering ditemukan pada pasien Asia Timur dan Asia Tenggara dibandingkan pasien Eropa atau Amerika. Perkiraannya sekitar 40\u201350 persen pada adenokarsinoma paru di populasi Asia, dibandingkan sekitar 10\u201315 persen pada populasi orang kulit putih (Kaukasian).<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Tes EGFR Sangat Penting?<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dahulu, sebagian besar pasien kanker paru menerima kemoterapi sebagai terapi utama. Saat ini, pendekatan pengobatan telah berubah menjadi lebih personal atau precision medicine. Dokter tidak hanya melihat lokasi kanker, tetapi juga karakteristik genomik dan molekuler tumor.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Tes EGFR<\/h4>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Membantu Memilih Pengobatan yang Tepat<\/strong><br>Jika ditemukan mutasi EGFR, pasien mungkin dapat menerima terapi target yang dirancang khusus untuk menghambat aktivitas EGFR. Pendekatan ini sering kali memberikan hasil lebih baik dibandingkan terapi standar pada pasien yang sesuai.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menghindari Pengobatan yang Kurang Efektif<\/strong><br>Tidak semua pasien akan merespons terapi yang sama. Dengan mengetahui status EGFR sejak awal, dokter dapat memilih strategi yang paling sesuai sehingga waktu berharga tidak terbuang pada terapi yang kemungkinan kurang optimal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengurangi Efek Samping yang Tidak Diinginkan<\/strong><br>Pengobatan yang tidak tepat atau tidak sesuai dapat mengakibatkan timbulnya efek samping yang merugikan. Selain itu, juga menjadi beban tambahan (waktu dan biaya) dalam perjalanan pengobatan pasien. Sehingga dengan mengetahui status EGFR, pasien dapat diberikan terapi target lebih presisi yang dapat membantu mengurangi risiko paparan terhadap efek samping pengobatan yang tidak diperlukan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mendukung Pengobatan Lebih Personal<\/strong><br>Dua pasien dengan stadium kanker paru yang sama belum tentu membutuhkan terapi yang sama. Status biomarker seperti EGFR membantu menciptakan rencana pengobatan yang lebih individual.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jenis mutasi EGFR yang Paling Sering Ditemukan<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak semua mutasi EGFR sama. Perbedaannya sangat menentukan pilihan obat.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Delesi ekson 19 salah satu yang paling umum dan paling responsif terhadap terapi target.<\/li>\n\n\n\n<li>Mutasi L858R pada ekson 21 umum dan responsif terhadap terapi target.<\/li>\n\n\n\n<li>Insersi ekson 20 lebih jarang, biasanya kurang responsif terhadap obat standar generasi pertama.<\/li>\n\n\n\n<li>T790M biasanya muncul sebagai bentuk resistensi setelah pengobatan berjalan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua kelompok pertama sering disebut mutasi umum (common mutations). Jika hasil tes Anda menunjukkan salah satunya, peluang terapi target bekerja dengan baik tergolong tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil negatif EGFR bukan berarti tidak ada pilihan pengobatan. Yang mana kanker paru dapat memiliki biomarker genomik dan molekuler lain seperti ALK, KRAS, ROS1, BRAF, NTRK1\/2\/3, MET, RET dan ERBB2 (HER2).<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Stadium Kanker dan EGFR<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stadium dan EGFR adalah dua hal berbeda. Stadium menggambarkan sejauh mana kanker telah berkembang dalam tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">EGFR menjelaskan karakteristik biologis atau genetik kanker. EGFR adalah gen yang berperan dalam pertumbuhan sel. Ketika terjadi mutasi, gen ini dapat mendorong perkembangan kanker paru. Karena itu, pemeriksaan EGFR menjadi bagian penting dalam pendekatan pengobatan modern dan presisi. Selain memahami stadium kanker paru, mengetahui status EGFR membantu dokter dalam memilih terapi lebih personal, terarah, dan sesuai karakteristik biologis tumor.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"border-top-left-radius:16px;border-top-right-radius:16px;border-bottom-left-radius:16px;border-bottom-right-radius:16px;color:#0369a1;background-color:#e0f2fe;margin-top:var(--wp--preset--spacing--40);margin-right:var(--wp--preset--spacing--40);margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--40);margin-left:var(--wp--preset--spacing--40);padding-top:var(--wp--preset--spacing--40);padding-right:var(--wp--preset--spacing--40);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--40);padding-left:var(--wp--preset--spacing--40)\" class=\"wp-block-roelmagdaleno-callout-block has-text-color has-background is-layout-flex wp-container-roelmagdaleno-callout-block-is-layout-4b05851f wp-block-roelmagdaleno-callout-block-is-layout-flex\"><div>\n<h5 class=\"wp-block-heading\">\u26a0\ufe0f Disclaimer<\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi ini bertujuan edukasi dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Jika Anda memilki gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan ke dokter.<\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Referensi :<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Zhang W, Li T, Li H. <em>Efficacy of EGFR tyrosine kinase inhibitors in NSCLC patients with\/without EGFR mutation: evidence based on recent phase III randomized trials.<\/em> Med Sci Monit. 2014;20:2666-76.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Socinski M, Evans T, Gettinger S, Hensing T, et al. <em>Treatment of Stage IV Non-small Cell Lung Cancer &#8211; Diagnosis and Management of Lung Cancer, 3rd ed: American College of Chest Physicians Evidence-Based Clinical Practice Guidelines.<\/em> Chest. 2013;143(5 Suppl):e341S\u2013e368S.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Riely G, Wood D, Ettinger D, Aisner D, et al. <em>Non-Small Cell Lung Cancer, Version 4.2024<\/em>. <em>NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology.<\/em> J Natl Compr Canc Netw 2024;22(4):249\u2013274.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemeriksaan EGFR menjadi bagian penting dalam pendekatan pengobatan modern dan presisi <\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":7441,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7431","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kenali Mutasi EGFR dan Pentingnya pada Terapi Kanker Paru\u00a0 -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu EGFR dan mengapa penting pada kanker paru? Pelajari peran EGFR, tes biomarker, stadium kanker paru, dan pilihan terapi terkini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenali Mutasi EGFR dan Pentingnya pada Terapi Kanker Paru\u00a0 -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu EGFR dan mengapa penting pada kanker paru? Pelajari peran EGFR, tes biomarker, stadium kanker paru, dan pilihan terapi terkini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-11T09:49:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-14T02:30:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kanker_paru.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mariana Surya, B.Sc. (Biotechnology), MBA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mariana Surya, B.Sc. (Biotechnology), MBA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/egfr-dan-kanker-paru\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/egfr-dan-kanker-paru\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Mariana Surya, B.Sc. (Biotechnology), MBA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a641978a9022a49380c8bb4d72678fa1\"},\"headline\":\"Kenali Mutasi EGFR dan Pentingnya pada Terapi Kanker Paru\u00a0\",\"datePublished\":\"2026-09-11T09:49:57+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-14T02:30:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/egfr-dan-kanker-paru\\\/\"},\"wordCount\":803,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/egfr-dan-kanker-paru\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Kanker_paru.webp\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/egfr-dan-kanker-paru\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/egfr-dan-kanker-paru\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/egfr-dan-kanker-paru\\\/\",\"name\":\"Kenali Mutasi EGFR dan Pentingnya pada Terapi Kanker Paru\u00a0 -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/egfr-dan-kanker-paru\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/egfr-dan-kanker-paru\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Kanker_paru.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-11T09:49:57+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-14T02:30:34+00:00\",\"description\":\"Apa itu EGFR dan mengapa penting pada kanker paru? Pelajari peran EGFR, tes biomarker, stadium kanker paru, dan pilihan terapi terkini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/egfr-dan-kanker-paru\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/egfr-dan-kanker-paru\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/egfr-dan-kanker-paru\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Kanker_paru.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Kanker_paru.webp\",\"width\":1440,\"height\":800},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/egfr-dan-kanker-paru\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenali Mutasi EGFR dan Pentingnya pada Terapi Kanker Paru\u00a0\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a641978a9022a49380c8bb4d72678fa1\",\"name\":\"Mariana Surya, B.Sc. (Biotechnology), MBA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-Mariana-Surya-Monica-_-scaled-1-96x96.jpg\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-Mariana-Surya-Monica-_-scaled-1-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-Mariana-Surya-Monica-_-scaled-1-96x96.jpg\",\"caption\":\"Mariana Surya, B.Sc. (Biotechnology), MBA\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/mariana-surya\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenali Mutasi EGFR dan Pentingnya pada Terapi Kanker Paru\u00a0 -","description":"Apa itu EGFR dan mengapa penting pada kanker paru? Pelajari peran EGFR, tes biomarker, stadium kanker paru, dan pilihan terapi terkini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kenali Mutasi EGFR dan Pentingnya pada Terapi Kanker Paru\u00a0 -","og_description":"Apa itu EGFR dan mengapa penting pada kanker paru? Pelajari peran EGFR, tes biomarker, stadium kanker paru, dan pilihan terapi terkini.","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/","article_published_time":"2026-09-11T09:49:57+00:00","article_modified_time":"2026-09-14T02:30:34+00:00","og_image":[{"width":1440,"height":800,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kanker_paru.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Mariana Surya, B.Sc. (Biotechnology), MBA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Mariana Surya, B.Sc. (Biotechnology), MBA","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/"},"author":{"name":"Mariana Surya, B.Sc. (Biotechnology), MBA","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/a641978a9022a49380c8bb4d72678fa1"},"headline":"Kenali Mutasi EGFR dan Pentingnya pada Terapi Kanker Paru\u00a0","datePublished":"2026-09-11T09:49:57+00:00","dateModified":"2026-09-14T02:30:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/"},"wordCount":803,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kanker_paru.webp","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/","name":"Kenali Mutasi EGFR dan Pentingnya pada Terapi Kanker Paru\u00a0 -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kanker_paru.webp","datePublished":"2026-09-11T09:49:57+00:00","dateModified":"2026-09-14T02:30:34+00:00","description":"Apa itu EGFR dan mengapa penting pada kanker paru? Pelajari peran EGFR, tes biomarker, stadium kanker paru, dan pilihan terapi terkini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kanker_paru.webp","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Kanker_paru.webp","width":1440,"height":800},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/egfr-dan-kanker-paru\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenali Mutasi EGFR dan Pentingnya pada Terapi Kanker Paru\u00a0"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/a641978a9022a49380c8bb4d72678fa1","name":"Mariana Surya, B.Sc. (Biotechnology), MBA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-Mariana-Surya-Monica-_-scaled-1-96x96.jpg","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-Mariana-Surya-Monica-_-scaled-1-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-Mariana-Surya-Monica-_-scaled-1-96x96.jpg","caption":"Mariana Surya, B.Sc. (Biotechnology), MBA"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/mariana-surya\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7431","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7431"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7431\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7448,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7431\/revisions\/7448"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7441"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7431"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7431"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7431"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}