{"id":7297,"date":"2026-08-04T10:15:01","date_gmt":"2026-08-04T10:15:01","guid":{"rendered":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?p=7297"},"modified":"2026-08-19T08:39:26","modified_gmt":"2026-08-19T08:39:26","slug":"debu-hiu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/","title":{"rendered":"Debu Bukan Sembarang Debu: Bagaimana Genetika Mengungkap Perdagangan Hiu Ilegal"},"content":{"rendered":"\r\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"569\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-1024x569.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7336\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-1024x569.png 1024w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-300x167.png 300w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-768x427.png 768w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image.png 1440w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam dunia sains, tidak semua temuan besar datang dari sesuatu yang tampak besar. Kadang justru hal paling kecil, bahkan hampir tidak terlihat, menjadi kunci untuk memahami persoalan yang kompleks. Salah satu contoh menarik adalah konsep yang dikenal sebagai debu hiu (shark dust).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah ini mungkin terdengar sederhana, tetapi di baliknya terdapat pendekatan ilmiah yang berdampak besar dalam upaya konservasi laut dan pengawasan perdagangan satwa. Melalui penjelasan Andhika Prima Prasetyo S.Pi., M.Sc., Ph.D., peneliti dari <a href=\"https:\/\/brin.go.id\/\">Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)<\/a>, terlihat bagaimana genetika dapat membuka cara baru dalam memahami dan mengungkap aktivitas yang sebelumnya sulit dilacak.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketika Debu Menjadi Sumber Informasi<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang dimaksud dengan \u201cshark dust\u201d bukanlah debu dalam pengertian biasa, melainkan sisa-sisa biologis yang sangat kecil dari tubuh hiu. Partikel ini dapat muncul selama proses pengolahan, transportasi, atau perdagangan produk hiu, seperti sirip atau bagian tubuh lainnya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kondisi normal, material sekecil ini sering kali dianggap tidak berarti. Namun dari sudut pandang genetika, partikel tersebut justru mengandung informasi penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DNA yang tersisa di dalamnya dapat dianalisis untuk mengidentifikasi spesies hiu yang berasal dari sampel tersebut, bahkan ketika bentuk fisiknya sudah tidak dapat dikenali. Pendekatan ini mengubah cara pandang terhadap apa yang sebelumnya dianggap limbah atau residu, menjadi sumber data ilmiah bernilai tinggi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe title=\"Andhika Prima Prasetyo, Ph.D &quot;Debu Bukan Sembarang Debu!&quot; | Meet the Scientist - Episode 15\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/6cGLiddgPPw?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tantangan Identifikasi dalam Perdagangan Hiu<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perdagangan hiu, khususnya di tingkat global, menghadapi masalah klasik: sulitnya identifikasi spesies setelah produk diproses. Berbagai bagian tubuh hiu yang diperdagangkan, seperti sirip, sudah tidak lagi memiliki karakteristik morfologi yang jelas<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kondisi ini, metode identifikasi visual menjadi tidak memadai. Hal ini membuka celah bagi perdagangan spesies yang sebenarnya dilindungi, karena sulit dibedakan dari spesies lain yang boleh dimanfaatkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Genetika menawarkan solusi terhadap keterbatasan tersebut. Dengan teknologi analisis DNA, identifikasi tidak lagi bergantung pada bentuk luar, melainkan pada kode genetik yang jauh lebih akurat dan spesifik.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Peran \u201cShark Dust\u201d dalam Forensik Molekuler<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks ini, \u201cshark dust\u201d menjadi bagian dari pendekatan yang dikenal sebagai forensik molekuler. Pendekatan ini menggunakan teknik genetika untuk kepentingan investigasi, termasuk dalam bidang lingkungan dan konservasi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui analisis DNA dari sampel yang sangat kecil, peneliti dapat mengetahui spesies apa saja yang pernah diproses atau diperdagangkan di suatu tempat. Informasi ini sangat penting, terutama untuk mendeteksi perdagangan ilegal yang selama ini sulit dibuktikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, meskipun tidak ada bukti fisik berupa produk utuh, jejak genetik tetap dapat digunakan sebagai dasar untuk memahami aktivitas yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/conbio.onlinelibrary.wiley.com\/doi\/full\/10.1111\/conl.12971\">Shark-dust: Application of high-throughput DNA sequencing<\/a><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Pendekatan Ini Menjadi Penting?<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tekanan terhadap populasi hiu di berbagai belahan dunia semakin meningkat, sebagian besar akibat aktivitas penangkapan dan perdagangan. Banyak spesies hiu yang kini masuk dalam kategori terancam punah. Sayangnya upaya perlindungan dan pengawasannya tidak selalu mudah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks ini, kemampuan untuk mengidentifikasi spesies secara akurat menjadi sangat penting. Tanpa identifikasi yang jelas, regulasi yang ada menjadi sulit diterapkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan berbasis \u201cshark dust\u201d memberikan solusi lebih sensitif dan komprehensif. Bahkan dalam situasi di mana bukti fisik tidak lagi tersedia, analisis DNA tetap dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai spesies yang terlibat.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tantangan Teknologi dan Implementasi<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun menjanjikan, pendekatan ini bukannya tanpa tantangan. Salah satu kendala utama adalah kualitas DNA yang tersedia. Sampel yang sangat kecil dan terpapar lingkungan sering mengalami degradasi, sehingga analisis menjadi lebih kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, proses ini memerlukan fasilitas laboratorium dengan standar tertentu, serta keahlian khusus di bidang genetika molekuler. Tidak semua institusi memiliki kapasitas tersebut, sehingga implementasinya masih terbatas. Namun, perkembangan teknologi terus meningkatkan kemampuan analisis, membuat pendekatan ini semakin dapat diterapkan untuk digunakan secara luas.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Implikasi bagi Indonesia <\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai negara dengan keanekaragaman hayati laut yang tinggi, Indonesia memiliki peran strategis dalam upaya konservasi hiu. Di sisi lain, aktivitas perdagangan juga menjadi realitas yang tidak bisa diabaikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang dijelaskan Andhika, pendekatan berbasis genetika membuka peluang baru dalam sistem pengawasan. Dengan kemampuan mendeteksi jejak biologis sekecil apa pun, pengawasan tidak lagi bergantung pada produk yang terlihat jelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini dapat meningkatkan efektivitas kebijakan dan mendukung upaya perlindungan spesies yang terancam. Penelitian yang dilakukan Andhika memberikan gambaran bagaimana inovasi ilmiah dapat berperan dalam konservasi dan penegakan hukum. Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang cara baru dalam melihat dan memahami dunia di sekitar kita.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tentang Narasumber<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Andhika Prima Prasetyo S.Pi., M.Sc., Ph.D. merupakan peneliti di bidang genetika kelautan di Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Fokus penelitiannya meliputi analisis DNA pada organisme laut, konservasi spesies, serta penggunaan teknik molekuler untuk mendukung pengelolaan sumber daya laut<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendekatan berbasis  genetika debu hiu (shark dust) memberikan solusi lebih sensitif dan komprehensif dalam upaya konservasi hiu. <\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":7336,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7297","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Debu Bukan Sembarang Debu: Bagaimana Genetika Mengungkap Perdagangan Hiu Ilegal -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Debu hiu (shark dust), inovasi ilmiah yang berdampak besar dalam upaya konservasi laut dan pengawasan perdagangan satwa.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Debu Bukan Sembarang Debu: Bagaimana Genetika Mengungkap Perdagangan Hiu Ilegal -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Debu hiu (shark dust), inovasi ilmiah yang berdampak besar dalam upaya konservasi laut dan pengawasan perdagangan satwa.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-04T10:15:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-19T08:39:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Christina Ekawati Halim, S.Biotek.\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Christina Ekawati Halim, S.Biotek.\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/debu-hiu\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/debu-hiu\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Christina Ekawati Halim, S.Biotek.\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c1834c011059053d18f7d535dfc9b67c\"},\"headline\":\"Debu Bukan Sembarang Debu: Bagaimana Genetika Mengungkap Perdagangan Hiu Ilegal\",\"datePublished\":\"2026-08-04T10:15:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-19T08:39:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/debu-hiu\\\/\"},\"wordCount\":749,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/debu-hiu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/image.png\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/debu-hiu\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/debu-hiu\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/debu-hiu\\\/\",\"name\":\"Debu Bukan Sembarang Debu: Bagaimana Genetika Mengungkap Perdagangan Hiu Ilegal -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/debu-hiu\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/debu-hiu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/image.png\",\"datePublished\":\"2026-08-04T10:15:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-19T08:39:26+00:00\",\"description\":\"Debu hiu (shark dust), inovasi ilmiah yang berdampak besar dalam upaya konservasi laut dan pengawasan perdagangan satwa.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/debu-hiu\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/debu-hiu\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/debu-hiu\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/image.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/image.png\",\"width\":1440,\"height\":800},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/debu-hiu\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Debu Bukan Sembarang Debu: Bagaimana Genetika Mengungkap Perdagangan Hiu Ilegal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c1834c011059053d18f7d535dfc9b67c\",\"name\":\"Christina Ekawati Halim, S.Biotek.\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/blog.tanyadna.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/cropped-Christina-Ekawati-Halim-S.Biotek-96x96.webp\",\"url\":\"https:\\\/\\\/blog.tanyadna.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/cropped-Christina-Ekawati-Halim-S.Biotek-96x96.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/blog.tanyadna.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/cropped-Christina-Ekawati-Halim-S.Biotek-96x96.webp\",\"caption\":\"Christina Ekawati Halim, S.Biotek.\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/christina-halim\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Debu Bukan Sembarang Debu: Bagaimana Genetika Mengungkap Perdagangan Hiu Ilegal -","description":"Debu hiu (shark dust), inovasi ilmiah yang berdampak besar dalam upaya konservasi laut dan pengawasan perdagangan satwa.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Debu Bukan Sembarang Debu: Bagaimana Genetika Mengungkap Perdagangan Hiu Ilegal -","og_description":"Debu hiu (shark dust), inovasi ilmiah yang berdampak besar dalam upaya konservasi laut dan pengawasan perdagangan satwa.","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/","article_published_time":"2026-08-04T10:15:01+00:00","article_modified_time":"2026-08-19T08:39:26+00:00","og_image":[{"width":1440,"height":800,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image.png","type":"image\/png"}],"author":"Christina Ekawati Halim, S.Biotek.","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Christina Ekawati Halim, S.Biotek.","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/"},"author":{"name":"Christina Ekawati Halim, S.Biotek.","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/c1834c011059053d18f7d535dfc9b67c"},"headline":"Debu Bukan Sembarang Debu: Bagaimana Genetika Mengungkap Perdagangan Hiu Ilegal","datePublished":"2026-08-04T10:15:01+00:00","dateModified":"2026-08-19T08:39:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/"},"wordCount":749,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image.png","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/","name":"Debu Bukan Sembarang Debu: Bagaimana Genetika Mengungkap Perdagangan Hiu Ilegal -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image.png","datePublished":"2026-08-04T10:15:01+00:00","dateModified":"2026-08-19T08:39:26+00:00","description":"Debu hiu (shark dust), inovasi ilmiah yang berdampak besar dalam upaya konservasi laut dan pengawasan perdagangan satwa.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image.png","width":1440,"height":800},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/debu-hiu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Debu Bukan Sembarang Debu: Bagaimana Genetika Mengungkap Perdagangan Hiu Ilegal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/c1834c011059053d18f7d535dfc9b67c","name":"Christina Ekawati Halim, S.Biotek.","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cropped-Christina-Ekawati-Halim-S.Biotek-96x96.webp","url":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cropped-Christina-Ekawati-Halim-S.Biotek-96x96.webp","contentUrl":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cropped-Christina-Ekawati-Halim-S.Biotek-96x96.webp","caption":"Christina Ekawati Halim, S.Biotek."},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/christina-halim\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7297","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7297"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7297\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7337,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7297\/revisions\/7337"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7297"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7297"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7297"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}