{"id":663,"date":"2021-01-02T09:01:42","date_gmt":"2021-01-02T09:01:42","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=663"},"modified":"2021-04-12T10:04:02","modified_gmt":"2021-04-12T10:04:02","slug":"virus-corona-baru-yang-cepat-menular","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/","title":{"rendered":"Kata Ahli tentang Virus Corona Baru yang Lebih Cepat Menular"},"content":{"rendered":"\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kendati di beberapa negara kasus <a href=\"https:\/\/covid19.go.id\/\">Covid-19<\/a> sudah cukup tertangani, namun masih banyak negara besar yang mendulang PR darinya. Belum juga usai pandemi ini, kita di suguhi kenyataan bahwa sang virus sudah bermutasi menjadi virus corona baru. Ia di sebut sebagai B.1.1.7.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski hal ini sebenarnya sudah pernah mengkhawatirkan para ahli medis jika corona tak segera berakhir, tapi ada beberapa informasi tentang mutasinya yang perlu diluruskan. Apalagi semakin banyak kabar simpang siur di grup WhatsApp yang membuat resah dan panik terkait kemunculan varian baru virus corona ini. Yuk, kita bahas sama-sama.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size: 24px;\">Virus corona baru Menular lebih mudah, anak-anak jadi sasaran rentan<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Inggris, pertama kali varian virus baru corona di temukan, kasusnya lebih banyak terlihat pada anak-anak. Hal ini disampaikan oleh Ketua Satgas Covid dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Prof. Zoebairi Djoerban. Sebenarnya, hal ini cukup bisa paham karena saat itu pembelajaran di sekolah Inggris banyak yang sedang tatap muka. Namun dengan sifat penularan yang lebih cepat, dikhawatirkan anak-anak yang terinfeksi akan membawa penyakit tersebut ke rumah. Kemudian menulari dan terjadilah klaster keluarga.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-665\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/varian-virus-corona-baru.jpg\" alt=\"virus corona baru\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/varian-virus-corona-baru.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/varian-virus-corona-baru-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/>\r\n<figcaption><span class=\"has-inline-color has-black-color\">Varian <strong>virus corona baru<\/strong> tidak lebih ganas, tapi cepat menular, terutama pada anak. Sumber gambar: Pexels<\/span><\/figcaption>\r\n<\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah kenaikan kasus positif Indonesia yang masih di angka 20%, hal ini membuat pertimbangan sekolah tatap muka harus sangat di pertimbangkan. CDC (Centers of Disease Control and Prevention) Amerika misalnya, mempertimbangkan dengan hati-hati untuk membuka sekolah saat kenaikan kasus di wilayahnya naik sedikit saja dari angka 10%.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size: 24px;\">Tidak mempengaruhi efektivitas vaksin<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiongkok yang menjadi gerbang awal kemunculan virus Covid-19 baru-baru ini melaporkan kasus pertama varian baru setelah ada warga negaranya yang pulang dari Inggris. Pejabat CDC (Centers of Disease Control and Prevention) setempat, mengimbau warganya agar tidak panik sebab tidak terlihat adanya perubahan kemampuan dalam menyebabkan penyakit, dilansir dari Kumparan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan di Tiongkok sendiri juga menjelaskan bahwa varian virus corona baru tidak mempengaruhi efektivitas vaksin. Tiongkok pada 31 Desember 2020 kemarin baru saja meneken izin pemakian vaksin Sinopharm.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size: 24px;\">Preventif terhadap varian virus corona baru<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski tidak nampak ada perubahan yang lebih membahayakan, tapi situasinya masih tetap berbahaya dan perlu kewaspadaan. Kemenkes RI menyatakan bahwa pihaknya akan rutin melakukan genome sequencing yakni tindakan pelacakan yang mengurutkan seluruh genom dengan menentukan urutan DNA genom hingga kromosom organisme.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"663\" height=\"382\" class=\"wp-image-544\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/keluarga-klaster-covid-1.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/keluarga-klaster-covid-1.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/keluarga-klaster-covid-1-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/>\r\n<figcaption><span class=\"has-inline-color has-black-color\">Perlu edukasi pada anak-anak mengenai jaga diri dan penerapan protokol kesehatan. Sumber Gambar: Pexel<\/span><\/figcaption>\r\n<\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, pemerintah per 1 Januari 2020 sudah menutup pintu untuk WNA masuk ke Indonesia. Tujuannya untuk mencegah masuknya <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/positif-covid-19\/\">varian virus baru corona<\/a> seperti tahun sebelumnya. Selain itu, beberapa agenda seperti pendidikan tatap muka tertunda di beberapa daerah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>BACA JUGA: <\/strong><a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/klaster-keluarga-covid\/\">4 Alasan Penting Mencegah Penularan di Klaster Keluarga<\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada baiknya juga untuk orang tua dan guru memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai protokol kesehatan dan menjaga kebersihan, juga menjaga <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antigen-dan-antibodi\/\">antigen dan antibodi<\/a> tetap fit, mengingat varian virus corona baru ini lebih cepat menular di kalangan anak usia sekolah. jika merasakan gejala , sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti <a href=\"https:\/\/gsilab.id\">PCR<\/a> .<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kendati di beberapa negara kasus Covid-19 sudah cukup tertangani, namun masih banyak negara besar yang mendulang PR darinya. Belum juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":664,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kata Ahli tentang Virus Corona Baru yang Lebih Cepat Menular -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Belum juga usai pandemi ini, kita disuguhi kenyataan bahwa sang virus sudah bermutasi menjadi virus corona baru. Ia disebut sebagai B.1.1.7.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kata Ahli tentang Virus Corona Baru yang Lebih Cepat Menular -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Belum juga usai pandemi ini, kita disuguhi kenyataan bahwa sang virus sudah bermutasi menjadi virus corona baru. Ia disebut sebagai B.1.1.7.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-02T09:01:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-04-12T10:04:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/varian-virus-baru-FI.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Kata Ahli tentang Virus Corona Baru yang Lebih Cepat Menular\",\"datePublished\":\"2021-01-02T09:01:42+00:00\",\"dateModified\":\"2021-04-12T10:04:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\\\/\"},\"wordCount\":478,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/varian-virus-baru-FI.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\\\/\",\"name\":\"Kata Ahli tentang Virus Corona Baru yang Lebih Cepat Menular -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/varian-virus-baru-FI.jpg\",\"datePublished\":\"2021-01-02T09:01:42+00:00\",\"dateModified\":\"2021-04-12T10:04:02+00:00\",\"description\":\"Belum juga usai pandemi ini, kita disuguhi kenyataan bahwa sang virus sudah bermutasi menjadi virus corona baru. Ia disebut sebagai B.1.1.7.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/varian-virus-baru-FI.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/varian-virus-baru-FI.jpg\",\"width\":663,\"height\":382},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kata Ahli tentang Virus Corona Baru yang Lebih Cepat Menular\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kata Ahli tentang Virus Corona Baru yang Lebih Cepat Menular -","description":"Belum juga usai pandemi ini, kita disuguhi kenyataan bahwa sang virus sudah bermutasi menjadi virus corona baru. Ia disebut sebagai B.1.1.7.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kata Ahli tentang Virus Corona Baru yang Lebih Cepat Menular -","og_description":"Belum juga usai pandemi ini, kita disuguhi kenyataan bahwa sang virus sudah bermutasi menjadi virus corona baru. Ia disebut sebagai B.1.1.7.","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/","article_published_time":"2021-01-02T09:01:42+00:00","article_modified_time":"2021-04-12T10:04:02+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/varian-virus-baru-FI.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Kata Ahli tentang Virus Corona Baru yang Lebih Cepat Menular","datePublished":"2021-01-02T09:01:42+00:00","dateModified":"2021-04-12T10:04:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/"},"wordCount":478,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/varian-virus-baru-FI.jpg","articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/","name":"Kata Ahli tentang Virus Corona Baru yang Lebih Cepat Menular -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/varian-virus-baru-FI.jpg","datePublished":"2021-01-02T09:01:42+00:00","dateModified":"2021-04-12T10:04:02+00:00","description":"Belum juga usai pandemi ini, kita disuguhi kenyataan bahwa sang virus sudah bermutasi menjadi virus corona baru. Ia disebut sebagai B.1.1.7.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/varian-virus-baru-FI.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/varian-virus-baru-FI.jpg","width":663,"height":382},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/virus-corona-baru-yang-cepat-menular\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kata Ahli tentang Virus Corona Baru yang Lebih Cepat Menular"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=663"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/663\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1267,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/663\/revisions\/1267"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}