{"id":6280,"date":"2023-01-06T00:05:18","date_gmt":"2023-01-06T00:05:18","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=6280"},"modified":"2023-01-05T05:20:13","modified_gmt":"2023-01-05T05:20:13","slug":"obat-mata-merah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/","title":{"rendered":"5 Obat Mata Merah Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah"},"content":{"rendered":"<p>Obat mata merah adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi mata yang terkena infeksi atau iritasi. Mereka dapat digunakan untuk mengobati kondisi seperti infeksi bakteri, infeksi jamur, alergi mata, iritasi kimia, iritasi akibat sinar matahari, dan bahkan glaukoma. Obat mata merah dapat ditemukan dalam bentuk tetes mata, salep, dan obat oral, biasanya digunakan untuk meringankan gejala iritasi mata, seperti gatal, bengkak, dan merah.<\/p>\n<p>Tapi tidak semua <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebab-mata-merah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">mata merah<\/a> disebabkan oleh penyakit yang parah dan harus disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan kimia. Ada juga obat alami yang bisa digunakan untuk mengurangi mata kemerahan. Di bawah ini akan kami jelaskan dengan lebih detail tentang obat mata merah alami serta apa saja gejala lebih lanjut yang perlu diwaspadai.<\/p>\n<h2>Obat Mata Merah Alami<\/h2>\n<figure id=\"attachment_6285\" aria-describedby=\"caption-attachment-6285\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-6285\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-obat-mata-merah-alami.jpg\" alt=\"ilustrasi obat mata merah alami\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-obat-mata-merah-alami.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-obat-mata-merah-alami-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6285\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/MCM_88U2DIs\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sumber gambar<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Mata merah adalah kondisi kesehatan biasa yang dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari gejala alergi hingga infeksi. Untuk mengurangi gejala, Anda mungkin akan mencari obat mata merah yang bekerja cepat dan efektif. Namun, Anda mungkin tidak tahu bahwa ada beberapa cara alami yang dapat membantu mengurangi gejala mata merah. Berikut adalah beberapa <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-sakit-mata-merah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">obat mata merah<\/a> alami yang dapat Anda temukan di rumah:<\/p>\n<h3>Air dingin<\/h3>\n<p>Menggunakan air dingin untuk mengurangi mata merah adalah cara yang sangat sederhana. Anda dapat menggunakan air dingin yang telah disimpan di kulkas atau menjepit bantal yang telah dibasahi dengan air dingin. Cara ini dapat membantu meredakan gejala mata merah dan merangsang aliran darah ke mata.<\/p>\n<h3>Teh hijau<\/h3>\n<p>Teh hijau mengandung antioksidan yang membantu melindungi mata dari radikal bebas. Dengan menggunakan teh hijau, Anda dapat mengurangi mata merah dan menghilangkan bengkak. Cara terbaik untuk menggunakan teh hijau adalah dengan mendapatkan beberapa sachets teh hijau, memanaskan air, dan membiarkannya dingin. Setelah itu, Anda dapat menggunakan campuran teh hijau untuk merendam kapas dan menempelkannya ke mata selama beberapa menit.<\/p>\n<h3>Jus alpukat<\/h3>\n<p>Jus alpukat mengandung enzim yang dapat membantu meredakan iritasi dan mata merah. Anda dapat menggunakannya dengan cara mengoleskan jus alpukat ke kapas dan meletakkannya di atas mata selama beberapa menit.<\/p>\n<h3>Kompres es<\/h3>\n<p>Kompres es adalah cara lain yang bisa Anda lakukan untuk membantu meredakan mata merah. Anda dapat menggunakan es batu atau es tubruk dan meletakkannya di atas mata selama beberapa menit. Cara ini akan membantu meredakan iritasi dan mata merah.<\/p>\n<h3>Madu<\/h3>\n<p>Madu mengandung antibakteri yang membantu mencegah infeksi pada mata. Anda dapat menggunakannya dengan cara mencampurkan madu dengan air dan menggunakannya untuk merendam kapas. Kemudian, Anda dapat meletakan kapas ini di atas mata selama beberapa menit.<\/p>\n<p>Ini adalah beberapa obat mata merah alami yang dapat Anda temukan di rumah. Penggunaan obat-obatan ini akan membantu mengurangi iritasi dan mata merah. Namun, jika gejala yang Anda alami berlanjut, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter.<\/p>\n<h2>Gejala Lain yang patut diwaspadai terkait mata merah<\/h2>\n<figure id=\"attachment_6286\" aria-describedby=\"caption-attachment-6286\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-6286\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-gejala-lain-mata-merah.jpg\" alt=\"ilustrasi gejala lain mata merah\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-gejala-lain-mata-merah.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-gejala-lain-mata-merah-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6286\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/UXAPylyDWlw\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sumber gambar<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Indikasi mata merah yang berbahaya dapat menggambarkan masalah potensial yang bisa mempengaruhi kesehatan mata Anda. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai alasan, termasuk infeksi, alergi, trauma, dan kekurangan vitamin.<\/p>\n<p>Kemudian gejala mata merah yang berbahaya dapat mencakup rasa sakit, perih, atau gatal pada mata, yang dapat meningkat jika Anda mengusap atau menggosok mata. Anda juga mungkin mengalami bintik merah atau nanah di bagian dalam mata Anda. Gejala mata merah yang berbahaya ini juga dapat disertai dengan fotofobia, yaitu ketidaknyamanan ketika Anda terpapar cahaya.<\/p>\n<p>Jika Anda mengalami gejala mata merah yang berbahaya, Anda harus segera mengunjungi dokter mata. Dokter Anda dapat menentukan penyebab gejala ini dan memberikan pengobatan yang tepat. Pengobatan yang mungkin termasuk obat tetes mata, krim pengurang gatal, atau obat oral. Jika gejala mata merah yang berbahaya disebabkan oleh infeksi, dokter mata Anda mungkin juga meresepkan antibiotik.<\/p>\n<p>Ketika gejala mata merah yang berbahaya tidak disebabkan oleh infeksi, ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kondisi ini. Anda harus memastikan bahwa Anda mencuci tangan Anda dengan benar setelah berhubungan dengan mata Anda atau benda lain yang mungkin mengandung bakteri. Anda juga harus memastikan bahwa Anda tidak meminjam atau meminjam peralatan mata dengan orang lain. Selain itu, menjaga mata Anda tetap dalam keadaan bersih dan kering akan membantu mencegah gejala mata merah yang berbahaya.<\/p>\n<p>Mata merah bisa saja berbahaya atau tidak, tergantung kondisi yang mendasarinya. Satu hal yang pasti, bahwa tidak ada salahnya untuk menghindari risiko dengan menggunakan obat mata merah alami yang mudah ditemukan di rumah. Mereka dapat bekerja untuk mengurangi peradangan, menenangkan mata, dan mengurangi kemerahan yang disebabkan oleh bakteri atau jamur.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/blackmores-untuk-ibu-hamil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Manfaat Mengonsumsi Blackmores untuk Ibu Hamil<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meskipun begitu, Anda sebaiknya juga berkonsultasi dengan dokter jika masalah mata merah tidak membaik atau jika Anda mengalami gejala lain, seperti pembengkakan dan nyeri. Jika Anda melakukan hal ini, maka Anda dapat dengan aman menghindari masalah yang lebih serius, seperti peradangan dan infeksi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Obat mata merah adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi mata yang terkena infeksi atau iritasi. Mereka dapat digunakan untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6287,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[688,946],"class_list":["post-6280","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips","tag-mata-merah","tag-obat-mata-merah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>5 Obat Mata Merah Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Obat mata merah adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi mata yang terkena infeksi atau iritasi. Lalu apa saja rekomendasinya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Obat Mata Merah Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Obat mata merah adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi mata yang terkena infeksi atau iritasi. Lalu apa saja rekomendasinya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-01-06T00:05:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-obat-mata-merah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/obat-mata-merah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/obat-mata-merah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"5 Obat Mata Merah Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah\",\"datePublished\":\"2023-01-06T00:05:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/obat-mata-merah\\\/\"},\"wordCount\":786,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/obat-mata-merah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/ilustrasi-obat-mata-merah.jpg\",\"keywords\":[\"mata merah\",\"obat mata merah\"],\"articleSection\":[\"Tips\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/obat-mata-merah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/obat-mata-merah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/obat-mata-merah\\\/\",\"name\":\"5 Obat Mata Merah Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/obat-mata-merah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/obat-mata-merah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/ilustrasi-obat-mata-merah.jpg\",\"datePublished\":\"2023-01-06T00:05:18+00:00\",\"description\":\"Obat mata merah adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi mata yang terkena infeksi atau iritasi. Lalu apa saja rekomendasinya?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/obat-mata-merah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/obat-mata-merah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/obat-mata-merah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/ilustrasi-obat-mata-merah.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/ilustrasi-obat-mata-merah.jpg\",\"width\":663,\"height\":382,\"caption\":\"ilustrasi obat mata merah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/obat-mata-merah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Obat Mata Merah Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Obat Mata Merah Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah -","description":"Obat mata merah adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi mata yang terkena infeksi atau iritasi. Lalu apa saja rekomendasinya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Obat Mata Merah Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah -","og_description":"Obat mata merah adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi mata yang terkena infeksi atau iritasi. Lalu apa saja rekomendasinya?","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/","article_published_time":"2023-01-06T00:05:18+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-obat-mata-merah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"5 Obat Mata Merah Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah","datePublished":"2023-01-06T00:05:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/"},"wordCount":786,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-obat-mata-merah.jpg","keywords":["mata merah","obat mata merah"],"articleSection":["Tips"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/","name":"5 Obat Mata Merah Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-obat-mata-merah.jpg","datePublished":"2023-01-06T00:05:18+00:00","description":"Obat mata merah adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi mata yang terkena infeksi atau iritasi. Lalu apa saja rekomendasinya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-obat-mata-merah.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/ilustrasi-obat-mata-merah.jpg","width":663,"height":382,"caption":"ilustrasi obat mata merah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/obat-mata-merah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Obat Mata Merah Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6280","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6280"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6280\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6288,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6280\/revisions\/6288"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6280"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6280"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6280"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}