{"id":4883,"date":"2022-09-22T07:01:16","date_gmt":"2022-09-22T07:01:16","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=4883"},"modified":"2022-09-22T07:01:16","modified_gmt":"2022-09-22T07:01:16","slug":"jamur-kuku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/","title":{"rendered":"Cara Mengatasi Jamur Kuku Kaki, Kenali Juga Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p>Persoalan jamur kuku bisa terjadi pada kaki dan tangan. Tapi bagi kebanyakan orang, baik tua maupun muda, permasalahan jamur yang muncul di kaki memang kerap tak terantisipasi. Tiba-tiba saja kuku sudah rusak dan berubah warna.<\/p>\n<p>Jamur kuku sebenarnya sering sekali terjadi pada lansia, akan tetapi segala rentang usia sangat mungkin mengalaminya. Hal ini terjadi karena adanya infeksi jamur. Meski kadang menyebabkan kerusakan yang tidak sedap kita lihat, jamur kuku bukan kondisi yang membahayakan.<\/p>\n<p>Namun, pastinya kita ingin senantiasa memiliki kuku yang bersih dan sehat. Sehingga menggunakan sepatu, sandal atau bahkan tanpa menggunakan apa-apa, kaki terlihat baik dan sehat. Apa ya yang menyebabkan muncul jamur kuku kaki padahal sudah berusaha merawatnya atau berusaha hidup bersih? Ini dia jawaban dan cara mengatasinya.<\/p>\n<h2>Penyebab jamur kuku<\/h2>\n<figure id=\"attachment_4886\" aria-describedby=\"caption-attachment-4886\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4886\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-ciri-dan-gejala-jamur-kuku.jpg\" alt=\"ilustrasi ciri dan gejala jamur kuku\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-ciri-dan-gejala-jamur-kuku.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-ciri-dan-gejala-jamur-kuku-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4886\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.orami.co.id\/magazine\/kuku-menjadi-orange-padahal-tidak-pakai-cat-kuku-hati-hati-mengalami-ini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sumber gambar<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Jamur kuku memiliki nama lain tinea unguinum atau onikomikosis. Tanda keberadaan jamur kuku adalah bintik kuning atau putih pada kuku kaki maupun tangan. Keberadaan jamur kuku ini nantinya membuat kuku makin tebal dan rapuh. Bahkan bisa juga berubah warna.<\/p>\n<p>Onikomikosis terjadi akibat infeksi jamur yang biasanya berjenis dermatofit. Selain infeksi, ada beberapa situasi yang bisa menunjang terjadinya kerusakan kuku ini. Di antaranya adalah kondisi kesehatan individu tersebut dan kebiasaan sehari-hari.<\/p>\n<p>Pada lansia atau mereka yang mengalami kering maupun kerapuhan kuku, dapat menyebabkan kukunya retak atau ada sela yang terbuka. Dari sinilah jamur bisa masuk dan menjadi infeksi yang merusak.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah faktor yang dapat memicu pesatnya perkembangan jamur dan kerusakan pada kuku:<\/p>\n<ul>\n<li>Ada gangguan sirkulasi darah pada individu tersebut<\/li>\n<li>Memiliki riwayat kutu air<\/li>\n<li>Ada kondisi psoriasis kuku atau luka yang sering terjadi di sekitar kuku jari<\/li>\n<li>Orang dengan ketahanan tubuh lemah, biasanya memiliki masalah diabetes atau HIV\/AIDS berpotensi mengalami permasalahan ini.<\/li>\n<li>Punya permasalahan dengan <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/biang-keringat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">keringat<\/a>, seperti keringat berlebih atau aktivitas yang sering individu lakukan membuatnya berkeringat banyak.<\/li>\n<li>Orang yang pekerjaannya berhubungan dengan tempat basah dan lembab<\/li>\n<li>Ada interaksi tanpa menggunakan alas kaki pada lokasi publik. Misalnya toilet umum di masjid, kolam renang, pasar dan lain sebagainya.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Ini ciri dan gejala kemunculan infeksi<\/h2>\n<figure id=\"attachment_4890\" aria-describedby=\"caption-attachment-4890\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4890\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-gejala-jamur-kuku.jpg\" alt=\"ilustrasi gejala jamur kuku\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-gejala-jamur-kuku.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-gejala-jamur-kuku-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4890\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/pedicure-process-home-salon-pedicure-foot-care-treatment-nail-process-professional-pedicures-master-blue-gloves-make-pedicure_11402505.htm#query=nail%20doctor&amp;position=30&amp;from_view=search\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sumber gambar<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Tinea unguium atau infeksi jamur pada kuku bisa kita identifikasi dari kemunculan beberapa ciri yang khas. Sebenarnya lebih jelas dan banyak terjadi pada kuku kaki, akan tetapi pada tangan yang sering kontak dengan tempat yang berpotensi jamur dan lembab, hal ini juga bisa terjadi. Berikut ini tanda-tanda ada jamur hinggap di kuku:<\/p>\n<ul>\n<li>Ada bercak atau bintik pada kuku yang warnanya kuning atau putih<\/li>\n<li>Ketahanan kuku berkurang sehingga menjadi rapuh. Warnanya pun cenderung berubah seperti putih, kuning keruh atau bahkan mulai berwarna lebih gelap.<\/li>\n<li>Perubahan tekstur kuku menjadi kasar dan lebih tebal. Biasanya terasa saat kita memotong kuku jempol kaki.<\/li>\n<li>Mulai tampak sela antara kuku dan kulit jari.<\/li>\n<li>Memunculkan bau kaki tapi sebenarnya berasal dari kuku.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Cara mengatasi jamur kuku<\/h2>\n<p>Memiliki kondisi kuku kaki atau tangan yang infeksi tentunya tidak menyenangkan atau kurang elok kelihatannya. Meski tidak berbahaya, sebaiknya kita rawat dna pulihkan agar tidak semakin bermasalah. Pada saat gejala mulai muncul, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.<\/p>\n<p>Umumnya hal ini akan memerlukan beberapa kali kontrol rutin, setidaknya perlu 6-12 pekan untuk bisa mengatasi infeksi jamur kuku ini. Meski demikian, bisa efektif dalam mengatasi dan mengobati hingga tuntas. Kemungkinan ada beberapa golongan pasien yang memerlukan pemeriksaan terjadwal ini dan prosesnya bisa lebih lama, salah satunya adalah mereka yang memiliki kondisi diabetes atau kerusakan kuku karena adanya kontribusi dari gangguan kesehatan lain.<\/p>\n<h2>Diagnosa dan potensi penularan<\/h2>\n<p>Apakah penyakit ini menular? Jawabannya iya. Terutama dengan adanya kontak langsung atau tidak langsung dari barang yang terpakai oleh mereka dengan gangguan infeksi ini. Karena itu, kebersihan dan penggunaan barang pribadi sangat perlu kita perhatikan.<\/p>\n<p>Saat memeriksakan ke dokter, nantinya akan ada observasi seperti apa dan seberapa besar keparahan dari permukaan kuku. Metodenya bisa dengan mengambil sampel dari kuku, kemudian pemeriksaan ke lab untuk mengetahui hasilnya. Dari sinilah nanti dokter akan memberikan diagnosa dan saran penanganan yang tepat.<\/p>\n<h2>Jenis pengobatan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_4888\" aria-describedby=\"caption-attachment-4888\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4888\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-pengobatan-jamur-kuku.jpeg\" alt=\"ilustrasi pengobatan jamur kuku\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-pengobatan-jamur-kuku.jpeg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-pengobatan-jamur-kuku-300x173.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4888\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/bhamfoot.com\/the-benefits-of-foot-massages-some-of-them-might-surprise-you\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sumber gambar<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Tentunya pengobatan yang dokter berikan akan menyesuaikan dengan kondisi kuku. Kecuali kuku sangat bermasalah dan perlu pembedahan, maka dokter akan mengangkat kuku dan memberikan pengobatan lanjutan. Hal ini juga masih memerlukan kontrol dan perawatan menggunakan obat. Beberapa jenis pengobatan yang sering terpakai adalah:<\/p>\n<h2>Obat oles atau krim<\/h2>\n<p>Pengobatan ini untuk topikal atau oles di atas kuku. Sebelumnya, kuku perlu perawatan seperti perendaman agar lebih lunak, kemudian kikir kuku untuk mengurang lapisannya. Dengan demikian, krim kuku akan meresap dengan baik.<\/p>\n<h2>Obat pelapis kuku<\/h2>\n<p>Jenis obat yang seperti cat kuku, tapi tujuannya untuk pengobatan. Pengaplikasiannya pada kuku dan jaringan sekitarnya dengan dosis sesuai anjuran dokter. Lapisan ini perlu pasien bersihkan setelah 1 minggu sebelum aplikasi ulang. Bahkan obat tersebut bisa jadi perlu pasien gunakan sepanjang tahun dengan pengawasan dokter.<\/p>\n<h2>Obat telan<\/h2>\n<p>Obat jenis ini bisa untuk mengurangi keluhan infeksi jamur dari dalam. Kemampuannya memang lebih cepat untuk mengatasi permasalahan jamur kuku. Meski demikian, penggunaan atau aplikasinya tetap memerlukan proses dan mungkin juga waktu yang cukup lama. Menyesuaikan dengan kondisi infeksi jamur. Hal ini karena juga melihat perkembangan kuku baru dan apakah kembali terjadi infeksi atau tidak.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kudis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Penyakit Kulit Kudis, Infeksi Akibat Serangga<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meski sebenarnya tidak berbahaya, akan tetapi selama masih bisa kita rawat, maka jangan sampai harus kehilangan kuku kita. Segera periksakan bila mengalami beberapa gejala di atas agar mendapatkan perawatan yang tepat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Persoalan jamur kuku bisa terjadi pada kaki dan tangan. Tapi bagi kebanyakan orang, baik tua maupun muda, permasalahan jamur yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4887,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[745,744],"class_list":["post-4883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips","tag-jamur-kuku","tag-kuku"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Mengatasi Jamur Kuku Kaki, Kenali Juga Penyebabnya -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jamur kuku sebenarnya sering sekali terjadi pada lansia, akan tetapi segala rentang usia sangat mungkin mengalaminya. Simak ulasan berikut.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Mengatasi Jamur Kuku Kaki, Kenali Juga Penyebabnya -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jamur kuku sebenarnya sering sekali terjadi pada lansia, akan tetapi segala rentang usia sangat mungkin mengalaminya. Simak ulasan berikut.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-22T07:01:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-jamur-kuku.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jamur-kuku\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jamur-kuku\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Cara Mengatasi Jamur Kuku Kaki, Kenali Juga Penyebabnya\",\"datePublished\":\"2022-09-22T07:01:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jamur-kuku\\\/\"},\"wordCount\":894,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jamur-kuku\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/ilustrasi-jamur-kuku.jpg\",\"keywords\":[\"jamur kuku\",\"kuku\"],\"articleSection\":[\"Tips\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jamur-kuku\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jamur-kuku\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jamur-kuku\\\/\",\"name\":\"Cara Mengatasi Jamur Kuku Kaki, Kenali Juga Penyebabnya -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jamur-kuku\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jamur-kuku\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/ilustrasi-jamur-kuku.jpg\",\"datePublished\":\"2022-09-22T07:01:16+00:00\",\"description\":\"Jamur kuku sebenarnya sering sekali terjadi pada lansia, akan tetapi segala rentang usia sangat mungkin mengalaminya. Simak ulasan berikut.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jamur-kuku\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jamur-kuku\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jamur-kuku\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/ilustrasi-jamur-kuku.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/ilustrasi-jamur-kuku.jpg\",\"width\":663,\"height\":382,\"caption\":\"ilustrasi jamur kuku\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jamur-kuku\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Mengatasi Jamur Kuku Kaki, Kenali Juga Penyebabnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Mengatasi Jamur Kuku Kaki, Kenali Juga Penyebabnya -","description":"Jamur kuku sebenarnya sering sekali terjadi pada lansia, akan tetapi segala rentang usia sangat mungkin mengalaminya. Simak ulasan berikut.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Mengatasi Jamur Kuku Kaki, Kenali Juga Penyebabnya -","og_description":"Jamur kuku sebenarnya sering sekali terjadi pada lansia, akan tetapi segala rentang usia sangat mungkin mengalaminya. Simak ulasan berikut.","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/","article_published_time":"2022-09-22T07:01:16+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-jamur-kuku.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Cara Mengatasi Jamur Kuku Kaki, Kenali Juga Penyebabnya","datePublished":"2022-09-22T07:01:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/"},"wordCount":894,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-jamur-kuku.jpg","keywords":["jamur kuku","kuku"],"articleSection":["Tips"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/","name":"Cara Mengatasi Jamur Kuku Kaki, Kenali Juga Penyebabnya -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-jamur-kuku.jpg","datePublished":"2022-09-22T07:01:16+00:00","description":"Jamur kuku sebenarnya sering sekali terjadi pada lansia, akan tetapi segala rentang usia sangat mungkin mengalaminya. Simak ulasan berikut.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-jamur-kuku.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ilustrasi-jamur-kuku.jpg","width":663,"height":382,"caption":"ilustrasi jamur kuku"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jamur-kuku\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Mengatasi Jamur Kuku Kaki, Kenali Juga Penyebabnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4883"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4883\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4891,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4883\/revisions\/4891"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}