{"id":3500,"date":"2022-05-22T08:13:32","date_gmt":"2022-05-22T08:13:32","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=3500"},"modified":"2022-05-22T08:13:32","modified_gmt":"2022-05-22T08:13:32","slug":"penyakit-usus-buntu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/","title":{"rendered":"Penyakit Usus Buntu Sering Terjadi karena Ini, Mari Lakukan Pencegahan"},"content":{"rendered":"<p>Termasuk sebagai penyakit sistem pencernaan serius, usus buntu adalah salah satu ancaman bagi anak-anak, remaja, bahkan orang-orang pada usia dewasa awal. Penyebabnya seringkali adalah pola makan yang sembarangan dan tidak memperhatikan kesehatan sistem cerna itu sendiri.<\/p>\n<p>Lebih tepatnya, penyakit ini adalah peradangan atau penyumbatan pada area usus buntu. Kondisi ini perlu segera mendapatkan penanganan dan biasanya harus melalui operasi. Bila terlambat, khawatirnya semakin menyebabkan penyebaran infeksi di rongga perut yang jauh lebih berbahaya.<\/p>\n<p>Siapapun perlu memahami risiko usus buntu ini. Pada artikel ini akan kita bahas mengenai penyakit usus buntu, gejala, penanganan dan pencegahannya.<\/p>\n<h2>Radang usus buntu dan penyebabnya<\/h2>\n<figure id=\"attachment_3506\" aria-describedby=\"caption-attachment-3506\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3506\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-sakit-perut-4.jpg\" alt=\"ilustrasi sakit perut\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-sakit-perut-4.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-sakit-perut-4-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3506\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/wanita-dengan-tank-top-abu-abu-saat-duduk-di-ranjang-3807733\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sumber gambar<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Usus buntu adalah bagian usus yang tidak memiliki fungsi. Namun, bila tidak menjaga asupan dan pola makan dengan benar, dapat terjadi penyumbatan atau infeksi akibat parasit. Sumbatan ini bila meradang, dapat menimbulkan rasa nyeri di area perut tersebut.<\/p>\n<p>Beberapa faktor yang sering menyebabkan pembentukan infeksi usus buntu ini antara lain adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Sering mengonsumsi makanan instan di level kematangan setengah atau \u00be matang.<\/li>\n<li>Kurang mengonsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah.<\/li>\n<li>Jarang minum air putih.<\/li>\n<li>Sering jajan sembarangan tanpa memperhatikan kebersihan dan pembuatannya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Penyebab infeksi usus buntu ini rata-rata adalah kualitas konsumsi makanan yang rendah. Sehingga menyebabkan adanya penumpukan feses di dekat rongga usus buntu, atau penyumbatan. Makanan sebenarnya tidak harus mahal dan bukan tentang enak saja, tapi sebaiknya memenuhi kualitas kebersihan, gizi dan memenuhi unsur-unsur yang tubuh perlukan. Seperti serat, enzim, vitamin dan mineral penting, air putih hingga probiotik.<\/p>\n<p>Faktor penyebab yang lebih serius bisa berupa adanya tumor di dalam perut atau mengalami cedera di bagian perut. Untuk hal ini, memerlukan observasi dan penanganan lebih lanjut sesuai urgensi.<\/p>\n<h2>Gejala yang sering tidak penderita sadari<\/h2>\n<figure id=\"attachment_3502\" aria-describedby=\"caption-attachment-3502\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3502\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-gejala-usus-buntu.jpg\" alt=\"ilustrasi gejala usus buntu\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-gejala-usus-buntu.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-gejala-usus-buntu-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3502\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.klikdokter.com\/penyakit\/sembelit\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sumber gambar<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Karena pencernaan kita cukup sibuk, apalagi bila aktivitas konsumsi yang tinggi, maka ada kalanya gejala usus buntu hanya seperti keluhan sakit perut biasa. Namun bila gejala nyeri terjadi dalam beberapa hari dan mulai menunjukkan simptom lain seperti demam, maka harus segera mendapat penanganan. Sebab demam bisa menjadi indikasi adanya infeksi serius dalam tubuh.<\/p>\n<p>Tanda-tanda adanya radang usus buntu adalah berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Sulit buang air besar dan buang gas. Tapi juga bisa mengalami diare.<\/li>\n<li>Nyeri perut di satu sisi (biasanya di kanan sesuai posisi), nyeri bertahan dalam beberapa hari.<\/li>\n<li>Mulai terjadi demam dan menggigil, menandakan ada infeksi.<\/li>\n<li>Merasa mual atau bahkan muntah dan mulai kehilangan nafsu makan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Indikator untuk menyegerakan ke rumah sakit adalah ketika nyeri berlangsung beberapa hari atau ketika terjadi gejala spesifik lainnya seperti demam dan muntah.<\/p>\n<h2>Usus buntu jangan sampai telat penanganan<\/h2>\n<p>Bila gejala di atas mulai meningkat, jangan tunda untuk ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Sebab radang usus buntu perlu segera mendapatkan penanganan untuk mencegah efek yang lebih parah. Usus buntu tidak boleh sampai pecah, sebab bila terjadi akan menimbulkan komplikasi. Hal ini karena buangan usus tadi malah menyebar dan mengkontaminasi rongga perut lainnya.<\/p>\n<p>Berikutnya, ikuti seluruh saran dari dokter. Jangan menggunakan obat-obatan atau solusi lain tanpa pengawasan dokter untuk menghindari sembelit atau kondisi lain yang tak diinginkan.<\/p>\n<p>Dokter akan melakukan tanya jawab, observasi dan bila perlu adalah beberapa pemeriksaan penunjang di samping pengecekan fisik. Saat perut pasien yang sakit ditekan dan dengan cepat dilepas kemudian terasa sakit, ada kemungkinan sangat besar bahwa kondisi tersebut adalah radang usus buntu.<\/p>\n<h2>Penanganan medis untuk pasien<\/h2>\n<figure id=\"attachment_3503\" aria-describedby=\"caption-attachment-3503\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3503\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-penanganan-usus-buntu.jpg\" alt=\"ilustrasi penanganan usus buntu\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-penanganan-usus-buntu.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-penanganan-usus-buntu-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3503\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.klikdokter.com\/info-sehat\/read\/3243595\/waspadai-efek-samping-ini-usai-operasi-usus-buntu\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sumber gambar<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Tindakan untuk usus buntu adalah dengan melakukan bedah atau operasi. Hal ini untuk membantu mengangkat usus buntu yang bermasalah. Di samping itu, nantinya pasien juga akan mendapatkan perawatan obat-obatan untuk dapat menunjang pemulihan pasca operasi.<\/p>\n<h2>Mencegah radang dan menjaga kesehatan pencernaan<\/h2>\n<p>Bagaimanapun, usus buntu ini adalah penyakit yang serius. Berbeda dengan diare yang sebagian besar kasusnya bisa selesai dengan minum obat, pada peradangan organ ini membutuhkan pembedahan dan tentunya masa pemulihan yang cukup panjang. Oleh karena itu, sebaiknya mencegah daripada mengalaminya.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita usahakan untuk mencegah infeksi dan radang pada usus buntu:<\/p>\n<h3>Konsumsi makanan berserat dan bergizi<\/h3>\n<p>Makanan tidak harus mahal, tapi juga jangan hanya yang lidah kita sukai. Sebaiknya konsumsi juga makanan seperti sayur dan buah. Seratnya dapat membantu melancarkan pencernaan, sementara vitamin, mineral dan enzimnya dapat memelihara kesehatan tubuh secara keseluruhan dan mencegah sembelit.<\/p>\n<h3>Menjaga kebersihan dan memperhatikan pengolahan makanan<\/h3>\n<p>Mengonsumsi makanan yang sudah jadi tentu sangat nikmat, seperti kuliner di pinggir jalan atau jajan makanan yang sedang viral. Akan tetapi, kita juga perlu memperhatikan proses pembuatannya seperti apa dan bagaimana kualitas kebersihan makanan tersebut. Beberapa makanan yang berpotensi membuat usus buntu adalah makanan cepat saji, makanan cepat saji yang setengah matang, makanan pedas dan makanan yang kurang berserat.<\/p>\n<h3>Konsumsi air putih<\/h3>\n<p>Hidrasi bukan hanya agar kita tidak haus. Mengonsumsi air putih dapat membantu memperlancar metabolisme dan membersihkan pencernaan. Selain itu membantu memperlancar buang air besar.<\/p>\n<h3>Konsumsi probiotik<\/h3>\n<p>Bila perlu, konsumsi beberapa jenis makanan probiotik seperti yoghurt atau madu. Makanan seperti ini sesekali kita konsumsi dapat membantu meningkatkan kualitas sistem pencernaan agar lebih sehat.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/sakit-perut-bagian-bawah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah dan Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kesehatan tubuh secara keseluruhan banyak berasal dari pencernaan. Mulai dari apa yang kita makan sehingga bagaimana pola makan kita. Oleh karena itu, bijaklah dengan memegang petuah \u2018makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan\u2019. Supaya kita bisa tetap mengonsumsi makanan juga dengan kesadaran ingin menjaga kesehatan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Termasuk sebagai penyakit sistem pencernaan serius, usus buntu adalah salah satu ancaman bagi anak-anak, remaja, bahkan orang-orang pada usia dewasa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3504,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[425,555],"class_list":["post-3500","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-sakit-perut","tag-usus-buntu"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Penyakit Usus Buntu Sering Terjadi karena Ini, Mari Lakukan Pencegahan -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Termasuk sebagai penyakit sistem pencernaan serius, usus buntu adalah salah satu ancaman banyak kalangan umur. Seperti apa penanganannya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyakit Usus Buntu Sering Terjadi karena Ini, Mari Lakukan Pencegahan -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Termasuk sebagai penyakit sistem pencernaan serius, usus buntu adalah salah satu ancaman banyak kalangan umur. Seperti apa penanganannya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-22T08:13:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-penyakit-usus-buntu.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-usus-buntu\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-usus-buntu\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Penyakit Usus Buntu Sering Terjadi karena Ini, Mari Lakukan Pencegahan\",\"datePublished\":\"2022-05-22T08:13:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-usus-buntu\\\/\"},\"wordCount\":883,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-usus-buntu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/ilustrasi-penyakit-usus-buntu.jpg\",\"keywords\":[\"sakit perut\",\"usus buntu\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-usus-buntu\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-usus-buntu\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-usus-buntu\\\/\",\"name\":\"Penyakit Usus Buntu Sering Terjadi karena Ini, Mari Lakukan Pencegahan -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-usus-buntu\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-usus-buntu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/ilustrasi-penyakit-usus-buntu.jpg\",\"datePublished\":\"2022-05-22T08:13:32+00:00\",\"description\":\"Termasuk sebagai penyakit sistem pencernaan serius, usus buntu adalah salah satu ancaman banyak kalangan umur. Seperti apa penanganannya?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-usus-buntu\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-usus-buntu\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-usus-buntu\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/ilustrasi-penyakit-usus-buntu.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/ilustrasi-penyakit-usus-buntu.jpg\",\"width\":663,\"height\":382,\"caption\":\"ilustrasi penyakit usus buntu\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-usus-buntu\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyakit Usus Buntu Sering Terjadi karena Ini, Mari Lakukan Pencegahan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyakit Usus Buntu Sering Terjadi karena Ini, Mari Lakukan Pencegahan -","description":"Termasuk sebagai penyakit sistem pencernaan serius, usus buntu adalah salah satu ancaman banyak kalangan umur. Seperti apa penanganannya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penyakit Usus Buntu Sering Terjadi karena Ini, Mari Lakukan Pencegahan -","og_description":"Termasuk sebagai penyakit sistem pencernaan serius, usus buntu adalah salah satu ancaman banyak kalangan umur. Seperti apa penanganannya?","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/","article_published_time":"2022-05-22T08:13:32+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-penyakit-usus-buntu.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Penyakit Usus Buntu Sering Terjadi karena Ini, Mari Lakukan Pencegahan","datePublished":"2022-05-22T08:13:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/"},"wordCount":883,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-penyakit-usus-buntu.jpg","keywords":["sakit perut","usus buntu"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/","name":"Penyakit Usus Buntu Sering Terjadi karena Ini, Mari Lakukan Pencegahan -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-penyakit-usus-buntu.jpg","datePublished":"2022-05-22T08:13:32+00:00","description":"Termasuk sebagai penyakit sistem pencernaan serius, usus buntu adalah salah satu ancaman banyak kalangan umur. Seperti apa penanganannya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-penyakit-usus-buntu.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/ilustrasi-penyakit-usus-buntu.jpg","width":663,"height":382,"caption":"ilustrasi penyakit usus buntu"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-usus-buntu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyakit Usus Buntu Sering Terjadi karena Ini, Mari Lakukan Pencegahan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3500","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3500"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3500\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3507,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3500\/revisions\/3507"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3504"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3500"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3500"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3500"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}