{"id":3119,"date":"2022-04-26T17:44:57","date_gmt":"2022-04-26T17:44:57","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=3119"},"modified":"2023-01-06T03:14:29","modified_gmt":"2023-01-06T03:14:29","slug":"jarak-vaksin-pertama-dan-kedua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/","title":{"rendered":"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vaksin dosis primer dan booster memiliki rentang masing-masing. Jarak vaksin pertama dan kedua, tergantung dari jenis vaksin yang kita pilih. Sedangkan vaksin booster biasanya paling cepat adalah 3 bulan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada perjalanannya, durasi jarak vaksin ini mengalami penyesuaian sehingga beberapa jenis vaksin dan dosis bisa berlangsung lebih cepat. Hal ini tentunya dengan pengawasan dan persetujuan institusi kesehatan di masing-masing negara dan WHO sebagai organisasi kesehatan dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu bagaimana sebenarnya aturan detail untuk bisa melakukan vaksin? Dan bagaimana bila ternyata jarak vaksin kita ada yang terlambat? Begini penjelasannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Jarak vaksin pertama dan kedua<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_3121\" aria-describedby=\"caption-attachment-3121\" style=\"width: 1415px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3121\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Tabel-jarak-vaksin-booster-dan-anjuran-dosis.png\" alt=\"Tabel jarak vaksin booster dan anjuran dosis\" width=\"1415\" height=\"649\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Tabel-jarak-vaksin-booster-dan-anjuran-dosis.png 1415w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Tabel-jarak-vaksin-booster-dan-anjuran-dosis-300x138.png 300w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Tabel-jarak-vaksin-booster-dan-anjuran-dosis-1024x470.png 1024w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Tabel-jarak-vaksin-booster-dan-anjuran-dosis-768x352.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1415px) 100vw, 1415px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3121\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/tech\/20210111150307-37-215044\/berapa-takaran-dosis-vaksin-covid-19-ini-jawabannya\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Dosis vaksin pertama dan kedua merupakan vaksin primer. Sebelum mendapatkan vaksin booster, kita perlu lebih dulu mendapatkan vaksin primer ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah kita bahas, jarak antara vaksin pertama dan kedua tergantung pada jenis vaksin yang kita pilih. Vaksin Sinovac misalnya, jarak antara dosis 1 dan 2 adalah 14 hari. Sementara Sinopharm dan Novavax adalah 21 hari. Vaksin AstraZeneca, Moderna dan Pfizer adalah 28 hari. Vaksin 1 dan vaksin kedua adalah satu jenis vaksin yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Jarak vaksin kedua dan ketiga, bagaimana jika telat?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vaksin booster adalah vaksin dosis ke-3 yang saat ini peruntukannya untuk warga masyarakat yang sudah menerima dosis primer dan berusia 18-59 tahun. Bila kita sudah bisa mendapatkan vaksin booster, biasanya mendapat e-ticket di aplikasi Peduli Lindungi. Sementara itu jarak minimal dari vaksin kedua adalah 3 bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, bagaimana bila jarak vaksin pertama dan kedua atau vaksin primer dan booster lebih dari 6 bulan? Hal tersebut kemungkinan besar kita terlambat mendapat vaksin berikutnya, sehingga pemerintah menyarankan untuk vaksin ulang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk lebih lanjutnya, kita bisa meminta keterangan dan bantuan dari koordinator penyelenggara vaksin di tempat masing masing bila kesulitan mendapatkan vaksin tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila memiliki kesempatan untuk menyegerakan vaksin booster sesuai jadwal, sebaiknya kita segerakan supaya tidak terlambat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Melengkapi jarak vaksin pertama dan kedua dengan booster<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vaksin dosis satu dan dua kita sebut sebagai vaksin primer. Merupakan dua vaksin inti yang sebaiknya kita penuhi demi mendapatkan proteksi dasar. Sementara ada juga vaksin dosis tiga yang merupakan booster atau penguat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dasar dari perlunya mendapat vaksin booster ini adalah karena varian virus yang terus bermutasi sepanjang pandemi yang lalu. Sehingga vaksin dosis ketiga ini bisa memberikan perlindungan ekstra dari varian baru seperti Omicron yang sempat muncul sebagai gelombang ketiga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaiknya, ketiga dosis ini kita lengkapi, karena pada dasarnya virus ini probabilitas keberadaannya masih ada. Yang membuat Covid-19 saat ini nampak jauh berkurang adalah karena masyarakat sebagian besar sudah mendapatkan vaksinasi. Meski demikian, para ahli dan Kementerian Kesehatan di masing-masing negara tetap menganjurkan kita untuk waspada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vaksin ketiga di Indonesia menjadi syarat bermobilitas bagi warga yang ingin keluar kota, keluar pulau, bahkan keluar negeri. Hal tersebut sebagai antisipasi warga menjadi carrier virus ke lokasi lainnya. Apalagi dengan sibuknya jalur transportasi dan mobilisasi masyarakat di negara kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan vaksin dan obat Covid-19<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, banyak yang masih protes. Buat apa vaksin kalau masih bisa terpapar? Hal tersebut karena vaksin dan obat Covid-19 adalah dua hal yang berbeda. Keduanya juga tak membuat kita \u2018kebal\u2019 virus Corona secara absolut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vaksin adalah bentuk usaha untuk melindungi kita dari virus tertentu. Jenis vaksin sendiri ada banyak, tergantung penyakitnya. Cara kerja vaksin adalah \u2018melatih\u2019 imunitas kita seakan pernah mendapatkan memori terhadap virus tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang masuk ke dalam tubuh pun merupakan sel virus yang telah dilemahkan atau modifikasi RNA. Jadi, bukan microchip seperti kebanyakan isu. Vaksin tidak menjamin tidak tertular, tapi bisa mengurangi level keparahan atau menjadikan kita OTG (orang tanpa gejala).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-ibu-hamil-boleh-vaksin\/\">Apakah Ibu Hamil Boleh Vaksin? Ini Syarat-Syaratnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan obat Covid-19 kita gunakan setelah memang terpapar dan sakit. Tujuannya adalah penyembuhan. Jadi antara vaksin dan obat, tidak ada yang membuat kebal. Hanya bersifat antisipasi dan pengobatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Proteksi sebenarnya adalah protokol kesehatan<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_3122\" aria-describedby=\"caption-attachment-3122\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3122\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-vaksin-sebagai-protokol-kesehatan.jpg\" alt=\"Ilustrasi vaksin sebagai protokol kesehatan\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-vaksin-sebagai-protokol-kesehatan.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-vaksin-sebagai-protokol-kesehatan-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3122\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-6046774\/ketua-pbnu-majelis-fatwa-internasional-nyatakan-semua-vaksin-suci\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Agak sulit menerima kebiasaan new normal, karena memang agak membatasi ruang gerak dan menghirup udara segar. Apalagi sejumlah pembatasan yang ketat di masa puncak gelombang pandemi, cukup berdampak pada aspek lain, seperti geliat ekonomi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, protokol kesehatan 3M dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, sebenarnya yang relatif paling bisa melindungi kita dari berbagai penyakit, tak hanya Covid-19. Bila menerapkannya dengan cara yang benar, dalam kondisi gelombang turun seperti sekarang, relatif lebih aman di tempat yang ramai. Misalnya MRT, pasar atau kerumunan lainnya yang berisiko saling membawa penyakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/\">Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah penjelasan mengenai vaksin primer dan booster yang sama-sama esensial. Mari melengkapi dosis vaksin kita agar sama-sama tenang, aman dan nyaman menjalani kehidupan normal baru ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain membekali pertahanan diri dengan vaksin, mematuhi protokol kesehatan, memutus rantai penularan juga merupakan kewajiban kita semua. Segera lakukan\u00a0<\/span><a href=\"https:\/\/www.gsilab.id\/id\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">pcr test<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bila mengalami gejala COVID 19. Dengan melakukan pemeriksaan dan penelusuran kontak, Anda telah berperan besar dalam membantu eradikasi virus SARS-COV2. Hal ini memang akan membutuhkan waktu cukup lama, namun bersabarlah dan terus berusaha demi kebaikan kita bersama.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Vaksin dosis primer dan booster memiliki rentang masing-masing. Jarak vaksin pertama dan kedua, tergantung dari jenis vaksin yang kita pilih. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3120,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[235,509,251,360],"class_list":["post-3119","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-covid19","tag-jarak-vaksin","tag-vaksin","tag-vaksin-booster"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-26T17:44:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-06T03:14:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Begini-Aturan-Jarak-Vaksin-Pertama-dan-Kedua.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua\",\"datePublished\":\"2022-04-26T17:44:57+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-06T03:14:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\\\/\"},\"wordCount\":805,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Begini-Aturan-Jarak-Vaksin-Pertama-dan-Kedua.jpg\",\"keywords\":[\"#Covid19\",\"jarak vaksin\",\"vaksin\",\"vaksin booster\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\\\/\",\"name\":\"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Begini-Aturan-Jarak-Vaksin-Pertama-dan-Kedua.jpg\",\"datePublished\":\"2022-04-26T17:44:57+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-06T03:14:29+00:00\",\"description\":\"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Begini-Aturan-Jarak-Vaksin-Pertama-dan-Kedua.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Begini-Aturan-Jarak-Vaksin-Pertama-dan-Kedua.jpg\",\"width\":663,\"height\":382,\"caption\":\"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua -","description":"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua -","og_description":"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/","article_published_time":"2022-04-26T17:44:57+00:00","article_modified_time":"2023-01-06T03:14:29+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Begini-Aturan-Jarak-Vaksin-Pertama-dan-Kedua.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua","datePublished":"2022-04-26T17:44:57+00:00","dateModified":"2023-01-06T03:14:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/"},"wordCount":805,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Begini-Aturan-Jarak-Vaksin-Pertama-dan-Kedua.jpg","keywords":["#Covid19","jarak vaksin","vaksin","vaksin booster"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/","name":"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Begini-Aturan-Jarak-Vaksin-Pertama-dan-Kedua.jpg","datePublished":"2022-04-26T17:44:57+00:00","dateModified":"2023-01-06T03:14:29+00:00","description":"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Begini-Aturan-Jarak-Vaksin-Pertama-dan-Kedua.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Begini-Aturan-Jarak-Vaksin-Pertama-dan-Kedua.jpg","width":663,"height":382,"caption":"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/jarak-vaksin-pertama-dan-kedua\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Begini Aturan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3119"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3119\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6310,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3119\/revisions\/6310"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}