{"id":3107,"date":"2022-04-25T08:14:27","date_gmt":"2022-04-25T08:14:27","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=3107"},"modified":"2022-08-11T15:12:30","modified_gmt":"2022-08-11T15:12:30","slug":"vaksin-ke-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/","title":{"rendered":"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini proteksi masyarakat dari pandemi Covid-19 sudah memasuki vaksin ke 3. Bagi yang telah memiliki e-ticket di aplikasi Peduli Lindungi, dapat mengunjungi gerai vaksinasi terdekat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kendala vaksinasi saat ini selain kabar miring seputar vaksin, adalah kecemasan masyarakat pada efek samping yang muncul. Vaksin dosis 3 ini merupakan pemutakhiran dari dosis primer sebelumnya, sekaligus memberikan kekebalan dari varian baru Omicron yang sempat menimbulkan gelombang ketiga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syarat menerima vaksin booster adalah mereka yang sudah berusia 18 tahun ke atas, dalam kondisi sehat. Apabila memiliki komorbid atau penyakit bawaan, sebaiknya dalam kondisi yang sudah terkontrol, bukan sedang kambuh. Karena vaksinasi pada dasarnya akan melatih imunitas kita sehingga membutuhkan kondisi tubuh yang prima.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dosis yang kita dapatkan telah melalui uji dan pengawasan dari Kemenkes dan WHO, sehingga pastinya aman. Agar tidak takut vaksinasi karena efek sampingnya, yuk kita bahas beberapa hal yang perlu dipahami bersama ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Vaksin ke 3 banyak benefitnya<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_3109\" aria-describedby=\"caption-attachment-3109\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3109\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-vaksin-ke-3.jpg\" alt=\"Ilustrasi vaksin ke 3\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-vaksin-ke-3.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-vaksin-ke-3-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3109\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.detik.com\/sulsel\/berita\/d-5955149\/sertifikat-vaksin-jadi-syarat-masyarakat-dapat-pelayanan-di-polda-sulut\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti kita ketahui bersama bahwa sepanjang pandemi Covid-19, varian virus ini terus bermutasi. Para ahli, WHO dan Kementerian Kesehatan di masing-masing negara berusaha memfasilitasi vaksinasi ini dalam rangka mencegah ledakan kasus yang lebih masif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembaruan vaksin dengan dosis 3 ini dapat menjadi perlindungan dari variasi mutasi virus Corona yang ada. Meski banyak sekali isu miring terkait vaksin, namun saat ini populasi dunia sudah menunjukkan geliat mobilitas kembali, serta penurunan kasus sejak adanya dosis primer dan vaksin 3.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, untuk Indonesia sendiri menggunakan vaksin dosis 3 sebagai persyaratan agar bisa bepergian ke luar kota, pulau dan bahkan antar negara. Hal ini memudahkan masyarakat agar lebih aman dan nyaman melakukan perjalanan rantau, bekerja, bisnis atau kebutuhan lain seperti <a href=\"https:\/\/umrohq.com\">umroh<\/a> dan haji.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Efek samping yang mungkin timbul<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang menunda mendapatkan vaksin karena takut dengan efek samping. Apalagi banyak narasi di media sosial yang memberikan gambaran seolah vaksin ini bisa mengarah pada hal-hal yang membahayakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada fakta di lapangan, efek samping yang paling banyak muncul adalah rasa mengantuk, lelah atau rasa berat di area vaksin untuk dosis primer. Sedangkan mereka yang menjalani vaksin ke 3 bisa merasakan efek samping seperti demam yang lebih spesifik. Namun, kondisi ini tidak dalam waktu lama dan bisa kita atasi dengan pengobatan dari rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Khusus untuk mereka yang lansia dan memiliki penyakit bawaan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter bila masih merasa ragu untuk melakukan booster. Idealnya, asalkan tidak sedang flu, demam dan tidak ada kekambuhan penyakit, maka bisa mengikuti vaksinasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mencegah efek samping vaksin ke 3<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_3110\" aria-describedby=\"caption-attachment-3110\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3110\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-demam-karena-vaksin-ke-3.jpg\" alt=\"Ilustrasi demam karena vaksin ke 3\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-demam-karena-vaksin-ke-3.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-demam-karena-vaksin-ke-3-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3110\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/blog\/sakit-kepala-jenis-penyebab-hlt\/\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ingin mencegah munculnya demam dan reaksi vaksin apakah bisa? Pada dasarnya hal ini tergantung dari respon kekebalan tubuh kita masing-masing. Namun ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir KIPI (Kejadian ikutan pasca imunisasi).\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjaga tubuh tetap fit dan sehat sebelum vaksin (menghindari kehujanan, kelelahan).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak begadang dan mencukupkan kebutuhan tidur.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumsi makanan dengan nutrisi seimbang. Kurangi konsumsi daging dan lemak, tingkatkan sayur dan buah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumsi cukup cairan dan elektrolit bila perlu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak dalam kondisi sakit atau mengonsumsi obat. Bila hal ini terjadi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum berangkat vaksin.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bila perlu, lakukan pemeriksaan kesehatan lengkap untuk memastikan kondisi.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa jadwal vaksin, kita akan diminta untuk sarapan atau makan terlebih dahulu. Berangkat tidak dengan perut kosong juga bisa membantu kita menghindari efek samping dari vaksinasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mengatasi demam yang muncul\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila nantinya ada efek samping berupa demam dan sakit kepala, tidak perlu merasa panik dan cemas. Hal tersebut adalah reaksi normal tubuh yang sedang \u2018latihan\u2019 kekebalan terhadap Covid-19. Solusi cepat yang bisa kita lakukan di antaranya seperti berikut ini:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengonsumsi cairan, utamanya air putih secukupnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sediakan pereda nyeri dan demam seperti ibuprofen atau paracetamol. Konsumsi hanya bila demam muncul. Bila tidak ada efek samping demam, tidak perlu meminumnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bila nyeri pada lokasi suntikan terasa berat, kita bisa mengompres dengan kompresan dingin.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak melakukan aktivitas yang makan energi besar atau membutuhkan konsentrasi tinggi. Karena menghindari efek mengantuk dan lelah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bila gejala muncul, sebaiknya izinkan tubuh kita untuk istirahat dan tidak memaksakan terus beraktivitas. Hal ini untuk menghindari efek lain yang bisa muncul.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bila perlu, konsultasikan dengan dokter secara online atau hotline fasilitas kesehatan terdekat. Terutama bila keluhan tidak berkurang.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Tetap tenang karena vaksin aman<\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2123\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM.jpeg\" alt=\"Infografis Tentang Omicron Indonesia - GSI\" width=\"904\" height=\"1280\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM.jpeg 904w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-212x300.jpeg 212w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-723x1024.jpeg 723w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-768x1087.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 904px) 100vw, 904px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kunci dari menghadapi vaksinasi adalah tidak panik atau terbawa pikiran-pikiran yang belum tentu terjadi. Bila perlu, kita bisa bertanya testimoni pada rekan dan kerabat yang sudah menerima vaksin ketiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski reaksinya berbeda-beda, tapi sangat jarang terjadi laporan kasus KIPI vaksin yang sangat membahayakan. Gejala KIPI bisa muncul dalam 1 sampai beberapa hari, tergantung dari penanganan dan kondisi tubuh orang tersebut. Jangan khawatir, efek samping tidak menetap dalam waktu lama atau membuat perubahan pada tubuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila kita merasakan kondisi yang berbeda setelah beberapa waktu vaksin atau bahkan beberapa bulan, bisa mencoba berkonsultasi dengan dokter. Namun umumnya, hal tersebut lebih terpengaruh oleh kondisi bawaan kita sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vaksinasi adalah salah satu langkah yang sedang terjadi di seluruh dunia guna mencegah pandemi merebak kembali. Meski demikian, jangan lupa tetap lakukan protokol kesehatan untuk proteksi yang optimal. Bagaimanapun, tubuh bisa terkena penyakit kapan saja bila kita tidak seksama menjaga kesehatan dan keamanannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mendapatkan layanan swab PCR yang aman dan terpercaya, GSI Lab selalu siap melayani kebutuhan Anda. Ada juga program berbagi PCR Gratis yang bisa <\/span><a href=\"https:\/\/www.gsilab.id\/id\/swab-save\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">cek di sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Kita juga bisa menjadi bagian dari gerakan baik ini untuk membantu saudara lainnya yang membutuhkan swab PCR namun terkendala biaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/booster-jadi-syarat-mudik\/\">Alasan di Balik Booster yang jadi Syarat Mudik<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga bangsa ini segera pulih dari pandemi, agar kita bisa kembali produktif dan menjalin silaturahmi bersama.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini proteksi masyarakat dari pandemi Covid-19 sudah memasuki vaksin ke 3. Bagi yang telah memiliki e-ticket di aplikasi Peduli [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3108,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[235,251,360,252,506],"class_list":["post-3107","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-covid19","tag-vaksin","tag-vaksin-booster","tag-vaksin-covid-19","tag-vaksin-ke-3"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-25T08:14:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-08-11T15:12:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Vaksin-ke-3-Bikin-Demam-Ini-Cara-Mengatasinya-agar-Tidak-Parno.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1060\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"596\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/vaksin-ke-3\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/vaksin-ke-3\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno\",\"datePublished\":\"2022-04-25T08:14:27+00:00\",\"dateModified\":\"2022-08-11T15:12:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/vaksin-ke-3\\\/\"},\"wordCount\":911,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/vaksin-ke-3\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Vaksin-ke-3-Bikin-Demam-Ini-Cara-Mengatasinya-agar-Tidak-Parno.png\",\"keywords\":[\"#Covid19\",\"vaksin\",\"vaksin booster\",\"vaksin covid-19\",\"vaksin ke 3\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/vaksin-ke-3\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/vaksin-ke-3\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/vaksin-ke-3\\\/\",\"name\":\"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/vaksin-ke-3\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/vaksin-ke-3\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Vaksin-ke-3-Bikin-Demam-Ini-Cara-Mengatasinya-agar-Tidak-Parno.png\",\"datePublished\":\"2022-04-25T08:14:27+00:00\",\"dateModified\":\"2022-08-11T15:12:30+00:00\",\"description\":\"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/vaksin-ke-3\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/vaksin-ke-3\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/vaksin-ke-3\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Vaksin-ke-3-Bikin-Demam-Ini-Cara-Mengatasinya-agar-Tidak-Parno.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Vaksin-ke-3-Bikin-Demam-Ini-Cara-Mengatasinya-agar-Tidak-Parno.png\",\"width\":1060,\"height\":596,\"caption\":\"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/vaksin-ke-3\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno -","description":"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno -","og_description":"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/","article_published_time":"2022-04-25T08:14:27+00:00","article_modified_time":"2022-08-11T15:12:30+00:00","og_image":[{"width":1060,"height":596,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Vaksin-ke-3-Bikin-Demam-Ini-Cara-Mengatasinya-agar-Tidak-Parno.png","type":"image\/png"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno","datePublished":"2022-04-25T08:14:27+00:00","dateModified":"2022-08-11T15:12:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/"},"wordCount":911,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Vaksin-ke-3-Bikin-Demam-Ini-Cara-Mengatasinya-agar-Tidak-Parno.png","keywords":["#Covid19","vaksin","vaksin booster","vaksin covid-19","vaksin ke 3"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/","name":"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Vaksin-ke-3-Bikin-Demam-Ini-Cara-Mengatasinya-agar-Tidak-Parno.png","datePublished":"2022-04-25T08:14:27+00:00","dateModified":"2022-08-11T15:12:30+00:00","description":"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Vaksin-ke-3-Bikin-Demam-Ini-Cara-Mengatasinya-agar-Tidak-Parno.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Vaksin-ke-3-Bikin-Demam-Ini-Cara-Mengatasinya-agar-Tidak-Parno.png","width":1060,"height":596,"caption":"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-ke-3\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Vaksin ke 3 Bikin Demam, Ini Cara Mengatasinya agar Tidak Parno"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3107","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3107"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3107\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4463,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3107\/revisions\/4463"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3107"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3107"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3107"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}