{"id":3017,"date":"2022-04-16T03:36:37","date_gmt":"2022-04-16T03:36:37","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=3017"},"modified":"2022-04-15T18:36:45","modified_gmt":"2022-04-15T18:36:45","slug":"komorbid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/","title":{"rendered":"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komorbid adalah istilah medis yang merujuk pada seseorang dengan riwayat penyakit berat atau penyakit bawaan. Penyakit tersebut bisa saja satu atau bahkan beberapa penyakit sekaligus. Terminasi ini banyak kita dengar sejak merebaknya Covid-19. Sebab, orang-orang pada posisi ini memiliki level keparahan bila terpapar virus tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komorbid tidak hanya terbatas pada usia lansia, karena banyak juga pasien dengan usia kanak-kanak atau masih muda yang memiliki penyakit bawaan. Hanya saja, mereka yang memiliki kondisi tersebut dan berusia lanjut atau memiliki imunitas lemah, dapat masuk ke dalam kategori golongan rentan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit yang tergolong sebagai komorbid adalah ini<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_3019\" aria-describedby=\"caption-attachment-3019\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3019\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-pasien-komorbid.jpg\" alt=\"Ilustrasi pasien komorbid\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-pasien-komorbid.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-pasien-komorbid-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3019\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.tutorfiber.com\/p\/rumah-tradional-bali.html\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya, semua penyakit yang ada dalam jangka waktu lama dalam tubuh kita, tergolong sebagai komorbid. Namun yang paling sering menjadi sorotan adalah jenis yang mempengaruhi kestabilan imun, masalah pada organ atau gangguan metabolisme.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan imun menyebabkan imunitas yang mestinya memberikan kekebalan, malah berdampak sebaliknya. Sementara masalah organ dan gangguan metabolisme ini bisa saling terkait satu sama lain karena adanya ketidakseimbangan kadar dalam tubuh atau kerusakan organ. Berikut ini yang termasuk sebagai penyakit bawaan atau komorbid:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">gangguan kardiovaskular, berupa sakit stroke dan gangguan jantung<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">penyakit ginjal\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">sakit diabetes tipe 1 dan 2<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kanker<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">hipertensi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">demensia<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">gangguan kekebalan seperti HIV<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">gangguan autoimun seperti lupus<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kaitan antara risiko keparahan dengan komorbid<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_3020\" aria-describedby=\"caption-attachment-3020\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3020\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-imunitas-komorbid.jpg\" alt=\"Ilustrasi imunitas komorbid\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-imunitas-komorbid.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-imunitas-komorbid-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3020\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/health.detik.com\/berita-detikhealth\/d-5984196\/cegah-komplikasi-kenali-gejala-batu-ginjal-sebelum-terlambat\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa komorbid menjadi golongan yang rentan, terutama di masa wabah pandemi Covid-19? Hal tersebut karena secara imunitas dan kemampuan tubuh dalam melawan virus, kemungkinan tidak semaksimal mereka yang sehat tanpa penyakit bawaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, pada kasus pasien dengan penyakit diabetes yang memiliki kecenderungan mengalami komplikasi di musim Covid-19. Virus corona merupakan jenis baru yang memiliki kemampuan menginfeksi cukup ganas. Sehingga pasien dengan gangguan metabolisme seperti diabetes, dapat mengalami penurunan kondisi yang lebih cepat dan masif. Hal ini karena tingginya kadar gula darah yang menghambat kemampuan tubuh dalam melawan penyakit dan menyembuhkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Orang dengan komorbid adalah golongan yang bisa vaksin, asal\u2026<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa pandemi Covid-19 yang tergolong baru, golongan komorbid memang belum bisa sepenuhnya mendapatkan vaksin. Namun seiring makin majunya hasil penelitian, kini orang dengan kondisi penyakit bawaan tetap bisa mendapatkan vaksin Covid-19 sebagai proteksi dari virus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kondisi yang perlu terpenuhi sebelum orang dengan komorbid mendapatkan vaksinasi adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">tidak dalam kondisi demam, flu atau batuk<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">dalam kondisi penyakitnya terkontrol, tidak sedang kambuh\/ tidak stabil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">memiliki surat keterangan dari dokter<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">mendapat pengawasan dan dampingan dari nakes<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara orang dengan komorbid menjaga diri<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski menjadi golongan prioritas, namun orang dengan komorbid perlu menjaga dirinya sendiri. Baik dari paparan virus Covid-19 maupun ancaman penyakit menular lainnya. Sebab hal tersebut bisa memicu kondisi mereka jadi tidak stabil. Lakukan hal di bawah ini agar bisa terhindar dari kondisi yang tidak kita inginkan:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindari faktor pemicu munculnya gejala penyakit bawaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan masker dan membatasi interaksi dengan kerumunan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menaati protokol kesehatan dengan ketat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengonsumsi obat sesuai arahan dokter.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjalani pola hidup sehat seperti olahraga dan istirahat cukup serta asupan seimbang.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindari faktor pemicu stres yang sering membuat kondisi kurang stabil<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski termasuk sebagai golongan rentan, namun orang dengan komorbid masih memiliki harapan hidup yang tinggi. Pola hidup sehat dan seimbang yang dilakukan dengan rutin, dapat memberikan hasil yang baik agar tubuh tidak mudah drop.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-orang-dewasa\/\">4 Gejala Omicron Pada Orang Dewasa yang Patut Diwaspadai<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupa, di masa pandemi ini, tetaplah menggunakan masker, menghindari kerumunan dan menjaga jarak. Hal ini dapat menjaga kita bukan hanya dari virus Corona, namun juga virus lainnya yang mungkin menyerang kekebalan tubuh. Semoga sehat selalu ya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Komorbid adalah istilah medis yang merujuk pada seseorang dengan riwayat penyakit berat atau penyakit bawaan. Penyakit tersebut bisa saja satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3018,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[483,484],"class_list":["post-3017","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-editorial","tag-komorbid","tag-penyakit-komorbid"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-16T03:36:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Apa-Itu-Komorbid-dan-Tingkat-Risikonya-Terhadap-Wabah-Penyakit.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/komorbid\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/komorbid\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit\",\"datePublished\":\"2022-04-16T03:36:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/komorbid\\\/\"},\"wordCount\":589,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/komorbid\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Apa-Itu-Komorbid-dan-Tingkat-Risikonya-Terhadap-Wabah-Penyakit.jpg\",\"keywords\":[\"komorbid\",\"penyakit komorbid\"],\"articleSection\":[\"Editorial\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/komorbid\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/komorbid\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/komorbid\\\/\",\"name\":\"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/komorbid\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/komorbid\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Apa-Itu-Komorbid-dan-Tingkat-Risikonya-Terhadap-Wabah-Penyakit.jpg\",\"datePublished\":\"2022-04-16T03:36:37+00:00\",\"description\":\"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/komorbid\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/komorbid\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/komorbid\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Apa-Itu-Komorbid-dan-Tingkat-Risikonya-Terhadap-Wabah-Penyakit.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Apa-Itu-Komorbid-dan-Tingkat-Risikonya-Terhadap-Wabah-Penyakit.jpg\",\"width\":663,\"height\":382,\"caption\":\"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/komorbid\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit -","description":"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit -","og_description":"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/","article_published_time":"2022-04-16T03:36:37+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Apa-Itu-Komorbid-dan-Tingkat-Risikonya-Terhadap-Wabah-Penyakit.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit","datePublished":"2022-04-16T03:36:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/"},"wordCount":589,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Apa-Itu-Komorbid-dan-Tingkat-Risikonya-Terhadap-Wabah-Penyakit.jpg","keywords":["komorbid","penyakit komorbid"],"articleSection":["Editorial"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/","name":"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Apa-Itu-Komorbid-dan-Tingkat-Risikonya-Terhadap-Wabah-Penyakit.jpg","datePublished":"2022-04-16T03:36:37+00:00","description":"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Apa-Itu-Komorbid-dan-Tingkat-Risikonya-Terhadap-Wabah-Penyakit.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Apa-Itu-Komorbid-dan-Tingkat-Risikonya-Terhadap-Wabah-Penyakit.jpg","width":663,"height":382,"caption":"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/komorbid\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Komorbid dan Tingkat Risikonya Terhadap Wabah Penyakit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3017","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3017"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3017\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3036,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3017\/revisions\/3036"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3018"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3017"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3017"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3017"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}