{"id":2972,"date":"2022-04-12T22:44:37","date_gmt":"2022-04-12T22:44:37","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=2972"},"modified":"2022-04-12T22:44:37","modified_gmt":"2022-04-12T22:44:37","slug":"berita-omicron-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/","title":{"rendered":"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Jawa Timur patut berbahagia. Pasalnya kasus Omicron Surabaya terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya di bulan Februari 2022, kasus Covid-19 di Kota Pahlawan tersebut diklaim mengalami peningkatan. Faktanya terjadi lonjakan pasien yang harus mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit Surabaya. Yang lebih buruk, sebagian besar dari penderita tersebut tertular oleh varian Omicron.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada bantahan mengenai peningkatan Omicron Surabaya di bulan kedua tahun 2022. Salah satu kekhawatiran datang dari pakar kesehatan Universitas Airlangga (Unair) Prof dr Maria Inge Lusida SpMK (K) yang menyebutkan bahwa di periode waktu tersebut kasus Covid-19 varian Omicron di Jawa Timur sangat tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara ke salah satu media terbesar di Jawa Timur, Direktur Institute of Tropical Disease (ITD) tersebut juga mengatakan bahwa lonjakan pasien Omicron Surabaya terjadi setelah kasus pertama varian Omicron terdeteksi pada Desember 2021 lalu. Bahkan ia berani menyebut bahwa dari keseluruhan pasien Covid-19, 90 persen di antaranya adalah penderita Omicron.<\/span><\/p>\n<h2>Tak separah Delta tapi penularan Omicron cukup mengerikan<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2974\" aria-describedby=\"caption-attachment-2974\" style=\"width: 826px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2974\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Penularan-Omicron-Surabaya.png\" alt=\"Penularan Omicron Surabaya\" width=\"826\" height=\"620\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Penularan-Omicron-Surabaya.png 826w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Penularan-Omicron-Surabaya-300x225.png 300w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Penularan-Omicron-Surabaya-768x576.png 768w\" sizes=\"(max-width: 826px) 100vw, 826px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2974\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/green-virus-cells-floating_8722197.htm#query=omicron&amp;position=1&amp;from_view=search\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti pendapat para ahli lainnya, Profesor Inge juga mengamini bahwa tingkat transmisi Omicron memang sangat tinggi. Bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikannya sebagai varian of concern (VoC).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pandangan yang sama saat itu juga disampaikan oleh Manajer Pelayanan Medis RSUA dr. Muhammad Ardian Cahya Laksana SpOG (K). Bulan Februari, ia mengatakan bahwa terjadi lonjakan pasien rawat inap rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA).<\/span><\/p>\n<h2>Pasien Omicron Surabaya mulai berkurang di bulan Maret<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memasuki bulan Maret kabar baik hadir untuk kasus Omicron Surabaya. Ada penurunan yang cukup signifikan. Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina melaporkan bahwa berdasarkan data asesmen situasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, penurunan kasus Omicron Surabaya dari angka 28,92 per 100 ribu penduduk, menjadi 84,22 per 100 ribu penduduk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bicara mengenai tingkat okupansi tempat tidur di rumah sakit pada pertengahan Maret lalu, Nanik mengatakan bahwa angka rawat inap rumah sakit per bulan Maret dari 16,77 per 100 ribu penduduk menjadi 9,12 per 100 ribu penduduk. Sedangkan tingkat positif dari 13,56 persen menjadi 8,41 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk semakin menekan tingkat penularan Omicron Surabaya Nanik menyebut bahwa ada upaya untuk meningkatkan testing Covid-19 dengan kegiatan surveilans aktif, operasi yustisi penerapan protokol kesehatan, swab hunter dan vaksin hunter, evakuasi cepat pasien terkonfirmasi, vaksinasi penguat serta, penghentian sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) selama 5 hari dan 14 hari jika tingkat positif kurang dari 5 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nanik menambahkan bahwa menurunnya kasus Covid-19 di bulan Maret lalu merupakan sebuah tanda agar Dinkes Surabaya terus menjaga konsistensi terhadap upaya yang sudah dilakukan untuk semakin menurunkan risiko penularan kasus, terutama di lingkup keluarga, tempat kerja, tempat belajar, dan lingkungan masyarakat.<\/span><\/p>\n<h2>Tiga pasien Omicron Surabaya berhasil sembuh<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2975\" aria-describedby=\"caption-attachment-2975\" style=\"width: 900px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2975\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pasien-sembuh.png\" alt=\"Pasien sembuh\" width=\"900\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pasien-sembuh.png 900w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pasien-sembuh-300x200.png 300w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pasien-sembuh-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2975\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/powerful-cheerful-brunette-woman-raises-arm-shows-muscle-demonstrates-her-strength-looks-confident-camera-smiles-gently-wears-casual-long-sleeved-jumper_13846117.htm#query=healthy&amp;position=9&amp;from_view=search\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tentang penularan, kabar Omicron Surabaya juga membawa angin sejuk. Tiga pasien yang terjangkit COVID-19 BA.2, yang merupakan sub varian Omicron dan populer dengan nama &#8216;Son of Omicron&#8217; akhirnya sembuh dari penyakit yang mereka derita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Dr Erwin Astha Triyono, tiga kasus Son of Omicron dari Surabaya terjadi dan menjangkiti pasien tanpa menunjukkan sakit yang berat dan hanya gejala ringan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski tanpa gejala dan berhasil melalui Son of Omicron, Erwin menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Selain itu ia juga menganjurkan vaksinasi dosis lengkap bagi seluruh masyarakat, terutama lansia dan anak-anak usia enam sampai 11 tahun, berikut dengan suntikan booster bagi mereka yang berusia 18 tahun ke atas atau sudah dapat dosis lengkap.<\/span><\/p>\n<h2>Sub varian BA.2 lebih menular?<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan semakin menurunnya reaksi serangan virus SARS.CoV-2 pada tubuh apakah ini pertanda bahwa masyarakat sudah mulai kebal dan mampu beradaptasi melawan Covid-19? Profesor Adrian Esterman, mantan ahli epidemiolog Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa Son of Omicron lebih menular sekitar 1,4 kali daripada varian asli BA.1. Angka reproduksi dasar (R0) untuk BA.1 sekitar 8,2, sedangkan R0 untuk BA.2 sekitar 12.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Profesor Esterman juga menambahkan bahwa dengan sifatnya sekarang ini, Omicron jadi lebih mirip dengan campak, yang terkenal dengan reputasi penularan yang sangat tinggi.<\/span><\/p>\n<h2>Sebuah reputasi yang harus membuat Omicron terus diwaspadai<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa harus mendengar dari para ahli lain, penjelasan dari Profesor Esterman tersebut sepertinya sudah cukup bagi kita untuk tetap waspada terhadap penularan Omicron dan sub variannya. Seenteng atau separah apapun pengaruhnya ketika menginfeksi tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum waktunya bagi kita semua untuk berbangga diri dan menyebut sudah berhasil mengalahkan Covid-19. Pasalnya virus ini terus berkembang biak dan mungkin saja suatu saat nanti memunculkan varian yang tergolong tangguh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum Covid-19 benar-benar bisa dikendalikan, pantang untuk berpuas diri. Tetap jalankan protokol kesehatan dengan melakukan lima langkah berikut ini.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Cuci tangan<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tangan harus selalu dalam keadaan bersih untuk memutus perkembangbiakannya. Ini karena tangan merupakan organ tubuh yang sering berinteraksi dengan banyak orang dan benda. Cuci tangan sesering mungkin dan bawa selalu hand-sanitizer untuk cadangan bila tak ada air mengalir di sekitar Anda.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Pakai Masker<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupa untuk selalu menggunakan masker demi melindungi saluran pernapasan dari infeksi Covid-19. Masih tingginya penularan Omicron merupakan alasan untuk tidak lengah dan tetap mengenakan penutup hidung dan mulut ini.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Jaga Jarak<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetap ingat untuk selalu menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain di sekitar Anda. Sebuah langkah efektif untuk meminimalisir penularan dari cairan tubuh atau droplet.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Menjauhi keramaian<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu tetap waspada ketika beraktivitas di luar ruangan. Jauhilah keramaian dan tahan diri untuk ngobrol berlama-lama dengan orang lain. Ingat, tingkat penularan masih tinggi, lho!<\/span><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Rutin swab PCR<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk tingkatkan kewaspadaan terhadap infeksi Omicron tanpa gejala, lakukan tes swab PCR. Kunjungi laboratorium pengujian terbaik untuk dapatkan hasil tes PCR secara cepat dan akurat, seperti GSI Lab. Manfaatkan juga layanan \u201cTes PCR Gratis untuk Masyarakat\u201d untuk menekan tingkat penularan Omicron dan Covid-19 di Indonesia tanpa membebankan biaya pada masyarakat. Lakukan pendaftaran secara online di <\/span><a href=\"https:\/\/www.gsilab.id\/id\/swab-save\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">gsilab.id\/id\/swab-save\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/perjalanan-kasus-omicron-indonesia\/\">Perjalanan Kasus Omicron di Indonesia yang Perlu Anda Ketahui<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski angka penularan Omicron Surabaya turun, bukan waktunya menurunkan kewaspadaan. Sebaliknya terus tingkatkan kedisiplinan untuk jalanan protokol kesehatan demi secepatnya membebaskan Indonesia dari pandemi Covid-19.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masyarakat Jawa Timur patut berbahagia. Pasalnya kasus Omicron Surabaya terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya di bulan Februari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2973,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[235,219,348,343,466,406],"class_list":["post-2972","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-covid19","tag-covid-19","tag-kasus-covid","tag-omicron","tag-omicron-surabaya","tag-son-of-omicron"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-12T22:44:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Berita-Tentang-Omicron-Surabaya-yang-Mungkin-Anda-Lewatkan.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/berita-omicron-surabaya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/berita-omicron-surabaya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan\",\"datePublished\":\"2022-04-12T22:44:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/berita-omicron-surabaya\\\/\"},\"wordCount\":968,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/berita-omicron-surabaya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Berita-Tentang-Omicron-Surabaya-yang-Mungkin-Anda-Lewatkan.png\",\"keywords\":[\"#Covid19\",\"covid-19\",\"kasus covid\",\"omicron\",\"omicron surabaya\",\"son of omicron\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/berita-omicron-surabaya\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/berita-omicron-surabaya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/berita-omicron-surabaya\\\/\",\"name\":\"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/berita-omicron-surabaya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/berita-omicron-surabaya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Berita-Tentang-Omicron-Surabaya-yang-Mungkin-Anda-Lewatkan.png\",\"datePublished\":\"2022-04-12T22:44:37+00:00\",\"description\":\"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/berita-omicron-surabaya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/berita-omicron-surabaya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/berita-omicron-surabaya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Berita-Tentang-Omicron-Surabaya-yang-Mungkin-Anda-Lewatkan.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Berita-Tentang-Omicron-Surabaya-yang-Mungkin-Anda-Lewatkan.png\",\"width\":900,\"height\":600,\"caption\":\"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/berita-omicron-surabaya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan -","description":"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan -","og_description":"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/","article_published_time":"2022-04-12T22:44:37+00:00","og_image":[{"width":900,"height":600,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Berita-Tentang-Omicron-Surabaya-yang-Mungkin-Anda-Lewatkan.png","type":"image\/png"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan","datePublished":"2022-04-12T22:44:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/"},"wordCount":968,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Berita-Tentang-Omicron-Surabaya-yang-Mungkin-Anda-Lewatkan.png","keywords":["#Covid19","covid-19","kasus covid","omicron","omicron surabaya","son of omicron"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/","name":"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Berita-Tentang-Omicron-Surabaya-yang-Mungkin-Anda-Lewatkan.png","datePublished":"2022-04-12T22:44:37+00:00","description":"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Berita-Tentang-Omicron-Surabaya-yang-Mungkin-Anda-Lewatkan.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Berita-Tentang-Omicron-Surabaya-yang-Mungkin-Anda-Lewatkan.png","width":900,"height":600,"caption":"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/berita-omicron-surabaya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Berita Tentang Omicron Surabaya yang Mungkin Anda Lewatkan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2972","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2972"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2972\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2976,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2972\/revisions\/2976"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2973"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2972"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2972"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2972"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}