{"id":2889,"date":"2022-04-03T19:19:08","date_gmt":"2022-04-03T19:19:08","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=2889"},"modified":"2022-04-04T19:25:23","modified_gmt":"2022-04-04T19:25:23","slug":"penyakit-kulit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/","title":{"rendered":"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengalami kondisi penyakit kulit kadang bisa menjadi hal lumrah, tapi ada juga yang perlu perhatian khusus. Misalnya jerawat yang umum terjadi, ternyata ada banyak sekali jenisnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jerawat tidak hanya muncul karena makanan, kurang tidur, wajah kurang terjaga kebersihannya, tapi ada juga yang ternyata muncul karena kondisi yang lebih serius. Seperti peradangan atau infeksi. Seringkali, inilah yang membuat pengobatan masalah kulit dengan cara biasa ternyata tidak berhasil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, karena kebanyakan dari kita masih awam untuk menggali penyebab permasalahan kulit, kali ini kita akan coba melihat penyebab penyakit kulit yang beragam. Bukan hanya jerawat, tapi juga yang dapat membuat kulit kita menggelap, mengeras atau bahkan bernanah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Risiko penyakit kulit tergantung dari jenisnya<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2891\" aria-describedby=\"caption-attachment-2891\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2891\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-penyakit-kulit.jpg\" alt=\"Ilustrasi penyakit kulit\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-penyakit-kulit.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-penyakit-kulit-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2891\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/harita.id\/2019\/10\/24\/4-makanan-yang-sering-dikonsumsi-jadi-sumber-masalah-pada-kulit\/\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Tak banyak di antara kita yang menyadari bahwa kulit merupakan organ paling besar dari tubuh. Ia merupakan bagian paling luar yang mendapat dan merasakan paparan paling dulu. Hal itu bisa berupa udara dingin, panas matahari, goresan, skincare, radikal bebas hingga penularan bakteri atau virus dari kulit lain yang tak kasat mata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit masing-masing orang juga berbeda sensitivitasnya. Ada kulit yang terkesan \u2018badak\u2019, alias tahan melalui segala kondisi dan medan, tapi ada yang memang sangat sensitif sehingga membutuhkan perlakuan khusus. Nah, dari poin ini kita bisa memahami bahwa sebelum menjajaki faktor yang mungkin membuat kulit kita mengalami masalah, lebih perlu kita memahami karakter kulit kita. Apakah termasuk jenis kulit normal, kering, sensitif dan berminyak, semuanya bisa memiliki potensi penyakit kulitnya sendiri-sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, masih ada banyak faktor lainnya seperti kondisi bawaan tubuh. Apakah ada penyakit berat yang berpengaruh pada kondisi kulit? Seperti autoimun, mengalami treatment kemoterapi atau diabetes. Pada poin berikutnya, kita akan jabarkan penyebab umum dan klasifikasi dari penyakit kulit yang sering terjadi<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit kulit yang muncul karena radang<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah mendengar istilah dermatitis? Adalah kondisi yang terjadi karena adanya interaksi kulit kita dengan iritan atau alergen. Artinya, kulit mengalami kontak dengan pemicu iritasi atau alergi. Nah, seringnya kita merasakan gejala ini dengan muncul rasa gatal, kemerahan atau pembengkakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dermatitis ini tidak hanya satu, namun ada beberapa jenis pemicunya. Antara lain adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Dermatitis kontak alergi<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak kasus di mana seseorang tidak bisa menggunakan pakaian dengan bahan tertentu, atau mengalami gatal saat menggunakan aksesoris hingga bahan cat kuku. Padahal, orang lain bisa menggunakannya. Hal ini merupakan tanda alergi dan kemungkinan menimbulkan tanda dermatitis bagi mereka yang mengalaminya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Dermatitis kontak iritan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir mirip dengan kondisi kontak alergen, namun pada kasus ini lebih karena penggunaan zat tertentu pada suatu bahan. Biasanya sering terjadi pada pemakaian sabun, kosmetik, benda beralkohol atau perawatan kulit. Tanda kemunculannya pun sama, tapi bisa berbeda antara satu orang dengan lainnya. Misalnya kulit menjadi sangat kering, gatal, dan menimbulkan bentol berisi cairan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Dermatitis atopik atau berupa eksim<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan eksim merupakan bawaan sejak bayi. Biasanya berupa rasa gatal, merah dan kering (atau kadang muncul rasa seperti sisik) yang muncul di area lipatan kulit. Misalnya lipatan lengan, lutut belakang atau sekitar leher. Namun gatal ini tak bisa sembarang kita garuk, karena bisa menyebabkan adanya cairan. Kondisi tersebut bisa tiba-tiba muncul dan mereda dengan sendirinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Dermatitis seboroik<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat terjadi para kulit yang cenderung berminyak. Namun biasanya membuat kulit terasa bersisik dan sedikit ruam. Kondisi ini juga bisa muncul di kulit kepala dan menimbulkan ketombe<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit kulit dari beragam infeksi<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2892\" aria-describedby=\"caption-attachment-2892\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2892\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-infeksi-penyakit-kulit.jpg\" alt=\"Ilustrasi infeksi penyakit kulit\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-infeksi-penyakit-kulit.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-infeksi-penyakit-kulit-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2892\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20200827105106-255-539838\/kenali-penyebab-munculnya-panu-di-kulit\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi biasanya berasal dari faktor yang bisa menular. Misalnya karena virus, bakteri dan jamur. Apabila kita menengarai ada orang sekitar yang mengalami hal ini, usahakan untuk tidak menggunakan barang yang sama. Misalnya alat makan, pakaian hingga tempat tidur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ada beberapa macam infeksi dan penyakit yang dihasilkan, berikut ini adalah penjabarannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi jamur yang kerap muncul karena kulit sering terkena kelembaban. Penyakit yang sering muncul antaranya adalah panu, kutu air, kurap, infeksi kulit di sekitar selangkangan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi bakteri akibat paparan bakteri atau kotoran yang terjebak di kulit maupun rambut kulit. Misalnya kusta, bisul, folikulitis, selulitis dan impetigo.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi virus pada kulit yang sering kita temui seperti campak, aneka jenis cacar, kutil dan herpes.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yang terakhir adalah infeksi akibat parasit. Kutu, tungau dan cacing bisa menyebabkan hal ini. Gigitan parasit dapat menyebabkan gatal biasa, tapi ada juga yang menimbulkan gatal hingga inflamasi. Di mana sering mengganggu karena terasa saat kita tidur.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit kulit karena pengaruh autoimun<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang dengan keluhan autoimun memang memiliki kondisi khusus. Hal ini karena kekebalan tubuh mereka malah menyerang jaringan yang sehat. Kondisi ini bisa menimbulkan gangguan juga pada kulit. Beberapa di antaranya adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vitiligo, yakni munculnya bercak putih pada kulit karena gangguan produksi melanin.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Skleroderma, di mana terjadi pengerasan pada kulit. Tapi hal ini juga bisa terjadi pada pembuluh darah dan organ\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit lupus yang mengenai kulit. Menyebabkan kita tidak bisa terkena paparan matahari, karena dapat terjadi ruam.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemfigus, merupakan kondisi penyakit pada kulit yang dapat menimbulkan bentol berair atau lepuhan. Bila sampai pecah akan terasa gatal dan perih.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara menangani kondisi kulit yang bermasalah<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan kondisi tersebut, dapat kita simpulkan bahwa penyakit kulit bisa terjadi karena adanya faktor pencetus yang berbeda-beda. Sehingga penanganannya akan membutuhkan cara yang berbeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, apabila kita memiliki kondisi autoimun, maka saat keluhan di atas terjadi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan solusi yang tepat. Sebab autoimun memerlukan perlakuan khusus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit kulit dalam skala ringan, biasanya bisa sembuh dengan penggunaan obat-obatan yang dijual bebas. Tapi, bila dalam 2-3 hari gejala tak berkurang, atau bahkan makin parah, sebaiknya segera ke faskes terdekat atau berkonsultasi dengan dokter secara online. Sertakan juga gambar kondisi kulit dengan resolusi foto yang baik, sehingga dokter bisa menganalisa lebih tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk kondisi tertentu, dokter akan memberikan resep berupa antihistamin, antivirus, anti jamur atau kortikosteroid. Sedangkan pada kasus yang lebih serius, dokter bisa menganjurkan tindakan operasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk pencegahan, kita perlu memperhatikan kebersihan kulit dan kelembaban area sekitar yang sering kita naungi. Selain itu, usahakan tidak saling meminjam barang yang kita kenakan, karena ada potensi menyebabkan paparan penyakit kulit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/ruam-kulit-omicron\/\">Ruam Kulit Omicron, Gejala yang Kerap Terabaikan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecuali ada batasan seperti pada pasien auto-imun, mendapat sinar matahari cukup baik pada diri kita maupun ruangan dan barang-barang yang kita miliki, bisa mencegah tumbuhnya patogen dan sumber penyakit.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengalami kondisi penyakit kulit kadang bisa menjadi hal lumrah, tapi ada juga yang perlu perhatian khusus. Misalnya jerawat yang umum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2890,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[355,447,353,444],"class_list":["post-2889","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips","tag-gatal-kulit","tag-penyakit-kulit","tag-perawatan-kulit","tag-ruam-kulit"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-03T19:19:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-04-04T19:25:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Mengenal-Penyakit-Kulit-Berdasarkan-3-Penyebabnya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-kulit\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-kulit\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya\",\"datePublished\":\"2022-04-03T19:19:08+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-04T19:25:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-kulit\\\/\"},\"wordCount\":1006,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-kulit\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Mengenal-Penyakit-Kulit-Berdasarkan-3-Penyebabnya.jpg\",\"keywords\":[\"gatal kulit\",\"penyakit kulit\",\"perawatan kulit\",\"ruam kulit\"],\"articleSection\":[\"Tips\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-kulit\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-kulit\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-kulit\\\/\",\"name\":\"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-kulit\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-kulit\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Mengenal-Penyakit-Kulit-Berdasarkan-3-Penyebabnya.jpg\",\"datePublished\":\"2022-04-03T19:19:08+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-04T19:25:23+00:00\",\"description\":\"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-kulit\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-kulit\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-kulit\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Mengenal-Penyakit-Kulit-Berdasarkan-3-Penyebabnya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/Mengenal-Penyakit-Kulit-Berdasarkan-3-Penyebabnya.jpg\",\"width\":663,\"height\":382,\"caption\":\"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyakit-kulit\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya -","description":"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya -","og_description":"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/","article_published_time":"2022-04-03T19:19:08+00:00","article_modified_time":"2022-04-04T19:25:23+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Mengenal-Penyakit-Kulit-Berdasarkan-3-Penyebabnya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya","datePublished":"2022-04-03T19:19:08+00:00","dateModified":"2022-04-04T19:25:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/"},"wordCount":1006,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Mengenal-Penyakit-Kulit-Berdasarkan-3-Penyebabnya.jpg","keywords":["gatal kulit","penyakit kulit","perawatan kulit","ruam kulit"],"articleSection":["Tips"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/","name":"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Mengenal-Penyakit-Kulit-Berdasarkan-3-Penyebabnya.jpg","datePublished":"2022-04-03T19:19:08+00:00","dateModified":"2022-04-04T19:25:23+00:00","description":"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Mengenal-Penyakit-Kulit-Berdasarkan-3-Penyebabnya.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Mengenal-Penyakit-Kulit-Berdasarkan-3-Penyebabnya.jpg","width":663,"height":382,"caption":"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyakit-kulit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Penyakit Kulit Berdasarkan 3 Penyebabnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2889","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2889"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2889\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2893,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2889\/revisions\/2893"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2889"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2889"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2889"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}