{"id":2645,"date":"2022-03-10T18:53:16","date_gmt":"2022-03-10T18:53:16","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=2645"},"modified":"2022-03-10T18:53:16","modified_gmt":"2022-03-10T18:53:16","slug":"kabar-vaksin-pfizer-omicron","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/","title":{"rendered":"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru-baru ini muncul kabar vaksin pfizer Omicron sebenarnya kurang efektif. Sebagian informasi ini adalah benar, tapi juga kurang lengkap. Sayangnya, beberapa pemberitaan memberikan framing yang membuat penerima vaksin ini berkecil hati.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak headline yang membuat informasinya seperti menggeneralisir seluruh vaksin Pfizer. Padahal seperti kita ketahui, seluruh vaksin telah terbukti efektif dan aman. Lebih lagi, kini sudah ada dosis booster yang tersedia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vaksin Pfizer untuk Covid-19 merupakan salah satu jenis vaksin dengan format mRNA. Sebagai vaksin dengan teknologi genetik, kita perlu memahami bahwa jenis ini tidak mempengaruhi DNA manusia asli seperti kebanyakan kabar miring yang muncul. Tugasnya menjadi vaksin yang melatih tubuh pada serangan virus Corona, sehingga antibodi kita terbentuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, memang virus Corona sendiri bermutasi dari satu jenis ke jenis lainnya, dan setiap jenis pun mengeluarkan mutasi lain. Hal ini jadi membingungkan bagi masyarakat awam, karena seolah virus ini sangat chaos dan sepertinya tidak akan selesai. Tapi, kini para ahli kesehatan dan WHO telah merilis dosis booster yang melengkapi perlindungan kita dari virus.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Vaksin Pfizer Omicron mengalami penurunan efektivitas<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2647\" aria-describedby=\"caption-attachment-2647\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2647\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-efektivitas-vaksin-pfizer-omicron.jpg\" alt=\"Ilustrasi efektivitas vaksin pfizer omicron\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-efektivitas-vaksin-pfizer-omicron.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-efektivitas-vaksin-pfizer-omicron-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2647\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.suara.com\/news\/2022\/02\/04\/173734\/8-perbedaan-gejala-omicron-dan-flu-biasa-segera-lakukan-pemeriksaan-covid-19-jika-kamu-mengalami-gejala-ini\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenai kabar bahwa vaksin Pfizer mengalami penurunan efektivitas pada Omicron, hal ini memang benar. Melansir dari CNBC, bahwa dua dosis Pfizer saat ini memang belum memiliki ketahanan pada Omicron dengan baik. Hal tersebut karena Omicron sendiri merupakan varian yang lebih \u2018lihai\u2019 dan manipulatif daripada pendahulunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Detik juga mengabarkan bahwa vaksin ini juga kurang bisa melindungi anak-anak, karena studi terbaru di Amerika Serikat, menunjukkan adanya tren penurunan efektivitas pada kasus infeksi anak 5-11 tahun yang berbeda jauh pada Desember 2021 ke Januari 2022. Yakni dari 68%, turun menjadi 12%.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apakah hal ini berarti vaksin tersebut sudah tidak efektif?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Dosis booster vaksin Pfizer Omicron memang perlu<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabar baiknya, CEO Pfizer menjelaskan bahwa memang dua dosis saja tidak cukup. Namun dengan gelaran vaksin booster yang ada sekarang, hal tersebut bisa mengoptimalkan dari paparan virus Omicron.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pfizer terus melakukan evaluasi pada vaksinnya dan melihat perkembangan seiring dengan tren virus yang ada kini. Dari hasil dua dosis primer, mereka melihat bahwa hal pertama yang kurang terjangkau dalam tren Omicron ini adalah kemampuan mencegah infeksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, dosis ketiga booster yang saat ini mulai gencar merupakan cara yang efektif dalam memberikan perlindungan optimal. Meski demikian, masih timbul pertanyaan seberapa lama efektivitas vaksin Pfizer bertahan terhadap Omicron?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Pfizer akan mengeluarkan vaksin khusus Omicron pada Maret 2022<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2648\" aria-describedby=\"caption-attachment-2648\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2648\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Albert-Bourla-CEO-Pfizer.jpg\" alt=\"Albert Bourla CEO Pfizer\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Albert-Bourla-CEO-Pfizer.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Albert-Bourla-CEO-Pfizer-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2648\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/kabar24.bisnis.com\/read\/20201112\/19\/1316873\/tarik-untung-ceo-pfizer-jual-saham-rp78-miliar-saat-umumkan-efektivitas-vaksin-corona\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah memberikan penjelasan bahwa vaksin Pfizer bagi orang dewasa akan tetap efektif asal kita juga melakukan booster, Albert Bourla selaku CEO menjelaskan bahwa pada Maret 2022, mereka akan merilis vaksin khusus Pfizer. Meski demikian tak berarti vaksin yang kita terima sebelumnya tidak efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini bisa kita lihat dari tren isolasi dan rawat inap yang terjadi tahun ini setelah sebagian masyarakat melakukan vaksin. Meski masih signifikan, tapi menunjukkan kondisi yang tidak sama atau lebih mengkhawatirkan. Hanya saja, memang penularan yang cepat dan luas membuat kita perlu meningkatkan kewaspadaan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada vaksin yang memberi janji, tapi tetap bisa melindungi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para ahli menerangkan bahwa perlindungan masa pandemi memang tidak hanya melalui vaksin saja, atau protokol kesehatan saja. New normal memang membuat kita melakukan proteksi berlapis, seperti tetap prokes dengan menggunakan masker, menjauhi kerumunan dan cuci tangan, serta melengkapinya dengan seluruh dosis vaksin yang ada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, tak perlu merasa usaha yang kita lakukan dengan vaksin ini sia-sia atau merasa \u2018tinggal tunggu giliran tertular\u2019. Karena dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dan memenuhi proteksi diri dengan vaksin, setidaknya kita mencegah gejala yang lebih berat bagi diri sendiri. Mungkin sudah seringkali kita mendengar nasihat mereka yang pernah menjadi alumnus Covid-19, bahwa seringan apapun gejalanya, lebih baik tidak terpapar sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena virus Corona ini tidak sama dengan flu biasa, meski gejalanya tidak jauh berbeda. Selain cukup menyita waktu, tenaga dan bahkan finansial, juga kadang menyisakan Long Covid yang berpotensi mengubah kemampuan tubuh kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Mari menjaga diri sebaik-baiknya dari paparan virus<\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2123\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM.jpeg\" alt=\"Infografis Tentang Omicron Indonesia - GSI\" width=\"904\" height=\"1280\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM.jpeg 904w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-212x300.jpeg 212w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-723x1024.jpeg 723w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-768x1087.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 904px) 100vw, 904px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesehatan adalah karunia yang sangat berharga. Hal ini tentu banyak kita rasakan di masa pandemi yang telah berkepanjangan ini. Tetap lakukan proteksi berlapis dengan protokol kesehatan primer, kemudian jangan ragu untuk melakukan vaksin bila tidak ada penyakit bawaan yang menghalangi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila menunjukkan gejala, lakukan swab test di lokasi yang terpercaya. Swab test PCR membantu kita memastikan kondisi, agar bisa mencegah penularan ke orang lain yang kontak erat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/vaksin-covid-19-kedua-terlambat-atau-telat\/\">Vaksin Covid 19 Kedua Terlambat Atau Telat, Apa yang Perlu Anda Lakukan?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">GSI Lab mewadahi kebutuhan swab test selama pandemi di Jabodetabek dan Bali. Selain swab test dan antigen berbayar, kami juga menyediakan program kebaikan bagi mereka yang sulit menjangkau harga swab test ini. Melalui program <\/span><a href=\"https:\/\/www.gsilab.id\/id\/swab-save\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Swab and Save<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, mereka yang membutuhkan bisa mendapat swab gratis dengan memenuhi beberapa persyaratan tertentu. Yang ingin berbagi, bisa juga berdonasi secara langsung dengan <\/span><a href=\"https:\/\/benihbaik.com\/campaign\/tes-pcr-gratis-untuk-masyarakat\"><span style=\"font-weight: 400;\">klik tautan ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baru-baru ini muncul kabar vaksin pfizer Omicron sebenarnya kurang efektif. Sebagian informasi ini adalah benar, tapi juga kurang lengkap. Sayangnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2646,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[235,219,343,251,360,224,252,412],"class_list":["post-2645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-covid19","tag-covid-19","tag-omicron","tag-vaksin","tag-vaksin-booster","tag-vaksin-corona-di-indonesia","tag-vaksin-covid-19","tag-vaksin-pfizer"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-10T18:53:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kabar-Vaksin-Pfizer-Omicron-Diduga-Kurang-Efektif-Begini-Penjelasannya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya\",\"datePublished\":\"2022-03-10T18:53:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\\\/\"},\"wordCount\":788,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Kabar-Vaksin-Pfizer-Omicron-Diduga-Kurang-Efektif-Begini-Penjelasannya.jpg\",\"keywords\":[\"#Covid19\",\"covid-19\",\"omicron\",\"vaksin\",\"vaksin booster\",\"vaksin corona di Indonesia\",\"vaksin covid-19\",\"vaksin pfizer\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\\\/\",\"name\":\"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Kabar-Vaksin-Pfizer-Omicron-Diduga-Kurang-Efektif-Begini-Penjelasannya.jpg\",\"datePublished\":\"2022-03-10T18:53:16+00:00\",\"description\":\"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Kabar-Vaksin-Pfizer-Omicron-Diduga-Kurang-Efektif-Begini-Penjelasannya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Kabar-Vaksin-Pfizer-Omicron-Diduga-Kurang-Efektif-Begini-Penjelasannya.jpg\",\"width\":663,\"height\":382,\"caption\":\"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya -","description":"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya -","og_description":"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/","article_published_time":"2022-03-10T18:53:16+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kabar-Vaksin-Pfizer-Omicron-Diduga-Kurang-Efektif-Begini-Penjelasannya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya","datePublished":"2022-03-10T18:53:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/"},"wordCount":788,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kabar-Vaksin-Pfizer-Omicron-Diduga-Kurang-Efektif-Begini-Penjelasannya.jpg","keywords":["#Covid19","covid-19","omicron","vaksin","vaksin booster","vaksin corona di Indonesia","vaksin covid-19","vaksin pfizer"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/","name":"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kabar-Vaksin-Pfizer-Omicron-Diduga-Kurang-Efektif-Begini-Penjelasannya.jpg","datePublished":"2022-03-10T18:53:16+00:00","description":"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kabar-Vaksin-Pfizer-Omicron-Diduga-Kurang-Efektif-Begini-Penjelasannya.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kabar-Vaksin-Pfizer-Omicron-Diduga-Kurang-Efektif-Begini-Penjelasannya.jpg","width":663,"height":382,"caption":"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabar-vaksin-pfizer-omicron\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kabar Vaksin Pfizer Omicron Diduga Kurang Efektif, Begini Penjelasannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2645"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2645\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2649,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2645\/revisions\/2649"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2646"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}