{"id":2640,"date":"2022-03-09T23:56:16","date_gmt":"2022-03-09T23:56:16","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=2640"},"modified":"2022-03-09T17:22:38","modified_gmt":"2022-03-09T17:22:38","slug":"kabut-otak-covid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/","title":{"rendered":"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih awam di kalangan masyarakat, mengenai kabut otak yang menjadi kondisi pasca terkena Covid-19. Biasanya muncul pada mereka yang mengalami long Covid.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabut otak atau brain fog sendiri bukan merupakan istilah resmi, melainkan sebutan pada gejala temuan yang banyak muncul pada penderita Long Covid belakangan ini. Biasanya mereka mengalami simptom seperti susah fokus atau konsentrasi, sulit mengingat atau bahkan seperti memori berkurang, serta blank atau seperti orang bingung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila mengalami kondisi, sebenarnya termasuk hal yang normal pada alumni penyintas Covid-19. Akan tetapi terasa cukup mengganggu, karena memicu kelelahan juga dari pikiran yang berusaha ekstra. Kita bahas lebih lanjut di bawah ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu kabut otak?\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2642\" aria-describedby=\"caption-attachment-2642\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2642\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-kabut-otak.jpg\" alt=\"Ilustrasi kabut otak\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-kabut-otak.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-kabut-otak-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2642\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/kumparan.com\/babyologist\/ibu-jadi-pelupa-setelah-melahirkan-benarkah\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Kabut otak merupakan gangguan kognitif di mana kemampuan berpikir, mengingat dan berkonsentrasi kita tidak seprima biasanya. Meski nampak seperti gejala yang umum, tapi biasanya muncul lebih signifikan dari biasanya dan efeknya terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Seperti penurunan performa dalam kerja maupun pendidikan pendidikan atau merasa lebih sering pikun.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kabut otak bukan hanya karena Covid-19<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski istilah kabut otak ini mulai banyak yang mengenal pasca maraknya kasus Corona, namun sebenarnya penyebabnya bukan hanya itu. Faktor lain yang bisa menyebabkan kondisi ini di antaranya adalah sindrom kelelahan akut, kondisi spektrum autisme, tiroiditis Hashimoto, resisten pada konsumsi gluten (Celiac) atau bahkan orang yang sedang mengalami depresi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan dalam kondisi Long Covid, kaitan gejala kabut otak ini adalah karena gangguan pada sistem kardiovaskular dan pernafasan sebelumnya. Misalnya sesak nafas, debaran jantung lebih cepat, serta pusing. Sehingga menjadi manifestasi kecemasan yang mempengaruhi kemampuan kognitif kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Lambat berpikir, gejala brain fog yang sangat terasa<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada orang yang mengalami Long Covid dan salah satunya adalah brain fog, dapat mengalami penurunan performa yang sangat terlihat. Gambarannya seperti ini, pada kondisi normal kita bisa mengerjakan 3 pekerjaan rumah dalam sehari, seperti memasak, setrika dan menyapu rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, setelah mengalami kabut kognitif ini, kita hanya bisa memasak karena mungkin lupa mengenai urut-urutan, bahan sehingga memasak jadi sangat lama. Lambat berpikir dapat mempengaruhi kecepatan kita mengambil keputusan. Sehingga selain lebih sedikit yang kita kerjakan, durasinya juga jadi lebih panjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan konsentrasi yang mengganggu<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah merasa sulit memahami penjelasan yang sangat mudah? Misalnya ketika ingin pesan di restoran, lalu pelayan menjabarkan menunya, tapi kita seperti sulit mengerti. Hal ini termasuk gangguan konsentrasi yang bisa terjadi saat mengalami brain fog.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini mungkin bisa mengganggu bila kita sudah kembali ke rutinitas dan terbiasa menghandle pekerjaan maupun tugas yang membutuhkan skill kognitif. Tidak jarang situasi tersebut menyebabkan kita melakukan kesalahan yang tidak perlu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Mudah lupa dan kehilangan memori<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2643\" aria-describedby=\"caption-attachment-2643\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2643\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-lupa-ingatan-dan-kehilangan-memori.jpg\" alt=\"Ilustrasi lupa ingatan dan kehilangan memori\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-lupa-ingatan-dan-kehilangan-memori.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-lupa-ingatan-dan-kehilangan-memori-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2643\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2020\/04\/05\/121800526\/-sering-lupa-pekerjaan-atasi-dengan-5-cara-ini?page=all\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak yang mengeluhkan memiliki memori sependek \u2018ikan mas\u2019. Sebagai contoh, kita niat mematikan lampu di pagi hari, tapi tidak sampai 1 menit kemudian kita lupa dan terdistraksi melakukan yang lainnya. Jika masih muda dan mengalami ini setelah mengalami Covid-19 atau gejala-gejala yang sempat kita bahas di atas, tidak berarti kita mengalami penuaan dini ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut merupakan dampak lanjutan dari Long Covid, berupa brain fog. Kondisi ini sebenarnya juga kita alami sejak muncul gejala. Melansir dari Kompas, sebuah penelitian menunjukkan adanya perubahan pada jaringan otak setelah orang-orang terpapar virus Corona.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satunya juga yang berhubungan dengan saraf penciuman dan sempat membuat kita anosmia. Selain mudah lupa, kita juga agak kesulitan mengingat sesuatu yang sudah tersimpan dalam ingatan sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah bisa sembuh dari kabut otak?\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabar baiknya, kondisi ini sebenarnya bukan menetap dan bisa pulih. Namun, kecepatannya bervariasi tiap orang. Ada yang bisa pulih dengan cepat dan ada yang bisa berlangsung hingga bulanan. Pada umumnya, dokter akan memberikan resep suplemen dan vitamin yang kita butuhkan untuk memulihkan kondisi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya itu, kita juga bisa melakukan latihan kognitif untuk mengembalikan performa memori dan kapasitas berpikir kita. Yang paling penting, jangan memforsir tubuh dan izinkan diri kita menjalani penyembuhan meski waktunya lebih lama. Dengan penerimaan diri terhadap kondisi tubuh, maka pikiran kita bisa lebih rileks untuk masa penyembuhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan alami yang baik untuk nutrisi otak<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa jenis makanan yang bersifat menunjang kesehatan jaringan otak\u00a0 Meski tidak langsung menyembuhkan brain fog, namun bisa membantu memberikan nutrisi tepat. Beberapa jenis makanan yang baik bagi saraf dan otak antara lain adalah kacang-kacangan dan biji-bijian yang mengandung asam lemak. Pistachio, almond dan kacang mede di antaranya. Buah seperti alpukat dan ikan-ikanan dengan kandungan omega 3 juga bisa menjadi variasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, sayuran dengan daun dan warna hijau mengandung vitamin E, K, beta karoten dan folat yang baik bagi otak. Jika tidak ada larangan, kita juga bisa mengonsumsi coklat hitam dalam porsi secukupnya saja, sebagai asupan flavonoid yang mengurangi peradangan dan melancarkan peredaran darah di otak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, alternatif makanan di atas merupakan asupan secara alami. Apabila mendapat resep dari dokter, maka sebaiknya kita tidak menggantikan obat tersebut dengan makanan di atas. Tetap ikuti arahan dokter dan konsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk hasil pemulihan yang lebih baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Swab PCR Test untuk kepastian kondisi\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2123\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM.jpeg\" alt=\"Infografis Tentang Omicron Indonesia - GSI\" width=\"904\" height=\"1280\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM.jpeg 904w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-212x300.jpeg 212w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-723x1024.jpeg 723w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-768x1087.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 904px) 100vw, 904px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Covid-19 memang masih ada dan bermutasi di berbagai daerah. Peneliti masih mendalami semua laporan kasus yang terjadi untuk bisa mencegah \u2018kecolongan\u2019 varian baru. Selagi demikian, yang bisa kita lakukan adalah tetap melakukan protokol kesehatan utama. Yaitu memakai masker, menghindari kerumunan dan lebih waspada menyentuh permukaan atau orang lain serta mencuci tangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila ada kondisi yang menunjukkan gejala Covid-19, langkah terbaik adalah memastikan diri dengan swab PCR maupun antigen. GSI Lab memberikan layanan keduanya dengan beragam program yang menjaga keamanan dan kenyaman konsumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-omicron-pada-tubuh\/\">Penting untuk Diketahui! Begini Efek Omicron Pada Tubuh<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya itu, <\/span><a href=\"https:\/\/www.gsilab.id\/id\/swab-save\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Program Swab and Save<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dilakukan GSI Lab sudah dan masih berjalan bagi mereka yang membutuhkan swab gratis atau ingin membantu orang lain yang kesulitan biaya menjangkau PCR test ini melalui <\/span><a href=\"https:\/\/benihbaik.com\/campaign\/tes-pcr-gratis-untuk-masyarakat\"><span style=\"font-weight: 400;\">donasi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Temukan kami di Jabodetabek dan Bali yang terdekat dari lokasi Anda.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masih awam di kalangan masyarakat, mengenai kabut otak yang menjadi kondisi pasca terkena Covid-19. Biasanya muncul pada mereka yang mengalami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2641,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[235,386,347,219,350,411,343],"class_list":["post-2640","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-covid19","tag-bahaya-omicron","tag-ciri-covid","tag-covid-19","tag-gejala-covid","tag-kabut-otak","tag-omicron"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19 -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19 -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-09T23:56:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kabut-Otak-Sering-Lupa-dan-Gagal-Fokus-Pasca-Covid-19.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabut-otak-covid\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabut-otak-covid\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19\",\"datePublished\":\"2022-03-09T23:56:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabut-otak-covid\\\/\"},\"wordCount\":948,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabut-otak-covid\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Kabut-Otak-Sering-Lupa-dan-Gagal-Fokus-Pasca-Covid-19.jpg\",\"keywords\":[\"#Covid19\",\"bahaya omicron\",\"ciri covid\",\"covid-19\",\"gejala covid\",\"kabut otak\",\"omicron\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabut-otak-covid\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabut-otak-covid\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabut-otak-covid\\\/\",\"name\":\"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19 -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabut-otak-covid\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabut-otak-covid\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Kabut-Otak-Sering-Lupa-dan-Gagal-Fokus-Pasca-Covid-19.jpg\",\"datePublished\":\"2022-03-09T23:56:16+00:00\",\"description\":\"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabut-otak-covid\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabut-otak-covid\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabut-otak-covid\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Kabut-Otak-Sering-Lupa-dan-Gagal-Fokus-Pasca-Covid-19.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Kabut-Otak-Sering-Lupa-dan-Gagal-Fokus-Pasca-Covid-19.jpg\",\"width\":663,\"height\":382,\"caption\":\"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/kabut-otak-covid\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19 -","description":"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19 -","og_description":"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/","article_published_time":"2022-03-09T23:56:16+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kabut-Otak-Sering-Lupa-dan-Gagal-Fokus-Pasca-Covid-19.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19","datePublished":"2022-03-09T23:56:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/"},"wordCount":948,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kabut-Otak-Sering-Lupa-dan-Gagal-Fokus-Pasca-Covid-19.jpg","keywords":["#Covid19","bahaya omicron","ciri covid","covid-19","gejala covid","kabut otak","omicron"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/","name":"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19 -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kabut-Otak-Sering-Lupa-dan-Gagal-Fokus-Pasca-Covid-19.jpg","datePublished":"2022-03-09T23:56:16+00:00","description":"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kabut-Otak-Sering-Lupa-dan-Gagal-Fokus-Pasca-Covid-19.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kabut-Otak-Sering-Lupa-dan-Gagal-Fokus-Pasca-Covid-19.jpg","width":663,"height":382,"caption":"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/kabut-otak-covid\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kabut Otak, Sering Lupa dan Gagal Fokus Pasca Covid-19"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2640","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2640"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2640\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2644,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2640\/revisions\/2644"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2641"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2640"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2640"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2640"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}