{"id":2612,"date":"2022-03-07T18:55:25","date_gmt":"2022-03-07T18:55:25","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=2612"},"modified":"2022-03-07T18:55:25","modified_gmt":"2022-03-07T18:55:25","slug":"apakah-omicron-mematikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/","title":{"rendered":"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katanya bergejala ringan. Namun apakah Omicron mematikan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan ini tentu muncul di benak masyarakat Indonesia. Pasalnya, kian hari kian banyak orang yang abai dengan ancaman Covid-19. Banyak protokol kesehatan yang dilanggar. Bahkan untuk sekadar scan Peduli Lindungi saat mengunjungi tempat pun semakin banyak yang enggan melakukannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih parah lagi, kini Omicron telah bermutasi, di mana salah satu variannya memiliki nama Son of Omicron. Di Indonesia, jenis dengan nama BA.2 ini telah terdeteksi sebanyak 332 kasus. Padahal pada data sebelumnya jumlah penderita Son of Omicron hanya 80 kasus.<\/span><\/p>\n<h2>Apakah Son of Omicron lebih berbahaya dari B.1.1.529?<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski belum ada keterangan mengenai apakah Son of Omicron punya tingkat penularan lebih tinggi, lonjakan yang begitu tinggi menunjukkan bahwa varian ini sama bahayanya dengan Omicron.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa gejala pada kasus BA.2 tak jauh berbeda dengan infeksi Omicron. Ia mengatakan bahwa pasien BA.2 sebagian besar tanpa gejala hingga gejala ringan seperti batuk.<\/span><\/p>\n<h2>Apakah Omicron mematikan<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2614\" aria-describedby=\"caption-attachment-2614\" style=\"width: 996px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2614\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-lansia-sakit.png\" alt=\"Ilustrasi lansia sakit\" width=\"996\" height=\"664\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-lansia-sakit.png 996w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-lansia-sakit-300x200.png 300w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-lansia-sakit-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 996px) 100vw, 996px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2614\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/asian-elderly-woman-patients-headache-hospital_7361539.htm#query=hospital%20sick&amp;position=4&amp;from_view=search\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun Omicron merupakan varian dengan infeksi yang tergolong ringan, masyarakat wajib waspada terhadap virus yang satu ini. Studi terbaru menunjukkan bahwa jenis ini masih memiliki potensi mematikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengklaim bahwa semakin tingginya angka penularan Omicron membuat sistem kesehatan saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ia mengatakan, walaupun Omicron tidak lebih parah dari Delta, terutama bila pasien telah mendapatkan vaksin, bukan berarti varian ini bisa masuk dalam kategori ringan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bercermin pada kasus Omicron di Amerika Serikat, saat ini diperkirakan sekitar 50.000 hingga 300.000 penduduk terancam jiwanya akibat infeksi Covid-19 varian Omicron. Perkiraan ini merupakan proyeksi yang melihat betapa ganasnya penularan Omicron meski memiliki gejala yang lebih ringan. Rata-rata kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat sendiri masih berjarak sekitar tujuh hari dari satu kematian ke kematian berikutnya. Hal yang sama, seperti pada bulan November 2021 lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Epidemiolog, Jason Salemi, dari University of South Florida menyampaikan fakta yang lebih buruk. Hasil dari penelitian memperkirakan angka kematian akibat virus Corona di negeri Paman Sam di awal musim semi mendatang bisa melebihi satu juta jiwa.<\/span><\/p>\n<h2>Masyarakat harus waspada terhadap masa inkubasi Omicron<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2615\" aria-describedby=\"caption-attachment-2615\" style=\"width: 996px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2615\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-waspada-inkubasi-omicron.png\" alt=\"Ilustrasi waspada inkubasi omicron\" width=\"996\" height=\"664\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-waspada-inkubasi-omicron.png 996w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-waspada-inkubasi-omicron-300x200.png 300w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-waspada-inkubasi-omicron-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 996px) 100vw, 996px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2615\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/woman-basic-white-mask-covid-19-protection-campaign_15668267.htm#query=wear%20masker&amp;position=14&amp;from_view=search\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu alasan mengapa masyarakat harus merenungkan pertanyaan, \u201cApakah Omicron mematikan?\u201d adalah bahwa masa inkubasi Omicron. Dr. William Schaffner, M.D. dari Vanderbilt University School of Medicine menyatakan bahwa sulit membendung penyebaran Omicron. Pasalnya varian ini memiliki masa inkubasi yang lebih cepat daripada jenis-jenis turunan Covid-19 lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lewat sebuah penelitian, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengklaim bahwa inkubasi Omicron terjadi hanya dalam waktu 73 jam atau sekitar tiga hari saja. Pasien bisa mulai merasakan gejala 33 &#8211; 75 jam setelah terpapar virus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkat penularan yang sangat tinggi ini jauh lebih buruk ketimbang Covid-19 varian Delta yang masa inkubasinya sekitar empat hari. Sementara varian awal virus Corona justru lebih lama, yaitu hingga lima hari.<\/span><\/p>\n<h2>Gejala yang muncul akibat varian Omicron<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasien yang tertular varian Omicron dan mengalami gejala akan merasakan sensasi-sensasi seperti berikut ini:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit Kepala<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit kepala adalah varian Omicron yang sangat umum terjadi pada penderitanya. Anda bisa merasakan rasa nyeri level sedang hingga berat. Sensasinya seperti tertusuk atau berdenyut pada kedua sisi kepala. Susahnya, obat penghilang sakit biasa kurang kuat untuk mengatasi sakit kepala ini.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Pilek<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu gejala utama yang menjadi pertanda terinfeksi Covid-19. Pilek Omicron dan pilek biasa cenderung memiliki karakter yang sama. Inilah yang menyebabkan masyarakat meremehkan virus B.1.1.529 ini. Selain itu, untuk membuktikannya seseorang harus melakukan tes laboratorium.<\/span><\/p>\n<h3>Bersin<\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila pada varian Delta gejala bersin tak terlalu kentara, berbeda dengan varian Omicron. Bahkan bersin merupakan gejala umum Covid-19 Omicron bagi orang yang sudah mendapatkan vaksinasi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit Tenggorokan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Omicron juga membuat seseorang merasakan sakit tenggorokan. Gejalanya mirip dengan radang tenggorokan saat mengalami influenza. Untuk penderita Covid-19., sakit tenggorokan ini kira-kira berlangsung selama lima hari dan sering terjadi pada orang dewasa berusia 18 hingga 65 tahun.<\/span><\/p>\n<h3>Batuk terus-menerus<\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waspada bila Anda merasakan batuk terus-menerus, sering terjadi berkali-kali dalam sehari. Bisa jadi itu adalah pertanda adanya varian Omicron dalam tubuh. Batuknya seperti batuk kering, tanpa ada dahak atau lendir. Gejala ini berlangsung sekitar empat atau lima hari.<\/span><\/p>\n<h2>Gejala mematikan Covid Omicron<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dicky Budiman, MDM M.Sc.PH, epidemiolog dari Griffith University School of Medicine memberitahu tentang gejala-gejala Covid Omicron yang mulai memunculkan bahaya bagi penderitanya. Segera pergi ke dokter bila merasakan gejala-gejala klinis, seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, sesak napas atau napas pendek, saturasi oksigen kurang dari 93 persen, hingga rasa nyeri atau tekanan di dada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waspada pula ketika mengalami disorientasi atau kebingungan, tak mampu bangun, susah tidur, dehidrasi, serta tanda kulit, bibir, atau kuku yang pucat\/biru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah Omicron mematikan bila muncul gejala-gejala di atas? Mungkin saja. Segera hubungi tenaga medis untuk mendapatkan pertolongan. Namun bila masih mampu menjalankan isolasi mandiri, tingkatkan imunitas dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, tetap berolahraga, menjaga agar tidak kekurangan cairan tubuh, serta mengonsumsi obat untuk pereda gejala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang belum mendapatkan vaksinasi, sangat disarankan untuk segera menghubungi dokter. Tujuannya supaya ada seseorang yang bisa memberi keputusan mengenai apa yang harus Anda lakukan. Selain itu, tetaplah melakukan isolasi mandiri dan tidak mendekat ke kerumunan.<\/span><\/p>\n<h2>Kontrol kesehatan dengan rutin lakukan tes PCR<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan ringannya gejala, salah satu cara untuk mengontrol tingkat penyebaran Covid-19 Omicron adalah lewat tes PCR. Anda bisa mendapatkan hasil pemeriksaan di laboratorium terbaik dan terpercaya, GSI Lab. Didukung dengan laboratorium tes PCR berstandar Biosafety Level (BSL) 2+, GSI Lab bisa memberikan hasil pemeriksaan secara cepat dan akurat, hanya 12 sampai 24 jam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi masyarakat yang kurang mampu, ikuti program \u201cTes PCR Gratis untuk Masyarakat.\u201d Dapatkan kesempatan tes swab PCR gratis, tanpa biaya.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-orang-dewasa\/\">4 Gejala Omicron Pada Orang Dewasa yang Patut Diwaspadai<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk caranya, kunjungi situs <\/span><a href=\"http:\/\/gsilab.id\/id\/swab-save\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">gsilab.id\/id\/swab-save\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kemudian klik \u201cDaftar PCR Swab Gratis.\u201d lengkapi juga dokumen-dokumen sesuai dengan persyaratan yang berlaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah Omicron mematikan? Kemungkinan itu ada, namun dengan penanganan yang tepat dan cepat, kematian akibat varian B.1.1.529 ini bisa Anda hindari. Selalu jalankan protokol kesehatan dan waspada terhadap bahaya Covid-19.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Katanya bergejala ringan. Namun apakah Omicron mematikan? Pertanyaan ini tentu muncul di benak masyarakat Indonesia. Pasalnya, kian hari kian banyak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2613,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[235,386,219,402,348,343],"class_list":["post-2612","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-covid19","tag-bahaya-omicron","tag-covid-19","tag-demam-omicron","tag-kasus-covid","tag-omicron"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan! -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan! -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-07T18:55:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Jangan-Disepelekan-Covid-Omicron-Ternyata-juga-Bisa-Mematikan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"740\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"573\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/apakah-omicron-mematikan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/apakah-omicron-mematikan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan!\",\"datePublished\":\"2022-03-07T18:55:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/apakah-omicron-mematikan\\\/\"},\"wordCount\":977,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/apakah-omicron-mematikan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Jangan-Disepelekan-Covid-Omicron-Ternyata-juga-Bisa-Mematikan.jpg\",\"keywords\":[\"#Covid19\",\"bahaya omicron\",\"covid-19\",\"demam omicron\",\"kasus covid\",\"omicron\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/apakah-omicron-mematikan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/apakah-omicron-mematikan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/apakah-omicron-mematikan\\\/\",\"name\":\"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan! -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/apakah-omicron-mematikan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/apakah-omicron-mematikan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Jangan-Disepelekan-Covid-Omicron-Ternyata-juga-Bisa-Mematikan.jpg\",\"datePublished\":\"2022-03-07T18:55:25+00:00\",\"description\":\"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/apakah-omicron-mematikan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/apakah-omicron-mematikan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/apakah-omicron-mematikan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Jangan-Disepelekan-Covid-Omicron-Ternyata-juga-Bisa-Mematikan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Jangan-Disepelekan-Covid-Omicron-Ternyata-juga-Bisa-Mematikan.jpg\",\"width\":740,\"height\":573,\"caption\":\"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/apakah-omicron-mematikan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan! -","description":"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan! -","og_description":"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan!","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/","article_published_time":"2022-03-07T18:55:25+00:00","og_image":[{"width":740,"height":573,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Jangan-Disepelekan-Covid-Omicron-Ternyata-juga-Bisa-Mematikan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan!","datePublished":"2022-03-07T18:55:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/"},"wordCount":977,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Jangan-Disepelekan-Covid-Omicron-Ternyata-juga-Bisa-Mematikan.jpg","keywords":["#Covid19","bahaya omicron","covid-19","demam omicron","kasus covid","omicron"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/","name":"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan! -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Jangan-Disepelekan-Covid-Omicron-Ternyata-juga-Bisa-Mematikan.jpg","datePublished":"2022-03-07T18:55:25+00:00","description":"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Jangan-Disepelekan-Covid-Omicron-Ternyata-juga-Bisa-Mematikan.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Jangan-Disepelekan-Covid-Omicron-Ternyata-juga-Bisa-Mematikan.jpg","width":740,"height":573,"caption":"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/apakah-omicron-mematikan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jangan Disepelekan, Covid Omicron Ternyata juga Bisa Mematikan!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2612","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2612"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2612\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2616,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2612\/revisions\/2616"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2612"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2612"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2612"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}