{"id":2595,"date":"2022-03-05T12:15:14","date_gmt":"2022-03-05T12:15:14","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=2595"},"modified":"2022-03-05T04:24:28","modified_gmt":"2022-03-05T04:24:28","slug":"omicron-siluman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/","title":{"rendered":"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tengah bergelut dengan varian baru dan gelombang ketiga, ternyata Omicron siluman juga sedang membayangi kasus di Indonesia. Sebenarnya varian ini bukan kabar baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Omicron siluman adalah varian BA.2 yang sempat menjadi perhatian para ilmuwan. Meski masih dalam penelitian lebih lanjut, namun sudah ada peringatan untuk tetap waspada pada risiko dan potensi lonjakan yang mungkin timbul dari varian ini. Mengingat Omicron sendiri memiliki risiko penularan yang sangat cepat, dan \u2018Son of Omicron\u2019 ini juga memiliki level di atasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Indonesia sendiri saat ini kasus BA.2 ini sudah melonjak dengan pasti dari 50-an hingga ke 200an laporan. Seperti apa ciri-ciri penyakitnya dan bagaimana penanggulangannya?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Omicron Siluman adalah BA.2 atau Son of Omicron<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2597\" aria-describedby=\"caption-attachment-2597\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2597\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-terpapar-Son-of-Omicron.jpg\" alt=\"Ilustrasi terpapar Son of Omicron\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-terpapar-Son-of-Omicron.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-terpapar-Son-of-Omicron-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2597\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/health.detik.com\/berita-detikhealth\/d-3643208\/hindari-risiko-infeksi-di-musim-pancaroba-dengan-diet-rendah-bakteri\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti sudah kita bahas di atas bahwa BA.2 ini masih merupakan keturunan dari Omicron aslinya. Melansir dari CNBC, virus ini 1,5 kali lebih menular dari BA.1 atau pendahulunya. Masih dalam tahap pemantauan dan penelitian mengenai tingkat keganasannya. Namun sejauh ini memang yang menjadi warning bagi kita semua adalah penularannya yang lebih cepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Varian ini bisa menginfeksi siapapun, termasuk mereka yang sudah mendapatkan vaksin. Kabar baiknya, tingkat keparahannya akan jauh lebih ringan daripada yang belum memiliki kekebalan terhadap Covid-19. Tapi, tetap jangan remehkan potensi penularan virus ini, karena kecepatan menginfeksinya bisa semasif yang kita alami dengan Omicron sekarang, bahkan lebih cepat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Omicron Siluman dan gejalanya yang lebih spesifik<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2598\" aria-describedby=\"caption-attachment-2598\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2598\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Gejala-Omicron-Siluman.jpg\" alt=\"Gejala Omicron Siluman\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Gejala-Omicron-Siluman.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Gejala-Omicron-Siluman-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2598\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/jenis-obat-vertigo-herbal-yang-bisa-dicoba\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Masih dari keluarga Omicron, tapi varian BA.2 memiliki sedikit perbedaan karakter gejala dari pendahulunya. Melansir dari Liputan6, penelitian di Jepang menemukan kemungkinan gejala yang lebih berat dari subvarian Omicron ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara SIti Nadia Tarmizi sebagai Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes mengungkapkan agar masyarakat memperhatikan kondisi tubuh bila mengalami sakit kepala dan kelelahan ekstrem. Karena hal ini bisa mengarah pada infeksi Omicron siluman ini. Dalam beberapa kasus, sakit kepala ini juga bisa berupa vertigo atau sakit kepala berputar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa gejala varian penerus Omicron ini memang cukup banyak menyerang kepala. Selain pusing, ciri lain adalah adanya kabut otak, konjungtivitis dan bisa menyebabkan pingsan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala lain yang mirip dengan karakter Omicron<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, masih juga ada gejala lain yang memang merupakan karakter utama dari Omicron, yaitu mirip dengan flu. Misalnya tenggorokan gatal hingga sakit tenggorokan, bersin dan pilek.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga nyeri sendi dan ruam kulit yang kemungkinan muncul sebagai gejala pada tubuh kita secara keseluruhan. Meski terdengar seperti flu biasa, namun berdasarkan kondisi lapangan, cukup banyak pasien yang pada akhirnya membutuhkan pertolongan medis atau minimal melakukan isolasi terpusat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor risiko pada mereka yang memiliki penyakit bawaan\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang selalu menjadi kewaspadaan adalah apabila sub varian Omicron ini memapar pada mereka yang masuk kategori rentan. Seperti ibu hamil, balita dan anak-anak, lansia, dan siapapun dengan penyakit bawaan di berbagai kategori usia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karenanya bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan atau kita sebagai orang yang hidup berdampingan dengan mereka di kategori imunitas lebih rendah, perlu memperhatikan dan sangat antisipatif. Omicron memang tidak memiliki keparahan Delta, namun data meninggal karena varian ini masih tetap ada dan tidak sedikit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode paling bijaksana untuk mencegah paparan di sini adalah dengan melakukan protokol kesehatan ketat. Utamanya memakai masker, jaga jarak serta interaksi dengan kerumunan maupun perseorangan, serta mencuci tangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Varian BA.2 sulit diidentifikasi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Omicron siluman merupakan varian yang tergolong sulit identifikasinya. Hal ini karena kemunculannya yang juga berbarengan dengan Omicron varian BA.1. Selain itu juga karena gejalanya yang memiliki banyak kemiripan dengan varian asli.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2123\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM.jpeg\" alt=\"Infografis Tentang Omicron Indonesia - GSI\" width=\"904\" height=\"1280\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM.jpeg 904w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-212x300.jpeg 212w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-723x1024.jpeg 723w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-768x1087.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 904px) 100vw, 904px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membatasi kegiatan yang membuat banyak orang berkumpul seperti hangout, sekolah, dan bekerja, memang menjadi pencegahan yang tepat. Kita pun perlu memiliki kesadaran ini. Agar tidak menganggap \u2018biasa\u2019 karena risikonya mungkin bukan pada kita, tapi orang lain di sekitar yang termasuk golongan dengan imunitas lebih rendah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mencegah paparan Omicron siluman<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau memerlukan perhatian dan kewaspadaan, kita masih sangat bisa mencegah dan bertahan dari subvarian Omicron ini. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari terinfeksi Covid-19 varian BA.2:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan masker\u00a0<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan masker dengan tepat dan rapat. Sehingga menghindari masuk atau keluarnya virus. Sepanjang musim pandemi, banyak orang yang menggunakan masker dengan benar, merasakan manfaatnya. Di antaranya adalah lebih kuat dari paparan virus dan polusi udara. Oleh karena itu, menggunakan masker di masa pandemi yang lebih banyak penyakit adalah hal yang esensial.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindari kerumunan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari pertemuan atau kerumunan yang memungkinkan kita berdekatan atau berinteraksi dengan orang lain. Di tengah lonjakan kasus, hindari mengambil risiko dengan datang ke tempat yang ramai atau pertemuan. Karena kita tidak tahu riwayat perjalanan orang lain sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Mencuci tangan dan jaga kebersihan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merasa lebih sering cuci tangan atau membersihkan permukaan? Selama hal tersebut bisa membuat kita yakin akan kebersihan dan keamanan bersama, maka pertahankan sikap tersebut. Karena bisa menghindarkan kita dan orang lain dari paparan virus.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Menjaga asupan makanan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang memiliki kecenderungan kesehatan seperti gula darah, asam urat, darah tinggi, usahakan untuk menjaga asupan makanan tetap seimbang. Konsumsi lebih banyak sayur, buah dan serat larut, serta batasi gula. Kesehatan prima sebenarnya berawal dari pencernaan. Saat tubuh tidak fit, malah memudahkan kita terserang penyakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Olahraga\u00a0<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beraktivitas fisik bisa membantu kita menjaga stamina dan kekuatan tubuh. Misalnya kapasitas paru-paru, kekuatan otot jantung, serta menjaga kadar gula hingga lemak tubuh. Olahraga juga bisa meningkatkan metabolisme sehingga daya tahan tubuh kita lebih baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Istirahat cukup dan tidak begadang<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila kita bekerja dengan shift malam, maka cukupkan tidur di waktu istirahat. Sedangkan bila jam istirahat kita normal, usahakan untuk tidak begadang. Makan dengan asupan yang benar bisa memberikan \u2018bahan bakar\u2019 bagi tubuh. Kemudian olahraga membantu mengelola energi yang dihasilkan dan istirahat bisa merevitalisasi kembali semua fungsi tubuh. Jadi, jangan nomor sekiankan istirahat ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/son-of-omicron\/\">Mengenal Lebih Jauh Son of Omicron, Begini Fakta-Faktanya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">GSI Lab sebagai salah satu fasilitator swab test terpercaya di Indonesia, siap membantu kalian yang berdomisili di Jabodetabek dan Bali. Bahkan, bila ada kesulitan menjangkau swab test karena biaya, kita bisa mencoba ikut swab test gratis dengan mengikuti persyaratan di <\/span><a href=\"https:\/\/www.gsilab.id\/id\/swab-save\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang ingin membantu saudara yang kekurangan, coba berdonasi di <\/span><a href=\"https:\/\/benihbaik.com\/campaign\/tes-pcr-gratis-untuk-masyarakat\"><span style=\"font-weight: 400;\">sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan orang baik lainnya untuk bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan swab test.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Varian ini terus melakukan mutasi, tapi kita bisa mencegah penularan dengan sebaik mungkin berusaha mentaati protokol kesehatan dan antisipatif. Sehat selalu ya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tengah bergelut dengan varian baru dan gelombang ketiga, ternyata Omicron siluman juga sedang membayangi kasus di Indonesia. Sebenarnya varian ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2596,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[235,219,241,343,409,406,245],"class_list":["post-2595","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-covid19","tag-covid-19","tag-nama-varian-baru-virus-corona","tag-omicron","tag-omicron-siluman","tag-son-of-omicron","tag-varian-virus-corona"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-05T12:15:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ciri-Omicron-Siluman-Varian-Terbaru-yang-Sudah-Masuk-di-Indonesia.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-siluman\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-siluman\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia\",\"datePublished\":\"2022-03-05T12:15:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-siluman\\\/\"},\"wordCount\":1020,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-siluman\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Ciri-Omicron-Siluman-Varian-Terbaru-yang-Sudah-Masuk-di-Indonesia.jpg\",\"keywords\":[\"#Covid19\",\"covid-19\",\"nama varian baru virus corona\",\"omicron\",\"omicron siluman\",\"son of omicron\",\"varian virus corona\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-siluman\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-siluman\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-siluman\\\/\",\"name\":\"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-siluman\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-siluman\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Ciri-Omicron-Siluman-Varian-Terbaru-yang-Sudah-Masuk-di-Indonesia.jpg\",\"datePublished\":\"2022-03-05T12:15:14+00:00\",\"description\":\"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-siluman\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-siluman\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-siluman\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Ciri-Omicron-Siluman-Varian-Terbaru-yang-Sudah-Masuk-di-Indonesia.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/Ciri-Omicron-Siluman-Varian-Terbaru-yang-Sudah-Masuk-di-Indonesia.jpg\",\"width\":663,\"height\":382,\"caption\":\"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-siluman\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia -","description":"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia -","og_description":"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/","article_published_time":"2022-03-05T12:15:14+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ciri-Omicron-Siluman-Varian-Terbaru-yang-Sudah-Masuk-di-Indonesia.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia","datePublished":"2022-03-05T12:15:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/"},"wordCount":1020,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ciri-Omicron-Siluman-Varian-Terbaru-yang-Sudah-Masuk-di-Indonesia.jpg","keywords":["#Covid19","covid-19","nama varian baru virus corona","omicron","omicron siluman","son of omicron","varian virus corona"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/","name":"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ciri-Omicron-Siluman-Varian-Terbaru-yang-Sudah-Masuk-di-Indonesia.jpg","datePublished":"2022-03-05T12:15:14+00:00","description":"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ciri-Omicron-Siluman-Varian-Terbaru-yang-Sudah-Masuk-di-Indonesia.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ciri-Omicron-Siluman-Varian-Terbaru-yang-Sudah-Masuk-di-Indonesia.jpg","width":663,"height":382,"caption":"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-siluman\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ciri Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sudah Masuk di Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2595"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2595\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2599,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2595\/revisions\/2599"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2596"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}