{"id":2576,"date":"2022-03-03T23:53:21","date_gmt":"2022-03-03T23:53:21","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=2576"},"modified":"2022-03-03T15:37:36","modified_gmt":"2022-03-03T15:37:36","slug":"omicron-pada-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/","title":{"rendered":"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski termasuk usia produktif, gejala omicron pada remaja bisa membutuhkan penanganan serius. Meski varian di gelombang ketiga ini termasuk yang memiliki gejala lebih ringan dari varian Delta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Varian Omicron telah memasuki Indonesia sejak akhir 2021, namun saat itu masih sebagian kecil area yang melaporkan kasus, terutama ibukota Jakarta. Memasuki Januari 2022, kondisi ini mulai merambah ke daerah lainnya di Pulau Jawa dan pulau lainnya. Kasus ini dengan cepat melonjak karena berdekatan dengan musim bepergian dan kecepatan penularannya yang tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski pada dasarnya tak banyak perbedaan gejala Omicron di antara generasi usia, namun tiap individu bisa mengalami 1-3 gejala yang tidak mirip. Misalnya sebagian hanya merasakan flu, dan sebagian lainnya lebih ke masuk angin dan demam. Namun pada kategori tertentu yang lebih rentan, bisa mengalami simptom lebih banyak dan lama durasi pemulihannya. Berikut ini adalah gejala omicron pada remaja:\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala Omicron pada remaja mayoritas adalah sakit tenggorokan<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2578\" aria-describedby=\"caption-attachment-2578\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2578\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-sakit-tenggorokan-karena-Omicron.jpg\" alt=\"Ilustrasi sakit tenggorokan karena Omicron\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-sakit-tenggorokan-karena-Omicron.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-sakit-tenggorokan-karena-Omicron-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2578\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/health.kompas.com\/read\/2021\/06\/19\/120100768\/9-cara-mengobati-batuk-secara-alami?page=all\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala yang mudah kita temui pada penderita di usia remaja adalah sakit tenggorokan. Tanda awal adalah tenggorokan yang terasa gatal, kemudian hal ini berkembang menjadi radang tenggorokan. Melansir dari beberapa sumber, sakit tenggorokan ini banyak muncul pada mereka yang memiliki gejala ringan. Gejala ikutan yang mungkin muncul setelahnya adalah batuk dan demam yang normal saat ada peradangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Batuk yang membandel<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana kita bahas di simptom sebelumnya, gejala ikutan yang muncul adalah batuk. Hampir di seluruh varian Covid-19, gejala ini mendominasi dan berlangsung cukup lama. Batuk yang membandel ialah akibat dari adanya infeksi virus di saluran pernafasan atas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan seperti bronchitis dan asma, kemungkinan bisa mengalami sesak nafas dan penurunan saturasi oksigen. Akan tetapi hanya sebagian kecil yang mengalami kondisi sangat berat. Oleh karena itu, bila sampai terjadi sesak nafas, selalu pantau saturasi oksigen secara berkala dan melapor kepada fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan arahan penanganannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala Omicron pada remaja yang masih seputar flu<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain batuk dan radang tenggorokan, gejala yang rentan menyerang adalah flu. Di antaranya adalah hidung berair, hidung tersumbat, dan beberapa penderitanya bisa mengalami peradangan sinus. Bila mengalami gejala ini, kita cenderung ingin menganggapnya sebagai flu biasa. Tapi, di masa Covid-19 ini, menjadi hal yang bijaksana bila merasakan gejala mirip Covid-19 dan setidaknya langsung menggunakan masker serta isolasi diri sebagai tindakan preventif.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Nyeri pada persendian<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala lain yang timbul dan menyebabkan virus Omicron terkesan seperti \u2018flu biasa\u2019 adalah nyeri otot. Hal ini memang lumrah terjadi pada penyakit di mana imunitas kita berusaha melawan virus. Pada umumnya, kondisi ini akan berkurang dalam beberapa waktu. Pada beberapa orang, gejala yang dirasakan bahkan hanya demam dan nyeri sendi, tanpa flu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi bisa lebih berat pada yang memiliki komorbid<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2579\" aria-describedby=\"caption-attachment-2579\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2579\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-remaja-memiliki-komorbid.jpg\" alt=\"Ilustrasi remaja memiliki komorbid\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-remaja-memiliki-komorbid.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilustrasi-remaja-memiliki-komorbid-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2579\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.okezone.com\/tren\/read\/2021\/06\/28\/620\/2431905\/perawatan-pasien-covid-19-berdasarkan-tingkatan-gejala\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua remaja memiliki kondisi yang prima. Ada yang memiliki penyakit bawaan, ada juga yang berkebutuhan khusus. Pada beberapa orang dengan situasi seperti ini. bisa jadi termasuk sebagai golongan rentan yang penyembuhannya akan lebih lama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sekali lagi, Omicron merupakan keluarga virus Corona yang memiliki karakter unik. Di mana beberapa orang bisa mengalami perbedaan gejala dan durasi penyembuhan. Ada yang bisa sembuh jauh lebih lama atau memiliki tingkat keparahan lebih berat. Ada yang sempat mengalami penurunan saturasi oksigen hingga penanganan lebih serius di rumah sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara untuk mengantisipasi bila belum terpapar adalah selalu menggunakan masker dan melakukan protokol kesehatan ketat, terutama bagi remaja yang masuk dalam golongan bermobilitas rutin (sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, komunitas dan lainnya). Termasuk dengan menghindari kerumunan atau interaksi yang berisiko ada paparan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mengatasi gejala bila terpapar<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski banyak orang yang telah sembuh dan mengatakan gejalanya sama seperti flu pada umumnya, tapi kondisi tiap individu bisa berbeda. Apabila kondisi ini terjadi pada kita, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Di antaranya adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">melakukan antigen atau swab dengan skala prioritas yang kita pertimbangkan sendiri (ada kontak erat dengan keluarga, teman atau rekan yang terpapar. Maka informasikan pada mereka untuk melakukan self-checking juga).\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">lakukan isolasi mandiri atau mengunjungi isolasi terpadu bila tempat tinggal tidak kondusif dan berpotensi menularkan lebih banyak.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa dan resep obat dengan dosis yang tepat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan parasetamol untuk meredakan sakit kepala, demam atau nyeri otot sesuai dengan anjuran dari dokter.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">mengonsumsi asupan yang bernutrisi, bisa dalam bentuk makanan alami maupun vitamin dan suplemen<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">minum cukup air putih atau lebih banyak. Karena kondisi sakit ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan ion tubuh dan dehidrasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih banyak mengonsumsi makanan dan minuman hangat serta mengandung kadar cairan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindari makanan atau minuman yang malah memicu peradangan seperti pedas, asam, terlalu manis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memantau suhu tubuh secara berkala bila mengalami demam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak panik atau overthinking. Sebaliknya, dalam masa penyembuhan arahkan pada hal-hal yang lebih menyenangkan. Misalnya menonton film atau mendengar lagu kesukaan, mendapat cukup sinar matahari, mencukupkan istirahat.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila kondisi sudah lebih membaik, ikuti anjuran untuk melakukan swab ulang atau lakukan isolasi mandiri hingga genap 14 hari untuk menghindari risiko penularan pada orang lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2123\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM.jpeg\" alt=\"Infografis Tentang Omicron Indonesia - GSI\" width=\"904\" height=\"1280\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM.jpeg 904w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-212x300.jpeg 212w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-723x1024.jpeg 723w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-768x1087.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 904px) 100vw, 904px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Swab test masih menjadi salah satu kunci mencegah penyebaran lebih lanjut. Bila merasakan gejala, segera berinisiatif memakai masker dan isolasi mandiri (hindari sementara kontak dengan orang terdekat bila memungkinkan).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadwalkan swab PCR atau lakukan antigen untuk memastikan kondisi kita. GSI Lab sebagai salah satu pilar penyedia layanan swab di Jabodetabek dan Bali, mengakomodir kebutuhan swab test dengan harga mengikuti pedoman pemerintah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-anak\/\">Kenali 5 Gejala Covid Omicron pada Anak dan Batuk Croup<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, bila kita tergolong kurang mampu, bisa memanfaatkan fasilitas swab gratis yang bisa kita ikuti syarat dan ketentuannya <\/span><a href=\"https:\/\/www.gsilab.id\/id\/swab-save\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">di sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Sedangkan bagi kita yang memiliki kemampuan lebih dan ingin berdonasi langsung, dapat berkontribusi di program kebaikan GSI Lab, <\/span><a href=\"https:\/\/benihbaik.com\/campaign\/tes-pcr-gratis-untuk-masyarakat\"><span style=\"font-weight: 400;\">klik di sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk lebih lanjut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Remaja biasanya memiliki daya tahan yang lebih prima. Namun, perlu kita ingat bahwa kita berdampingan dengan orang lain yang mungkin lebih rentan. Bisa jadi mereka adalah orang tua dan lansia, atau bahkan sesama remaja tapi dengan imunitas lebih rendah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak egois dengan tetap sama-sama saling menjaga dan waspada terhadap paparan Covid-19, bisa mencegah penularan yang lebih luas. Tetap gunakan masker dan lakukan protokol kesehatan yang tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meski termasuk usia produktif, gejala omicron pada remaja bisa membutuhkan penanganan serius. Meski varian di gelombang ketiga ini termasuk yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2577,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[235,386,347,219,292,402,350,343],"class_list":["post-2576","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-covid19","tag-bahaya-omicron","tag-ciri-covid","tag-covid-19","tag-covid-19-pada-anak","tag-demam-omicron","tag-gejala-covid","tag-omicron"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-03T23:53:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-Gejala-Omicron-pada-Remaja-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-pada-remaja\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-pada-remaja\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya\",\"datePublished\":\"2022-03-03T23:53:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-pada-remaja\\\/\"},\"wordCount\":989,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-pada-remaja\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/4-Gejala-Omicron-pada-Remaja-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\",\"keywords\":[\"#Covid19\",\"bahaya omicron\",\"ciri covid\",\"covid-19\",\"covid-19 pada anak\",\"demam omicron\",\"gejala covid\",\"omicron\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-pada-remaja\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-pada-remaja\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-pada-remaja\\\/\",\"name\":\"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-pada-remaja\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-pada-remaja\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/4-Gejala-Omicron-pada-Remaja-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\",\"datePublished\":\"2022-03-03T23:53:21+00:00\",\"description\":\"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-pada-remaja\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-pada-remaja\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-pada-remaja\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/4-Gejala-Omicron-pada-Remaja-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/03\\\/4-Gejala-Omicron-pada-Remaja-dan-Cara-Mengatasinya.jpg\",\"width\":663,\"height\":382,\"caption\":\"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/omicron-pada-remaja\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya -","description":"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya -","og_description":"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/","article_published_time":"2022-03-03T23:53:21+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-Gejala-Omicron-pada-Remaja-dan-Cara-Mengatasinya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya","datePublished":"2022-03-03T23:53:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/"},"wordCount":989,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-Gejala-Omicron-pada-Remaja-dan-Cara-Mengatasinya.jpg","keywords":["#Covid19","bahaya omicron","ciri covid","covid-19","covid-19 pada anak","demam omicron","gejala covid","omicron"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/","name":"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-Gejala-Omicron-pada-Remaja-dan-Cara-Mengatasinya.jpg","datePublished":"2022-03-03T23:53:21+00:00","description":"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-Gejala-Omicron-pada-Remaja-dan-Cara-Mengatasinya.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-Gejala-Omicron-pada-Remaja-dan-Cara-Mengatasinya.jpg","width":663,"height":382,"caption":"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/omicron-pada-remaja\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"4 Gejala Omicron pada Remaja dan Cara Mengatasinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2576","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2576"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2576\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2580,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2576\/revisions\/2580"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2577"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2576"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2576"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2576"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}