{"id":2513,"date":"2022-02-24T22:04:47","date_gmt":"2022-02-24T22:04:47","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=2513"},"modified":"2022-02-24T14:57:02","modified_gmt":"2022-02-24T14:57:02","slug":"beda-omicron-dan-flu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/","title":{"rendered":"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesatnya angka penularan Omicron, yang merupakan varian baru dari Covid-19 memicu kekhawatiran di masyarakat. Meski banyak yang menganggapnya sebagai jenis yang lebih \u2018lemah\u2019 daripada varian-varian sebelumnya, tingkat infeksi yang sangat tinggi harus menjadi perhatian bagi banyak pihak. Di samping ciri omicron dan flu biasa ternyata berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ringannya gejala-gejala dari varian Omicron juga memunculkan pertanyaan pada publik. Bila pada varian sebelumnya gejala yang dirasakan penderita lebih parah dan memerlukan penanganan rawat inap, maka pada varian Omicron risiko keparahannya lebih rendah dan risiko menjalani rawat inap lebih kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari tingkat risiko tersebut, muncul anggapan bahwa varian Omicron ini tidak berbeda dengan flu biasa. Sayangnya hal ini tak berlaku bagi semua orang. Mereka yang tidak atau belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 memiliki resiko penularan dan gejala yang lebih berat ketimbang yang sudah mendapatkannya.<\/span><\/p>\n<h2>Ciri Omicron dan flu biasa yang mirip bikin masyarakat abai<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2515\" aria-describedby=\"caption-attachment-2515\" style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2515\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-cek-suhu-badan.jpg\" alt=\"Ilustrasi cek suhu badan\" width=\"740\" height=\"493\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-cek-suhu-badan.jpg 740w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-cek-suhu-badan-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 740px) 100vw, 740px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2515\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/young-sick-woman-blanket-with-thermometer_7120440.htm#query=sneeze&amp;position=7&amp;from_view=search\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari vaksinasi, kemiripan antara flu biasa dan terpapar varian Omicron juga menimbulkan masalah baru. Masyarakat jadi kesulitan mengidentifikasi perbedaan antara infeksi virus varian Omicron atau gejala flu biasa. Terlebih di saat musim pancaroba, ketika banyak orang-orang mengalami pilek dan flu. Kesulitan untuk membedakan antara ciri Omicron dan flu biasa ini memunculkan sifat abai di masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, semakin tingginya lonjakan kasus Covid-19 mengingatkan bahwa varian Omicron ini memiliki tingkat penyebaran yang tinggi dan cepat dibanding dengan varian sebelumnya. Akan sangat berbahaya bila banyak warga yang acuh sehingga memungkinkan tingginya penularan Omicron di masyarakat.<\/span><\/p>\n<h2>Gejala-gejala pada penderita Omicron yang mirip flu biasa<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Varian Omicron memiliki sifat yang kurang lebih sama seperti jenis virus Corona lainnya. Mulai dari gejala yang timbul, seperti terserang flu. Namun ada beberapa gejala-gejala umum yang biasanya menyerang penderita varian Omicron.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit tenggorokan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Batuk kering.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hidung <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">tersumbat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demam di atas 38 derajat Celcius. <\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nyeri badan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan gejala-gejala pada flu biasa antara lain:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hidung <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">tersumbat. <\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demam ringan. <\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilek. <\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hidung <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">tersumbat. <\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersin.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2>Perbedaan ciri flu biasa dan Omicron<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala yang timbul sebagai adanya infeksi dari kedua penyakit ini sangat mirip, namun ada beberapa hal yang membedakan keduanya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3>Hilang penciuman dan perasa<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala ini sangat khas bagi penderita Covid-19, tidak terkecuali penderita varian Omicron juga mengalami hal ini. Jika anda tiba-tiba mengalami hal ini, maka ada kemungkinan Anda terpapar varian Omicron.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3>Sakit kepala parah<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada penderita Covid-19 varian Omicron, sakit kepala dengan rasa sakit yang parah umum terjadi. Biasanya gangguan yang terasa adalah kepala berdenyut dan terasa tertusuk-tusuk. Sedangkan pada penderita flu biasa mengalami sakit pada kepala, telinga dan rahang.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3>Sakit tenggorokan<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit tenggorokan pada varian Omicron menjadi gejala yang paling umum terjadi. Sensasi yang terasa oleh para penderita adalah gangguan nyeri dan gatal. Sementara sakit tenggorokan pada flu biasa sangat jarang terjadi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3>Batuk kering<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Batuk kering secara terus menerus karena merasakan gatal di tenggorokan juga merupakan ciri-ciri terpapar varian Omicron, termasuk juga perasaan kelelahan. Sedangkan pada penderita flu biasa, rasa lelah hanya muncul kadang-kadang saja.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3>Hidung tersumbat<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti penderita flu biasa, orang yang positif varian Omicron juga mengalami keluhan hidung tersumbat. Melemahnya daya tahan tubuh menjadi alasan mengapa hidung tersumbat terjadi. Gejala ini biasanya juga diiringi dengan sakit kepala.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3>Demam<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penderita yang terpapar virus Covid-19 sering mengalami demam tinggi di atas 38 derajat Celcius. Berbeda dengan pasien flu biasa yang kondisi demamnya lebih terkontrol.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3>Nyeri badan<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyeri atau pegal-pegal pada badan merupakan gejala yang akan terjadi dan terasa bagi penderita varian Omicron atau flu biasa. Sensasi rasa sakit ini muncul dan mengganggu bagian persendian badan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3>Bersin<\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersin merupakan gejala yang paling terlihat pada penderita flu biasa. Yang menarik, bersin bagi penderita varian Omicron justru tak terlihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski ciri Omicron dan flu biasa memiliki banyak kesamaan, cara terbaik untuk memastikan perbedaan antara keduanya adalah dengan melakukan langkah medis, yaitu swab PCR. Pengambilan sampel cairan tubuh ini akan memberikan hasil pemeriksaan yang lebih akurat untuk mendeteksi potensi infeksi Covid-19.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2123\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM.jpeg\" alt=\"Infografis Tentang Omicron Indonesia - GSI\" width=\"904\" height=\"1280\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM.jpeg 904w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-212x300.jpeg 212w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-723x1024.jpeg 723w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-768x1087.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 904px) 100vw, 904px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk pemeriksaan PCR yang cepat dan akurat, kunjungi GSI Lab terdekat. Dengan laboratorium berstandar tinggi, GSI Lab mampu memberi hasil tes dalam 12 hingga 24 jam setelah pengambilan sampel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Anda yang merupakan keluarga kurang mampu, bergabunglah dengan program #SwabAndSaveIndonesia dari GSI. Dapatkan tes swab PCR gratis dengan mendaftarkan diri di website <\/span><a href=\"https:\/\/www.gsilab.id\/id\/swab-save\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">gsilab.id\/id\/swab-save\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2>Untuk penderita Omicron ringan bisa melakukan isoman di rumah<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2516\" aria-describedby=\"caption-attachment-2516\" style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2516\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-Isolasi-Mandiri.jpg\" alt=\"Ilustrasi Isolasi Mandiri\" width=\"740\" height=\"493\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-Isolasi-Mandiri.jpg 740w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-Isolasi-Mandiri-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 740px) 100vw, 740px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2516\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/sad-ill-asian-girl-staying-self-quarantine-during-covid-catching-flu-sitting-home-with-cup_21601170.htm#query=self%20isolation&amp;position=10&amp;from_view=search\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Bila ternyata positif Omicron, jangan berkecil hati. Apalagi kalau gejala penyertanya tergolong ringan. Untuk menekan tingkat penularan penyakit ini, segera persiapkan diri untuk melakukan isoman di rumah. Hubungi pihak terkait agar bisa mendapatkan layanan gratis telemedis bersama dokter yang memantau perkembangan kondisi Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, pemerintah juga menyediakan obat-obatan gratis bagi para pelaku isoman. Jangan lupa juga memberi asupan nutrisi dan vitamin untuk mempercepat proses penyembuhan. Selain konsumsi vitamin dan makanan bergizi, pastikan juga beristirahat yang cukup untuk memperkuat kembali sistem kekebalan tubuh.<\/span><\/p>\n<h2>Waspada bagi penderita Omicron yang mengalami gejala berat<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana bila dalam perkembangannya gejala Omicron semakin berat? Kondisi ini bisa saja terjadi, terutama pasien yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan. Bila merasa gejala Omicron semakin berat dan menyiksa, hubungi Rumah Sakit untuk mendapat perawatan yang lebih intensif.<\/span><\/p>\n<h2>Patuhi Prokes, hindari paparan Omicron<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2517\" aria-describedby=\"caption-attachment-2517\" style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2517\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-taat-protokol-kesehatan.jpg\" alt=\"Ilustrasi taat protokol kesehatan\" width=\"740\" height=\"493\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-taat-protokol-kesehatan.jpg 740w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-taat-protokol-kesehatan-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 740px) 100vw, 740px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2517\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/young-man-showing-stop-gesture-pink-t-shirt-mask-looking-serious-front-view_16933711.htm#query=stop%20mask&amp;position=15&amp;from_view=search\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Covid-19 beserta varian-variannya telah menginfeksi banyak masyarakat. Ratusan ribu jiwa juga telah menjadi korbannya. Dengan semakin tingginya tingkat penularan Omicron, saatnya untuk pasang alarm bahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari ciri Omicron dan flu biasa yang memiliki kesamaan, semua pihak harus terus waspada. Bukan hanya supaya tak tertular, tapi juga agar pandemi bisa segera pergi dari Indonesia, bahkan seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua orang wajib melakukan langkah nyata, di antaranya adalah lewat beberapa hal yang bisa menghindarkan Anda dari varian Omicron.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebisa mungkin menghindari aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa harus meninggalkan rumah, tetap jaga protokol kesehatan, yaitu dengan menggunakan masker. Bawa serta pula hand-sanitizer untuk menjaga tangan agar tetap bersih dari kuman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindari kerumunan sangat efektif untuk menjauhkan diri dari paparan virus Covid-19 khususnya Omicron. Ingat bahwa penyebaran virus ini jauh lebih cepat dibanding varian lainnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bila ada waktu, cobalah untuk berjemur di bawah matahari pagi. Cara ini bermanfaat meningkatkan imun tubuh, menyerap vitamin D, serta punya sifat merilekskan badan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selalu jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Cuci dengan air mengalir selama kurang lebih 20 detik. Pastikan juga sudah membasuh seluruh bagian tangan, termasuk punggung tangan, pergelangan, sela-sela jari dan kuku.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jalankan pola hidup sehat seperti berolahraga dan konsumsi makanan bergizi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersihkan rumah dan lakukan desinfeksi secara rutin dan menyeluruh pada perabotan dan peralatan rumah. Jangkau pula bagian-bagian rumah yang sering tersentuh, seperti gagang pintu, keran air, remote televisi dan permukaan meja.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski tidak ada gejala, lakukan tes PCR secara rutin guna mengetahui ada tidaknya infeksi virus Corona.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapatkan vaksinasi dosis lengkap, plus booster untuk membantu semua pihak mengakhiri pandemi Covid-19.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/tanda-tanda-omicron\/\">Tanda-Tanda Covid Omicron yang Biasanya Dirasakan Para Penderitanya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain patuh pada protokol kesehatan, pahami pula ciri Omicron dan flu biasa demi meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19. Bila semua orang berusaha mengatasi dan menjauhkan diri dari virus Corona, semakin cepat pula dunia ini terbebas dari pandemi.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesatnya angka penularan Omicron, yang merupakan varian baru dari Covid-19 memicu kekhawatiran di masyarakat. Meski banyak yang menganggapnya sebagai jenis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2514,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[235,363,347,219,362,343,245],"class_list":["post-2513","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-editorial","tag-covid19","tag-cara-mengatasi-flu","tag-ciri-covid","tag-covid-19","tag-flu","tag-omicron","tag-varian-virus-corona"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh! -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh! -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-24T22:04:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ciri-Omicron-dan-flu-biasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"740\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"494\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/beda-omicron-dan-flu\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/beda-omicron-dan-flu\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh!\",\"datePublished\":\"2022-02-24T22:04:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/beda-omicron-dan-flu\\\/\"},\"wordCount\":1155,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/beda-omicron-dan-flu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/02\\\/Ciri-Omicron-dan-flu-biasa.jpg\",\"keywords\":[\"#Covid19\",\"cara mengatasi flu\",\"ciri covid\",\"covid-19\",\"flu\",\"omicron\",\"varian virus corona\"],\"articleSection\":[\"Editorial\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/beda-omicron-dan-flu\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/beda-omicron-dan-flu\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/beda-omicron-dan-flu\\\/\",\"name\":\"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh! -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/beda-omicron-dan-flu\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/beda-omicron-dan-flu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/02\\\/Ciri-Omicron-dan-flu-biasa.jpg\",\"datePublished\":\"2022-02-24T22:04:47+00:00\",\"description\":\"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/beda-omicron-dan-flu\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/beda-omicron-dan-flu\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/beda-omicron-dan-flu\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/02\\\/Ciri-Omicron-dan-flu-biasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/02\\\/Ciri-Omicron-dan-flu-biasa.jpg\",\"width\":740,\"height\":494,\"caption\":\"Ciri Omicron dan flu biasa\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/beda-omicron-dan-flu\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh! -","description":"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh! -","og_description":"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh!","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/","article_published_time":"2022-02-24T22:04:47+00:00","og_image":[{"width":740,"height":494,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ciri-Omicron-dan-flu-biasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh!","datePublished":"2022-02-24T22:04:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/"},"wordCount":1155,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ciri-Omicron-dan-flu-biasa.jpg","keywords":["#Covid19","cara mengatasi flu","ciri covid","covid-19","flu","omicron","varian virus corona"],"articleSection":["Editorial"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/","name":"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh! -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ciri-Omicron-dan-flu-biasa.jpg","datePublished":"2022-02-24T22:04:47+00:00","description":"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ciri-Omicron-dan-flu-biasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ciri-Omicron-dan-flu-biasa.jpg","width":740,"height":494,"caption":"Ciri Omicron dan flu biasa"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/beda-omicron-dan-flu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ciri Omicron dan Flu Biasa Ternyata Beda, Awas Jangan Sampai Terkecoh!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2513"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2520,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2513\/revisions\/2520"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2514"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}