{"id":2255,"date":"2022-02-04T11:18:43","date_gmt":"2022-02-04T11:18:43","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=2255"},"modified":"2022-02-05T06:57:10","modified_gmt":"2022-02-05T06:57:10","slug":"efek-samping-vaksin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/","title":{"rendered":"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering menjadi pertanyaan masyarakat, tentang efek samping vaksin. Apalagi jika jenisnya baru, seperti vaksin Covid-19 belakangan ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Efek samping memberikan kesan menakutkan bagi banyak orang, sehingga ragu untuk melakukan vaksinasi. Namun, sejatinya produk vaksin yang saat ini tersedia bagi warga seluruh dunia, telah melewati uji klinis beberapa tahap sehingga relatif aman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana penjelasannya? Apa saja efek samping yang mungkin terjadi dan apakah akan berbahaya bagi tubuh?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau aman, kenapa bisa ada efek samping vaksin?\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2257\" aria-describedby=\"caption-attachment-2257\" style=\"width: 526px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2257\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/sakit-kepala-e1643973156697.jpeg\" alt=\"\" width=\"526\" height=\"425\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/sakit-kepala-e1643973156697.jpeg 526w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/sakit-kepala-e1643973156697-300x242.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 526px) 100vw, 526px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2257\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/photo\/a-woman-at-work-massaging-her-head-7247398\/\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut merupakan hal yang wajar, karena vaksin adalah virus yang telah melalui pelemahan atau berupa materi genetik yang serupa dengan virus tersebut. Bila masuk ke dalam tubuh, maka imunitas kita akan melakukan tugasnya. Hal ini seperti \u2018melatih\u2019 daya tahan tubuh agar memiliki memori melawan virus tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama halnya seperti ketika kita kemasukan virus flu biasa, imunitas kita melawannya dan menyebabkan beberapa gejala seperti demam dan nyeri otot. Hal ini justru sedang menunjukkan kalau daya tahan tubuh kita bekerja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, masih banyak yang sering keliru mengira bahwa vaksin malah menyebabkan sakit. Padahal, efek samping ini tidak berlangsung lama, bahkan memiliki variasi efek samping yang berbeda, tergantung kondisi tubuh mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Efek samping vaksin yang paling ringan<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2258\" aria-describedby=\"caption-attachment-2258\" style=\"width: 1880px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2258\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/suntik-vaksin.jpeg\" alt=\"\" width=\"1880\" height=\"1253\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/suntik-vaksin.jpeg 1880w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/suntik-vaksin-300x200.jpeg 300w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/suntik-vaksin-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/suntik-vaksin-768x512.jpeg 768w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/suntik-vaksin-1536x1024.jpeg 1536w\" sizes=\"(max-width: 1880px) 100vw, 1880px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2258\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/photo\/man-in-black-shirt-getting-vaccinated-9386003\/\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian besar efek samping yang terjadi berskala ringan hingga sedang. Durasinya pun mayoritas tidak melebihi H+1. Bila kita dalam kondisi yang prima, tidak akan merasakan dampak yang signifikan, seperti:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Mengantuk<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Efek samping lainnya yang tergolong ringan, yaitu mengantuk. Oleh karena itu ketika melakukan vaksinasi, kita mendapat anjuran untuk istirahat saja alih-alih beraktivitas terlalu intens. Karena ada potensi reaksi tubuh kita yang merasa lelah dan serasa ingin tidur lebih banyak.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Merasa lapar<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang yang sudah vaksin, mengalami rasa lapar yang lebih sering. Hal ini bisa terjadi satu sampai beberapa hari. Namun, perilaku makan memang bisa terbentuk dari sebuah pola. Jadi, kalau kita mengalami ini lebih dari satu minggu, ada baiknya mengelola dengan mengatur pola makan kita atau melakukan intermittent fasting agar kebiasaan makan bisa reset kembali.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Efek samping vaksin level sedang<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2259\" aria-describedby=\"caption-attachment-2259\" style=\"width: 867px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2259\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/suhu-tubuh.jpeg\" alt=\"\" width=\"867\" height=\"1300\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/suhu-tubuh.jpeg 867w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/suhu-tubuh-200x300.jpeg 200w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/suhu-tubuh-683x1024.jpeg 683w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/suhu-tubuh-768x1152.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 867px) 100vw, 867px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2259\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/photo\/person-holding-thermometer-3873175\/\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat juga beberapa dampak setelah vaksin yang cukup terasa seperti simptom penyakit. Namun, sebenarnya ini adalah reaksi imunitas yang umum terjadi pasca vaksinasi. Mayoritas gejala ini bisa hilang dalam kurun 1-24 jam. Di antaranya adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Reaksi lokal di lokasi suntikan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Layaknya suntikan vaksin pada umumnya, bisa menimbulkan rasa nyeri pada lokasi suntikan. Agar tidak menjadi-jadi, jangan lakukan kontak yang memberi rasa trauma pada posisi tersebut, seperti memijat atau memukul-mukulnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Demam<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Efek samping yang umum terjadi adalah demam. Ada yang berbarengan dengan rasa pusing dan ada juga yang tidak. Namun kondisi ini bisa segera kita atasi dengan minum obat pereda demam seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai anjuran dokter.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Nyeri otot atau nyeri sendi<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu dampak ikutan selain demam adalah rasa nyeri sendi. Hal ini merupakan efek yang wajar layaknya ketika imunitas kita sedang bekerja melawan virus. Sama halnya dengan demam, kondisi ini bila tidak bisa kita tahan bisa menggunakan obat pereda seperti parasetamol atau ibuprofen.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit kepala<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain demam, kondisi tubuh yang bisa terjadi adalah sakit kepala. Intensitasnya bisa ringan hingga sedang. Akan tetapi karena sakit kepala juga berhubungan dengan saraf, apabila terasa sangat mengganggu, maka jangan ragu untuk mencari pertolongan medis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Mual<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebalikan dari rasa lapar, kondisi yang terjadi bisa berupa rasa mual. Kita bisa menenangkannya dengan minuman hangat. Namun jika terjadi peningkatan gejala, segera hubungi dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Gatal dan ruam<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita juga bisa mengalami rasa gatal yang menyebabkan ruam sebagai dampak dari vaksin. Jangan khawatir, karena hal ini tidak akan berlangsung lama dan bisa kita atasi sendiri di rumah, atau berkonsultasi dengan petugas kesehatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara menghindari efek samping vaksin<\/span><\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2260\" aria-describedby=\"caption-attachment-2260\" style=\"width: 1880px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2260\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Istirahat-Cukup.jpeg\" alt=\"\" width=\"1880\" height=\"1254\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Istirahat-Cukup.jpeg 1880w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Istirahat-Cukup-300x200.jpeg 300w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Istirahat-Cukup-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Istirahat-Cukup-768x512.jpeg 768w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Istirahat-Cukup-1536x1025.jpeg 1536w\" sizes=\"(max-width: 1880px) 100vw, 1880px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2260\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/photo\/photo-of-woman-in-white-tank-top-lying-on-bed-923310\/\">Sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun dapat menyebabkan efek samping, ada beberapa anjuran yang bisa meminimalisir atau bahkan mencegahnya terjadi. Berikut ini beberapa di antaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wajib sarapan sebelum berangkat vaksin. Hal ini sesuai dengan anjuran medis dan menjaga kondisi tubuh fit.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak begadang dan memenuhi jam tidur baik sebelum dan sesudah vaksin.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjaga pola hidup sehat dengan cukup olahraga dan asupan yang tidak berlebihan. Hal ini untuk menjaga kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah dan kondisi internal lainnya, meski belum punya komorbid.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bila perlu, lakukan screening kesehatan lebih dulu secara lengkap. Meliputi gula darah, kadar kolesterol, asam urat dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bila memiliki komorbid atau penyakit bawaan, konsultasikan dengan dokter apakah boleh vaksin atau tidak.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya, vaksin sudah mendapatkan lampu hijau dari WHO dan juga Kementerian Kesehatan di masing-masing negara. Sehingga penggunaannya tidak perlu kita ragukan. Apabila ada kabar yang beredar mengenai efek samping vaksin dan berat, hingga kini kondisi tersebut masih belum mengarah sebagai dampak langsung vaksin sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi setiap orang berbeda-beda. Ada yang tidak mengalami efek apa-apa, gejala ringan atau bahkan agak berat. Bila kita kurang yakin, lakukan screening kesehatan dan konsultasi dengan dokter lebih dahulu. Jika tak ada kendala yang berarti, kita bisa menyegerakan vaksin untuk mendapatkan perlindungan ekstra dari potensi terpapar virus Covid-19 dan variannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila merasakan gejala efek samping yang tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk menyegerakan konsultasi pada dokter atau mengunjungi fasilitas kesehatan agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/syarat-vaksin-dan-booster\/\">Syarat Vaksin, Booster dan Dosis yang Perlu Diketahui<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui efek samping vaksin bukan untuk menakut-nakuti, akan tetapi agar kita bisa menyiapkan diri dan menghindari potensi gejala ringan yang timbul. Vaksin aman dan bisa memberikan perlindungan kita dari penyakit, karena telah teruji secara klinis.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sering menjadi pertanyaan masyarakat, tentang efek samping vaksin. Apalagi jika jenisnya baru, seperti vaksin Covid-19 belakangan ini.\u00a0 Efek samping memberikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2256,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[251,224,252],"class_list":["post-2255","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips","tag-vaksin","tag-vaksin-corona-di-indonesia","tag-vaksin-covid-19"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-04T11:18:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-02-05T06:57:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Efek-samping-vaksin.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1880\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1253\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/efek-samping-vaksin\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/efek-samping-vaksin\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya\",\"datePublished\":\"2022-02-04T11:18:43+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-05T06:57:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/efek-samping-vaksin\\\/\"},\"wordCount\":906,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/efek-samping-vaksin\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/02\\\/Efek-samping-vaksin.jpeg\",\"keywords\":[\"vaksin\",\"vaksin corona di Indonesia\",\"vaksin covid-19\"],\"articleSection\":[\"Tips\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/efek-samping-vaksin\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/efek-samping-vaksin\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/efek-samping-vaksin\\\/\",\"name\":\"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/efek-samping-vaksin\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/efek-samping-vaksin\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/02\\\/Efek-samping-vaksin.jpeg\",\"datePublished\":\"2022-02-04T11:18:43+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-05T06:57:10+00:00\",\"description\":\"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/efek-samping-vaksin\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/efek-samping-vaksin\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/efek-samping-vaksin\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/02\\\/Efek-samping-vaksin.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/02\\\/Efek-samping-vaksin.jpeg\",\"width\":1880,\"height\":1253},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/efek-samping-vaksin\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya -","description":"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya -","og_description":"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/","article_published_time":"2022-02-04T11:18:43+00:00","article_modified_time":"2022-02-05T06:57:10+00:00","og_image":[{"width":1880,"height":1253,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Efek-samping-vaksin.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya","datePublished":"2022-02-04T11:18:43+00:00","dateModified":"2022-02-05T06:57:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/"},"wordCount":906,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Efek-samping-vaksin.jpeg","keywords":["vaksin","vaksin corona di Indonesia","vaksin covid-19"],"articleSection":["Tips"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/","name":"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Efek-samping-vaksin.jpeg","datePublished":"2022-02-04T11:18:43+00:00","dateModified":"2022-02-05T06:57:10+00:00","description":"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Efek-samping-vaksin.jpeg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Efek-samping-vaksin.jpeg","width":1880,"height":1253},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/efek-samping-vaksin\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"8 Efek Samping Vaksin yang Sering Bikin Galau, Ternyata Begini Penjelasannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2255"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2255\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2279,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2255\/revisions\/2279"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}