{"id":2125,"date":"2022-01-25T02:54:45","date_gmt":"2022-01-25T02:54:45","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=2125"},"modified":"2022-01-25T03:05:03","modified_gmt":"2022-01-25T03:05:03","slug":"penyebaran-omicron-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/","title":{"rendered":"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena Omicron Indonesia kini kembali waspada. Dalam waktu yang singkat, penyebaran varian Covid-19 ini mulai bikin khawatir banyak pihak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Omicron mulai merebut perhatian dunia sejak pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Meski baru terdeteksi pada 24 November 2021 lalu, para ahli percaya bahwa Omicron telah ada sebelum konfirmasi dari WHO tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan penelitian, Omicron memiliki sifat penularan yang lebih tinggi dibandingkan varian-varian pendahulunya, seperti Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Tak heran bila saat ini dunia sedang waspada tinggi mengingat jumlah penderita terus bertambah dalam jumlah yang sangat pesat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu juga dengan keberadaannya di Indonesia, yang saat ini penderitanya telah mencapai angka ribuan. Bagaimana penyebaran varian Omicron Indonesia dan bagaimana cara mencegahnya menurut para ahli?<\/span><\/p>\n<h2>Penularan Omicron Indonesia pesat, Jakarta paling terdampak<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2127\" aria-describedby=\"caption-attachment-2127\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2127 size-full\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Jakarta-Indonesia.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Jakarta-Indonesia.jpg 800w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Jakarta-Indonesia-300x188.jpg 300w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Jakarta-Indonesia-768x480.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2127\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/images.bisnis-cdn.com\/posts\/2022\/01\/18\/1490312\/antarafoto-peningkatan-pasien-covid-19-140122-adm-4.jpg\">sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga Kamis, 20 Januari 2022, Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa total kasus penularan virus Corona varian Omicron telah mencapai angka 1.078 kasus. 756 di antaranya merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri (PPLN), sisanya sebanyak 257 merupakan non PPLN atau transmisi lokal dan 65 belum belum diketahui asal muasalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari semua penyebaran Omicron Indonesia, Jakarta merupakan area yang sangat terdampak varian Covid-19 ini. Lima wilayahnya kini masuk dalam \u2018Zona Merah\u2019 yang meliputi daerah Kalideres, Kebon Jeruk, Kebayoran Baru, Cilandak, dan Senen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hal yang mengejutkan mengingat Jakarta merupakan pintu masuk, terutama pelaku perjalanan luar negeri. Namun dengan masifnya tingkat penularan Omicron Indonesia, semua pihak wajib waspada.<\/span><\/p>\n<h2>Sudah mulai terdeteksi di berbagai daerah<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persebaran Omicron Indonesia sendiri tampaknya sudah mulai merembet ke mana-mana. Pada tanggal 15 Januari 2022, tiga warga Desa Banjararum, Singosari, Malang, Jawa Timur terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron. Ketiga suspect Covid-19 varian Omicron kemudian menjalani isolasi terpusat di Rusunawa Kepanjen sementara puluhan warga menjalani pemeriksaan terkait kontak erat dengan pasien terpapar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya di Malang, Omicron pun juga terdeteksi di berbagai daerah, seperti Kabupaten Bogor, Tangerang Selatan, Bandung, Surabaya, hingga Medan, Sumatera Utara.<\/span><\/p>\n<h2>Penularan Omicron Indonesia segera mencapai puncaknya<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2128\" aria-describedby=\"caption-attachment-2128\" style=\"width: 626px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2128\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/covid-19-coronavirus.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"313\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/covid-19-coronavirus.jpg 626w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/covid-19-coronavirus-300x150.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2128\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/premium-photo\/covid-19-coronavirus-with-copy-space-3d-render_9829942.htm#query=virus&amp;position=11&amp;from_view=search\">sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatnya Omicron Indonesia menjadi pekerjaan rumah yang maha berat bagi semua pihak, khususnya pemerintah. Diperkirakan, puncak penularan kasus Covid-19 varian B.1.1.529 tersebut bakal mencapai puncaknya pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkiraan ini tidak lepas dari pandangan terhadap sejumlah negara yang juga menghadapi badai Omicron. Sebagian besar mengalami puncaknya antara 35-65 hari sejak kasus pertama ditemukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai langkah dilakukan untuk membendung penyebaran Omicron. Mulai dengan menutup pintu kedatangan bagi Warga Negara Asing, karantina bagi para pendatang luar negeri, dan banyak lagi lainnya.<\/span><\/p>\n<h2>Pesan dari Presiden Joko Widodo dalam menghadapi Omicron<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2123\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM.jpeg\" alt=\"Infograis Tentang Omicron Indonesia - GSI\" width=\"904\" height=\"1280\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM.jpeg 904w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-212x300.jpeg 212w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-723x1024.jpeg 723w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/WhatsApp-Image-2022-01-20-at-3.29.15-PM-768x1087.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 904px) 100vw, 904px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatnya penularan varian Omicron di Indonesia turut menyita perhatian Presiden Joko Widodo. Dalam pernyataan resminya, pria yang akrab disapa Jokowi tersebut mengajak masyarakat terus waspada terhadap naiknya kasus penularan. Meski begitu, ia menghimbau agar tidak ada reaksi berlebihan agar tidak menimbulkan ketakutan dan kepanikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski tergolong ringan, Presiden Jokowi menekankan agar masyarakat jangan jemawa dan jangan gegabah. Mereka yang bisa bekerja dari rumah, untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">work from home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain itu, andai tidak ada urusan yang mendesak, Presiden meminta agar tidak bepergian ke luar negeri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia juga menekankan pentingnya vaksinasi untuk berjuang melawan pandemi, terutama varian Omicron Indonesia. Bagi yang sudah mendapatkan dua kali vaksin, segera cari vaksin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">booster<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2>Gejala-gejala Omicron yang patut Anda waspadai<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para ahli percaya bahwa vaksinasi bukanlah benteng terakhir sebagai perlindungan tubuh terhadap Omicron. Orang yang sudah mendapatkan suntikan atau booster pun masih tetap berpotensi terinfeksi Covid-19 varian B.1.1.529.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti varian-varian lain, penularan Omicron pada tubuh manusia juga disertai dengan beberapa gejala. Yang paling utama, menurut Dr. Kristina Hendija dari School of Medicine, University of Zagreb adalah demam selama satu atau dua hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala berikutnya adalah batuk-batuk, yang menjadi pertanda bahwa virus Covid-19 sudah sampai ke sistem saluran pernapasan. Hendija menggarisbawahi \u201cperilaku batuk Omicron di mana penderita berasa ingin mengeluarkan dahak namun tak bisa melakukannya sehingga batuk berkali-kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penderita Omicron juga akan merasakan kelelahan dan lemas. Namun menurut Hendija, sensasi tersebut lebih cepat mereda ketimbang rasa lelah akibat infeksi varian Delta. Selain itu, pasien Covid-19 Omicron juga akan merasa nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, hingga diare parah.<\/span><\/p>\n<h2>Cara mencegah Omicron menurut para ahli<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_2129\" aria-describedby=\"caption-attachment-2129\" style=\"width: 626px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2129\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Dokter-wanita.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Dokter-wanita.jpg 626w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Dokter-wanita-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2129\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/doctors-infectionist-research-covid-concept-satisfied-young-asian-female-doctor-receive-good-res_16992518.htm#query=virus%20prevent&amp;position=16&amp;from_view=search\">sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan makin besarnya penularan Omicron Indonesia, Anda wajib tahu apa saran para ahli untuk menghadapi varian B.1.1.529 ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan beberapa tips penting seperti di bawah ini:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selalu menjaga jarak dengan orang lain, minimal satu meter.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan masker secara baik, benar, dan disiplin, terutama di tempat-tempat dengan banyak orang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari ruangan yang ramai dan berventilasi buruk.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buka jendela untuk meningkatkan kualitas dan sirkulasi udara dalam ruangan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sering mencuci tangan dengan sabun dan air.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketahui tentang etika batuk dan bersin. Gunakan tisu untuk menutup mulut, kemudian lipat dan buang ke tempat sampah. Bila tidak ada tisu, gunakan siku tangan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vaksinasi Covid-19 dosis penuh.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tujuh langkah pencegahan Covid-19 varian Omicron di atas, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui keberadaan virus ini di dalam tubuh. Untuk itu, rutin lakukan pemeriksaan PCR atau swab antigen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini semakin mudah mendapatkan layanan PCR atau swab. Tanpa harus meninggalkan rumah, Anda bisa melakukannya secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">home service<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bersama PT GSI. Petugas akan datang untuk mengambil sampel dari tubuh dan memberitahukan hasilnya dalam waktu yang singkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PT GSI memiliki laboratorium tes PCR berstandar Biosafety Level (BSL) 2+ untuk memberikan layanan tes PCR secara cepat dan tepat. Dengan tarif layanan sesuai aturan pemerintah, Anda bisa mengetahui hasil pemeriksaan antara 12 sampai 24 jam setelah pengambilan sampel.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/tentang-omicron\/\">8 Hal Penting Tentang Omicron yang Perlu Anda Ketahui<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari hasil pemeriksaan, seseorang bisa menentukan langkah ke depan. Hal ini tentunya akan sangat membantu menekan angka penularan Omicron Indonesia sehingga bangsa ini akan semakin siap dan lebih kuat melewati masa pandemi.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karena Omicron Indonesia kini kembali waspada. Dalam waktu yang singkat, penyebaran varian Covid-19 ini mulai bikin khawatir banyak pihak. Omicron [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2126,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[235,219,241,343,245],"class_list":["post-2125","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-covid19","tag-covid-19","tag-nama-varian-baru-virus-corona","tag-omicron","tag-varian-virus-corona"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-25T02:54:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-25T03:05:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Penyebaran-Omicron-Indonesia.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"626\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"417\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyebaran-omicron-indonesia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyebaran-omicron-indonesia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli\",\"datePublished\":\"2022-01-25T02:54:45+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-25T03:05:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyebaran-omicron-indonesia\\\/\"},\"wordCount\":931,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyebaran-omicron-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/Penyebaran-Omicron-Indonesia.jpg\",\"keywords\":[\"#Covid19\",\"covid-19\",\"nama varian baru virus corona\",\"omicron\",\"varian virus corona\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyebaran-omicron-indonesia\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyebaran-omicron-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyebaran-omicron-indonesia\\\/\",\"name\":\"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyebaran-omicron-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyebaran-omicron-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/Penyebaran-Omicron-Indonesia.jpg\",\"datePublished\":\"2022-01-25T02:54:45+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-25T03:05:03+00:00\",\"description\":\"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyebaran-omicron-indonesia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyebaran-omicron-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyebaran-omicron-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/Penyebaran-Omicron-Indonesia.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/Penyebaran-Omicron-Indonesia.jpg\",\"width\":626,\"height\":417},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/penyebaran-omicron-indonesia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli -","description":"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli -","og_description":"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/","article_published_time":"2022-01-25T02:54:45+00:00","article_modified_time":"2022-01-25T03:05:03+00:00","og_image":[{"width":626,"height":417,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Penyebaran-Omicron-Indonesia.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli","datePublished":"2022-01-25T02:54:45+00:00","dateModified":"2022-01-25T03:05:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/"},"wordCount":931,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Penyebaran-Omicron-Indonesia.jpg","keywords":["#Covid19","covid-19","nama varian baru virus corona","omicron","varian virus corona"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/","name":"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Penyebaran-Omicron-Indonesia.jpg","datePublished":"2022-01-25T02:54:45+00:00","dateModified":"2022-01-25T03:05:03+00:00","description":"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Penyebaran-Omicron-Indonesia.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Penyebaran-Omicron-Indonesia.jpg","width":626,"height":417},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/penyebaran-omicron-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyebaran Omicron Indonesia dan Bagaimana Cara Mencegahnya Menurut Para Ahli"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2125","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2125"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2125\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2130,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2125\/revisions\/2130"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}