{"id":1830,"date":"2021-08-23T02:09:47","date_gmt":"2021-08-23T02:09:47","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=1830"},"modified":"2021-08-24T04:13:17","modified_gmt":"2021-08-24T04:13:17","slug":"parosmia-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/","title":{"rendered":"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu?"},"content":{"rendered":"<p>Semenjak pandemi berlangsung, kita mendengar istilah anosmia,\u00a0 yakni hilangnya sebagian atau seluruh indra penciuman. Istilah tersebut dikenal luas karena gejala paling umum bagi orang yang terinfeksi Covid-19. Akan tetapi, apakah pernah mendengar istilah parosmia?<\/p>\n<p>Meski sama-sama menjadi gangguan indra penciuman, anosmia dan parosmia memiliki dua gejala yang berbeda. Jika anosmia muncul di awal sebagai gejala Covid-19, maka Parosmia bisa muncul setelah kita sembuh dari paparan Corona.\u00a0Untuk mengetahui lebih lengkap mari kita simak penjelasan berikut!<\/p>\n<h2>Parosmia: membuat kita mencium bau busuk<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_1848\" aria-describedby=\"caption-attachment-1848\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1848 size-full\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/parosmia-ins.jpg\" alt=\"\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/parosmia-ins.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/parosmia-ins-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1848\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/media.30seconds.com\/tip\/lg\/Strange-Fishy-Smell-in-Your-House-Heres-What-That-Odor-Cou-15712-b84ba90f3c-1518823666.jpg\">Sumber Gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><em>WebMD <\/em>mengatakan, parosmia merupakan gangguan yang membuat penyintasnya mencium aroma yang berbeda, bahkan cenderung beraroma busuk. Padahal di sekitarnya tak ada yang memicu hal tersebut.<\/p>\n<p>Neuron sensorik olfaktorius pada reseptor bau di hidung tidak mendeteksi bau dan menerjemahkan ke otak tidak sebagaimana mestinya. Ini akan membuat sesuatu yang tercium enak menjadi bau busuk dan kurang menyenangkan. Sering kali penderita ketika mengendus buah segar dan matang, namun bisa beraroma sebaliknya seperti daging yang busuk. .<\/p>\n<h2>Parosmia sering terjadi karena infeksi virus<\/h2>\n<p>Parosmia yang disebabkan virus menyebabkan kerusakan pada neuron sensorik olfaktorius yang ada pada hidung. Kerusakan dapat terjadi akibat infeksi seperti infeksi virus atau pilek (termasuk virus Corona). Kerusakan pada bagian saraf otak yang memproses sensasi penciuman yang menyebabkan parosmia.<\/p>\n<p>Racun, bahan kimia berbahaya, kondisi neurologis, dan obat-obatan tertentu juga dapat mendistorsi atau menggangu indra penciuman kita. Beberapa penyebab lain parosmia selain virus adalah:<\/p>\n<p>Infeksi saluran pernapasan atas, seperti pilek, cedera kepala, iInfeksi sinus, tumor otak, mulut kering terus-menerus, infeksi bakteri, paparan kimia tertentu, . emoterapi hingga Covid-19.<\/p>\n<p>Untuk penderita Covid-19 walaupun jumlah yang mengalami parosmia tidak diketahui secara pasti jumlahnya. Menurut laporan dalam jurnal BDJ In Practice yang terbit pada Februari 2021 lalu, ditemukan sekitar 56 persen orang-orang dengan anosmia karena Covid-19 juga mengalami parosmia.<\/p>\n<h2>Cara parosmia terjadi pada tubuh<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_1834\" aria-describedby=\"caption-attachment-1834\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-1834 size-full\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Virus-Corona-Covid-19-Penyebaran-Gejala-dan-Perawatanpenyebaran-1024x683-1.jpg\" alt=\"\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Virus-Corona-Covid-19-Penyebaran-Gejala-dan-Perawatanpenyebaran-1024x683-1.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Virus-Corona-Covid-19-Penyebaran-Gejala-dan-Perawatanpenyebaran-1024x683-1-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1834\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/jovee.id\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Virus-Corona-Covid-19-Penyebaran-Gejala-dan-Perawatanpenyebaran-1024x683.jpg\">sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure>Menurut Dr. Jennifer Grayson, direktur penelitian asal Amerika Serikat, THT di <em>University of Alabama.<\/em> Parosmia bisa terjadi karena hidung yang tersumbat dan menyebabkan pembengkakan dan mencegah partikel bau mencapai saraf penciuman. Kemudian, infeksi virus melalui luka kecil saraf yang bernama fila. Luka pada bagian tersebut akan menimbulkan efek bau busuk. Terakhir, virus ini menyebabkan peradangan hingga ke otak menyebabkan kematian pada beberapa sel yang berhubung langsung dengan saraf penciuman.<\/p>\n<h2>Mengatasinya dengan melatih penciuman<\/h2>\n<p>Seiring waktu parosmia umumnya akan sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi beberapa orang akan merasa proses ini berjalan cukup lambat. Ketika mengalami ini kita dapat melatih penciuman untuk mempercepat penyembuhan.<\/p>\n<p><figure id=\"attachment_1836\" aria-describedby=\"caption-attachment-1836\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-1836 size-full\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/3623806672.jpg\" alt=\"\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/3623806672.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/3623806672-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1836\" class=\"wp-caption-text\">[<a href=\"https:\/\/assets.pikiran-rakyat.com\/crop\/0x0:0x0\/x\/photo\/2021\/08\/06\/3623806672.jpg\">sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure>Melatih mencium bau menurut HowStuffWorks, setidaknya ada empat bau yang dapat difokuskan untuk dilatiih. Empat jenis bau ini adalah harum buah, harum bunga, pedas,, dan resin. Kita dapat menggunakan objek seperti bunga mawar, lemon, cengkih, kayu manis, dan kayu putih. Lakukan ini selama 10 sampai 20 detik dan diulang beberapa kali.<\/p>\n<h2>Belum diketahui efek parosmia setelah Covid-19 dapat dihilangkan atau tidak<\/h2>\n<p>Para peneliti dan ahli belum memastikan terkait jangka waktu seseorang dapat mengalami parosmia akibat Covid-19. Kondisi ini akan permanen atau tidak, juga belum dapat disimpulkan. Ini mengingat bekum banyak penelitian yang menjelaskan fenomena ini. Namun, diperkirakan paling lama kemampuan penciuman akan kembali dalam kurun waktu satu tahun.<\/p>\n<p>Bila kamu mengalami parosmia pasca covid-19 ada baiknya untuk memeriksa diri ke dokter. Akan tetapi, walaupun lebih jarang, parosmia juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis seperti tumor otak, polip sinus, atau tanda awal dari kondisi neurologis tertentu. Jadi, bila mengalami perubahan pada indra penciuman, sebaiknya periksakan diri kita pada dokter.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semenjak pandemi berlangsung, kita mendengar istilah anosmia,\u00a0 yakni hilangnya sebagian atau seluruh indra penciuman. Istilah tersebut dikenal luas karena gejala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1847,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[269,309],"class_list":["post-1830","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-anosmia","tag-parosmia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu? -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu? -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-23T02:09:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-08-24T04:13:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/parosmia-FI.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/parosmia-covid-19\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/parosmia-covid-19\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu?\",\"datePublished\":\"2021-08-23T02:09:47+00:00\",\"dateModified\":\"2021-08-24T04:13:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/parosmia-covid-19\\\/\"},\"wordCount\":581,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/parosmia-covid-19\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/parosmia-FI.jpg\",\"keywords\":[\"anosmia\",\"parosmia\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/parosmia-covid-19\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/parosmia-covid-19\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/parosmia-covid-19\\\/\",\"name\":\"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu? -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/parosmia-covid-19\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/parosmia-covid-19\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/parosmia-FI.jpg\",\"datePublished\":\"2021-08-23T02:09:47+00:00\",\"dateModified\":\"2021-08-24T04:13:17+00:00\",\"description\":\"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/parosmia-covid-19\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/parosmia-covid-19\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/parosmia-covid-19\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/parosmia-FI.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/parosmia-FI.jpg\",\"width\":663,\"height\":382},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/parosmia-covid-19\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu? -","description":"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu? -","og_description":"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu?","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/","article_published_time":"2021-08-23T02:09:47+00:00","article_modified_time":"2021-08-24T04:13:17+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/parosmia-FI.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu?","datePublished":"2021-08-23T02:09:47+00:00","dateModified":"2021-08-24T04:13:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/"},"wordCount":581,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/parosmia-FI.jpg","keywords":["anosmia","parosmia"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/","name":"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu? -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/parosmia-FI.jpg","datePublished":"2021-08-23T02:09:47+00:00","dateModified":"2021-08-24T04:13:17+00:00","description":"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/parosmia-FI.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/parosmia-FI.jpg","width":663,"height":382},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/parosmia-covid-19\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Setelah Terpapar Covid-19 Bisa Alami Parosmia, Apakah Itu?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1830","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1830"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1830\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1849,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1830\/revisions\/1849"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1830"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}