{"id":1580,"date":"2021-07-21T09:51:50","date_gmt":"2021-07-21T09:51:50","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=1580"},"modified":"2021-07-21T09:51:50","modified_gmt":"2021-07-21T09:51:50","slug":"latihan-memulihkan-anosmia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/","title":{"rendered":"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut"},"content":{"rendered":"<p>Ketika terinfeksi virus Corona umumnya hal yang biasa dirasakan adalah kehilangan indra penciuman atau biasa disebut anosmia. Kerap kali berbagai cara dilakukan walaupun sebagian akan pulih dengan sendirinya. Sebenarnya kita dapat secara sederhana memulihkan indra penciuman ketika menjalani isolasi mandiri di rumah.<\/p>\n<p>Anosmia memang kerap mengganggu aktivitas, terutama akan menurunkan nafsu makan bagi sebagian orang. Dokter spesialis paru dr Riyadi Sutarto dari RSUP Persahabatan mengatakan gejala anosmia dapat diatasi dengan terapi penciuman menggunakan bahan-bahan dengan aroma kuat. Berikut ini beberapa alternatif yang sering efektif untuk digunakan.<\/p>\n<h2>Latihan mencium bau<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_1581\" aria-describedby=\"caption-attachment-1581\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1581 size-full\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/anosmia.jpg\" alt=\"\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/anosmia.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/anosmia-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1581\" class=\"wp-caption-text\">latihan mencium bau [<a href=\"https:\/\/images.bisnis-cdn.com\/posts\/2021\/06\/07\/1402217\/anosmia.jpg\">sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure>Bagi anda yang tengah kesusahan akibat anosmia latihan mencium bau adalah salah satu cara yang paling efektif. Gunakan empat jenis benda yang memiliki aroma tajam dan spesifik di rumah. Jika menginginkan yang lebih praktis, dapat menggunakan minyak atsiri atau essential oil.<\/p>\n<p>Lakukan hal tersebut secara berulang-ulang secara rutin, setidaknya lakukan ini tiga kali sehari dalam enam minggu. Latihan ini akan lebih efektif jika anda menggunakan bahan yang sama setiap hari. Temukan beberapa bahan yang mudah anda temui di rumah seperti kopi, bunga, kayu putih, atau cengkeh. Cuci hidung secara teratur juga bisa menunjang pemulihan dan keampuhan terapi ini.<\/p>\n<h2>Lemon<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_1510\" aria-describedby=\"caption-attachment-1510\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-1510 size-full\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/lemon.jpg\" alt=\"\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/lemon.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/lemon-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1510\" class=\"wp-caption-text\">buah lemon [<a href=\"https:\/\/images.bisnis-cdn.com\/thumb\/posts\/2021\/02\/04\/1352413\/20170313lemons-2100124_640.jpg?w=600&amp;h=400\">sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure>Jeruk lemon selain memiliki rasa yang nikmat, juga mengandung vitamin C, antioksidan, dan zat mikroba yang dapat menyembuhkan anosmia secara alami. Aroma lemon juga dapat kita gunakan dengan bahan lain seperti kopi, kayu putih dan benda lain secara bersamaan.<\/p>\n<p>Dengan melakukan latihan mengendus atau membaui benda-benda tersebut akan mempercepat kesembuhan pasien postitif Covid-19 dari anosmia. Jika sudah puas menghirup aromanya, buahnya pun bisa dipakai sebagai supply vitamin C dan anti oksidan alami untuk mempercepat penyembuhan.<\/p>\n<h2>Jahe<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_1582\" aria-describedby=\"caption-attachment-1582\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-1582 size-full\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jahe.jpg\" alt=\"\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jahe.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/jahe-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1582\" class=\"wp-caption-text\">jahe sebagai obat anosmia [<a href=\"https:\/\/img.jakpost.net\/c\/2018\/04\/03\/2018_04_03_43229_1522718369._large.jpg\">sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><br \/>\nSelain memiliki banyak manfaat tanaman jahe juga memiliki aroma yang kuat, kandungan ginerol dalam jahe tersebut yang membuatnya memiliki aroma yang strong. Sebagai bahan herbal, jahe juga dapat mengatasi hidung tersumbat yang menyebabkan anosmia.<\/p>\n<p>Cara terbaik menggunakan jahe adalah dengan mengupasnya, sedikit digeprek dan seduh dengan air panas selama 10 sampai 15 menit. Hirup aroma jahe atau dapat juga dengan meminum air seduhan tersebut setiap hari untuk mempercepat penyembuhan anosmia.<\/p>\n<h2>Bawang putih<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_1583\" aria-describedby=\"caption-attachment-1583\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1583 size-full\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/garlic-growing-guide.jpg\" alt=\"\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/garlic-growing-guide.jpg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/garlic-growing-guide-300x173.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1583\" class=\"wp-caption-text\">bawang putih [<a href=\"https:\/\/eng.kppu.go.id\/wp-content\/uploads\/garlic-growing-guide.jpg\">sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><br \/>\nRempah satu ini memang banyak kita temui sebagai bahan penyedap setiap makanan. Bawang putih sudah menjadi bumbu wajib pada setiap dapur masyarakat Indonesia. Sebagai obat penyembuh anosmia bawang putih memiliki zat risinoleat yang bersifat antiperadangan dan antibakteri.<\/p>\n<p>Penggunaannya juga cukup mudah. Kita hanya perlu menyiapkan beberapa siung lalu geprek dan seduh dengan air panas, atau direbus selama dua menit. Namun sebelum mencoba meminum rempah ini ada baiknya berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu. Selain diminum, kita juga bisa melakukan terapi dengan hanya mengendusnya saja.<\/p>\n<h2>Cabai<\/h2>\n<p><figure id=\"attachment_1584\" aria-describedby=\"caption-attachment-1584\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1584 size-full\" src=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/cabe.jpeg\" alt=\"\" width=\"663\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/cabe.jpeg 663w, https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/cabe-300x173.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1584\" class=\"wp-caption-text\">cabai mudah ditemui di setiap rumah [<a href=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2019\/07\/14\/db4021e1-fd64-4811-94f8-08c699d2c998_169.jpeg?w=700&amp;q=90\">sumber gambar<\/a>]<\/figcaption><\/figure><br \/>\nSalah satu panganan wajib orang Indonesia ini selain sebagai penambah selera makan ternya memiliki banyak manfaat. Cabai seperti rawit atau cabai merah selain mengandung vitamin C yang tinggi. Siapa sangka juga merupakan salah satu cara mengembalikan indra penciuman.<\/p>\n<p>Meskipun ini bukan obat yang teruji secara klinis, namun kandungan apsaisin pada cabai ampuh membersihkan hidung tersumbat. Banyak dari kita bahkan sengaja mengonsumsi makanan pedas ketika flu untuk melancarkan hidung yang tersumbat. Ketika anda menggunakan sebagai obat anosmia campurkan cabai dengan air hangat atau madu agar tidak terlalu pedas. Konsultasikan lebih dulu dengan dokter jika kita ingin mencoba metode ini, agar memperoleh gambaran kondisi yang mungkin terjadi.<\/p>\n<p>Itulah berbagai macam benda yang pasti mudah kita temukan di rumah ketika harus menjalani isolasi mandiri dan mengalami anosmia. Jangan lupa untuk menunjang kesembuhan dengan menikmati sinar matahari, menjaga pikiran agar tetap happy, istirahat cukup dan konsumsi makanan yang bergizi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika terinfeksi virus Corona umumnya hal yang biasa dirasakan adalah kehilangan indra penciuman atau biasa disebut anosmia. Kerap kali berbagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":823,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[269,268],"class_list":["post-1580","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips","tag-anosmia","tag-cara-sembuhkan-anosmia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-21T09:51:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Long-Covid-isi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"gilang Ayu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/latihan-memulihkan-anosmia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/latihan-memulihkan-anosmia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"gilang Ayu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\"},\"headline\":\"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut\",\"datePublished\":\"2021-07-21T09:51:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/latihan-memulihkan-anosmia\\\/\"},\"wordCount\":631,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/latihan-memulihkan-anosmia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/Long-Covid-isi.jpg\",\"keywords\":[\"anosmia\",\"cara sembuhkan anosmia\"],\"articleSection\":[\"Tips\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/latihan-memulihkan-anosmia\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/latihan-memulihkan-anosmia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/latihan-memulihkan-anosmia\\\/\",\"name\":\"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/latihan-memulihkan-anosmia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/latihan-memulihkan-anosmia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/Long-Covid-isi.jpg\",\"datePublished\":\"2021-07-21T09:51:50+00:00\",\"description\":\"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/latihan-memulihkan-anosmia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/latihan-memulihkan-anosmia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/latihan-memulihkan-anosmia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/Long-Covid-isi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/Long-Covid-isi.jpg\",\"width\":663,\"height\":382},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/latihan-memulihkan-anosmia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac\",\"name\":\"gilang Ayu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi\",\"caption\":\"gilang Ayu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/gilang\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut -","description":"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut -","og_description":"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/","article_published_time":"2021-07-21T09:51:50+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Long-Covid-isi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"gilang Ayu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"gilang Ayu","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/"},"author":{"name":"gilang Ayu","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac"},"headline":"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut","datePublished":"2021-07-21T09:51:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/"},"wordCount":631,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Long-Covid-isi.jpg","keywords":["anosmia","cara sembuhkan anosmia"],"articleSection":["Tips"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/","name":"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Long-Covid-isi.jpg","datePublished":"2021-07-21T09:51:50+00:00","description":"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Long-Covid-isi.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Long-Covid-isi.jpg","width":663,"height":382},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/latihan-memulihkan-anosmia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Latihan Memulihkan Anosmia dengan Bahan-bahan Berikut"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/53cff5d22a75f3e659772e62ddbb97ac","name":"gilang Ayu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aebea9d15a1829652f14476e594a6d97bf595c0a67f1419cd1577b8856068a15?s=96&d=initials&r=g&initials=gi","caption":"gilang Ayu"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/gilang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1580","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1580"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1580\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1588,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1580\/revisions\/1588"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1580"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1580"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1580"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}