{"id":1565,"date":"2021-07-17T04:09:19","date_gmt":"2021-07-17T04:09:19","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=1565"},"modified":"2021-07-17T04:09:19","modified_gmt":"2021-07-17T04:09:19","slug":"gejala-covid-setelah-vaksin-pertama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/","title":{"rendered":"Gejala Covid Setelah Vaksin Pertama Adalah Bersin, Benarkah?"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Gejala Covid setelah vaksin pertama ternyata hampir mirip dengan flu biasa.<\/p>\n<p>Secara dramatis pemberian vaksin virus corona dapat membantu menurunkan atau mengurangi potensi risiko tertular Covid 19.<\/p>\n<p>Namun memang hal itu mungkin saja terjadi, terutama pada jeda waktu antara dua vaksinasi.<\/p>\n<h3><strong>Gejala Covid Setelah Vaksin Pertama, Hasil Studi<\/strong><\/h3>\n<p>Studi baru yang dilakukan oleh para periset di King&#8217;s College (London) yang memantau gejala-gejala Covid 19 yang muncul setelah vaksinasi.<\/p>\n<p>Timnya memeriksa data sekitar 1,1 juta orang yang telah divaksinasi antara Desember 2020 hingga pertengahan Mei 2021 untuk menilai atau melihat frekuensi dan sifat infeksi tersebut.<\/p>\n<p>Hasilnya ditemukan, setelah vaksinasi sekitar 2.278 orang dewasa memiliki hasil tes positifd (0,2%). Untuk mereka yang sudah vaksinasi lengkap dengan dua dosis, ada sekitar 187 orang (0,03%) yang masih tertular penyakit ini.<\/p>\n<p>Para peneliti King&#8217;s College tersebut melihat secara detail gejala-gejalanya dengan menggunakan ZOE Covid Symptom Study.<\/p>\n<p>Mereka juga berhasil mengidentifikasi sejumlah gejala yang perlu diwaspadai setelah Anda divaksinasi, yang kadang gejala tersebut tidak mungkin muncul bila dikaitkan dengan gejala Covid 19 pada umumnya.<\/p>\n<h3><strong>Ini Dia Gejala Covid Setelah Vaksinasi, Menurut Studi<\/strong><\/h3>\n<p><strong>Bersin <\/strong><\/p>\n<p>Dari hasil laporan studi tersebut, bersin merupakan gejala yang paling sering muncul pada orang-orang yang telah divaksinasi dibandingkan dengan orang yang belum divaksinasi. Sekitar 24% (&lt; 60 tahun) yang mengalami bersin setelah vaksinasi.<\/p>\n<p>Temuan lainnya, yang telah divaksin kemungkinan tidak mengalami gejala awal Covid pada umumnya (seperti batuk) saat terinfeksi. Kondisi ini berbeda dengan mereka yang terinfeksi Covid sebelum divaksinasi.<\/p>\n<p><strong>Sesak napas<\/strong><\/p>\n<p>Gejala yang satu ini memang dapat disebabkan oleh penyakit lainnya. Salah satunya adalah Covid 19. Jika Anda mengalami sesak napas atau terasa terengah-engah, sebaiknya lakukan tes swab untuk memastikan terinfeksi atau tidak.<\/p>\n<p>Orang-orang yang telah menerima vaksin yang tertular Covid 19, juga mengalami sesak napas.<\/p>\n<p>Namun yang paling penting adalah peran vaksinasi. Bila Anda sudah menerima vaksin dan terinfeksi Covid 19, gejalanya akan lebih ringan dibandingkan yang belum menerima vaksin.<\/p>\n<p><strong>Telinga berdenging<\/strong><\/p>\n<p>Gejala ini bisa juga muncul pada penderita Covid 19 yang belum menerima vaksin. Telinga berdenging terus menerus (tinitus) dan memengaruhi pendengaran.<\/p>\n<p>Tinitus bisa muncul pada Anda yang telah divaksin baru-baru saja dan mungkin vaksinnya belum bekerja secara efektif.<\/p>\n<p><strong>Kelenjar bengkak<\/strong><\/p>\n<p>Kelenjar yang dimaksud disini adalah kelenjar getah bening yang ada pada ketiak atau leher. Gejala ini biasanya akan mereda dalam beberapa hari namun juga bisa menjadi kemungkinan tanda adanya infeksi.<\/p>\n<h3><strong>Mewaspadai Gejala <\/strong><\/h3>\n<p>Dari studi yang sama, orang-orang yang sudah menerima vaksin dan belum vaksin, memiliki gejala yang mirip. Namun, yang sudah divaksin merasakan gejala yang lebih singkat dan ringan.<\/p>\n<p>Gejala Covid 19 pada Anda yang telah menerima vaksin lengkap, biasanya lebih ringan dan proses pemulihannya lebih cepat.<\/p>\n<p>Dari studi yang sama, gejala Covid 19 setelah mendapat <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/positif-covid-setelah-vaksin-pertama-kapan-vaksin-kedua\/\">satu dosis vaksinasi<\/a>, antara lain sakit kepala, pilek, sakit tenggorokan, bersin dan batuk terus menerus.<\/p>\n<p>Munculnya varian Delta yang lebih mudah menular membuat lonjakan kasus Covid-19 yang bahkan dapat mengenai kalangan anak muda yang sudah menerima vaksin dan belum divaksin. Kondisi ini melanda beberapa negara seperti Eropa, Inggris dan Amerika Serikat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Gejala Covid setelah vaksin pertama ternyata hampir mirip dengan flu biasa. Secara dramatis pemberian vaksin virus corona dapat membantu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":1566,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[256,246,220,221,242,247,222,252],"class_list":["post-1565","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cara-pakai-masker-dobel","tag-covid-19-varian-delta","tag-gsi-lab","tag-pcr-drive-thru","tag-pcr-gratis","tag-pcr-kumur","tag-tes-antibodi","tag-vaksin-covid-19"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Gejala Covid Setelah Vaksin Pertama Adalah Bersin, Benarkah? -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gejala Covid setelah vaksin pertama ternyata hampir mirip dengan flu biasa. Bila ingin cek kadar antibodi, lakukan aja di GSI Lab.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gejala Covid Setelah Vaksin Pertama Adalah Bersin, Benarkah? -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gejala Covid setelah vaksin pertama ternyata hampir mirip dengan flu biasa. Bila ingin cek kadar antibodi, lakukan aja di GSI Lab.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-17T04:09:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Gejala-Covid-setelah-vaksin-pertama-bersin.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6d28a198f4fac6776b7407aff37a377f\"},\"headline\":\"Gejala Covid Setelah Vaksin Pertama Adalah Bersin, Benarkah?\",\"datePublished\":\"2021-07-17T04:09:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\\\/\"},\"wordCount\":483,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/Gejala-Covid-setelah-vaksin-pertama-bersin.jpg\",\"keywords\":[\"cara pakai masker dobel\",\"covid-19 varian delta\",\"GSI Lab\",\"PCR drive thru\",\"PCR gratis\",\"pcr kumur\",\"tes antibodi\",\"vaksin covid-19\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\\\/\",\"name\":\"Gejala Covid Setelah Vaksin Pertama Adalah Bersin, Benarkah? -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/Gejala-Covid-setelah-vaksin-pertama-bersin.jpg\",\"datePublished\":\"2021-07-17T04:09:19+00:00\",\"description\":\"Gejala Covid setelah vaksin pertama ternyata hampir mirip dengan flu biasa. Bila ingin cek kadar antibodi, lakukan aja di GSI Lab.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/Gejala-Covid-setelah-vaksin-pertama-bersin.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/Gejala-Covid-setelah-vaksin-pertama-bersin.jpg\",\"width\":2000,\"height\":1333,\"caption\":\"Gejala Covid setelah vaksin pertama - bersin\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gejala Covid Setelah Vaksin Pertama Adalah Bersin, Benarkah?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6d28a198f4fac6776b7407aff37a377f\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/90a4989184b386bb5e179e29798d9315e85c3a8a51bdb66336f73ba212a5b3f9?s=96&d=initials&r=g&initials=ad\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/90a4989184b386bb5e179e29798d9315e85c3a8a51bdb66336f73ba212a5b3f9?s=96&d=initials&r=g&initials=ad\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/90a4989184b386bb5e179e29798d9315e85c3a8a51bdb66336f73ba212a5b3f9?s=96&d=initials&r=g&initials=ad\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gejala Covid Setelah Vaksin Pertama Adalah Bersin, Benarkah? -","description":"Gejala Covid setelah vaksin pertama ternyata hampir mirip dengan flu biasa. Bila ingin cek kadar antibodi, lakukan aja di GSI Lab.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gejala Covid Setelah Vaksin Pertama Adalah Bersin, Benarkah? -","og_description":"Gejala Covid setelah vaksin pertama ternyata hampir mirip dengan flu biasa. Bila ingin cek kadar antibodi, lakukan aja di GSI Lab.","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/","article_published_time":"2021-07-17T04:09:19+00:00","og_image":[{"width":2000,"height":1333,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Gejala-Covid-setelah-vaksin-pertama-bersin.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/6d28a198f4fac6776b7407aff37a377f"},"headline":"Gejala Covid Setelah Vaksin Pertama Adalah Bersin, Benarkah?","datePublished":"2021-07-17T04:09:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/"},"wordCount":483,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Gejala-Covid-setelah-vaksin-pertama-bersin.jpg","keywords":["cara pakai masker dobel","covid-19 varian delta","GSI Lab","PCR drive thru","PCR gratis","pcr kumur","tes antibodi","vaksin covid-19"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/","name":"Gejala Covid Setelah Vaksin Pertama Adalah Bersin, Benarkah? -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Gejala-Covid-setelah-vaksin-pertama-bersin.jpg","datePublished":"2021-07-17T04:09:19+00:00","description":"Gejala Covid setelah vaksin pertama ternyata hampir mirip dengan flu biasa. Bila ingin cek kadar antibodi, lakukan aja di GSI Lab.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Gejala-Covid-setelah-vaksin-pertama-bersin.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Gejala-Covid-setelah-vaksin-pertama-bersin.jpg","width":2000,"height":1333,"caption":"Gejala Covid setelah vaksin pertama - bersin"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-covid-setelah-vaksin-pertama\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gejala Covid Setelah Vaksin Pertama Adalah Bersin, Benarkah?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/6d28a198f4fac6776b7407aff37a377f","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/90a4989184b386bb5e179e29798d9315e85c3a8a51bdb66336f73ba212a5b3f9?s=96&d=initials&r=g&initials=ad","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/90a4989184b386bb5e179e29798d9315e85c3a8a51bdb66336f73ba212a5b3f9?s=96&d=initials&r=g&initials=ad","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/90a4989184b386bb5e179e29798d9315e85c3a8a51bdb66336f73ba212a5b3f9?s=96&d=initials&r=g&initials=ad","caption":"admin"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1565","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1565"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1565\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1567,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1565\/revisions\/1567"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1566"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1565"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1565"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1565"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}