{"id":1330,"date":"2021-05-02T03:26:36","date_gmt":"2021-05-02T03:26:36","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.tanyadna.id\/?p=1330"},"modified":"2021-05-02T03:26:36","modified_gmt":"2021-05-02T03:26:36","slug":"antibodi-covid-19-setelah-vaksin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/","title":{"rendered":"Antibodi Covid-19 Setelah Vaksin Bertahan Berapa Lama?"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Antibodi Covid-19 setelah vaksin secara lengkap dapat terbentuk guna membantu meningkatkan atau memperbaiki sistem pertahan tubuh atau sistem imun.<\/p>\n<p>Daya tahan tubuh ini sangat bermanfaat untuk dapat berperang melawan virus, bakteri dan lainnya.<\/p>\n<h3><strong>Antibodi dan Vaksin<\/strong><\/h3>\n<p>Menurut World Health Organization (WHO), setelah melakukan vaksin Covid 19 antibodi tidak bisa langsung muncul. Tubuh memerlukan waktu untuk membentuknya.<\/p>\n<p>Indonesia juga tengah melakukan program vaksinasi Covid 19. Vaksin ini dilakukan dua kali atau dua dosis. Jarak vaksin pertama dan kedua cukup lama, yaitu 14 hari.<\/p>\n<p>Setelah vaksin mungkin banyak yang masih bertanya berapa lama antibodi terbentuk agar tubuh dapat melawan corona? Apa masih bisa terkena Covid 19 setelah vaksin?<\/p>\n<p>Seusai vaksin lengkap, tubuh tidak langsung otomatis kebal terhadap virus corona, karena vaksin memerlukan waktu untuk bekerja dalam tubuh.<\/p>\n<p>Mengutip dari beberapa sumber, antibodi yang terbentuk setelah vaksin pertama mencapai 67 persen. Setelah menerima dosis kedua yang disuntikkan 14 hari kemudian maka antibodi bisa mencapai 99 persen. Kondisi ini pada Anda yang menerima vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia.<\/p>\n<p>Tetapi Anda perlu tahu, setiap vaksin memiliki rentang waktu penyuntikan yang berbeda-beda. Seperti Sinovac, sekitar 14 hari. Sedangkan vaksin Astrazeneca memiliki rentang waktu 21 hari, dan ada juga yang 28 hari.<\/p>\n<h3><strong>Antibodi Covid-19 Setelah Vaksin<\/strong><\/h3>\n<p>Prediksi antibodi covid setelah vaksin \u2013 terutama pascavaksin Sinovac \u2013 mampu bertahan hingga 12 bulan. Pihak lain menjelaskan tingkat antibodi pascavaksin Sinovac kemungkinan akan mengalami penurunan dalam tempo berbulan-bulan setelah vaksinasi lengkap.<\/p>\n<p>Namun masih ada kemungkinan sistem kekebalan dengan sel khususnya \u2013 limfosit B \u2013 atau sel B memori akan menyimpan informasi tentang virus ini dalam waktu yang cukup lama<\/p>\n<h3><strong>Terbentuk Dalam Waktu 14 Hari<\/strong><\/h3>\n<p>WHO juga memberikan konfirmasinya, respons imun yang baik akan muncul sekitar 2 minggu sejak dosis pertama.<\/p>\n<p>Bila Anda tidak melakukan vaksinasi lengkap (dua dosis) maka kemungkinan berisiko proses pembentukan antibodi untuk melindungi tubuh menjadi tidak optimal atau berkurang.<\/p>\n<p>Bila suntikan kedua atau dosis kedua tidak Anda lakukan, maka risikonya tidak tercapainya level proteksi yang cukup untuk berperang melawan Covid 19.<\/p>\n<p>Meskipun telah mendapat suntikan vaksin lengkap, kemungkinan peluang terpapar Covid 19 peluangnya masih ada. Namun, vaksin yang sudah Anda terima akan membuat sistem pertahanan pada tubuh sehingga <a href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/gejala-corona-virus-varian-baru-b-1-1-7-perlu-anda-kenali\/\">gejalanya<\/a> yang timbul tidak begitu berat ketimbang dengan orang yang belum melakukan vaksinasi.<\/p>\n<p>Hasil uji klinis menunjukkan, vaksin ini memberi dampak proteksi terhadap gejala Covid 19 yang berat atau gejala yang mematikan.<\/p>\n<p>Anda yang sudah sembuh dari infeksi virus, tubuh akan memiliki respons kekebalan tubuh dan daya proteksi terhadap penyakit tersebut. Sistem imun tubuh akan menghasilkan antibodi yang memiliki kemampuan mengenali si penyerang \u2013 dalam hal ini virus corona \u2013 jika menyerang tubuh kedua kalinya. Antibodi akan memiliki strategi tertentu untuk memeranginya.<\/p>\n<h3><strong>Perlukah Tes Antibodi Setelah Vaksin?<\/strong><\/h3>\n<p>Ada beberapa tes atau metode untuk mendiagnosis infeksi Covid 19. Salah satunya adalah PCR. <a href=\"https:\/\/www.gsilab.id\/id\/home\/\">PCR<\/a> ini akan melacak keberadaan virus dengan menangkap langsung material genetiknya.<\/p>\n<p>Cara lainnya adalah tes antibodi SARS-CoV-2 kuantitatif untuk mengukur kadar antibodi dalam tubuh terhadap infeksi virus corona.<\/p>\n<p>Tidak hanya Anda yang telah menerima vaksin lengkap, dokter akan melakukan tes antibodi pada Anda yang pernah terinfeksi, dan pada donor plasma konvalesen.<\/p>\n<p>Sampel pada tes antibodi ini adalah dengan mengambil darah dari pembuluh vena atau kapiler.<\/p>\n<p>Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang optimal, tes antibodi dapat Anda lakukan dalam kisaran \u00a028 hari hingga 35 hari setelah mendapatkan dosis kedua vaksin.<\/p>\n<p>Tetapi tes antibodi hanya untuk membantu menilai kadar antibodi dalam tubuh, bukan mengevaluasi kerja vaksin baik atau tidak.<\/p>\n<p>Jadi bagi Anda yang sudah menerima vaksinasi Covid 19, sebenarnya tidak perlu melakukan tes antibodi untuk memastikan apakah kekebalan terhadap virus <em>corona<\/em> sudah terbentuk atau belum. Sebab tes antibodi yang ada saat ini hanya mampu mengukur antibodi secara keseluruhan, dan belum mampu menilai antibodi khusus dari vaksinasi.<\/p>\n<p>Sekadar mengingatkan walau Anda sudah mendapatkan vaksin secara lengkap, jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun secara rutin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Antibodi Covid-19 setelah vaksin secara lengkap dapat terbentuk guna membantu meningkatkan atau memperbaiki sistem pertahan tubuh atau sistem imun. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":1331,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_zengeo_excluded":false,"_zengeo_faq":[],"_zengeo_takeaways":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[218,219,220,221,222],"class_list":["post-1330","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-corona","tag-covid-19","tag-gsi-lab","tag-pcr-drive-thru","tag-tes-antibodi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Antibodi Covid-19 Setelah Vaksin Bertahan Berapa Lama? -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Antibodi covid-19 setelah vaksin dapat membuat tubuh menjadi lebih kuat melawan Covid -19. Lakukan tes antibodi di GSI Lab dengan hasil akurat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Antibodi Covid-19 Setelah Vaksin Bertahan Berapa Lama? -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Antibodi covid-19 setelah vaksin dapat membuat tubuh menjadi lebih kuat melawan Covid -19. Lakukan tes antibodi di GSI Lab dengan hasil akurat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-05-02T03:26:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/antibodi-covid-setelah-vaksin.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1512\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"851\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6d28a198f4fac6776b7407aff37a377f\"},\"headline\":\"Antibodi Covid-19 Setelah Vaksin Bertahan Berapa Lama?\",\"datePublished\":\"2021-05-02T03:26:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\\\/\"},\"wordCount\":616,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/05\\\/antibodi-covid-setelah-vaksin.jpg\",\"keywords\":[\"corona\",\"covid-19\",\"GSI Lab\",\"PCR drive thru\",\"tes antibodi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\\\/\",\"name\":\"Antibodi Covid-19 Setelah Vaksin Bertahan Berapa Lama? -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/05\\\/antibodi-covid-setelah-vaksin.jpg\",\"datePublished\":\"2021-05-02T03:26:36+00:00\",\"description\":\"Antibodi covid-19 setelah vaksin dapat membuat tubuh menjadi lebih kuat melawan Covid -19. Lakukan tes antibodi di GSI Lab dengan hasil akurat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/05\\\/antibodi-covid-setelah-vaksin.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/05\\\/antibodi-covid-setelah-vaksin.jpg\",\"width\":1512,\"height\":851,\"caption\":\"antibodi covid setelah vaksin\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Antibodi Covid-19 Setelah Vaksin Bertahan Berapa Lama?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Tanyadna\",\"description\":\"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Tanyadna\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Tanyadna\",\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/id\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png\",\"width\":2272,\"height\":756,\"caption\":\"Tanyadna\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6d28a198f4fac6776b7407aff37a377f\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/90a4989184b386bb5e179e29798d9315e85c3a8a51bdb66336f73ba212a5b3f9?s=96&d=initials&r=g&initials=ad\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/90a4989184b386bb5e179e29798d9315e85c3a8a51bdb66336f73ba212a5b3f9?s=96&d=initials&r=g&initials=ad\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/90a4989184b386bb5e179e29798d9315e85c3a8a51bdb66336f73ba212a5b3f9?s=96&d=initials&r=g&initials=ad\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tanyadna.id\\\/blog\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Antibodi Covid-19 Setelah Vaksin Bertahan Berapa Lama? -","description":"Antibodi covid-19 setelah vaksin dapat membuat tubuh menjadi lebih kuat melawan Covid -19. Lakukan tes antibodi di GSI Lab dengan hasil akurat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Antibodi Covid-19 Setelah Vaksin Bertahan Berapa Lama? -","og_description":"Antibodi covid-19 setelah vaksin dapat membuat tubuh menjadi lebih kuat melawan Covid -19. Lakukan tes antibodi di GSI Lab dengan hasil akurat.","og_url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/","article_published_time":"2021-05-02T03:26:36+00:00","og_image":[{"width":1512,"height":851,"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/antibodi-covid-setelah-vaksin.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/6d28a198f4fac6776b7407aff37a377f"},"headline":"Antibodi Covid-19 Setelah Vaksin Bertahan Berapa Lama?","datePublished":"2021-05-02T03:26:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/"},"wordCount":616,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/antibodi-covid-setelah-vaksin.jpg","keywords":["corona","covid-19","GSI Lab","PCR drive thru","tes antibodi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/","name":"Antibodi Covid-19 Setelah Vaksin Bertahan Berapa Lama? -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/antibodi-covid-setelah-vaksin.jpg","datePublished":"2021-05-02T03:26:36+00:00","description":"Antibodi covid-19 setelah vaksin dapat membuat tubuh menjadi lebih kuat melawan Covid -19. Lakukan tes antibodi di GSI Lab dengan hasil akurat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/#primaryimage","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/antibodi-covid-setelah-vaksin.jpg","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/antibodi-covid-setelah-vaksin.jpg","width":1512,"height":851,"caption":"antibodi covid setelah vaksin"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/antibodi-covid-19-setelah-vaksin\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Antibodi Covid-19 Setelah Vaksin Bertahan Berapa Lama?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","name":"Tanyadna","description":"Informasi Tes DNA dan Kesehatan Genetik","publisher":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization"},"alternateName":"Tanyadna","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#organization","name":"Tanyadna","alternateName":"https:\/\/tanyadna.id\/id\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","contentUrl":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cropped-tanyadnalogo-scaled-2.png","width":2272,"height":756,"caption":"Tanyadna"},"image":{"@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/#\/schema\/person\/6d28a198f4fac6776b7407aff37a377f","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/90a4989184b386bb5e179e29798d9315e85c3a8a51bdb66336f73ba212a5b3f9?s=96&d=initials&r=g&initials=ad","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/90a4989184b386bb5e179e29798d9315e85c3a8a51bdb66336f73ba212a5b3f9?s=96&d=initials&r=g&initials=ad","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/90a4989184b386bb5e179e29798d9315e85c3a8a51bdb66336f73ba212a5b3f9?s=96&d=initials&r=g&initials=ad","caption":"admin"},"url":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1330"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1330\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1332,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1330\/revisions\/1332"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanyadna.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}