Penting Diketahui, Ini Deretan Vitamin Ibu Hamil Paling Penting
Kehamilan

Penting Diketahui, Ini Deretan Vitamin Ibu Hamil Paling Penting

Juli 10th 2022

Vitamin ibu hamil sangat penting bagi kehamilan. Dengan mencukupi kebutuhan vitamin, maka risiko komplikasi kehamilan dan janin dapat dihindari.

Saat menjalani program hamil atau sedang hamil, Anda perlu lebih memperhatikan kebutuhan asupan nutrisi tubuh. Mengonsumsi vitamin dari makanan atau suplemen dapat membantu menurunkan risiko komplikasi kehamilan seperti keguguran, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, janin lahir mati, atau kecacatan pada janin. Jika selama ini Anda merasa tidak mengonsumsi cukup vitamin dan hasil tes menunjukkan Anda hamil, Anda bisa mendapatkan NIPT test yang dapat mendeteksi kelainan genetik lebih dini. Tes ini bermanfaat untuk mendeteksi kelainan genetik pada janin bahkan sejak usia kehamilan 10 minggu, dengan demikian dokter bisa membantu Anda mencarikan solusi yang terbaik.

Nutrisi yang dikonsumsi oleh tubuh saat sedang hamil, bukan melulu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh Anda, namun juga dibutuhkan janin untuk tumbuh dan berkembang di dalam rahim. Semua nutrisi dan vitamin yang Anda peroleh baik melalui makanan maupun suplemen, akan dikirim pada janin melalui plasenta sebagai sumber energi utama dan berguna dalam pembentukan organ dalam maupun luar. Terkadang vitamin yang Anda dapatkan dari makanan saja tidak cukup sehingga Anda harus menambah asupan nutrisi melalui suplemen. Jumlah kebutuhan harian nutrisi Anda pun akan meningkat dibandingkan saat sedang tidak hamil. Yuk cari tahu deretan vitamin apa saja sih yang dibutuhkan selama hamil!

Asam folat jadi vitamin ibu hamil paling penting

ilustrasi vitamin ibu hamil
Sumber gambar

Vitamin ibu hamil pertama yang sangat krusial bagi kehamilan dan khususnya pertumbuhan dan perkembangan janin adalah asam folat atau disebut juga vitamin B9. Tubuh membutuhkan asam folat untuk memproduksi sel-sel baru pada kulit, rambut dan kuku.

Pada kehamilan, asam folat digunakan untuk memproduksi darah ekstra yang dibutuhkan tubuh selama Anda hamil. Saat menjalani program hamil, Anda bahkan akan direkomendasikan untuk mengonsumsi setidaknya 400 mcg asam folat setiap hari, hingga usia kehamilan 12 minggu.

Asupan asam folat yang tepat dapat membantu mencegah cacat tabung saraf dan kecacatan pada otak (anencephaly) pada janin. Asam folat dapat ditemukan pada berbagai jenis makanan seperti lentil, kacang merah, sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, selada, brokoli; buah jeruk, kacang-kacangan, polong-polongan dan juga suplemen prenatal atau kehamilan. Bila Anda ingin mengkombinasikan asupan asam folat dari makanan dan juga suplemen, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter agar mendapatkan dosis yang sesuai dengan kebutuhan.

Kalsium

Kalsium adalah vitamin ibu hamil yang dibutuhkan tubuh untuk membangun tulang dan gigi yang kuat. Kalsium juga memungkinkan darah agar bisa membeku secara normal saat proses persalinan, sehingga Anda tidak akan kehilangan terlalu banyak darah. Mendapatkan asupan kalsium yang cukup dapat membantu saraf berfungsi dengan baik serta jantung berdetak normal. Untuk itu, American College of Obstetricians and Gynecologists menyarankan agar setiap ibu hamil dan menyusui mendapatkan kecukupan kalsium sekitar 1.000 mg setiap hari, dan 1.300 mg kalsium per hari untuk wanita hamil yang berusia 19 tahun atau lebih muda.

Sumber kalsium terbaik bisa Anda temukan pada sayuran berwarna hijau gelap, sereal yang telah difortifikasi, roti, jus jeruk yang telah difortifikasi, kacang almond, biji wijen, produk susu seperti keju, yogurt, kefir; kale, brokoli, ikan salmon, dan lain sebagainya.

Kekurangan kalsium dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti misalnya:

  • Tekanan darah tinggi
  • Kelahiran prematur
  • Berat badan lahir rendah
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan
  • Pertumbuhan bayi yang lambat
  • Bayi tidak mendapatkan cukup kalsium untuk tulangnya
  • Masalah pada jantung
  • Kram otot dan kaki
  • Penurunan nafsu makan
  • Kekurangan kalsium jangka panjang dapat meningkatkan risiko patah tulang hingga kematian

Zat besi jadi vitamin ibu hamil yang tak kalah penting

ilustrasi sumber makanan zat besi
Sumber gambar

Zat besi adalah salah satu bagian penting dalam sel darah merah yang menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Zat besi dapat membantu membangun ketahanan terhadap stres dan penyakit tertentu, serta menghindari kelelahan, kelemahan, perubahan suasana hati dan depresi saat hamil maupun pasca persalinan.

Seorang ibu hamil direkomendasikan untuk mendapatkan setidaknya 27 mg zat besi setiap hari yang bisa diperoleh dari makanan maupun vitamin prenatal. Anda dapat menemukan zat besi pada produk gandum utuh, daging merah tanpa lemak, buah-buahan kering, kacang-kacangan, sarden, dan sayuran yang memiliki daun berwarna hijau.

Jika selama kehamilan Anda tidak mendapatkan cukup zat besi, maka risiko komplikasi kehamilan dan persalinan dapat meningkat. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan gangguan dalam penyaluran oksigen ke seluruh tubuh yang ditunjukkan dengan gejala seperti sesak napas, kelelahan, serta peningkatan denyut jantung yang bisa membahayakan kehamilan.

Pada kondisi yang parah, kekurangan zat besi selama hamil dapat menyebabkan pertumbuhan janin yang terlalu lambat, berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, anemia pada bayi baru lahir, dan gangguan pernapasan pada bayi baru lahir.

Vitamin D

ilustrasi makanan mengandung vitamin d
Sumber gambar

Sejalan dengan kalsium, vitamin D juga dibutuhkan janin untuk pertumbuhan tulang, gigi, penglihatan dan juga kulit yang sehat. Ibu hamil dan wanita yang menjalani program hamil hendaknya mengonsumsi setidaknya 600 IU vitamin d setiap hari, yang bisa diperoleh dari susu yang difortifikasi, jus buah yang difortifikasi, ikan salmon, dan juga suplemen kehamilan.

DHA

The American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan agar setiap ibu hamil dan menyusui mencukupi kebutuhan DHA setidaknya 200 mg per hari. DHA dapat diperoleh melalui aneka jenis ikan seperti salmon, hering, sarden, tiram, udang, dan lobster. Dengan terpenuhinya kebutuhan akan DHA, maka akan membantu dalam memaksimalkan perkembangan mata, sistem saraf dan otak janin.

Protein

Protein selama kehamilan adalah vitamin ibu hamil yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh, otak, otot dan suplai darah. Setiap ibu hamil bisa mencukupi kebutuhan akan protein melalui ikan laut, daging merah tanpa lemak, unggas, telur, kacang-kacangan, polong-polongan, dan produk kedelai. Untuk mendapatkan asupan protein dari suplemen, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter karena kebutuhan protein setiap ibu hamil bisa berbeda, tergantung pada tinggi dan berat badan.

BACA JUGA: Program Hamil Perlu Tes Genetik? Ini Penjelasannya

Memenuhi vitamin ibu hamil memang sangat penting, namun Anda juga perlu menghindari minuman beralkohol, membatasi asupan kafein, dan membatasi asupan garam serta gula selama kehamilan. Agar terhindar dari ancaman infeksi bakteri, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang sudah dicuci bersih dan dimasak, menghindari produk susu yang tidak dipasteurisasi, serta makanan cepat saji. Dengan mematuhi pantangan dan mencukupi nutrisi, maka janin akan tumbuh dan berkembang dengan baik hingga saat persalinan.

Sumber:

  1. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/12593-pregnancy-nutrition
  2. https://www.cdc.gov/ncbddd/folicacid/about.html
  3. https://www.verywellfamily.com/calcium-needs-during-pregnancy-4580491
  4. https://www.medicalnewstoday.com/articles/anemia-in-pregnancy-2#complications
  5. https://www.medicalnewstoday.com/articles/prenatal-dha#health-benefits

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id