Ini Penyebab dan Cara Mengobati Varises Rahim
Kehamilan

Ini Penyebab dan Cara Mengobati Varises Rahim

September 23rd 2022

Varises rahim merupakan suatu kondisi melebarnya pembuluh darah vena pada rahim. Penyakit ini mengakibatkan rasa tidak nyaman di panggul atau perut bagian bawah. Rasa nyeri atau tidak nyaman yang diakibatkan varises rahim bisa berlangsung dalam waktu lama, yaitu 3 hingga 6 bulan.

Hal ini tentu mengganggu penderita dalam beraktivitas. Tak hanya mengurangi produktivitas, varises rahim juga cukup mengkhawatirkan apabila dialami oleh ibu hamil. Sebenarnya apa penyebab dari varises rahim? Siapa saja yang berisiko untuk menderita penyakit ini? Bagaimana cara mengobatinya? Mari simak penjelasan berikut.

Penyebab terjadinya varises rahim

ilustrasi penyebab varises rahim
Sumber gambar

Penyebab varises rahim hingga saat ini masih belum dapat diidentifikasi secara pasti. Jika melihat sebab varises pada umumnya, maka varises rahim juga merupakan akibat dari insufisiensi pembuluh darah vena. Vena merupakan pembuluh darah yang membawa aliran darah balik dari seluruh tubuh menuju jantung.

Pembuluh darah vena akan mengalami penurunan fungsi karena beberapa faktor, di antaranya usia, banyaknya beban, dan kelemahan katup vena. Banyak ahli menyatakan bahwa kondisi hormonal perempuan sangat memengaruhi hal ini. Ketidakstabilan hormon selama masa kehamilan dapat membuat pembuluh darah dilatasi (melebar).

Tak hanya hormonal, para ahli juga meyakini bahwa peningkatan curah jantung selama kehamilan juga menyebabkan beban vena dalam memompa darah ke atas semakin meningkat. Kondisi pembuluh darah yang melebar, katup yang lemah, serta beban curah jantung yang meningkat akan mengakibatkan sekumpulan gejala Pelvic Congestion Syndrome, atau yang dikenal sebagai varises rahim.

Sebenarnya, tidak semua perempuan dengan pembuluh darah besar mengalami gejala yang mengganggu. Akan tetapi, ada beberapa perempuan yang rentan mengalami varises rahim dengan gejala yang cukup berat. Golongan perempuan yang lebih berisiko adalah perempuan yang berada pada usia premenopause, multipara (telah melahirkan lebih dari sekali), dan adanya riwayat keluarga yang menderita varises rahim.

Apabila termasuk dalam golongan perempuan dengan faktor risiko di atas, tentu Anda harus lebih waspada. Tapi jangan terlalu khawatir, varises rahim merupakan penyakit yang dapat ditangani. Pergilah ke dokter kandungan bila Anda mulai merasakan keluhan nyeri panggul, tidak dapat menahan BAK, nyeri saat menstruasi, maupun nyeri saat berhubungan seksual.

Cara mengobati varises rahim

ilustrasi mengobati varises rahim
Sumber gambar

Meskipun sangat nyeri dan mengganggu, bila ditangani dengan tepat, ternyata varises rahim dapat disembuhkan. Berikut adalah pilihan terapi yang akan dilakukan oleh dokter kandungan apabila Anda terdiagnosis varises rahim.

Terapi hormonal

Sesuai namanya, terapi hormonal adalah dengan memasukkan hormon ke dalam tubuh. Cara memasukkan hormon ke tubuh pun bermacam-macam, bisa per oral maupun injeksi. Jenis hormon yang dimasukkan pun bermacam-macam, tergantung kebutuhan tubuh Anda.

Ada kalanya dokter akan memberikan Gonadotropin Releasing Hormone yang bekerja dengan cara menghambat fungsi ovarium sehingga akan meredakan rasa nyeri. Ada kalanya pula dokter memberikan hormon progestin yang juga berfungsi meredakan nyeri. Anda juga dapat mengonsumsi pil kontrasepsi kombinasi untuk meredakan rasa nyeri.

Terapi hormonal kadang disertai dengan pemberian obat antinyeri golongan NSAID. Akan tetapi, konsumsi sembarang obat tentu tidak baik apabila Anda sedang hamil. Hal tersebut dapat mengganggu perkembangan janin dalam kandungan. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi secara rutin dengan dokter kandungan.

Pemeriksaan USG secara berkala juga dibutuhkan apabila Anda mengalami varises rahim dan menjalani pengobatan selama hamil. Sebenarnya selain USG, Anda juga dapat meminta tambahan tes NIPT untuk mengetahui adanya kelainan genetik pada janin. Pemeriksaan yang lengkap sejak dini akan membantu Anda menjalani kehamilan dengan aman.

Intervensi bedah

ilustrasi rahim sehat
Sumber gambar

Pengobatan varises rahim yang kedua adalah dengan pembedahan. Banyak orang sudah terlanjur ngeri mendengar hal ini. Padahal, pembedahan di era modern biasanya dilakukan secara minimal invasif (sedikit melukai tubuh). Ini pun merupakan cara paling efektif dalam menangani varises rahim.

Intervensi bedah yang dimaksud dapat berupa ligasi (pengikatan) pembuluh darah pada sekitar sel telur dan dalam rongga pelvis. Teknik ini menunjukkan hasil yang efektif pada 75% perempuan yang menjalaninya. Selain itu ada teknik ablasi, yaitu dengan membunuh atau menghilangkan pembuluh darah yang rusak.

Teknik ablasi bahkan dapat dilakukan secara rawat jalan dengan proses pemulihan singkat. Anda hanya perlu beristirahat dan mencukupi kebutuhan nutrisi dengan baik untuk mempercepat pemulihan. Apabila ingin mengetahui nutrisi yang sesuai dengan genetik dalam tubuh Anda, sekali waktu cobalah untuk melakukan tes nutrigenomik. Nutrisi yang tepat akan membantu Anda menjaga kesehatan dan mengurangi risiko kekambuhan varises rahim.

Apabila tidak memungkinkan bagi Anda untuk melakukan kedua prosedur di atas, maka pilihan intervensi terakhir yang dapat dilakukan adalah histerektomi. Histerektomi adalah pengangkatan rahim, baik sebagian maupun keseluruhan. Meskipun tentu sangat efektif dalam mengatasi varises rahim, namun prosedur ini biasanya hanya dilakukan pada perempuan yang telah memiliki anak.

Kedua pilihan terapi tersebut sebenarnya memiliki dampak positif dan negatif tergantung kondisi tubuh setiap perempuan yang berbeda. Akan tetapi, keduanya terbukti memberikan tingkat kesembuhan yang cukup tinggi, yaitu antara 68%-100%. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan terjadi kekambuhan sebesar 20% kasus.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Varises rahim memang penyakit yang mengkhawatirkan bila terjadi selama kehamilan. Namun dengan penanganan yang tepat, penyakit ini dapat menunjukkan perbaikan, bahkan kesembuhan yang bermakna. Itulah pentingnya selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan sejak dini hingga kondisi tersebut tidak sampai mengganggu kehamilan Anda.

Sumber:

  1. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/p/pelvic-congestion-syndrome.html
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560790/#:~:text=Pelvic%20congestion%20syndrome%20(PCS)%20is,pregnancy%20is%20chronic%20pelvic%20pain.
  3. https://www.webmd.com/women/pelvic-congestion-syndrome

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id