Mengenal Tentang USG Transvaginal, Seperti Apa Prosedurnya?
Kehamilan

Mengenal Tentang USG Transvaginal, Seperti Apa Prosedurnya?

Juli 6th 2022

USG transvaginal adalah tes yang penting bagi wanita. Tes ini digunakan untuk melihat rahim, ovarium, saluran tuba, serviks dan area panggul wanita untuk menemukan apakah ada hal yang abnormal.

Secara umum, USG atau disebut juga sonogram adalah tes prenatal yang kebanyakan dilakukan oleh ibu hamil. Tes ini dapat digunakan untuk mengonfirmasi kehamilan, menunjukkan gambaran rahim di mana janin bertumbuh, mengonfirmasi ada berapa janin di dalam rahim, memantau posisi janin, melihat denyut jantung janin, pergerakannya di dalam rahim, dan juga untuk memantau kondisi kesehatan janin keseluruhan serta tumbuh kembangnya di dalam rahim.

USG kehamilan dikenal memiliki dua jenis, USG transvaginal dan USG abdominal. Jika Anda hendak mengikuti program hamil, biasanya Anda akan diberikan pemeriksaan dengan USG transvaginal, terutama bila sudah setahun menikah dan melakukan hubungan seksual tanpa kondom namun tak kunjung hamil. Sedangkan USG abdominal lebih sering digunakan untuk mengetahui usia kehamilan dan perkembangan janin, yang tidak bisa dilihat melalui USG transvaginal.

Ketahui lebih lanjut tentang manfaat USG transvaginal

ilustrasi potret wanita diperiksa
Sumber gambar

USG transvaginal disebut juga USG endovaginal, yaitu USG panggul yang digunakan untuk memeriksa organ reproduksi wanita, termasuk rahim, saluran tuba, ovarium, leher rahim dan juga vagina. Sesuai dengan namanya, USG transvaginal berarti pemeriksaannya menggunakan alat yang dimasukkan melalui lubang vagina.

Berbeda dengan USG perut atau USG panggul biasa di mana tongkat (transducer) hanya digunakan di luar panggul, pada USG transvaginal alat akan dimasukkan sekitar 5-7 cm ke dalam saluran vagina.

Pemeriksaan USG transvaginal tidak hanya berguna untuk memeriksa seputar kehamilan, namun juga memberikan berbagai manfaat bagi kondisi kesehatan, seperti misalnya:

  • Untuk memeriksa panggul atau perut yang dicurigai memiliki masalah
  • Adanya pendarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya
  • Mengatasi keluhan nyeri panggul
  • Mengevaluasi dugaan kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim, di mana sel telur berimplantasi di luar rahim
  • Mengevaluasi kemandulan
  • Memeriksa adanya kista atau fibroid rahim
  • Memverifikasi apakah IUD sudah dipasang dengan benar
ilustrasi dokter sedang memeriksa
Sumber gambar

Pada kehamilan, USG transvaginal juga terkadang digunakan untuk memeriksa beberapa kondisi seperti:

  • Memantau denyut jantung janin
  • Memeriksa kondisi serviks dan perubahan pada serviks yang dapat menyebabkan komplikasi kehamilan seperti keguguran atau persalinan prematur
  • Memeriksa adanya kelainan plasenta
  • Mencari sumber pendarahan abnormal
  • Mendiagnosa adanya kemungkinan keguguran
  • Mengonfirmasi kehamilan di awal kehamilan (biasanya sebelum usia kehamilan 10 bulan)

Hasil pemeriksaan bisa menunjukkan ada hal yang tidak normal, misalnya saja adanya lingkaran hitam pada gambar USG yang berarti adanya folikel berisi cairan di dalam ovarium. Dokter akan mencurigai adanya PCOS jika Anda memiliki 20 atau lebih folikel di setiap ovarium. Pemeriksaan juga akan menunjukkan hasil negatif bila dokter menemukan adanya kanker, kista, fibroid rahim, infeksi panggul, placenta previa atau tanda-tanda keguguran.

Sedangkan hasil pemeriksaan normal ditunjukkan bila, tidak ada yang salah dengan struktur panggul atau janin dalam keadaan sehat dan sedang berkembang. Untuk memastikan kondisi kesehatan janin di trimester pertama, Anda juga sebaiknya menjalani NIPT test. NIPT test bermanfaat untuk mendeteksi adanya kelainan genetik pada janin di usia kehamilan yang dini, seperti misalnya down syndrome yang tidak mungkin diketahui melalui pemeriksaan USG. Kabar baiknya lagi, tes tersebut juga bisa membantu Anda mengetahui jenis kelamin janin lebih awal, sejak usia kehamilan 10 minggu.

Mengenal prosedur dan cara kerja USG transvaginal

ilustrasi hasil usg
Sumber gambar

Seperti pemeriksaan USG lainnya, Anda tidak perlu melakukan persiapan khusus sebelum mendapatkan USG transvaginal. Anda mungkin hanya akan diminta untuk berganti dengan pakaian khusus untuk mempermudah pemeriksaan.

Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin akan memberikan instruksi untuk mengosongkan kandung kemih atau justru mengisi kandung kemih dengan minum lebih banyak air sebelum pemeriksaan dimulai. Dengan kandung kemih yang penuh, maka memungkinkan dokter mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang organ panggul karena kandung kemih yang penuh membantu mengangkat usus.

Untuk mendapatkan kandung kemih yang penuh, Anda disarankan untuk minum sekitar 900 ml air sekitar satu jam sebelum prosedur dimulai. Anda tetap bisa mendapatkan pemeriksaan USG transvaginal walaupun sedang dalam siklus menstruasi atau sedang mengalami flek. Pertama-tama Anda akan diminta melepaskan pembalut atau menstrual cup yang Anda gunakan.

Setelah selesai berganti dengan gaun khusus, Anda akan diminta untuk berbaring di meja pemeriksaan dengan posisi menekuk lutut atau meletakkan kaki pada penyangga kaki. Kemudian dokter akan menutup tongkat probe dengan kondom dan membasahi dengan gel pelumas sebelum memasukkan ke dalam lubang vagina. Terlebih dahulu Anda harus membicarakan dengan dokter apabila memang Anda memiliki alergi bahan lateks sehingga dokter bisa menyiapkan jenis kondom lain.

Pada saat tongkat probe masuk, Anda akan merasa sedikit tidak nyaman. Perasaan tekanan yang Anda rasakan sedikit mirip dengan pemeriksaan pap smear. Namun begitu alat sudah masuk, maka tongkat akan mengirimkan gelombang suara yang dipantulkan oleh organ di dalam tubuh Anda. Perlahan dokter akan menggerakkan tongkat di dalam tubuh untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas.

Pemeriksaan dengan USG transvagina sangatlah aman walaupun meninggalkan sedikit rasa tidak nyaman saat tongkat probe dimasukkan, dan setelah prosedur selesai dilakukan. Namun rasa ini akan segera hilang sehingga Anda tidak perlu khawatir. Anda hanya perlu mengatakan pada dokter apabila pada saat pemeriksaan, tekanan tongkat probe menyebabkan nyeri yang mengganggu atau rasa yang sangat tidak nyaman.

Pemeriksaan USG transvaginal pada umumnya memakan waktu sekitar 30-60 menit dan hasilnya harus ditunggu hingga 1×24 jam. Dokter perlu melakukan tes ulang apabila ada kecurigaan lain yang ingin dikonfirmasi ataupun hasil gambaran organ reproduksi Anda tidak jelas.

BACA JUGA: Program Hamil Perlu Tes Genetik? Ini Penjelasannya

Sejauh ini tidak ada risiko yang bisa membahayakan kesehatan Anda dan janin saat mendapatkan pemeriksaan USG transvaginal. Jadi apabila memang dokter menyarankan Anda mendapatkan USG ini berdasarkan kondisi Anda, tidak perlu ragu lagi, ya.

Sumber:

  1. https://medlineplus.gov/ency/article/003779.htm
  2. https://www.healthline.com/health/transvaginal-ultrasound#results
  3. https://www.cedars-sinai.org/programs/imaging-center/exams/ultrasound/transvaginal.html
  4. https://www.marchofdimes.org/pregnancy/ultrasound-during-pregnancy.aspx

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id