Cara Kerja USG 4D yang Perlu Ibu Hamil Ketahui
Kehamilan

Cara Kerja USG 4D yang Perlu Ibu Hamil Ketahui

Juli 4th 2022

USG 4D sangat aman untuk digunakan sebagai pemeriksaan bayi karena dapat memperlihatkan lebih jelas wajah bayi di dalam kandungan. Dokter pun bisa menggunakannya untuk mendeteksi masalah kelainan pada wajah atau problem lainnya.

Program hamil yang Anda ikuti akhirnya membuahkan hasil setelah beberapa waktu penantian yang panjang. Tentunya Anda menjadi lebih bersemangat dalam menjalani kehamilan ini, kan? Setelah mengkonfirmasi kehamilan dengan menggunakan alat tes kehamilan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mendapatkan pemeriksaan USG untuk mengonfirmasi kehamilan dan mengetahui di mana sel telur yang telah dibuahi ditanam. Yuk ketahui lebih lanjut manfaat dan pemeriksaan USG kehamilan, mulai USG 2D hingga USG 4D.

Manfaat pemeriksaan USG reguler dan USG 4D

Pemeriksaan USG adalah teknik pencitraan yang memanfaatkan gelombang suara untuk menghasilkan gambar janin di dalam rahim. Pemeriksaan USG dapat memberikan banyak manfaat bagi Anda dan membantu dokter dalam berbagai hal, tidak hanya di trimester pertama saja namun juga trimester berikut hingga menjelang persalinan. Adapun manfaat pemeriksaan USG antara lain sebagai berikut:

ilustrasi manfaat pemeriksaan USG
Sumber gambar

Manfaat pemeriksaan USG di trimester pertama

Di trimester pertama umumnya dokter memilih menggunakan pemeriksaan USG reguler (2 dimensi) yang tetap memiliki beragam manfaat.

  • Pertama, dokter bisa mengkonfirmasi hasil positif yang Anda dapat dari tes kehamilan. Apakah hasil tersebut benar-benar menunjukkan adanya kehamilan atau hanya positif palsu. Hasil positif palsu bisa disebabkan oleh kesalahan penggunaan alat test pack maupun alat test pack yang sudah kadaluarsa atau rusak.
  • Kedua, dokter bisa mengevaluasi di mana sel telur yang telah dibuahi sperma menanamkan diri. Bila zigot berhasil menanamkan diri di dinding rahim, maka ia akan tumbuh dan berkembang menjadi embrio dan sel-sel terus tumbuh membelah menjadi janin dengan organ yang lengkap. Adakalanya sel telur yang telah dibuahi justru menempel di saluran tuba atau area lain yang bukan rahim, yang berisiko menyebabkan hamil anggur. Apabila kondisi ini diketahui sejak dini, dokter bisa membantu untuk mencegah risiko pendarahan atau pecahnya saluran tuba. Inilah mengapa pemeriksaan awal USG sangatlah penting dilakukan di awal kehamilan.
  • Ketiga, dokter bisa mengevaluasi ukuran janin, menentukan jumlah janin yang ada di dalam rahim dan memperkirakan usia kehamilan.
  • Keempat, dokter bisa memanfaatkan USG sebagai skrining kelainan genetik di trimester pertama apabila dicurigai adanya kelainan rahim atau kelainan di leher rahim. Bila USG saja dirasa tidak cukup untuk skrining kelainan genetik, maka Anda juga bisa mendapatkan NIPT test yang bermanfaat mendeteksi kelainan genetik sejak trimester pertama kehamilan. Dokter mungkin juga menyarankan pemeriksaan tambahan seperti MRI apabila mencurigai adanya masalah pada kehamilan Anda.

Manfaat pemeriksaan USG di trimester kedua dan ketiga

Pada usia kehamilan trimester kedua dan ketiga, Anda bisa meminta pemeriksaan USG yang lebih canggih seperti USG 3D dan USG 4D. Pemeriksaan USG dengan gambaran lebih baik ini dapat menggambarkan anatomi janin lebih baik lagi, yang biasanya bisa Anda dapatkan sejak usia kehamilan 18-20 minggu.

Selama trimester kedua dan ketiga, USG dapat memberikan informasi evaluasi pertumbuhan janin, estimasi volume cairan ketuban, dugaan adanya kelainan lain berdasarkan pemeriksaan prenatal atau riwayat kesehatan kehamilan.

Jenis-jenis USG, mulai USG 2D hingga USG 4D, ketahui perbedaannya

ilustrasi Jenis-jenis USG
Sumber gambar

Pemeriksaan USG memiliki berbagai jenis yang berbeda, ada USG transvaginal di mana alat pemeriksaan (transduser) dimasukkan melalui vagina dan juga USG transabdominal yang pemeriksaannya dilakukan pada bagian luar perut. USG transabdominal adalah yang paling sering digunakan dalam pemeriksaan kehamilan di mana variasinya lebih beragam, dan memiliki manfaat berbeda-beda seperti berikut ini:

USG 2D

USG yang paling sering digunakan oleh dokter adalah USG 2D (dua dimensi) yang mungkin tidak menggambarkan dengan jelas wajah janin, namun menjadi momen yang menyenangkan dan ajaib. Dalam pemeriksaan ini, transduser (tongkat pemeriksaan USG) akan ditempatkan di perut untuk mengirimkan gelombang suara ke seluruh tubuh.

Gelombang tersebut akan dipantulkan dari organ dan cairan yang diaplikasikan di perut ke layar monitor yang akan mengubah gelombang tersebut menjadi gambar dua dimensi. Pemeriksaan ini juga bisa mengetahui detak jantung janin, sehingga Anda bisa mendengarkan detak jantungnya untuk pertama kali.

USG 3D

USG 3D adalah pemeriksaan USG yang lebih canggih dibandingkan 2D, karena dapat memberikan beberapa gambar dua dimensi dari berbagai sudut kemudian disatukan membentuk tiga dimensi. Dengan begini Anda bisa melihat profil wajah janin di dalam rahim, mirip seperti foto wajahnya.

USG 4D

ilustrasi hasil usg 4d
Sumber gambar

Hampir sama seperti USG 3D, USG 4D akan memberikan hasil gambaran janin yang lebih baik lagi. Hasilnya bahkan hampir mirip seperti video yang menampakkan wajah janin dan melihat apa yang sedang ia lakukan di dalam perut dengan waktu yang real time. Melalui pemeriksaan 4D, dokter bisa mengetahui apabila ada kelainan pada wajah dan melihat dengan jelas aktivitasnya di dalam rahim, seperti janin yang membuka dan menutup mata serta menghisap ibu jarinya, janin yang sedang menguap atau menendang, dan aktivitas janin lainnya yang tidak bisa diketahui melalui USG 2D.

Fungsi pemeriksaan USG 4D sebenarnya adalah untuk tujuan medis, yang membantu dokter mengkonfirmasi kecurigaan apabila ada masalah kesehatan tertentu. Dokter membutuhkan pemeriksaan 4D untuk memudahkan pendeteksian pergerakan janin dan menelitinya dengan seksama.

Adapun cara kerja USG 4D sebenarnya sama seperti USG 2D dan 3D. Pertama-tama, perawat akan mengoleskan gel yang terasa dingin di permukaan perut. Gel inilah yang akan menjadi penghantar gelombang suara sehingga bisa menangkap gambar janin di dalam kandungan. Berikutnya, dokter akan menggunakan alat transduser dan menggerakkannya di permukaan perut. Dari gerakan inilah dihasilkan rekaman aktivitas janin berupa video.

Umumnya pemeriksaan USG 4D disarankan setelah usia kandungan berkisar 27-32 minggu. Di usia ini, janin sudah membentuk organ yang nyaris sempurna dan fitur wajahnya sudah terlihat jelas. Di usia 33 minggu, pemeriksaan akan kurang efektif karena biasanya janin sudah mulai turun dari posisinya sehingga gambaran USG mungkin sesuai dengan harapan.

Setelah pemeriksaan berhasil, perawat akan membersihkan gel dari permukaan perut dan pemeriksaan pun selesai.

BACA JUGA: Program Hamil Perlu Tes Genetik? Ini Penjelasannya

Anda bisa meminta izin pada dokter untuk mengabadikan pemeriksaan 4D apabila Anda menginginkannya. Dan jangan ragu untuk menanyakan segala hal yang ingin diketahui pada setiap sesi pertemuan dengan dokter agar kehamilan Anda tetap sehat dan persalinan lancar.

Sumber:

  1. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/fetal-ultrasound/about/pac-20394149
  2. https://www.verywellfamily.com/whats-the-difference-between-a-3d-and-4d-ultrasound-2760110
  3. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/prenatal-testing-3d-4d-ultrasounds/
  4. https://www.babycentre.co.uk/x557299/what-are-3d-and-4d-ultrasound-scans

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id