Tips Mencegah Kehamilan Ektopik
Kehamilan

Tips Mencegah Kehamilan Ektopik

Oktober 3rd 2022

Kehamilan ektopik adalah hal yang sangat ditakutkan oleh banyak orang. Hal tersebut karena kehamilan ektopik merupakan sesuatu yang tak lazim dalam kehamilan. Kondisi ini juga dapat berujung pada kematian janin atau ibu.

Lantas apakah kehamilan ektopik adalah sesuatu yang dapat dicegah sebelumnya? Siapa saja kelompok orang yang lebih berisiko mengalaminya? Simak penjelasan berikut ini.

Kehamilan ektopik adalah kondisi yang mengancam nyawa

ilustrasi bahaya kehamilan ektopik
Sumber gambar

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rahim. Kehamilan memang dapat terjadi di mana saja, termasuk di rahim, tupa fallopii, ampula, rongga pelvis, bahkan rongga perut. Akan tetapi, kehamilan yang terjadi di luar rahim memiliki risiko sangat tinggi.

Kehamilan yang terjadi di luar rahim tidak dapat bertahan hingga akhir. Hal ini karena lingkungan di sekitar janin tidak dirancang untuk menunjang kehidupan. Janin tidak akan dapat berkembang karena ketidaksesuaian kadar keasaman, tidak adanya nutrisi, dan sebagainya. Pada akhirnya, harus dilakukan terminasi pada kehamilan tersebut.

Kehamilan ektopik adalah kondisi yang juga mengancam nyawa ibu. Hal ini apabila pada usia kehamilan tertentu, kantong kehamilan semakin besar, hingga terjadi ruptur (pecah) organ sekitar. Misal kehamilan ektopik yang terjadi di tuba fallopi (saluran sempit), semakin lama dapat membuat saluran tersebut pecah. Kondisi ini disebut sebagai KET (Kehamilan Ektopik Terganggu).

Pada awalnya, ibu hamil dengan kehamilan ektopik akan merasakan gejala umum ibu hamil tanpa adanya perbedaan. Akan tetapi bila terjadi KET, maka akan terjadi perdarahan, nyeri perut hebat, hingga penurunan tanda vital. Tekanan darah dan nadi yang tidak normal menandakan terjadinya syok karena perdarahan organ dalam. Bila tak segera ditangani, syok dapat berujung pada kematian ibu maupun janin.

Faktor risiko kehamilan ektopik

ilustrasi faktor risiko kehamilan ektopik
Sumber gambar

Kehamilan ektopik adalah kondisi yang dapat dialami siapa saja. Akan tetapi, berikut adalah beberapa faktor risiko yang membuat Anda lebih rentan mengalami kehamilan ektopik.

  • Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya
  • Sedang menjalani terapi fertilitas, seperti IVF (In Vitro Fertilization)
  • Kebiasaan ibu merokok
  • Riwayat atau terjadinya infeksi pada organ reproduksi, seperti radang panggul dan IMS (Infeksi Menular Seksual)
  • Riwayat operasi pada saluran reproduksi
  • Penggunaan kontrasepsi IUD (sangat jarang terjadi)

Tidak semua faktor risiko di atas dapat dihindari, misalnya pada riwayat kehamilan ektopik, terapi fertilitas, riwayat operasi saluran reproduksi, dan penggunaan kontrasepsi IUD. Bila dilihat dari manfaat, terapi fertilitas dan IUD mungkin memberikan lebih banyak manfaat daripada risiko. Oleh karena itu, jangan lantas mengurungkan diri untuk melakukan kedua hal tersebut karena risiko kehamilan ektopik pun sangat rendah.

Cara mencegah kehamilan ektopik

ilustrasi pemeriksaan kandungan
Sumber gambar

Kehamilan ektopik adalah kondisi yang tak dapat dihindari sepenuhnya. Akan tetapi, ada beberapa cara yang dapat Anda usahakan untuk mencegah kejadian tersebut. Berikut adalah cara mencegah terjadinya kehamilan ektopik.

Tidak sering berganti pasangan

Kehamilan ektopik adalah kondisi yang paling banyak disebabkan oleh riwayat infeksi. Infeksi pada organ reproduksi akan menyebabkan saluran reproduksi mengecil dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini mengakibatkan perjalanan embrio terhenti sehingga terjadi implantasi sebelum memasuki rahim.

Cara utama mencegah IMS (Infeksi Menular Seksual) adalah dengan tidak sering berganti pasangan. Tak hanya itu, sebaiknya Anda menggunakan kondom ketika berhubungan seksual dengan seseorang yang Anda ragukan. Kondom terbukti tak hanya mencegah kehamilan, tapi juga mencegah transmisi dari infeksi.

Menjaga kebersihan organ reproduksi

Selain IMS, ada jenis infeksi lain yang tidak menular. Salah satunya adalah PID (Pelvic Inflammatory Disease) atau akrab disebut radang panggul. Gejala PID bisa berupa demam, nyeri panggul, dan nyeri ketika berkemih.

Salah satu cara mencegah terjadinya PID adalah dengan menjaga kebersihan organ reproduksi. Jangan lupa membersihkan alat kelamin setelah berhubungan seksual dan buang air kecil. Bersihkan alat kelamin dengan air bersih. Jangan menggunakan sabun yang terlalu asam atau basa karena dapat merusak keseimbangan flora normal dan justru mengakibatkan infeksi.

Tidak merokok

Rokok memiliki efek negatif di seluruh organ tubuh, termasuk organ reproduksi. Konsumsi rokok dapat membuat saluran reproduksi tidak elastis sehingga mengganggu pergerakan sel telur. Selain kehamilan ektopik, rokok juga mengakibatkan ketidaksuburan pada perempuan.

Hindari konsumsi rokok bila Anda sedang menjalani program hamil. Sebaliknya, konsumsilah makanan bergizi seimbang, seperti protein, buah, dan sayur. Anda dapat melakukan tes nutrigenomik untuk merancang menu harian sehingga sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Lakukan pemeriksaan USG

Kejadian kehamilan ektopik adalah kondisi yang tak dapat dicegah sepenuhnya, namun dapat dihentikan sebelum memburuk. Sebenarnya, yang paling ditakutkan dari kehamilan ektopik adalah terjadinya KET. Pemeriksaan USG sejak dini dapat mengetahui lokasi kehamilan sehingga dokter akan memberikan penanganan secepat mungkin agar tak berujung pada KET.

Pemeriksaan USG selama kehamilan memang wajib dilakukan untuk mengetahui berbagai kelainan dalam kandungan. Selain USG, Anda juga dapat melakukan tes NIPT pada sejak usia kehamilan 10 minggu. Tes NIPT akan mengetahui adanya kelainan kromosom pada janin.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Itulah beberapa tips mencegah kehamilan ektopik. Dengan melakukan langkah di atas, Anda tak hanya menghindari kejadian kehamilan ektopik, namun juga menjaga kesehatan organ reproduksi secara keseluruhan.

Sumber:

  1. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ectopic-pregnancy/symptoms-causes/syc-20372088#:~:text=There’s%20no%20way%20to%20prevent,Don’t%20smoke.
  2. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9687-ectopic-pregnancy

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id