Alasan Pentingnya Melakukan Tes Kesehatan Sebelum Menikah
Kesehatan

Alasan Pentingnya Melakukan Tes Kesehatan Sebelum Menikah

Mei 18th 2022

Bukan hanya sekedar anjuran, tapi tes kesehatan sebelum menikah memang benar-benar penting dilakukan. Terutama terkait wacana memiliki momongan.

Apabila saat ini Anda sedang mempersiapkan pernikahan dan berencana untuk segera memiliki momongan setelah menikah, jangan lupa untuk mengalokasikan sebagian dana untuk menjalani tes kesehatan sebelum menikah. Tes kesehatan yang dikenal juga dengan istilah pre marital check up atau pre marital screening test ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan diri sendiri, pasangan, maupun anak-anak Anda ke depannya.

Pernikahan yang sehat dapat terwujud apabila ada kesepakatan dan keselarasan antara pasangan mengenai aspek kesehatan, psikologis, seksual, dan sosial. Untuk itu sangat penting mendapatkan tes kesehatan sebelum menikah bersama pasangan.

Secara umum tujuan melakukan tes kesehatan sebelum menikah adalah sebagai berikut:

  1. Membatasi diturunkannya beberapa penyakit darah genetik, seperti anemia sel sabit, thalasemia, dan anemia sel sabit.
  2. Membatasi penyebaran penyakit menular seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV/AIDS, dan lain sebagainya.
  3. Meningkatkan kesadaran tentang kesehatan dalam pernikahan.
  4. Mengurangi tekanan terhadap institusi kesehatan dan bank darah, terutama bila ada penambahan kasus penyakit darah genetik.
  5. Menghindari masalah sosial dan psikologis bagi keluarga yang anaknya menderita penyakit keturunan.
  6. Mengurangi beban keuangan keluarga apabila harus merawat anak dengan kondisi penyakit keturunan.

Apa itu tes kesehatan sebelum menikah?

ilustrasi pengertian tes kesehatan sebelum menikah
Sumber gambar

Pre marital check up, atau pre marital screening test, atau tes kesehatan sebelum menikah adalah serangkaian tes kesehatan yang dilakukan sebelum menikah. Pemeriksaan tersebut meliputi:

Tes HIV dan penyakit menular seksual

Pemeriksaan utama yang wajib dilakukan calon pasangan sebelum menikah adalah tes HIV, dan penyakit infeksi menular seksual lainnya. Anda harus memastikan bahwa Anda atau pasangan terbebas dari infeksi HIV, hepatitis B, hepatitis C, herpes, gonore, sifilis, bakterial vaginosis, infeksi jamur, klamidia, dan lain sebagainya.

Apabila di dalam tes ditemukan salah satu dari penyakit menular seksual, Anda atau pasangan bisa terlebih dahulu mencari pengobatan dan perawatan yang bisa dilakukan. Tes ini juga bermanfaat untuk mengurangi risiko infertilitas, keguguran, cacat lahir atau kondisi lain yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin.

Tes kesuburan

Apabila Anda dan pasangan tidak ingin menunda memiliki momongan, maka tes kesuburan adalah salah satu yang sangat penting dipertimbangkan. Tes ini dapat membantu menghindari beberapa tekanan emosional seandainya setelah menikah Anda atau pasangan menemukan diri memiliki problem kesuburan. Tes ini juga bermanfaat untuk mengetahui problem kesuburan sejak dini, sehingga Anda dan pasangan bisa merencanakan pengobatan lebih awal. Tes kesuburan meliputi analisis air mani, uji hormonal, USG panggul yang bermanfaat memastikan keadaan organ reproduksi internal dalam kondisi yang baik.

Tes Genotipe

ilustrasi tes genotipe
Sumber gambar

Salah satu manfaat mendapatkan tes genotipe adalah untuk menghindari kemungkinan memiliki anak dengan penyakit sel sabit. Penyakit sel sabit adalah sekelompok gangguan yang mempengaruhi hemoglobin, molekul dalam sel darah merah yang bertugas mengantarkan oksigen ke sel-sel di seluruh tubuh. Orang dengan penyakit sel sabit memiliki molekul hemoglobin atipikal yang disebut hemoglobin S, yang dapat mengubah sel darah merah menjadi berbentuk seperti bulan sabit.

Sel-sel ini kemudian saling menempel dan tidak dapat bergerak dengan mudah melalui pembuluh darah. Akibatnya, ia akan memblokir pembuluh darah kecil dan mengganggu pergerakan darah membawa oksigen yang sehat. Penyumbatan ini juga dapat menyebabkan rasa sakit.

Apabila Anda memiliki genotipe AA maka Anda tidak perlu khawatir akan adanya penyakit sel sabit, namun bila genotipe Anda adalah AS maka Anda adalah pembawa gen sel sabit yang berisiko 50% memiliki anak dengan genotipe SS, atau berisiko memiliki penyakit sel sabit.

Tes genotipe juga bermanfaat menghindari kemungkinan anak mengidap thalasemia. Thalasemia adalah kelainan darah bawaan yang menyebabkan tubuh Anda memiliki hemoglobin yang kurang dari jumlah normalnya. Hemoglobin memungkinkan sel darah merah membawa oksigen, dengan kurangnya hemoglobin Anda akan seringkali mengalami anemia dan kelelahan.

Pada kondisi talasemia ringan, Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan. Namun pada kondisi yang lebih parah, Anda membutuhkan transfusi darah secara teratur.

Tes golongan darah

ilustrasi tes golongan darah
Sumber gambar

Tes golongan darah penting untuk dilakukan untuk mengetahui adanya ketidakcocokan rhesus. Golongan darah Anda dan pasangan bisa A, B, O, atau AB, namun ada komponen lain yang disebut faktor rhesus.

Faktor Rhesus (Rh) adalah protein bawaan yang ditemukan pada permukaan sel darah merah. Jika di dalam darah Anda ditemukan protein maka Anda memiliki Rh positif, dan bila darah Anda kekurangan protein Anda memiliki Rh negatif.

Memiliki Rh negatif bukan berarti Anda memiliki penyakit tertentu. Namun hal ini dapat mempengaruhi kehamilan Anda. Anda akan membutuhkan perawatan khusus jika memiliki Rh negatif sedangkan bayi memiliki Rh positif, di mana ditemukan ketidakcocokan Rh. Kondisi ini juga dapat menyebabkan penyakit hemolitik pada bayi baru lahir. Penyakit hemolitik (HDN) adalah kelainan darah pada janin atau bayi baru lahir yang dapat berakibat fatal. Bila normalnya sel darah merah dapat bertahan selama sekitar 120 hari di dalam tubuh, dengan adanya kelainan ini sel darah merah dihancurkan lebih cepat dan tidak bertahan lama.

Kondisi medis kronis

ilustrasi tes medis
Sumber gambar

Memiliki penyakit kronis bukan berarti dunia berakhir dan Anda tidak dapat menikah dengan pasangan. Mengetahui kondisi penyakit kronis sejak dini dapat membuat Anda dan pasangan lebih siap untuk saling menjaga.

Tes medis kronis dapat membantu mengetahui apakah ada kondisi seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, dan lain sebagainya. Dengan mengetahui lebih awal, memungkinkan Anda dan pasangan untuk mencari bantuan medis dan membuat perubahan gaya hidup sehat yang diperlukan.

BACA JUGA: Mengenal NIPT Test, Metode untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Akan lebih baik bila mengetahui sejak awal tentang kondisi kesehatan seksual Anda dan pasangan. Itulah mengapa tidak ada salahnya bila Anda melakukan tes kesehatan sebelum menikah. Menyadari adanya masalah dan kekurangan lebih dini akan membantu mengurangi kekhawatiran sebelum hari besar nanti.

Sumber:

  1. https://www.avonhealthcare.com/5-medical-tests-marriage/
  2. https://medlineplus.gov/genetics/condition/sickle-cell-disease/
  3. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/sickle-cell-disease
  4. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/rh-factor/about/pac-20394960
  5. https://medlineplus.gov/ency/article/001298.htm
  6. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thalassemia/symptoms-causes/syc-20354995

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id