Cara Tes Kehamilan dengan Meraba Perut
Kehamilan

Cara Tes Kehamilan dengan Meraba Perut

Agustus 4th 2022

Tes kehamilan dengan meraba perut adalah salah satu hal yang sebenarnya mudah untuk dilakukan. Pemeriksaan ini bisa dilakukan mandiri sebelum mendapatkan tes kehamilan menggunakan test pack atau pergi ke dokter.

Saat hamil, Anda akan menemui banyak perubahan pada tubuh yang menjadi tanda-tanda kehamilan. Perubahan pada tubuh saat kehamilan umumnya disebabkan oleh peningkatan hormon besar-besaran seperti hormon estrogen, progesteron dan hCG (hormon kehamilan). Perubahan hormon inilah yang kemudian memicu munculnya tanda-tanda kehamilan. Mulai dari mual dan muntah, kram ringan, flek yang muncul di celana, wajah yang tampak lebih bersinar, munculnya jerawat di beberapa area wajah, perut yang terasa kembung dan lebih buncit, dan lain sebagainya.

Peningkatan hormon-hormon di dalam tubuh juga memungkinkan otot-otot rahim menjadi lebih elastis sehingga ada cukup ruang untuk tempat pertumbuhan janin. Peningkatan hormon ini terkadang juga mempengaruhi persendian dan punggung bagian bawah yang menyebabkan rasa nyeri ringan.

Munculnya berbagai tanda kehamilan biasanya bisa dikonfirmasi paling cepat 2 minggu setelah pembuahan atau 1 minggu setelah terlambat haid menggunakan test pack. Bila tes kehamilan menunjukkan hasil positif, Anda perlu melanjutkan konfirmasi kehamilan dengan pemeriksaan USG, terutama untuk mengetahui posisi janin, apakah janin menempel di dinding rahim atau justru tumbuh di saluran tuba. Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan selama trimester pertama kehamilan adalah NIPT test yang bisa membantu mengetahui jenis kelamin bayi lebih dini serta mendeteksi adanya kemungkinan kelainan genetik pada bayi.

Tes kehamilan dengan meraba perut seperti apa?

ilustrasi tes kehamilan
Sumber gambar

Selain mengetahui kehamilan melalui test pack, Anda juga bisa mengetahui kehamilan dengan meraba perut. Beberapa kondisi perut mengindikasikan kehamilan saat diraba dengan tangan, seperti apa sajakah? Berikut ulasan singkatnya.

Perut terasa kembung saat diraba

Wanita yang mengikuti program hamil wajib tahu bahwa kembung adalah salah satu tanda kehamilan yang muncul di awal trimester pertama. Anda mungkin akan sedikit kesulitan membedakan antara kembung sebagai pertanda periode menstruasi atau kondisi kesehatan lain. Namun, kembung yang disebabkan kehamilan lebih mirip seperti rasa tidak nyaman atau kencang ketika ditekan.

Kembung sebagai tanda kehamilan mungkin disebabkan oleh peningkatan kadar hormon progesteron. Hormon progesteron mempengaruhi seluruh otot-otot di tubuh yang menjadi lebih rileks, termasuk otot-otot di pencernaan. Akibatnya, pencernaan menjadi melambat dan memicu perasaan kembung.

Perut terasa nyeri atau kram saat diraba

Mengalami kram atau nyeri perut saat hamil sebenarnya adalah hal yang normal. Kram atau nyeri ini biasanya muncul di trimester pertama kehamilan di mana tubuh sedang mempersiapkan rahim untuk tempat bertumbuh dan berkembangnya janin.

Nyeri dan kram yang terkait kehamilan cenderung bersifat ringan dan sementara. Kondisi ini dipengaruhi oleh kontraksi rahim yang berusaha mengubah ukuran agar sesuai dengan tempat pertumbuhan janin. Kontraksi inilah yang menghasilkan nyeri atau kram yang terkadang mirip dengan periode menstruasi. Orang seringkali salah mengenalinya sebagai menstruasi sampai pada akhirnya periode haid datang terlambat dan hasil tes kehamilan menunjukkan positif hamil.

Perut terasa mual atau ingin muntah saat diraba

ilustrasi muntah
Sumber gambar

Salah satu tanda kehamilan di trimester pertama adalah adanya morning sickness, di mana Anda mungkin merasa mual atau ingin muntah hampir sepanjang hari. Rasa mual atau muntah ini mungkin muncul ketika perut diraba, atau dipicu oleh aroma tertentu seperti aroma makanan, makanan pedas, aroma produk pewangi, dan lain sebagainya.

Morning sickness cenderung memuncak di akhir trimester pertama, namun juga bisa tetap hadir hingga trimester terakhir. Morning sickness yang parah dapat menyebabkan komplikasi seperti dehidrasi hingga kekurangan nutrisi, sehingga sebaiknya Anda tetap memenuhi cairan tubuh selama mengalami morning sickness, dan mencoba untuk mencukupi nutrisi walaupun mual dan muntah sepanjang hari.

Perut terasa penuh saat diraba

Sembelit adalah salah satu tanda kehamilan yang menyebabkan wanita merasakan ketidaknyamanan di perut saat diraba, kesulitan buang air besar, buang air besar tidak teratur atau bahkan buang air besar yang sangat keras. Secara umum, perut terasa selalu penuh dan tidak tuntas setelah buang air besar. Kondisi ini tidak disebabkan oleh kekurangan serat, melainkan dipengaruhi oleh peningkatan hormon progesteron yang membuat otot-otot pencernaan menjadi rileks.

Saat otot pencernaan rileks, maka makanan dan limbah sama-sama bergerak melambat di sistem pencernaan, akibatnya Anda mengalami sembelit atau disebut juga konstipasi. Untuk mengatasi hal ini, Anda disarankan untuk tetap mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan juga makanan berserat.

Ingin buang air kecil lebih sering ketika perut diraba

Keinginan untuk buang air kecil lebih sering juga mungkin dirasakan saat hamil, terutama ketika Anda meraba perut bagian bawah. Keinginan buang air kecil lebih sering ini juga disebabkan oleh peningkatan hormon dan juga perubahan fisik selama kehamilan.

Pada awal kehamilan, cairan tubuh dan volume darah meningkat sehingga menyebabkan ginjal bekerja lebih keras dan menghasilkan lebih banyak limbah untuk ditampung di kandung kemih. Akibatnya, Anda jadi murah merasa ingin buang air kecil. Seiring dengan bertambah besarnya ukuran perut, janin di dalam rahim juga akan membebani kandung kemih sehingga Anda lebih sering merasa ingin buang air kecil. Perasaan ini akan memuncak ketika usia kehamilan mencapai trimester ketiga akhir, di mana janin sudah bergerak menuju jalan lahir dan semakin menekan kandung kemih.

Perut terasa membesar ketika diraba

ilustrasi memegang perut
Sumber gambar

Ukuran perut yang semakin membesar dan buncit biasanya baru terjadi di trimester kedua apabila ini adalah kehamilan pertama Anda. Sebagian wanita mengalami ukuran perut yang semakin membesar di trimester pertama ketika ini bukan kehamilan pertama.

Membesarnya ukuran perut selama kehamilan tidak disebabkan oleh penambahan lemak tubuh, melainkan membesarnya rahim mengikuti pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam perut. Rahim akan berkontraksi dan kembali ke ukuran semula ketika bayi sudah dilahirkan, jadi Anda tidak perlu khawatir bahwa ukuran perut akan terus menerus membesar seperti saat sedang hamil tua.

Rasa tidak nyaman seperti kram yang terus menerus dialami di perut bagian bawah juga sangat mungkin terjadi. Kram atau nyeri ini bisa sangat menyakitkan dan mengganggu aktivitas. Apabila ini terjadi, maka sebaiknya Anda lebih waspada mengamati perkembangan gejala lain seperti munculnya darah berwarna merah segar atau merah muda, pusing atau sakit kepala, wajah terlihat pucat yang mengindikasikan adanya keguguran, atau kehamilan ektopik.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Segera periksakan kondisi Anda ke dokter apabila nyeri atau kram perut yang dirasakan selama kehamilan tidak membaik dan tidak hilang selama beberapa waktu.

Sumber:

  1. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pregnancy-symptoms-week-1#Pregnancy-Symptoms:-10-Early-Signs-That-You-May-Be-Pregnant
  2. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/frequent-urination-during-pregnancy
  3. https://www.verywellfamily.com/pregnancy-cramps-2371267
  4. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/morning-sickness/symptoms-causes/syc-20375254

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id