Tentang Tes HPV dan Kenapa Para Wanita Perlu untuk Tahu
Kesehatan

Tentang Tes HPV dan Kenapa Para Wanita Perlu untuk Tahu

Mei 17th 2022

Tes HPV penting dilakukan, terutama untuk para wanita. Pasalnya virus HPV di kondisi tertentu bisa sampai sebabkan kanker.

HPV atau human papillomavirus adalah jenis virus yang dapat menginfeksi manusia, yang menyebabkan pertumbuhan kulit atau kutil. Sebagian besar infeksi HPV tidak menyebabkan kanker, tetapi beberapa di antaranya dapat menyebabkan kanker leher rahim atau jenis kanker lain seperti kanker anus, kanker penis, kanker vagina, kanker vulva dan kanker orofaringeal (belakang tenggorokan).

Infeksi HPV sangat mudah menular melalui hubungan seksual, seks anal maupun kontak langsung skin-to-skin. Virus bahkan dengan mudah masuk ke dalam tubuh melalui sayatan kecil di kulit. Untuk mengetahui apakah Anda terinfeksi HPV atau tidak, dibutuhkan tes HPV untuk mengetahuinya.

Infeksi HPV sendiri dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu:

HPV risiko rendah

Adalah infeksi yang biasanya menyebabkan kutil pada anus, area genital dan terkadang di mulut. Kutil juga dapat terbentuk pada lengan, tangan, kaki atau dada. Pada infeksi dengan risiko rendah, kutil HPV tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Mereka akan hilang dengan sendirinya atau hanya membutuhkan prosedur kecil di rumah sakit untuk menghilangkannya.

HPV risiko tinggi

Infeksi HPV risiko tinggi terkadang tidak menimbulkan gejala apapun, atau bahkan hilang dalam satu atau dua tahun. Namun karena risikonya yang tinggi, infeksi ini juga dapat berlangsung selama bertahun-tahun sehingga berisiko menyebabkan kanker. HPV risiko tinggi inilah yang dapat menyebabkan kanker termasuk kanker serviks, kanker anus, kanker vagina, kanker penis, kanker mulut dan kanker tenggorokan.

Mengapa wanita perlu tahu dan melakukan tes HPV?

ilustrasi wanita perlu tes hpv
Sumber gambar

Walaupun dapat menginfeksi pria maupun wanita, namun data menunjukkan bahwa wanita lebih mungkin terinfeksi HPV di dalam hidupnya. Lebih dari 95% kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV. Menurut WHO, kanker serviks menjadi kanker paling umum keempat dengan perkiraan 604 ribu kasus baru dan 342 ribu kematian pada tahun 2020.

Apabila Anda adalah seorang wanita berusia 30-65 tahun, maka Anda masuk dalam kelompok usia yang direkomendasikan melakukan tes HPV dan pap smear setiap lima tahun sekali. Atau apabila Anda memiliki hasil pap smear abnormal, maka Anda juga direkomendasikan mendapatkan tes HPV untuk memastikan apakah ada HPV yang sedang berkembang dan menginfeksi leher rahim.

Apa itu tes HPV?

ilustrasi pengertian tes hpv
Sumber gambar

Tes HPV adalah tes skrining untuk kanker serviks. Tes ini tidak dapat memberi tahu apakah Anda menderita kanker serviks atau kanker tertentu, namun tes ini dapat mendeteksi keberadaan HPV sebagai virus yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Tes HPV dapat membantu Anda mengetahui jenis HPV berisiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks, serta membantu dokter untuk dapat memutuskan langkah apa yang selanjutnya akan direkomendasikan untuk mengatasi kondisi Anda. Langkah-langkah tersebut mungkin termasuk pemantauan lebih lanjut, pengujian lebih lanjut hingga pengobatan sel abnormal.

Hasil tes HPV positif

Positif berarti Anda memiliki jenis HPV risiko tinggi yang terkait dengan kanker serviks. Disebut berisiko tinggi bukan berarti saat ini Anda menderita kanker serviks, namun ini adalah sebuah peringatan bahwa kanker serviks dapat berkembang di dalam serviks Anda di kemudian hari. Umumnya Anda akan direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan kembali setahun kemudian untuk melihat apakah infeksi telah sembuh atau adanya tanda-tanda kanker serviks yang muncul.

Hasil tes HPV negatif

Negatif berarti Anda tidak memiliki jenis HPV apapun yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Perlu dicatat bahwa tes HPV dapat menunjukkan hasil positif palsu atau negatif palsu. Hasil tes positif palsu berarti menunjukkan Anda memiliki jenis HPV berisiko tinggi padahal tidak, sedangkan hasil tes negatif palsu menunjukkan Anda tidak terinfeksi HPV di saat Anda benar-benar memiliki infeksi HPV. Hal tersebut mungkin terjadi apabila prosedur tes dilakukan terlalu lambat atau tidak dilakukan sesuai prosedur yang tepat.

Prosedur tes HPV

ilustrasi prosedur tes hpv
Sumber gambar

Tidak ada persiapan khusus seperti harus berpuasa sebelum menjalani tes HPV. Umumnya tes ini juga dapat dilakukan dalam waktu bersamaan dengan pap smear. Kedua tes ini bisa Anda ambil sekaligus untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Walaupun tidak ada persiapan khusus sebelum melakukan tes HPV, namun Anda disarankan tidak berhubungan intim, melakukan ratus, menggunakan spermisida, atau pelumas setidaknya dua hari sebelum menjalani tes. Tes juga sebaiknya tidak dilakukan dalam periode menstruasi agar tidak mengganggu hasil pemeriksaan.

Tes HPV dan pap smear umumnya dilakukan di ruangan pemeriksaan yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Anda akan diminta menanggalkan pakaian bagian bawah dan berbaring di meja pemeriksaan dengan mengangkat kedua kaki serta meletakkannya di pada alat yang disebut stirrups.

Dokter kemudian akan memasukkan alat yang disebut spekulum ke dalam vagina dengan perlahan. Spekulum dapat membantu menahan dinding vagina sehingga mempermudah dokter untuk memeriksa serviks Anda. Ketika spekulum dimasukkan, Anda mungkin akan merasakan adanya sedikit tekanan dan rasa dingin. Selanjutnya, dokter akan mengambil sampel dari serviks menggunakan sikat halus atau spatula. Selama proses pengambilan sampel, Anda tidak akan merasakan sakit, Anda bahkan mungkin tidak akan merasakan apa-apa.

Setelah sampel berhasil dikumpulkan, sampel akan dimasukkan ke dalam wadah dan dikirim ke laboratorium untuk diuji dan melihat apakah ada kandungan mRNA dari jenis HPV risiko tinggi.

Anda mungkin akan mengalami pendarahan ringan selama 1-2 hari setelah menjalani tes HPV. Namun Anda tidak perlu khawatir karena pendarahan tersebut akan berhenti dengan sendirinya. Anda mungkin perlu kembali memeriksakan diri ke dokter apabila pendarahan disertai dengan rasa sakit parah, atau gejala mengganggu lainnya.

BACA JUGA: Mengenal NIPT Test, Metode untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Apabila hasil tes menunjukkan positif HPV, segera bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan. Penanganan dini dapat membantu mencegah infeksi semakin berkembang serta menurunkan risiko kanker serviks.

Sumber:

  1. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/hpv-test/about/pac-20394355
  2. https://www.cancer.gov/types/cervical/understanding-abnormal-hpv-and-pap-test-results
  3. https://medlineplus.gov/lab-tests/human-papillomavirus-hpv-test/
  4. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/symptoms-causes/syc-20351596
  5. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer
  6. https://cancer.ca/en/treatments/tests-and-procedures/human-papillomavirus-hpv-test

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id