Berbagai Jenis Tes HIV dan Alasan Kenapa Anda Perlu Melakukannya
Kesehatan

Berbagai Jenis Tes HIV dan Alasan Kenapa Anda Perlu Melakukannya

Mei 14th 2022

Tes HIV penting untuk dilakukan terutama bagi yang punya riwayat terkait. Tes HIV memungkinkan kita untuk tahu lebih cepat sehingga bisa melakukan penanganan.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Infeksi virus ini dapat merusak sistem kekebalan tubuh yang pada akhirnya mengganggu kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Apabila dibiarkan berkembang tanpa pengobatan dan perawatan, HIV dapat berubah menjadi Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS), yang berpotensi mengancam jiwa dan menyebabkan kematian.

HIV terutama ditularkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman dengan orang yang terinfeksi HIV. HIV juga dapat ditularkan dari ibu ke anak, atau melalui penggunaan jarum suntik bersama dengan orang yang terinfeksi HIV. Apabila Anda berisiko tinggi berganti-ganti pasangan dan tidak menggunakan pengaman saat berhubungan seksual, maka sebaiknya Anda mendapatkan tes HIV.

Gejala awal HIV

ilustrasi gejala awal hiv
Sumber gambar

Sebagian orang mengalami gejala HIV dalam jangka waktu 2-4 minggu setelah terinfeksi HIV. Gejalanya mungkin akan dirasakan dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Orang seringkali tidak merasa curiga terhadap gejala HIV karena gejalanya mirip seperti flu, di antaranya seperti:

  • Demam
  • Menggigil
  • Ruam kemerahan
  • Keringat di malam hari
  • Nyeri otot
  • Sakit tenggorokan
  • Kelelahan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Adanya sariawan di mulut

Sebagian orang lainnya tidak merasakan gejala apapun saat terinfeksi HIV. Inilah mengapa sangat penting untuk mendapatkan tes HIV apabila Anda berisiko tinggi terinfeksi HIV.

Jenis Tes HIV

ilustrasi jenis tes hiv
Sumber gambar

Sebenarnya hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV secara total, namun dengan perawatan medis yang tepat dan dilakukan sejak dini, gejala virus dapat dikelola dan Anda dapat hidup normal seperti biasa. Satu-satunya cara untuk bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan dini adalah dengan melakukan tes HIV. Tes ini dapat mengetahui apakah Anda mengidap HIV atau tidak sehingga Anda tahu bagaimana cara mencegah menularkan HIV dan mengontrol gejalanya.

Menurut CDC, ada tiga jenis tes HIV yang dapat digunakan untuk mengetahui adanya infeksi virus HIV di dalam tubuh.

Tes NAT (Nucleic Acid Test)

Tes NAT juga dikenal dengan nama tes RNA. Tes ini dilakukan untuk mencari virus HIV di dalam darah, yang dapat mendiagnosis HIV sekitar 10 hari setelah terpapar.

Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah dari vena, dan mencari berapa banyak virus yang terkandung di dalam darah (viral load). NAT dapat mendeteksi HIV lebih cepat sejak terpapar daripada jenis tes lainnya, namun harganya cukup mahal. Tes laboratorium juga membutuhkan waktu beberapa hari sampai hasilnya keluar, sehingga dokter jarang menggunakannya sebagai screening dan lebih merekomendasikan tes ini apabila memang Anda telah mengalami awal HIV, misalnya seperti gejala flu.

Tes antigen/antibodi

Tes antigen/antibodi dapat mendeteksi HIV sekitar 18-45 hari setelah terpapar. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah dari vena atau dengan melakukan tes tusukan jari, dan hanya memakan waktu sekitar 30 menit sampai hasilnya keluar.

Tes antigen/antibodi digunakan untuk mencari antibodi/antigen HIV di dalam darah. Antibodi biasanya akan diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh apabila Anda terpapar virus, dalam hal ini HIV. Sedangkan antigen adalah zat asing yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi aktif. Apabila Anda terinfeksi HIV, maka antigen yang disebut p24 akan diproduksi tubuh bahkan sebelum antibodi berkembang.

Tes antibodi HIV

Tes antibodi HIV digunakan untuk mencari antibodi terhadap HIV baik dalam darah atau cairan mulut. Tes antibodi yang menggunakan sampel darah yang diambil dari vena dapat mendeteksi HIV lebih cepat dibandingkan tes tusuk atau pengambilan sampel saliva.

Tes ini memakan waktu 23-90 hari untuk mendeteksi infeksi HIV setelah terpapar. Tes ini menjadi tes yang lebih sering digunakan karena hasil tes bisa diperoleh sekitar 30 menit atau kurang dari itu.

Di Indonesia, tes HIV bisa Anda peroleh di puskesmas, rumah sakit atau klinik atau kelompok organisasi HIV/AIDS.

Manfaat Tes HIV

ilustrasi konsultasi dengan dokter
Sumber gambar

Tes HIV berguna untuk mengetahui apakah Anda telah terinfeksi HIV. Sebagian besar orang yang terinfeksi HIV tidak mengidap AIDS. Orang dengan AIDS memiliki jumlah sel kekebalan yang sangat rendah dan berisiko terkena penyakit yang mengancam jiwa, seperti infeksi berbahaya, pneumonia yang parah, dan kanker tertentu. Apabila HIV dideteksi lebih awal maka Anda bisa mendapatkan obat-obatan yang melindungi sistem kekebalan, sehingga virus tidak sampai berkembang menjadi AIDS.

Mengapa perlu mendapatkan tes HIV?

CDC telah merekomendasikan agar setiap orang yang berusia antara 13-64 tahun agar melakukan tes HIV setidaknya sekali, terutama bila Anda berisiko tinggi terinfeksi HIV. HIV sangat mudah menyebar melalui kontak fisik saat berhubungan seksual, atau melalui penggunaan jarum suntik bersama.

Anda berisiko tinggi terinfeksi HIV dan direkomendasikan untuk mendapatkan tes HIV apabila:

  • Berhubungan seksual dengan sesama jenis
  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Berhubungan seksual dengan pasangan yang telah terinfeksi HIV
  • Menggunakan jarum suntik bersama dalam penggunaan narkoba
  • Didiagnosis oleh dokter atas infeksi menular seksual lainnya
ilustrasi ibu menggendong bayi
Sumber gambar

HIV juga dapat ditularkan ibu saat proses melahirkan bayi atau melalui ASI, sehingga sangat penting bagi Anda mendapatkan tes HIV apabila Anda hamil dan berisiko tinggi. Pengobatan dini selama kehamilan dapat menurunkan risiko penularan infeksi HIV pada bayi.

Ketika hasil tes menunjukkan hasil negatif namun Anda termasuk kelompok berisiko tinggi, maka bukan berarti Anda tidak mengidap HIV. Beberapa tes menunjukkan hasil negatif ketika tes dilakukan terlalu dini. Anda dapat mengulangi tes tambahan beberapa hari kemudian atau sesuai yang dijadwalkan petugas layanan kesehatan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

BACA JUGA: Begini Cara untuk Deteksi Kanker Sejak Dini

Demikian juga bila hasil tes menunjukkan positif, Anda akan diberikan tes lanjutan untuk memastikan diagnosis sebelum mendapatkan pengobatan. Saat ini memang tidak ada obat yang dapat menyembuhkan HIV, namun apabila dua kali hasil tes Anda menunjukkan positif, maka Anda akan diberikan terapi antiretroviral (ART) yang secara signifikan dapat mengurangi jumlah HIV dalam darah. Anda disarankan untuk mengikuti perawatan sesuai jadwal agar gejala jumlah virus tetap dapat terkontrol.

Sumber:

  1. https://www.cdc.gov/hiv/basics/hiv-testing/test-types.html
  2. https://www.medicalnewstoday.com/articles/types-of-hiv-tests#results-timeline
  3. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiv-aids/symptoms-causes/syc-20373524

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id