Prosedur Tes Hepatitis B dan Kapan Waktu Paling Pas untuk Melakukannya
Kesehatan

Prosedur Tes Hepatitis B dan Kapan Waktu Paling Pas untuk Melakukannya

Mei 15th 2022

Tes Hepatitis sebaiknya segera dilakukan mereka yang memiliki riwayat terkait. Bagaimana prosedurnya?

Virus hepatitis B dapat menyebabkan infeksi hati serius di mana hati akan mengalami peradangan. Seseorang bisa mengalami Hepatitis B akut di mana akan sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu kurang dari enam bulan, disertai gejala yang cukup ringan. Sedangkan sebagian lainnya dapat mengalami infeksi hepatitis B kronis, yang artinya infeksi berlangsung lebih dari enam bulan.

Memiliki hepatitis B kronis berarti harus lebih waspada, karena infeksi ini dapat meningkatkan risiko terkena gagal hati atau sirosis hati. Tanpa pengobatan dan perawatan yang tepat Anda juga berisiko mengalami kanker hati. Untuk mencegah kondisi yang lebih serius, Anda disarankan untuk mendapatkan tes hepatitis apabila memiliki gejala yang mengindikasikan infeksi hepatitis.

Gejala hepatitis B

ilustrasi hepatitis b
Sumber gambar

Seperti yang sempat disebutkan di atas, gejala hepatitis B orang yang satu dengan yang lain berbeda-beda. Orang dapat mengalami gejala yang ringan maupun berat, atau bahkan tidak memiliki gejala apapun. Gejala infeksi bahkan biasanya baru muncul sekitar 1-4 bulan setelah terinfeksi.

Gejala hepatitis B meliputi:

  • Rasa sakit di perut
  • Urin berwarna gelap
  • Demam
  • Nyeri sendi
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Tubuh terasa lemah dan kelelahan
  • Perubahan warna kulit dan mata menjadi kekuningan (jaundice)

Jenis dan prosedur tes hepatitis B

Hepatitis B menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, seperti misalnya darah, air liur, semen atau sekresi vagina. Hepatitis B juga dapat menular melalui penggunaan jarum suntik bersama, tidak sengaja mengadakan kontak dengan sampel darah penderita hepatitis B, atau ditularkan melalui ibu ke bayi saat melahirkan. Orang-orang dengan risiko tinggi sebagai berikut disarankan mendapatkan tes hepatitis B:

  • Ibu hamil
  • Orang yang lahir di area kasus hepatitis B yang tinggi
  • Orang yang belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis B
  • Orang dengan HIV positif
  • Pengguna narkoba suntik
  • Orang yang berganti-ganti pasangan seksual
ilustrasi bahan tes hepatitis
Sumber gambar

Tes hepatitis B dilakukan untuk mencari antigen, antibodi atau materi genetik virus hepatitis B. Antigen adalah zat dari virus yang menyebabkan tubuh menghasilkan respon kekebalan tubuh; antibodi adalah zat yang diproduksi sistem kekebalan tubuh sebagai respon terhadap virus hepatitis B. Hanya dibutuhkan satu sampel darah untuk melengkapi jenis tes yang dikenal dengan istilah “Panel Hepatitis B” ini. Tes dibutuhkan satu sama lain untuk memahami sepenuhnya apakah Anda terinfeksi atau tidak. Secara umum, tes dibagi menjadi dua tahap, meliputi:

Tes tahap awal

Tes HBsAg (Hepatitis B surface antigen)

Tes ini dapat mendeteksi keberadaan virus hepatitis B di dalam darah dengan cara menghitung kadar protein yang dapat ditemukan di permukaan virus. Jika hasil tes menunjukkan positif atau reaktif, maka tes akan dilanjutkan untuk menentukan apakah jenis hepatitis Anda adalah infeksi akut atau kronis. Dan bila hasil tes HBsAg menunjukkan positif artinya Anda telah terinfeksi virus hepatitis B dan dapat menularkan kepada orang lain melalui darah Anda.

Tes anti-HBs atau HBsAb

Tes ini menunjukkan apakah Anda terlindungi dari virus hepatitis B. Tes akan mencari adanya antibodi permukaan atas yang diproduksi secara alami oleh tubuh. Perlindungan antibodi ini biasanya didapatkan apabila Anda telah menerima vaksin hepatitis B atau berhasil pulih dari infeksi hepatitis B. Hasil tes anti-HBs positif berarti menunjukkan Anda memiliki kekebalan terhadap virus hepatitis B dan tidak dapat terinfeksi, artinya Anda juga tidak dapat menularkan hepatitis B kepada orang lain.

Tes anti-HBc atau HBcAb

Tes ini hanya dapat dipahami setelah mengetahui dua hasil tes di atas (tes HBsAg dan anti-HBs). Hasil tes yang menunjukkan positif atau reaktif mengindikasikan adanya infeksi hepatitis B baik di masa lalu atau saat ini. Untuk itu diperlukan dua hasil tes sebelumnya agar dapat menentukan apakah infeksinya masih ada atau sudah sembuh. Tes ini juga mendeteksi dua jenis antibodi, yang disebut antibodi HBc IgM dan IgG.

Tes lanjutan

ilustrasi seorang wanita melakukan tes hepatitis
Sumber gambar

Pasien yang telah menunjukkan positif hepatitis B akan diberikan tes lanjutan guna memantau penyakit, memandu pengobatan dan menentukan apakah masih dapat menularkan virus hepatitis B ke orang lain. Tes ini antara lain:

Tes HBeAg

Antigen HBeAg adalah protein dari virus hepatitis B yang ditemukan bila Anda positif terhadap antigen permukaan hepatitis B. Antigen ini dapat membantu dokter memahami kemampuan Anda dalam menularkan infeksi virus hepatitis B kepada orang lain.

Tes anti-HBe

Anti-HBe adalah antibodi yang diproduksi oleh tubuh sebagai respon terhadap antigen e hepatitis B. Hilangnya HBeAg dan deteksi anti-HBe dalam darah disebut serokonversi, yang berarti adanya infeksi jangka pendek. Tes ini digunakan untuk memantau hepatitis B akut.

Tes DNA virus hepatitis B

Tes ini dapat mendeteksi materi genetik virus dan menentukan viral load dalam darah. Hasil positif tes ini akan menunjukkan bahwa virus berkembang biak di tubuh Anda dan dapat ditularkan kepada orang lain. Tes ini lebih sering digunakan untuk memantau pengobatan antivirus terhadap orang dengan infeksi hepatitis B kronis.

Untuk mendapatkan tes hepatitis B, Anda harus mengunjungi dokter terlebih dahulu untuk menceritakan riwayat kondisi dan risiko yang Anda miliki. Dokter akan meminta petugas kesehatan untuk mengambil sampel darah dari pembuluh vena di lengan. Pengumpulan sampel darah hanya akan memakan waktu tidak lebih dari lima menit, dan tidak ada efek samping selain rasa seperti tersengat saat jarum masuk dan memar di bekas jarum.

Kapan sebaiknya mendapatkan tes hepatitis B?

ilustrasi prosedur suntik
Sumber gambar

Masa inkubasi rata-rata virus hepatitis B adalah sekitar 90 hari (antara 60-150 hari) setelah terpapar infeksi virus. Keberadaan virus hepatitis B dalam darah rata-rata dapat terdeteksi oleh tes HBsAg dalam 4 minggu (antara 1-9 minggu) setelah terpapar virus. Sehingga apabila Anda ingin mendapatkan tes hepatitis B, Anda bisa mengunjungi dokter dalam 4 minggu setelah terpapar.

BACA JUGA: Begini Cara untuk Deteksi Kanker Sejak Dini

Infeksi hepatitis B kronis mungkin membutuhkan pengobatan yang cukup lama, berkisar 6-12 bulan. Kondisi Anda juga akan terus dipantau apabila membutuhkan terapi antivirus atau skrining kanker hati. Tetap lanjutkan konsultasi dengan dokter ahli saat menyelesaikan pengobatan sampai Anda dinyatakan benar-benar sembuh.

Sumber:

  1. https://www.hepb.org/prevention-and-diagnosis/diagnosis/hbv-blood-tests
  2. https://www.testing.com/tests/hepatitis-b-test/
  3. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-b/symptoms-causes/syc-20366802
  4. https://www.immunize.org/catg.d/p2110.pdf
  5. https://www.cdc.gov/hepatitis/hbv/hbvfaq.htm#b5

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id