Mengenal Prosedur Tes DNA dan Hasil yang Akan Didapatkan
Kesehatan

Mengenal Prosedur Tes DNA dan Hasil yang Akan Didapatkan

April 23rd 2022

Sering mendengar tentang tes DNA? Bagi masyarakat Indonesia istilah tersebut memang sudah bukan sesuatu yang baru.

Tes DNA akhir-akhir ini semakin santer terdengar. Salah satu yang paling sering menyumbang berita tentang tes DNA adalah dari kalangan selebriti. Beberapa kali terdengar seorang pesohor meminta seseorang yang mengaku memiliki anak kandung darinya untuk melakukan tes DNA. Dengan pengujian tersebut akan muncul jawaban mengenai garis keturunan sang anak, apakah benar-benar anak kandung dari pesohor tersebut atau hanya omong kosong belaka.

Apa sebenarnya DNA?

Ilustrasi DNA
Sumber gambar

Asam deoksiribonukleat, di mana masyarakat lebih mengenalnya dengan nama singkat DNA, merupakan salah satu jenis asam nukleat yang memiliki kemampuan pewarisan sifat. Keberadaan asam deoksiribonukleat ditemukan di dalam nukleoprotein yang membentuk inti sel.

Membaca kata pewarisan sifat menguatkan berita-berita seperti pesohor di atas. Susunan DNA orang tua tak pernah jauh beda dengan keturunannya. Bahkan DNA bisa mengetahui siapa sebenarnya nenek moyang Anda.

Tes DNA sendiri merupakan metode identifikasi yang sangat bisa diandalkan untuk membuktikan garis keturunan. Setiap manusia yang terlahir di dunia akan memiliki blueprint yang sangat unik dan tercatat pada DNA tersebut. Sepanjang hidup, molekul ini bersifat tetap dan kemudian akan mengalir ke keturunan-keturunannya. Itulah mengapa seorang anak mirip dengan orang tuanya, baik dalam penampilan, gaya, atau sifatnya.

Tes DNA, seperti apa?

Ilustrasi tes DNA
Sumber gambar

Apa itu tes DNA? Sering terdengar, tapi apakah Anda tahu bagaimana detail dari pengujian ini?

Dalam istilah medis, tes DNA merupakan rangkaian tes pada sampel kromosom, gen, dan protein. Dari pengujian tersebut akan terjawab perubahan dan kelainan dari komposisi gen seseorang. Itulah mengapa uji DNA juga dikenal sebagai tes genetik.

Dalam tes genetik peneliti melakukan pengujian untuk mendeteksi adanya mutasi pada untai DNA pendek atau DNA tunggal. Sementara tes genetik kromosom menganalisa kromosom atau untai DNA yang panjang sebagai pengujian terhadap penyebab kelainan genetik.

Keseluruhan proses pengujian dilakukan di laboratorium dan sifatnya tidak wajib. Sebagai langkah finalnya seorang spesialis genetik akan melakukan analisa terhadap hasil pengujian DNA.

Siapakah yang sebaiknya menjalani tes DNA?

Seperti yang tersebut di atas bahwa tes DNA bukanlah sesuatu yang bersifat wajib. Singkatnya, bila seorang anggota keluarga melakukan tes DNA, hasilnya kemungkinan juga sama dengan anggota keluarga lain. Ini karena setiap orang yang memiliki garis keturunan sama juga punya komposisi genetik yang sama.

Tes DNA merupakan langkah untuk menganalisis mutasi genetik. Jadi sebaiknya bila ada keluarga yang cenderung rentan menderita penyakit langka atau tertentu, sebaiknya melakukan tes DNA. Alasannya adalah karena hasil dari pengujian tersebut bisa menjadi penentu anggota keluarga lain yang berisiko terkena penyakit. Dengan deteksi yang lebih dini, ada kemungkinan lebih besar untuk terapi atau pengobatan demi masa depan yang lebih baik.

Selain faktor keluarga, etnis tertentu juga memiliki risiko penyakit langka. Untuk memudahkan diagnosa, dokter bisa menyarankan pasien tersebut agar melakukan tes DNA. Singkatnya, tes DNA mempermudah pekerjaan tenaga medis dalam mendeteksi dan menentukan penyakit, terutama yang tergolong langka atau baru, serta asing di masyarakat. Diharapkan, dengan bantuan tes DNA, dokter bisa merencanakan tentang bagaimana cara pengobatan yang terbaik dan efektif untuk menyembuhkan pasien.

Di dunia kedokteran yang modern, tes DNA juga bisa membantu para ibu hamil untuk mengetahui risiko penyakit yang bisa mengganggu pertumbuhan sang anak di masa mendatang. Meski secara kenyataan terasa pahit, setidaknya hasil tes yang menunjukkan adanya kelainan genetik akan membantu sang ibu dan keluarga dalam menentukan strategi terbaik untuk mempersiapkan kehidupan calon bayi.

Bagian tubuh mana yang menjadi bahan tes DNA?

Dalam sebuah tes DNA, tenaga medis akan mengambil salah satu atau kombinasi dari sampel dari tubuh pasien. Mulai dari darah, air ketuban pada wanita hamil, jaringan dari organ tubuh, sampel dari hasil swab di bagian dalam mulut, rambut, kulit, atau dari cairan tubuh.

Hasil yang Anda dapatkan bila melalui prosedur tes DNA

Hasil tes DNA memunculkan dua kemungkinan, positif atau negatif. Hasil positif merupakan petunjuk bagi dokter dan pasien tentang adanya risiko penyakit bawaan. Meski begitu, tes DNA tidak bisa memberi jawaban mengenai seberapa parah sakit atau prognosis yang akan dialami pasien.

Bila hasil menunjukkan negatif artinya pasien tidak mengalami mutasi atau perubahan pada sampel DNA, untai DNA, atau protein yang mendapatkan pengujian. Hal ini menunjukkan bahwa pasien yang melakukan tes DNA tersebut bukan seorang carrier penyakit, berisiko, atau menderita penyakit tertentu akibat mutasi genetik.

Meski begitu, ada beberapa kasus dengan hasil tes yang tidak jelas. Untuk mengetahui lebih dalam biasanya dokter akan meminta untuk melakukan uji DNA ulang untuk dapatkan hasil yang lebih baik.

Wajib dipahami, tes DNA memiliki risiko dan komplikasi

Ini yang harus menjadi catatan bagi Anda yang ingin melakukan tes DNA. Sebelum melakukannya, ketahuilah bahwa pengujian ini memiliki risiko dan komplikasi tertentu.

Salah satu yang terberat adalah dampak psikologis. Ini terjadi ketika ternyata hasil tes DNA menunjukkan bahwa ada kemungkinan Anda atau keluarga meninggal akibat munculnya penyakit yang membahayakan.

Risiko yang sangat berat. Namun demi kebaikan banyak orang, pil pahit pun juga harus ditelan. Untuk mengurangi beban depresi akibat hal-hal seperti di atas, konsultasikan diri dengan konselor genetika. Mereka akan memberikan bantuan berupa bimbingan selama menjalani tes DNA, sekaligus memberi jawaban dan saran atas berbagai masalah yang akan muncul setelah tes DNA.

Berapa biaya tes DNA?

Untuk Anda ketahui bahwa tes DNA memerlukan biaya yang cukup mahal, hingga belasan juta Rupiah. Catatan lain, saat ini BPJS Kesehatan tidak memiliki cover untuk pembiayaan uji DNA ini. Salah satu cara untuk meringankan beban biaya tes DNA adalah dengan mengikuti asuransi dengan pembiayaan yang meliputi uji DNA.

Hingga saat ini tes DNA dipercaya bisa memberikan hasil yang sangat akurat. Meski layanannya tergolong mahal, hasil dari pengujian molekul tubuh ini akan menjadi kunci jawaban bagi kesehatan Anda.

Jadi, apakah perlu melakukan tes DNA? Jawabannya tentu, “Ya!” selama itu bisa membantu untuk mengubah masa depan menjadi lebih baik.

Sumber:

  1. https://www.honestdocs.id/mengenal-jenis-dan-prosedur-tes–dna-untuk-mengetahui-garis-keturunan
  2. https://hellosehat.com/sehat/tes-kesehatan/cara-kerja-tes-dna/

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id