11 Tanda-tanda Keguguran Hamil 2 Bulan yang Patut Diwaspadai
Kehamilan

11 Tanda-tanda Keguguran Hamil 2 Bulan yang Patut Diwaspadai

September 15th 2022

Tanda-tanda keguguran hamil 2 bulan terkadang diawali dengan rasa sakit atau kram di perut yang mirip seperti menstruasi. Keguguran terkadang disertai dengan flek ringan hingga pendarahan serta hilangnya tanda-tanda kehamilan yang seharusnya berkembang.

Sebagian besar orang telah menantikan kehamilan sejak lama, dan melakukan berbagai usaha untuk bisa mewujudkan kehamilan. Sayangnya, adakalanya kehamilan harus berhenti sebelum berhasil berkembang, yang dikenal dengan istilah keguguran atau aborsi spontan. Keguguran umumnya terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu, yang bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti misalnya adanya kelainan pada embrio, kehamilan berkembang di luar kandungan, kehamilan anggur, dan kehamilan kosong. Tubuh memahami bahwa kehamilan tidak bisa berlanjut, sehingga kehamilan pun berhenti.

Kelainan pada embrio yang dapat menyebabkan keguguran, dipengaruhi oleh adanya kelainan kromosom yang bisa dideteksi dengan test NIPT sejak trimester pertama kehamilan. Dengan mendeteksi berbagai kemungkinan kelainan genetik, Anda juga bisa mempersiapkan diri untuk kemungkinan komplikasi kehamilan atau kondisi tertentu pada janin.

Tanda-tanda keguguran hamil 2 bulan, seperti apa?

ilustrasi tanda keguguran hamil 2 bulan
Sumber gambar

Lebih dari 80% keguguran terjadi di 3 bulan pertama usia kehamilan. Semakin besar usia kehamilan, risiko keguguran akan semakin menurun, namun bukan berarti tidak akan terjadi. Risiko keguguran ini bisa diturunkan apabila sejak program hamil Anda mendapatkan asupan suplemen dan nutrisi yang cukup, serta menjalani gaya hidup sehat.

Adapun tanda-tanda keguguran di trimester pertama kehamilan meliputi:

  • Flek atau pendarahan ringan hingga berat
  • Kram yang parah
  • Rasa sakit di perut
  • Tubuh yang melemah
  • Sakit punggung yang memburuk dan parah
  • Demam dengan disertai gejala lain yang mengindikasikan keguguran
  • Penurunan berat badan yang tiba-tiba
  • Keluarnya lendir atau keputihan berwarna merah muda
  • Adanya kontraksi terus menerus
  • Keluarnya jaringan yang terlihat seperti gumpalan darah dari vagina
  • Hilangnya tanda-tanda kehamilan

Penyebab keguguran di usia kehamilan awal

ilustrasi penyebab keguguran
Sumber gambar

Keguguran di usia kehamilan awal bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Menurut para ahli, berikut adalah penyebab keguguran di usia kehamilan awal:

Adanya problem genetik atau kromosom

Sekitar setengah dari kasus keguguran di awal kehamilan terjadi akibat embrio yang tidak berkembang dengan baik. Hal ini seringkali disebabkan oleh jumlah kromosom yang tidak normal. Selama pembuahan, ketika sel telur dan sperma bergabung maka dua set kromosom akan bersatu. Jika sel telur atau sperma memiliki lebih banyak atau lebih sedikit kromosom dari biasanya, maka embrio akan memiliki jumlah yang tidak normal.

Problem genetik atau kromosom yang dapat menyebabkan keguguran, antara lain:

Blighted ovum

Blighted ovum atau kehamilan kosong, di mana ada tanda-tanda kehamilan dan hasil tes kehamilan menunjukkan positif hamil, namun tidak ada embrio yang terbentuk.

Kematian janin intrauterin

Embrio telah terbentuk namun berhenti berkembang dan mati sebelum munculnya gejala keguguran.

Hamil anggur dan hamil anggur parsial

Hamil anggur adalah kehamilan yang disebabkan oleh kedua set kromosom berasal dari ayah. Kehamilan anggur dikaitkan dengan pertumbuhan abnormal plasenta, biasanya tidak disertai dengan perkembangan janin. Sedangkan hamil anggur parsial terjadi ketika kromosom ibu tetap ada, namun ayah menyediakan dua set kromosom. Pada kehamilan ini biasanya ada kelainan pada plasenta dan janin.

Adanya problem kesehatan ibu saat sedang hamil

Di antara beberapa kasus keguguran, kondisi kesehatan ibu adalah penyebab berhentinya kehamilan di usia kehamilan awal, misalnya seperti:

  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Adanya infeksi selama kehamilan
  • Adanya gangguan hormon
  • Adanya gangguan pada rahim atau serviks
  • Penyakit yang berhubungan dengan kelenjar tiroid
  • Adanya risiko yang meningkatkan peluang keguguran

Selain kedua hal di atas, juga ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan peluang terjadinya keguguran di awal kehamilan, antara lain:

Usia

Wanita yang hamil di usia di atas 35 tahun berisiko mengalami keguguran lebih tinggi daripada saat hamil sebelum usia 35 tahun.

Riwayat keguguran sebelumnya

Jika seorang wanita pernah mengalami keguguran pada kehamilan sebelumnya, maka ia akan berisiko mengalami keguguran pada kehamilan selanjutnya.

Kondisi kronis

Wanita yang hamil dan memiliki riwayat penyakit kronis yang tidak terkontrol cenderung akan mengalami keguguran.

Pola hidup tidak sehat

Pola hidup tidak sehat seperti kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol, mengonsumsi obat terlarang, memiliki kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko keguguran di usia kehamilan awal.

Tips mencegah keguguran terjadi kembali di kehamilan selanjutnya

ilustrasi mencegah keguguran
Sumber gambar

Keguguran itu sendiri tidak bisa dicegah saat kehamilan sudah terjadi. Keguguran hanya bisa dicegah bila kehamilan belum terjadi dengan melakukan berbagai usaha, seperti misalnya:

Mengonsumsi asam folat

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 400 mcg asam folat selama menjalani program hamil dapat menurunkan risiko cacat tabung saraf yang dapat memicu terjadinya keguguran. Asam folat dapat diperoleh melalui aneka makanan seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, makanan tinggi protein, makanan yang difortifikasi dan juga suplemen. Konsumsi asam folat ini disarankan dilakukan setidaknya tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan dan dosisnya akan ditingkatkan oleh dokter setelah kehamilan dikonfirmasi.

Menjalani praktek gaya hidup sehat

Gaya hidup tidak sehat seperti merokok (baik aktif maupun pasif), mengonsumsi alkohol, menyalahgunakan obat terlarang dapat meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, Anda juga harus membatasi konsumsi kafein hingga 300 mg atau kurang setiap harinya.

Jalani gaya hidup sehat seperti berolahraga teratur, tidur yang cukup, dan mengonsumsi nutrisi seimbang sejak merencanakan kehamilan hingga ketiga trimester kehamilan.

Menjaga berat badan

Kelebihan berat badan, kekurangan berat badan dan juga obesitas meningkatkan risiko keguguran dan komplikasi kehamilan lainnya. Kondisi ini juga mempengaruhi berat badan lahir janin yang menyebabkan berat badan lahir rendah atau kelahiran prematur.

Mencegah infeksi penyakit

Penyakit menular dapat menginfeksi tubuh saat Anda kurang menjaga kebersihan. Hindari terpapar infeksi penyakit dengan mencuci tangan lebih sering dan mendapatkan vaksinasi yang dibutuhkan saat menjalani perencanaan kehamilan. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk jenis vaksin yang direkomendasikan selama perencanaan kehamilan.

Mengelola penyakit kronis

Bila selama ini Anda memiliki riwayat penyakit kronis tertentu seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit autoimun, maka Anda harus bisa mengelola gejala penyakit dengan baik. Misalnya dengan rutin mengonsumsi obat yang telah diresepkan dokter, menghindari pantangan yang telah dibuat oleh dokter untuk mencegah keguguran terjadi selama kehamilan.

Menghindari praktik seks bebas

Infeksi penyakit menular seksual juga dapat meningkatkan komplikasi kehamilan, termasuk keguguran di awal kehamilan. Untuk itu, pastikan Anda melakukan tes penyakit menular saat sedang hamil, terutama bila Anda memiliki risiko tinggi akan penyakit menular seksual. Hindari berhubungan seksual berganti-ganti pasangan, dan gunakan kondom saat berhubungan seksual selama sedang hamil.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Ketika tanda-tanda keguguran muncul, Anda tidak bisa mengabaikan ataupun menghentikannya. Segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah kehamilan masih bisa dilanjutkan atau memang harus diakhiri. Anda juga mungkin harus mendapatkan pengobatan setelah mengalami keguguran dan menghindari berhubungan seksual serta menunda kehamilan baru hingga setidaknya 6 bulan sampai tubuh Anda pulih, kembali sehat dan siap untuk kehamilan selanjutnya.

Sumber:

  1. https://www.webmd.com/baby/guide/pregnancy-miscarriage
  2. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9688-miscarriage
  3. https://www.acog.org/womens-health/faqs/early-pregnancy-loss
  4. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298
  5. https://www.healthline.com/health/pregnancy/how-to-prevent-miscarriage#miscarriage-myths

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id