7 Tanda Bahaya Kehamilan yang Wajib Diketahui
Kehamilan

7 Tanda Bahaya Kehamilan yang Wajib Diketahui

Agustus 10th 2022

Tanda bahaya kehamilan mungkin dialami selama masa kehamilan. Sebagian tanda akan mereda dan hilang dengan sendirinya, namun sebagian lain sebaiknya diwaspadai.

Sejak awal masa kehamilan, tubuh Anda akan mengalami berbagai macam perubahan yang menunjukkan adanya kehamilan. Sebagian tanda-tanda berkembang sebagai gejala kehamilan yang normal, sedangkan sebagian lainnya mungkin perlu diwaspadai karena dapat membahayakan kehamilan.

Setelah mengkonfirmasi tanda kehamilan normal dengan menggunakan test pack dan pemeriksaan USG, langkah selanjutnya adalah mendapatkan pemeriksaan NIPT test yang bisa diperoleh sejak 10 minggu usia kehamilan. Tes ini akan mendeteksi adanya tanda-tanda kelainan genetik yang mungkin muncul pada janin dan berpotensi mengganggu kehamilan.

Tanda bahaya kehamilan yang sebaiknya tidak diabaikan

Tanda-tanda kehamilan yang semula dianggap normal bisa berubah menjadi sinyal bahaya bagi ibu maupun janin. Tidak semua wanita mengenalinya sebagai tanda bahaya, sebagian orang yang baru menjalani program hamil mungkin tidak menyadari bahwa hal itu bisa membahayakan kehamilan dan janin. Untuk itu, simak beberapa tanda yang perlu diwaspadai selama kehamilan yang mungkin mengindikasikan tanda bahaya kehamilan.

Terjadinya pendarahan

ilustrasi terjadinya pendarahan
Sumber gambar

Sebenarnya pendarahan ringan adalah sesuatu yang normal, yang menandakan adanya implantasi. Tapi perlu diketahui bahwa pendarahan implantasi ini hanya terjadi di awal trimester pertama saja, sedangkan pendarahan yang terjadi setelahnya mengindikasikan adanya masalah pada kehamilan Anda.

Pendarahan sebelum usia kehamilan 20 minggu selain pendarahan implantasi disebabkan oleh keguguran ataupun kehamilan ektopik. Sedangkan pendarahan yang terjadi di atas usia kehamilan 20 minggu bisa disebabkan oleh plasenta previa atau menempelnya plasenta dekat dengan leher rahim, dan solusio plasenta yang terjadi ketika plasenta terpisah dari rahim sebelum bayi dilahirkan.

Selain hal di atas, pendarahan pada kehamilan juga menunjukkan adanya infeksi saluran kencing, cedera pada saluran kencing, pertumbuhan tumor pada sistem reproduksi, atau adanya pendarahan akibat varises di vulva atau vagina.

Nyeri perut terus menerus

Nyeri perut yang parah dan terjadi terus menerus sebaiknya tidak dibiarkan. Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami nyeri dan kram perut selama kehamilan, yang tak kunjung mereda.

Nyeri perut parah mungkin disebabkan oleh kehamilan ektopik, robeknya saluran tuba akibat kehamilan ektopik, usus buntu, radang panggul, infeksi saluran kemih atau keguguran yang biasanya disertai dengan pendarahan.

Tanda bahaya kehamilan lain yang terkait dengan nyeri di bagian perut mungkin memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Nyeri di perut yang tajam, menusuk dan tidak kunjung hilang
  • Nyeri perut tidak mereda bahkan setelah dikompres dengan air hangat, dan semakin intens
  • Nyeri perut disertai dengan nyeri di bagian tubuh lain seperti di dada, bahu atau punggung

Sakit kepala saat sedang hamil

ilustrasi sakit kepala saat hamil
Sumber gambar

Sakit kepala mungkin adalah tanda kehamilan yang normal, biasanya muncul di trimester pertama dan ketiga kehamilan. Sakit kepala ini biasanya disebabkan oleh perubahan hormon yang dipicu oleh peningkatan volume darah. Sakit kepala selama kehamilan juga bisa disebabkan oleh hal lain seperti tidak mendapatkan cukup tidur, efek minum kopi, kadar gula darah rendah, tanda dehidrasi, stres, janin yang terlalu besar, atau adanya gangguan kecemasan.

Sakit kepala bisa menjadi salah satu tanda bahaya kehamilan yang terkait kondisi kesehatan serius lain seperti preeklamsia. Peningkatan tekanan darah pada ibu hamil ini bisa sangat berbahaya bagi janin dan ibu hamil. Segera hubungi dokter apabila selain sakit kepala Anda juga merasakan nyeri di bawah tulang rusuk, heartburn, pembengkakan pada wajah, kaki dan tangan, atau adanya gangguan penglihatan.

Adanya pembengkakan pada wajah, kaki dan tangan

Adalah hal yang normal bagi sebagian wanita hamil mengalami pembengkakan di kaki. Pembengkakan ini mungkin menyebabkan Anda harus menambah 1 hingga 2 ukuran sandal/sepatu agar kaki Anda nyaman. Normalnya, pembengkakan yang dialami saat kehamilan disebabkan oleh tekanan darah yang lebih tinggi, tekanan pada rahim yang memblokir pembuluh darah dari kaki ke jantung, atau perubahan hormon yang mempengaruhi dinding pembuluh darah dan menyebabkannya lebih lembut.

Pembengkakan pada kehamilan juga bisa menjadi tanda bahaya kehamilan yang mungkin disebabkan oleh preeklamsia atau adanya alergi. Sebaiknya Anda mewaspadai adanya pembengkakan yang biasanya ditunjukkan dengan beberapa hal berikut:

  • Pembengkakan terjadi pada wajah dan tangan
  • Pembengkakan terjadi lebih lama daripada biasanya
  • Pembengkakan tidak membaik walaupun Anda telah beristirahat
  • Pembengkakan membuat Anda kesulitan membuka mata sepenuhnya
  • Pembengkakan terjadi pada bibir dan menyebabkan mati rasa

Morning sickness yang parah

ilustrasi morning sicness saat hamil
Sumber gambar

Morning sickness adalah salah satu tanda kehamilan yang normal, yang bisa muncul tak hanya di pagi hari namun juga di malam hari. Morning sickness bisa hadir sebagai mual yang sangat parah yang disebut hiperemesis gravidarum. Kondisi ini bisa menyebabkan hal yang serius, di mana Anda mungkin mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi.

Demam tinggi saat hamil

Tidak semua demam berbahaya bagi kehamilan dan janin. Namun apabila ibu hamil mengalami demam tinggi lebih dari 38 derajat dan tidak membaik setelah mengkonsumsi penurun demam, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Demam tinggi yang dialami ibu hamil menurut penelitian dapat meningkatkan risiko cacat pada jantung dan rahang pada bayi saat lahir. Demam tinggi juga mengindikasikan adanya infeksi yang dialami ibu hamil misalnya infeksi saluran kemih atau infeksi menular seksual.

Tidak adanya pergerakan janin

Penurunan pergerakan janin mungkin tidak menunjukkan adanya hal yang berbahaya bagi kehamilan. Tetapi ada alasan di mana janin yang tidak banyak bergerak atau tidak bergerak sama sekali menunjukkan kondisi yang serius, misalnya seperti pertumbuhan bayi yang lambat atau adanya gangguan pada plasenta bayi yang dapat menyebabkan kematian janin.

Janin mulai aktif bergerak di usia kehamilan 5-6 bulan, jika pada usia kehamilan tersebut janin menunjukkan pergerakan di bawah 10 kali per 10 menit atau tidak ada pergerakan sama sekali selama lebih dari 3 jam, maka sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Itulah tanda bahaya kehamilan yang sebaiknya diwaspadai selama kehamilan. Bila ada salah satu dari tanda di atas yang muncul selama kehamilan, sebaiknya jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter sehingga tidak sampai menyebabkan kondisi yang serius dan bisa segera mendapatkan penanganan.

Sumber:

  1. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/bleeding-during-pregnancy
  2. https://www.verywellfamily.com/pregnancy-cramps-2371267
  3. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/headaches-during-pregnancy
  4. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/swelling-during-pregnancy
  5. https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/vomiting-and-morning-sickness
  6. https://www.healthline.com/health/pregnancy/could-fever-harm-my-baby#How-will-a-fever-affect-my-baby?
  7. https://www.healthline.com/health/pregnancy/when-to-worry-about-fetal-movement#decreased-movement

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id