7 Jenis Sayuran yang Dilarang untuk Ibu Hamil
Kehamilan

7 Jenis Sayuran yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Oktober 25th 2022

Sayuran yang dilarang untuk ibu hamil dapat mempengaruhi kesehatan kehamilan dan pertumbuhan janin apabila tetap dikonsumsi. Bahkan memaksakan diri mengonsumsinya dapat menyebabkan kecacatan pada janin.

Kehamilan mempengaruhi banyak hal di dalam tubuh. Tubuh juga cenderung lebih lemah saat sedang hamil sehingga Anda harus mempertimbangkan untuk melakukan banyak hal yang dapat membantu memelihara kesehatan saat sedang hamil dan juga menjaga janin agar tetap dapat tumbuh dan berkembang hingga saat persalinan.

Menjaga kehamilan dan kesehatan janin bisa melalui banyak hal, salah satunya adalah dengan menjalani tes NIPT yang dapat mendeteksi adanya kelainan pada janin sejak dini. Anda bahkan tidak perlu menunggu waktu yang terlalu lama, karena Anda dapat menjalani tes ini di awal usia kehamilan, paling cepat 10 minggu usia kehamilan. Selain itu, menjaga kesehatan kehamilan juga bisa dilakukan dengan menyesuaikan kebiasaan makanan dan memilih menu terbaik bernutrisi demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin yang maksimal.

Memilih makanan bernutrisi terkadang menjadi hal yang sangat sulit, karena faktanya tidak semua orang membutuhkan jenis nutrisi yang sama. Kondisi dan kebutuhan tubuh setiap ibu hamil bisa berbeda-beda. Untuk mengetahui kebutuhan nutrisi yang disesuaikan dengan kondisi tubuh, Anda perlu melakukan tes nutrigenomik. Dengan menjalani tes ini, Anda tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan nutrisi secara tepat namun juga mengelola berat badan agar menunjang kesehatan kehamilan.

Karena kehamilan juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, maka ibu hamil menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Selain mengetahui jenis makanan yang terbaik selama kehamilan maka Anda juga perlu tahu jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi agar tidak mengganggu kehamilan Anda.

Jenis sayuran yang dilarang untuk ibu hamil

ilustrasi salad
Sumber gambar

Sayuran adalah istilah yang luas, yang mengacu pada bagian tanaman yang dapat dimakan, meliputi daun, akar, buah atau biji. Sayuran menjadi salah satu makanan pokok di seluruh dunia yang menjadi dasar dari pertanian modern.

Sayuran dinilai sebagai makanan yang sehat dan dibutuhkan oleh tubuh karena rendah kalori namun tinggi nutrisinya, sehingga sebagian besar ahli kesehatan menyarankan Anda untuk mengonsumsi sayuran setiap hari. Sayuran juga mengandung folat alami (vitamin B9) yang sangat baik bagi pertumbuhan janin dan mencegah kecacatan pada janin, seperti cacat tabung saraf. Namun Anda perlu tahu bahwa tidak semua sayuran itu baik untuk ibu hamil.

Inilah daftar sayuran yang dilarang dan sebaiknya tidak dimakan oleh ibu hamil:

Semua jenis kecambah

Kecambah adalah salah satu sayuran yang umum ditemui di dalam menu kuliner Indonesia, misalnya di dalam soto, gado-gado, ketoprak, karedok, pecel, rawon, asinan dan lain sebagainya. Kecambah sebenarnya aman untuk dimakan, dengan catatan dalam kondisi yang sudah matang. Menurut FDA, kecambah yang dimakan dalam kondisi mentah dapat berbahaya bagi ibu hamil. Bakteri bisa masuk ke dalam biji kecambah melalui retakan cangkang sebelum kecambah tumbuh. Dan akan sulit untuk membersihkan kecambah dari bakteri hanya dengan mencucinya.

Banyak wabah telah dikaitkan dengan benih yang terkontaminasi bakteri patogen. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang dapat ditemukan dalam kecambah bisa sangat berbahaya bagi ibu hamil. Misalnya saja listeria yang dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, kelahiran prematur dan infeksi yang mengancam jiwa pada bayi baru lahir. Bakteri Salmonella dan E.coli juga dapat menyebabkan penyakit serius dan berakibat fatal, sehingga untuk mengurangi risikonya maka inilah yang bisa dilakukan:

  • Hindari makan kecambah mentah jenis apapun, termasuk kecambah kacang hijau (taoge), alfaalfa, semanggi, dan lain sebagainya
  • Masak kecambah dengan benar hingga mendidih dan pastikan sudah matang
  • Saat membeli makanan di luar, pastikan tidak ada kecambah mentah di dalam makanan tersebut

Lalapan sayuran yang tidak dicuci bersih

ilustrasi salad yang tidak dicuci bersih
Sumber gambar

Lalapan sayuran adalah pelengkap makanan yang lezat dan umum ditemukan dalam menu kuliner kita. Namun lalapan sayuran yang tidak dicuci dengan bersih dapat berbahaya bagi ibu hamil. Lalapan sayuran mentah berpotensi terpapar toksoplasmosis dari tanah di tempat sayuran ditanam.

Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondii, yang biasanya dibawa oleh hewan seperti kucing, burung, tikus, domba, babi dan kanguru. Toxoplasma gondii dapat verkembang biak di usus kucing sehingga kotoran kucing berisiko mengandung parasit. Saat kucing membuang kotoran, maka tanah atau pasir tersebut bisa terkontaminasi.

Toksoplasmosis lebih berbahaya selama kehamilan karena infeksinya dapat menular dari ibu hamil ke bayi yang belum lahir. Saat terinfeksi ketika sedang hamil, parasit dalam darah akan melewati plasenta dan masuk ke tubuh janin. Pada tahap awal kehamilan, infeksi toksoplasmosis dapat menyebabkan janin mengalami kerusakan otak, gangguan hati, mata dan limpa. Terinfeksi toksoplasmosis pada trimester akhir kehamilan dapat menyebabkan infeksi berkelanjutan pada mata janin.

Untuk meminimalisir risiko ini maka sebaiknya hindari konsumsi lalapan sayur yang dibeli di tempat umum. Agar lebih aman, konsumsi sayuran yang sudah dimasak hingga matang.

Daun pepaya sama bahayanya seperti pepaya muda bagi ibu hamil

Salah satu sayuran yang dilarang untuk ibu hamil adalah daun pepaya. Meskipun daun pepaya ini enak rasanya, pengolahannya cukup rumit. Apabila tidak diolah dengan cara yang benar rasanya akan terlalu pahit.

Daun pepaya sebenarnya adalah sayuran yang sehat dengan kandungan beta karoten, kolin, serat, folat, kalium dan juga vitamin A, B dan C. Semua nutrisi tersebut tentunya bermanfaat bagi tubuh, tetapi bisa berbahaya bila dikonsumsi selama hamil. Apa yang membuat sayuran daun pepaya berbahaya?

Tak hanya daunnya saja, buah pepaya yang belum matang juga sebaiknya dihindari oleh ibu hamil karena beberapa hal berikut:

  • Kandungan lateks di dalam daun pepaya dan pepaya muda dapat memicu kontraksi rahim yang nyata yang dapat mengarah ke persalinan dini
  • Daun dan juga buah pepaya muda mengandung enzim papain yang mungkin salah dikenali tubuh sebagai prostaglandin yang terkadang digunakan untuk menginduksi persalinan
  • Enzim papain juga dapat melemahkan membran vital yang menopang janin
  • Kandungan lateks dalam daun pepaya bersifat alergen yang dapat memicu reaksi alergi yang berbahaya bagi kehamilan

Karena risiko berbahaya itulah sebaiknya Anda menghindari mengonsumsi pepaya muda dan juga daun pepaya selama kehamilan.

Pare, sayur yang enak namun berisiko bagi ibu hamil dan ibu menyusui

ilustrasi pare
Sumber gambar

Pare adalah jenis labu yang rasanya pahit. Sayur yang memiliki nama latin Momordica charantia ini memiliki kaitan erat dengan keluarga labu seperti zucchini, labu pumpkin, labu squash dan mentimun. Walaupun penampilannya mungkin kurang menarik, namun kandungan nutrisi dalam sayur pare cukup beragam, seperti kalori, karbohidrat, serat vitamin C, vitamin A, folat, kalium, zinc, dan zat besi.

Pare memiliki rasa yang pahit, namun saat dimasak dengan cara yang tepat rasa pahitnya tidak akan terlalu pekat. Pare mungkin tidak aman untuk dikonsumsi wanita hamil dan ibu menyusui karena telah terbukti memiliki sifat teratogenik. Artinya pare dapat menyebabkan kontraksi rahim dan keguguran, menyebabkan ketidaksuburan dan juga penekanan sperma.

Jengkol tak boleh dikonsumsi berlebihan

Jengkol memiliki rasa mirip seperti kentang. Jengkol termasuk sayuran yang dilarang untuk ibu hamil terutama jika dikonsumsi berlebihan. Kandungan asam jengkolat di dalam jengkol bisa berbahaya karena menyebabkan keracunan bila menumpuk di dalam ginjal. Saat menumpuk di dalam tubuh, zat ini akan membentuk kristal tajal di dalam ginjal yang dapat menyebabkan robekan pada dinding saluran kemih. Mengonsumsi jengkol berlebihan dapat menyebabkan ibu hamil mengalami nyeri hebat di perut bagian bawah, pendarahan saluran kencing bahkan juga gagal ginjal.

Petai yang berbahaya bagi ginjal

Sama seperti jengkol, petai juga memiliki rasa yang sedap terutama bila dinikmati dengan teman sambal. Petai juga mempengaruhi urin yang menyebabkan urin berbau tak sedap. Bukan tanpa alasan, aroma tak sedap dalam urin setelah mengonsumsi petai ini mengindikasikan bahwa tubuh sebenarnya kesulitan memecah karbohidrat kompleks yang terkandung dalam petai. Kandungan protein yang cukup tinggi bila dikonsumsi jangka panjang dapat menyebabkan ginjal bekerja terlalu keras sehingga berisiko membahayakan ginjal.

Salad sayuran yang dikemas

Anda mungkin pernah melihat salad sayuran maupun salad buah yang dikemas cantik di supermarket. Terlihat begitu praktis dan menyegarkan, bukan? Salad sayuran tersebut siap makan bahkan telah dilengkapi dengan sendok atau garpu sehingga dapat dinikmati kapan saja. Namun Anda perlu mengingat bahwa sayuran mentah berisiko terkontaminasi bakteri, terutama apabila tidak dicuci dengan baik. Salad dressingnya pun mungkin tidak terbuat dari bahan yang benar-benar matang, yang sama-sama berisiko terkontaminasi bakteri seperti Salmonella.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Itulah tadi beragam jenis sayuran yang dilarang untuk ibu hamil. Agar Anda bisa mendapatkan nutrisi yang baik bagi tubuh dan juga kesehatan janin di dalam kandungan, pilih jenis sayuran seperti umbi ubi manis, brokoli, kale, sayuran hijau lain yang dimasak sampai matang. Konsultasikan dengan ahli gizi dan dokter kandungan Anda terkait menu dan pola diet yang harus Anda jalani selama kehamilan agar kehamilan Anda tetap sehat dan janin tumbuh dan berkembang dengan baik.

Sumber:

  1. https://www.babycenter.com/pregnancy/diet-and-fitness/is-it-safe-to-eat-bean-sprouts-during-pregnancy_10415305
  2. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/foods-to-avoid-during-pregnancy/
  3. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/toxoplasmosis
  4. https://www.webmd.com/diet/health-benefits-vegetables
  5. https://www.fda.gov/food/people-risk-foodborne-illness/fruits-veggies-and-juices-food-safety-moms-be
  6. https://www.healthline.com/health/papaya-in-pregnancy#takeaway
  7. https://www.pregnancyfoodchecker.com/bitter-melon-safe-pregnancy-risks-benefits/
  8. https://www.healthline.com/nutrition/bitter-melon#TOC_TITLE_HDR_4
  9. https://www.orami.co.id/magazine/sayuran-yang-dilarang-untuk-ibu-hamil
  10. https://www.babycenter.com/pregnancy/diet-and-fitness/what-to-eat-when-pregnant-the-12-best-foods_10392775

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id