Posisi Janin di Sebelah Kiri, Apa Artinya?
Kehamilan

Posisi Janin di Sebelah Kiri, Apa Artinya?

September 14th 2022

Posisi janin di sebelah kiri sering dikaitkan dengan jenis kelamin bayi perempuan, sedangkan posisi janin di sebelah kanan sering dikaitkan dengan jenis kelamin bayi laki-laki. Benar atau tidaknya pernyataan tersebut, pemeriksaan medis akan membuktikannya.

Selain konfirmasi kehamilan, salah satu hal yang ingin diketahui oleh orang tua dan keluarga adalah jenis kelamin bayi. Tak jarang, tanda-tanda kehamilan dikaitkan dengan jenis kelamin bayi, misalnya bentuk perut saat hamil, penampilan saat sedang hamil, maupun letak posisi janin di perut sebelah kiri atau sebelah kanan. Perlu Anda ketahui bahwa hal-hal tersebut hanyalah mitos, kebenarannya tidak dapat dipastikan karena terkadang tebakan tersebut bisa saja salah. Cara terbaik yang akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi di dalam perut adalah melalui pemeriksaan medis, misalnya seperti pemeriksaan USG, pemeriksaan NIPT test atau pemeriksaan cairan ketuban.

Anda bisa mengetahui jenis kelamin bayi melalui pemeriksaan USG, sayangnya Anda harus menunggu sampai usia kehamilan 20 minggu agar bisa mendapatkan hasil yang akurat. Sedangkan pemeriksaan jenis kelamin melalui cairan ketuban jarang dilakukan karena cukup berbahaya bagi janin. Pemeriksaan cairan ketuban juga biasanya hanya dilakukan untuk kebutuhan kondisi darurat, seperti misalnya menemukan kelainan genetik yang dicurigai oleh dokter.

Mengetahui jenis kelamin bayi sejak dini bisa dilakukan dengan pemeriksaan NIPT test. Tidak perlu menunggu hingga usia kehamilan 20 minggu, Anda bahkan bisa mengetahui jenis kelamin janin sejak usia kehamilan 10 minggu. Kelebihan lainnya lagi, NIPT test bisa membantu mendeteksi adanya kelainan genetik pada janin dan tidak membawa risiko yang berbahaya selama tes dijalankan. Untuk menurunkan risiko kelainan genetik pada janin, setiap wanita disarankan untuk mengonsumsi suplemen yang disarankan sejak menjalani program hamil, misalnya seperti asam folat yang bermanfaat menurunkan risiko cacat tabung saraf.

Beragam posisi janin di dalam rahim

ilustrasi posisi janin di dalam rahim
Sumber gambar

Idealnya untuk persalinan yang normal dan lancar, posisi janin seharusnya kepala menghadap ke bawah, tubuh menghadap ke punggung ibu, dagu menempel ke dada dan bagian kepala siap memasuki panggul. Posisi ini disebut presentasi kepala. Sebagian besar janin menetap pada posisi ini pada usia kehamilan 32-36 minggu.

Terkadang, janin tidak masuk ke posisi seharusnya sebelum lahir. Beberapa posisi janin bisa menimbulkan komplikasi saat melahirkan. Ketahui beragam posisi janin di dalam rahim menjelang persalinan berikut ini:

Posisi oksiput atau cephalic posterior

Posisi oksiput atau cephalic posterior berarti kepala janin berada di bawah sebagaimana mestinya, namun di lain waktu kepalanya menghadap ke perut ibu. Dengan posisi ini, janin mungkin menghadap ke langit-langit yang memungkinkan terjadinya persalinan menyakitkan dan berkepanjangan.

Posisi sungsang

Disebut posisi sungsang karena pantat bayi berada di jalan lahir. Posisi ini meningkatkan kemungkinan tali pusar keluar mendahului kepala janin sehingga dapat menyebabkan janin terluka selama persalinan pervaginam.

Posisi sungsang lengkap

Posisi sungsang lengkap terjadi bila pantat bayi berada di jalan lahir, kemudian kedua lututnya ditekuk melipat ke bawah. Posisi sungsang lengkap meningkatkan risiko tali pusat keluar mendahului kepala dan menyebabkan janin terluka selama persalinan pervaginam.

Posisi melintang

Janin juga bisa berbaring melintang di dalam rahim, sehingga memungkinkan bahu akan masuk ke panggil terlebih dahulu. Dalam posisi ini, bayi tidak bisa dilahirkan melalui persalinan pervaginam dan sebaiknya dilahirkan melalui operasi caesar.

Footling breech

Terkadang satu atau kedua kaki janin mengarah ke bawah menuju jalan lahir, yang meningkatkan kemungkinan tali pusar masuk ke mulut rahim dan memotong suplai darah ke janin. Posisi ini meningkatkan kemungkinan bayi dilahirkan dengan kaki terlebih dahulu, namun proses persalinan akan cukup rumit terutama bila kepala bayi berukuran besar dan tersangkut di jalan lahir.

Sebagian dokter menyarankan untuk persalinan melalui operasi caesar untuk menurunkan risiko komplikasi maupun persalinan yang dapat membahayakan janin.

Posisi janin di sebelah kiri, apa artinya?

ilustrasi arti posisi janin sebelah kiri
Sumber gambar

Posisi janin di sebelah kiri memiliki beragam arti, bergantung pada posisi kepala dan kakinya.

Posisi oksiput anterior kiri (LOA)

Posisi oksiput anterior kiri adalah posisi janin di sebelah kiri yang paling umum dalam persalinan. Dalam posisi ini, kepala bayi sedikit tidak berada di tengah panggul dengan bagian belakang kepala mengarah ke paha kiri ibu.

Posisi oksiput kiri melintang (LOT)

Posisi oksiput kiri melintang adalah ketika posisi janin berada di tengah di antara posisi posterior dan anterior. Jika janin sebelumnya berada di posisi posterior, posisi LOT menunjukkan gerakan positif menuju posisi anterior.

Pada posisi ini, ibu mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman. Sehingga untuk mengurangi ketidaknyamanan, ibu disarankan untuk sedikit miring, posisi berdiri dan menggoyangkan pinggul atau posisi tubuh bagian atas ke depan.

Posisi oksiput kiri posterior (LOP)

Pada posisi oksiput kiri posterior, janin menghadap ke depan dan sedikit ke kiri ke arah paha kanan ibu. Posisi ini menyebabkan nyeri punggung dan persalinan yang lambat. Untuk mengurangi rasa nyeri yang muncul, ibu disarankan mencoba berbagai posisi seperti meletakkan tangan menyentuh lutut, lunges, atau menggoyangkan pinggul.

Anda juga mungkin mencoba untuk meredakan rasa nyeri dengan berendam di dalam air, mendapatkan kompres es, mendapatkan pijatan di titik tertentu, duduk di atas birth ball, atau mendapatkan kompres hangat.

Cara membuat janin berada di posisi yang normal

ilustrasi membuat janin di posisi normal
Sumber gambar

Selama kehamilan, dokter akan memantau pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahim. Menjelang usia kehamilan akhir, dokter akan memantau berat badan janin, jumlah cairan ketuban serta posisi janin. Untuk meningkatkan peluang melahirkan secara normal, dokter biasanya menyarankan Anda untuk melakukan berbagai hal yang dapat membantu memposisikan janin menuju jalan lahir dengan posisi yang normal. Berikut adalah cara yang bisa dilakukan:

  • Jaga diri agar tidak stres. Stres dapat meningkatkan risiko persalinan caesar karena adanya komplikasi kehamilan yang dipicu oleh stres ibu.
  • Mengikuti kelas yoga kehamilan sejak usia kehamilan 34 minggu.
  • Menjalani olahraga berenang, tari perut, atau melakukan posisi bersujud.
  • Menjalani metode external cephalic version (ECV), yang biasanya dilakukan di usia kehamilan 36-38 minggu. Prosedur ini membutuhkan dua orang, satu orang untuk mengangkat pantat janin ke posisi atas sementara orang kedua akan memberikan tekanan melalui dinding perut ke rahim untuk memutar kepala janin. Setelah prosedur dilakukan, detak jantung janin akan terus dipantau sampai dinyatakan aman.
  • Melakukan stimulasi dengan cahaya atau musik untuk mengubah posisi janin. Biasanya janin akan mengikuti cahaya atau musik yang didekatkan di area perut sehingga mencapai posisi tertentu.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Saat semua usaha mengubah posisi janin tidak berhasil dilakukan, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan persalinan caesar yang lebih aman bagi Anda dan janin. Diskusikan dengan dokter mana metode persalinan terbaik untuk menyelamatkan ibu dan bayi sehingga keduanya dalam kondisi sehat setelah persalinan berhasil.

Sumber:

  1. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9677-fetal-positions-for-birth
  2. https://www.verywellfamily.com/fetal-positions-for-labor-and-birth-2759020

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id