Mengenal PGT-A yang Diklaim Bisa Tingkatkan Keberhasilan Program Bayi Tabung
Kesehatan

Mengenal PGT-A yang Diklaim Bisa Tingkatkan Keberhasilan Program Bayi Tabung

Mei 11th 2022

PGT-A bayi tabung bisa jadi alternatif metode bagi Anda yang menginginkan keturunan dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Seperti apa?

Program bayi tabung atau disebut juga fertilisasi in vitro (IVF) adalah salah satu cara untuk membantu pasutri yang bermasalah dengan kesuburan, mencegah masalah genetik, dan membantu konsepsi anak. Memiliki anak melalui program ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, karena serangkaian tes dan prosedur harus terlebih dahulu dilakukan.

Selain itu, risiko keguguran, kehamilan di luar rahim, dan lain sebagainya masih menjadi ancaman yang dapat menggagalkan program ini. Untuk itu, teknologi maju memperkenalkan PGT-A, sebuah tes untuk meningkatkan keberhasilan program bayi tabung. Sejumlah penelitian menemukan PGT-A bayi tabung membantu meningkatkan kemungkinan kehamilan dan mengurangi risiko keguguran ketika memilih transfer embrio tunggal elektif.

Bagaimanakah PGT-A dapat meningkatkan keberhasilan program bayi tabung? Baca ulasan singkat berikut ini.

Memiliki anak melalui program bayi tabung

ilustrasi program bayi tabung
Sumber gambar

Sebagian pasangan yang memiliki masalah kesuburan dan ingin memiliki anak memilih program bayi tabung untuk mewujudkan kerinduannya. Pun demikian, perlu diketahui bahwa peluang memiliki bayi melalui program bayi tabung (IVF) ini bergantung pada banyak faktor, di antaranya usia, dan penyebab infertilitas.

Ketika Anda memilih program IVF, Anda harus bersiap untuk bersabar karena program ini membutuhkan waktu yang tidak singkat. Program bayi tabung juga tergolong mahal, sehingga Anda harus memiliki cukup saving selama menjalani program tersebut.

Selama prosedur, telur matang akan dikumpulkan dari ovarium dan dibuahi oleh sperma di laboratorium. Sel telur yang telah dibuahi kemudian dipindahkan ke dalam rahim. Pada satu siklus IVF, dibutuhkan setidaknya tiga minggu lamanya hingga dapat memindahkan sel telur yang telah dibuahi ke dalam rahim. Namun, terkadang langkah ini dibagi menjadi beberapa bagian sehingga mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama.

Mengapa memilih bayi tabung?

ilustrasi orangtua bayi
Sumber gambar

Program bayi tabung biasanya direkomendasikan untuk wanita berusia 40 tahun ke atas yang merencanakan kehamilan. Selain itu, program bayi tabung juga disarankan untuk membantu mengatasi problem-problem kesuburan, di antaranya seperti dilansir Mayo Clinic berikut ini:

  • Adanya kerusakan atau penyumbatan pada tuba falopi, sehingga membuat sel telur sulit untuk dibuahi
  • Adanya gangguan ovulasi, yang diakibatkan terlalu sedikit telur yang tersedia untuk pembuahan
  • Endometriosis
  • Fibroid rahim (tumor jinak pada rahim)
  • Adanya sterilisasi atau pengangkatan tuba yang pernah dilakukan sebelumnya
  • Adanya gangguan produksi atau fungsi sperma
  • Adanya kelainan genetik
  • Ketidaksuburan yang tidak diketahui penyebab pastinya
  • Adanya kondisi kesehatan lain, atau akan memulai pengobatan kanker yang dapat membahayakan kesuburan

Risiko bayi tabung

ilustrasi risiko bayi tabung
Sumber gambar

Berikut ini beberapa risiko bayi tabung yang perlu Anda ketahui.

  • Memakan waktu yang cukup lama dan biaya yang mahal tidak menjamin program bayi tabung dapat berhasil sepenuhnya. Sebelum Anda memutuskan menjalani program IVF ini, dokter akan terlebih dahulu menjelaskan risiko yang dapat Anda alami, di antaranya seperti:
  • Meningkatnya risiko kelahiran kembar
  • Meningkatnya risiko kelahiran bayi prematur atau berat badan lahir rendah
  • Sindrom hiperstimulasi ovarium yang menyebabkan ovarium Anda menjadi bengkak dan nyeri, di mana gejalanya akan terasa setidaknya selama seminggu. Sindrom ini juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang cepat dan sesak napas.
  • Keguguran
  • Komplikasi prosedur pengambilan telur seperti misalnya pendarahan, infeksi atau kerusakan pada usus, kandung kemih atau pembuluh darah
  • Kehamilan ektopik (di luar rahim)
  • Cacat lahir
  • Kanker
  • Meningkatnya stres

Mengenal PGT-A bayi tabung

ilustrasi pemeriksaan untuk bayi tabung
Sumber gambar

Preimplantation genetic testing for aneuploidy (PGT-A) atau tes genetik praimplantasi untuk aneuploidi digunakan untuk mengidentifikasi embrio praimplantasi dengan komplemen kromosom normal (euploid) selama proses fertilisasi in vitro (IVF). Tes ini akan menyaring embrio dengan jumlah kromosom abnormal (aneuploid), sehingga secara teori tes ini dapat meningkatkan keberhasilan kehamilan.

Dalam kondisi normal, sel telur menyumbang 23 kromosom dan sperma menyumbang 23 kromosom sisanya. Bersama-sama dalam proses pembuahan, mereka akan menciptakan embrio yang sehat dengan jumlah total 46 kromosom. Embrio sehat ini disebut dengan embrio euploid.

Apabila embrio memiliki kromosom ekstra atau kehilangan satu kromosom, maka embrio akan disebut dengan aneuploid. Embrio aneuploid memiliki kemungkinan gagal untuk ditanam atau berakhir dengan keguguran. Apabila embrio aneuploid ini berhasil ditanam hingga kehamilan dan kelahiran terjadi, anak berisiko mengalami kecacatan fisik maupun mental, misalnya seperti down syndrome.

Tes PGT-A berperan penting dalam mengidentifikasi embrio sebelum dipindahkan ke dalam rahim, apakah embrio adalah euploid atau aneuploid. Bila hasil tes menunjukkan embrio euploid, maka proses penanaman akan segera dilakukan.

Manfaat PGT-A

Ada beberapa alasan mengapa dokter merekomendasikan PGT-A saat Anda menjalani program bayi tabung, di antaranya:

Menurunkan risiko kelainan genetik

Selain meningkatkan keberhasilan program bayi tabung, dokter mungkin merekomendasikan PGT-A bayi tabung untuk menurunkan risiko mewariskan kelainan genetik pada anak. Beberapa pasutri memilih program bayi tabung bukan hanya karena problem kesuburan, namun karena tidak ingin anak mewarisi kelainan genetik yang mungkin dibawanya.

Mengidentifikasi jenis kelamin

PGT-A juga dapat membantu mengidentifikasi apakah embrio berjenis kelamin perempuan atau laki-laki. Cara ini efektif membantu pasangan yang ingin memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu, misalnya dengan latar belakang ingin menyeimbangkan jenis kelamin di dalam keluarga. Penggunaan PGT-A untuk memilih jenis kelamin tanpa alasan medis saat ini ditentang oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) karena dianggap tidak etis.

Menurunkan risiko keguguran

Keguguran sebenarnya adalah hal yang mungkin dialami dalam kehamilan, namun risiko ini dapat diturunkan dengan adanya tes PGT-A. Sayangnya PGT-A tidak direkomendasikan dilakukan untuk mereka yang mengalami keguguran berulang karena penelitian menunjukkan tidak adanya manfaat atau penurunan risiko.

BACA JUGA: Hal-Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Program Bayi Tabung

Bila Anda harus mempersiapkan dana yang cukup besar untuk program bayi tabung, tampaknya Anda harus merogoh kocek lebih dalam jika ingin mendapatkan tes PGT-A ini. Sebelum memutuskan untuk mendapatkannya, Anda bisa membicarakannya terlebih dahulu dengan dokter Anda, terutama dalam hal risiko yang mungkin dialami.

Sumber:

  1. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30811595/
  2. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/in-vitro-fertilization/about/pac-20384716
  3. https://medlineplus.gov/ency/article/007279.htm
  4. https://www.verywellfamily.com/pgd-and-pgs-genetic-screening-before-ivf-4151705

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id