Perbedaan DNA dan RNA yang Mungkin Belum Anda Ketahui
Kesehatan

Perbedaan DNA dan RNA yang Mungkin Belum Anda Ketahui

April 26th 2022

Penting untuk mengetahui perbedaan DNA dan RNA. Lalu apa saja hal pembeda mendasar dari keduanya? 

DNA yang merupakan singkatan dari deoxyribonucleic acid adalah sejenis biomolekul yang menyimpan dan meng-enkripsi instruksi-instruksi genetika setiap organisme dan banyak jenis virus. DNA tak hanya ada di dalam sel-sel tubuh manusia. Setiap makhluk hidup di Bumi ini memilikinya

Namun selain DNA ternyata ada juga elemen tubuh yang sangat penting bagi kehidupan. Elemen tersebut memiliki julukan RNA atau Ribonucleic Acid. Banyak orang tahu mengenai DNA. Tetapi kalau soal RNA, apakah Anda juga mengetahuinya?

Agar lebih memahami tentang inti kehidupan, yuk, pahami juga tentang perbedaaan antara DNA dan RNA.

Perbedaan DNA dan RNA, sudahkah mengetahuinya?

Ilustrasi perbedaan DNA dan RNA
Sumber gambar

DNA menjamin bahwa sel dari anak akan mewarisi karakteristik yang sama dari sel induknya. Selain itu, DNA juga mengandung semua pengkodean genetik yang digunakan untuk mengontrol fungsi, perilaku dan juga pengembangan suatu organisme hidup. Namun, DNA juga bisa digunakan untuk perangkat penyimpanan jangka panjang untuk menyimpan instruksi genetik.

Di sisi lain, RNA atau Ribonucleic Acid adalah polinukleotida yang hanya memiliki satu rantai. Dalam tubuh manusia, RNA berfungsi sebagai pembawa informasi genetis dan menerjemahkannya dalam sintesis berbagai macam protein. Saat dibutuhkan, RNA secara spontan akan disintesis dari DNA, digunakan, didegradi, dan di daur ulang kembali.

Namun, ada sejumlah perbedaan DNA dan RNA yang perlu diketahui. Perbedaan DNA dan RNA dapat Anda ketahui secara struktural maupun fungsional. Perbedaan DNA dan RNA berkaitan dengan bentuk, struktur, fungsi, pasangan kode gen, perkembangan, perambatan, lokasi dan reaktivitas.

Apa tujuan dari mengetahui perbedaan DNA dan RNA? Hal ini akan semakin memudahkan dalam menelaah peran keduanya dalam genetika. Menarik untuk Anda simak bagaimana perbedaan DNA dan RNA memungkinkan kedua molekul untuk bekerjasama dan memenuhi peran esensialnya.

Perbedaan dasar DNA dan RNA

Ilustrasi DNA
Sumber gambar

DNA dan RNA sama-sama tergolong molekul asam nukleat dan berperan sebagai pembawa informasi mengenai kondisi tubuh yang nantinya akan menjadi milik keturunannya. Informasi genetika dalam senyawa tersebut tersimpan dalam urutan basa di sepanjang rantai asam nukleat. Basa ini membentuk pasangan spesifik satu sama lain yang kemudian mendapatkan bantuan dari ikatan hidrogen agar menjadi stabil.

Meski terlihat memiliki peran yang sama, ada beberapa perbedaan DNA dan RNA yang mendasar, antara lain meliputi:

1. Bentuk

Perbedaan DNA dan RNA paling jelas adalah dari bentuknya. DNA memiliki bentuk seperti pilinan dari dua pita atau double helix bentuk –B. DNA adalah molekul beruntai ganda yang terdiri dari rantai panjang nukleotida. Seluruh kromosom sebenarnya hanyalah satu molekul DNA. Selain itu, DNA berada di inti sel eukariotik.

Di sisi lain, RNA hanya berupa satu helai pita atau helix tunggal bentuk -A yang berisi salinan materi genetik dari DNA. “Rumah” RNA berada di sel sitoplasma. Ada tiga jenis RNA yaitu, mRNA, tRNA, dan rRNA.

2. Struktur Gula

Tulang punggung gula-fosfat pada DNA tersusun oleh 2-deoksiribosa. Jenis gula ini mengandung kandungan basa A (adenine), T (timin), C (citochine), dan G (guanine). Sedangkan untuk RNA, gula yang ada di dalamnya bernama ribosa. RNA tidak stabil dalam basa karena ribosa lebih reaktif daripada deoksiribosa yang mengandung satu gugus –OH. Adapun kode yang dimilikinya adalah A (adenine), U (uracil), C (citochine), dan G (guanine).

3. Pasangan Kode Gen

DNA memiliki kode genetik A,T, C dan G. Keempatnya membentuk dua pasang kode, di mana A akan berpasangan dengan T dan C akan berpasangan dengan G. Sedangkan pada RNA, kode genetiknya adalah A, U, C dan G .

Kode ini akan membentuk pasangan AU dan CG. Perbedaan DNA dan RNA disini adalah DNA menggunakan basa keempat, yaitu timin. Basis keempat RNA adalah urasil. Satu-satunya perbedaan disini adalah urasil tidak memiliki gugus metil.

4. Fungsi

Perbedaan DNA dan RNA yang tidak kalah penting adalah fungsinya. DNA dan RNA memiliki fungsi yang berbeda pada manusia. DNA membawa informasi bagi tubuh untuk melakukan perkembangan, fungsi dan reproduksi. Sementara RNA terbentuk sebagai salinan dari DNA untuk mengubah asam amino menjadi protein.

DNA berfungsi sebagai informasi genetik jangka panjang. Biomolekul ini menjadi transmisi informasi genetik untuk membuat sel atau organisme baru. Sementara RNA berguna untuk mentransfer kode genetik dari inti ke ribosom untuk membuat protein.

RNA memiliki manfaat untuk mengirimkan informasi genetik pada beberapa organisme dan mungkin merupakan molekul yang digunakan untuk menyimpan cetak biru genetik pada organisme primitif. Fungsi RNA juga menghambat ekspresi gen untuk menekan pertumbuhan tumor atau kanker.

5. Perkembangan DNA dan RNA

Perbedaan DNA dan RNA bisa Anda ketahui dari proses pembentukan dan perkembangannya. DNA bisa mereplikasi diri sendiri. Replikasi DNA adalah proses dasar duplikasi informasi genetik yang penting untuk kelangsungan hidup semua sel hidup.

Sementara RNA merupakan disintesis melalui proses yang disebut transkripsi. Dengan kata lain RNA tidak bisa mereplikasi dirinya sendiri. RNA, dalam peran ini, adalah “fotokopi DNA” dari sel. Molekul ini disintesis oleh DNA dengan bantuan enzim RNA polimerase saat dibutuhkan, digunakan, didegradasi, dan didaur ulang karena sifatnya yang tidak stabil terhadap basa.

6. Lokasi

Perbedaan DNA dan RNA lainnya adalah lokasi tempat keduanya berada. DNA bisa Anda temukan di sel eukariotik, di mana ia ditampung di dalam nukleus. Nukleus berada dalam bentuk yang sangat padat, yaitu kromosom. DNA ini merupakan DNA inti. Selain DNA inti, beberapa DNA hadir dalam mitokondria penghasil energi, organel kecil yang ditemukan mengambang bebas di sitoplasma, area sel di luar nukleus.

7. Reaktivitas

Perbedaan DNA dan RNA juga bisa Anda kenali dari reaktivitasnya. Ikatan C-H dalam DNA membuatnya cukup stabil, serta mampu menghancurkan enzim yang siap menyerang DNA. Lekukan kecil di helix juga berfungsi sebagai perlindungan, memberikan ruang minimal bagi enzim untuk menempel.

Sementara pada RNA, ikatan O-H di ribosa membuat molekul lebih reaktif daripada DNA. RNA tidak stabil dalam kondisi basa. Selain itu alur besar dalam molekul membuatnya rentan terhadap serangan enzim. Tubuh memproduksi, menggunakan, mendegradasi, serta mendaur ulang RNA secara konstan.

Catatan tambahan, terhadap ultraviolet, DNA rentan mengalami kerusakan. Hal ini berbeda dengan RNA yang relatif lebih tahan saat menghadapi sinar-UV.

Tuhan menciptakan manusia dan makhluk hidup lainnya dengan luar biasa. Salah satunya adalah DNA dan RNA, yang menjadi bagian terpenting dalam kehidupan. Jangan lupa untuk selalu bersyukur atas apa yang Anda dapatkan karena Tuhan selalu menganggap ciptaan-Nya itu istimewa.

Source:

  1. https://mediaindonesia.com/humaniora/440173/fungsi-dna-dan-rna-sama-lalu-apa-bedanya-ini-kuncinya

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id