4 Penyebab Kehamilan Tidak Diinginkan Bisa Terjadi
Kehamilan

4 Penyebab Kehamilan Tidak Diinginkan Bisa Terjadi

Juli 17th 2022

Penyebab kehamilan tidak diinginkan bisa bermacam-macam. Kehamilan yang tidak diinginkan meningkatkan risiko angka kematian ibu maupun kecacatan janin.

Sebagian wanita mungkin tidak mudah mengalami kehamilan dan harus melakukan program hamil serta usaha ekstra untuk bisa hamil. Namun, sebagian lain ada yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Dari data WHO bahkan ada sekitar 32 ribu kasus kehamilan tidak diinginkan yang tercatat di Indonesia, dalam rentang waktu 2010-2014. Jumlah tersebut menjadi jumlah yang paling tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Dari hasil penelitian, ditunjukkan bahwa kehamilan tidak diinginkan seringkali dialami wanita berusia 15-44 tahun. Menurut BKKBN, kehamilan tidak diinginkan inilah yang dapat menyumbang 75% angka kematian ibu dan juga berisiko meningkatkan kecacatan lahir serta komplikasi kehamilan. Kecacatan pada janin sebenarnya bisa dideteksi sejak dini melalui NIPT test, namun pada kehamilan yang tidak diinginkan, ibu hamil mungkin bahkan enggan atau tidak berkesempatan melakukannya.

Seperti apa sih kehamilan yang tidak diinginkan?

Kehamilan yang tidak diinginkan terjadi ketika seorang wanita tidak menginginkan anak atau kehamilan terjadi tidak pada waktu yang tepat. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan kehamilan tidak diinginkan, dan akan dibahas satu per satu di dalam artikel ini.

Penyebab kehamilan tidak diinginkan, apa saja?

ilustrasi sebab kehamilan tak diinginkan
Sumber gambar

Sebagian besar wanita memiliki sistem reproduksi yang normal dan dapat berfungsi dengan baik, namun tidak menginginkan kehamilan karena disebabkan beberapa hal, sebagai berikut:

Hubungan seksual tanpa consent

Hubungan seksual tanpa consent adalah kasus yang paling mengerikan bagi wanita, yang menjadi korban nafsu yang tidak terkendali. Mirisnya, di Indonesia kasus ini tidak hanya dialami wanita berusia produktif, bahkan anak-anak perempuan di bawah umur juga menjadi korbannya. Tidak sedikit korban di bawah umur yang pada akhirnya hamil dan berisiko mengalami komplikasi kehamilan, problem kesehatan fisik maupun mental.

Kurangnya edukasi mendorong kehamilan tidak diinginkan

Edukasi seks masih menjadi sesuatu yang masih tabu dibicarakan di beberapa daerah Indonesia. Walaupun sebagian besar sekolah telah mengusahakan masuknya pendidikan seks di lingkup pendidikan formal, namun tampaknya usaha ini belum benar-benar mencapai sasaran.

Selain melalui pendidikan formal, seharusnya pendidikan seks juga diajarkan di dalam keluarga. Hal ini dirasa masih sangat kurang dan jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain.

Hanya sedikit remaja yang tahu dan bisa menghindari seks bebas. Sebagian bahkan lebih percaya apa yang dikatakan oleh teman-temannya, sehingga seringkali kehamilan tak bisa dihindari lagi.

Sebagian remaja yang telah mengalami pubertas, alat reproduksinya menjadi aktif dalam memproduksi sel telur. Ketidaktahuan akan ovulasi, periode menstruasi membuat mereka kebingungan, dan melakukan hubungan seks tanpa pengaman meningkatkan risiko kehamilan serta penyakit menular seksual yang mengancam.

ilustrasi kondom
Sumber gambar

Enggan menggunakan alat kontrasepsi

Banyak orang memandang negatif saat mendengar istilah kondom, padahal kondom juga alat kontrasepsi yang sangat penting dan bermanfaat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Tak jarang kondom dianggap sebagai lambang menyetujui seks bebas dan membatasi kenyamanan berhubungan seksual sehingga banyak orang memilih berhubungan seksual tanpa pengaman.

Anggapan tentang alat kontrasepsi yang bisa mempengaruhi kesehatan juga masih dipercaya sebagian besar orang. Padahal, ada banyak pilihan alat kontrasepsi yang bisa digunakan dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan tubuh. Anda hanya perlu melakukan pemeriksaan serta berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan jenis alat kontrasepsi yang cocok dengan kondisi kesehatan Anda.

Anggapan lain bahwa menggunakan alat kontrasepsi itu mahal juga menyebabkan orang menghindari alat kontrasepsi sehingga kehamilan yang tidak direncanakan seringkali terjadi.

Salah menggunakan alat kontrasepsi atau alat kontrasepsi tidak bekerja sesuai fungsi seharusnya

Selain alat kontrasepsi yang ditawarkan oleh dokter, Anda juga bisa menggunakan KB alami untuk membantu mengatur kehamilan. Untuk menjalani KB alami ini dibutuhkan pengetahuan lebih serta ketelatenan dalam mencatat segala sesuatu seperti perubahan suhu tubuh, pengamatan lendir serviks, pengetahuan tentang periode ovulasi dan menstruasi.

Ketika Anda salah menggunakan informasi tersebut, maka kehamilan bisa terjadi, terutama bila KB alami adalah satu-satunya perencanaan kehamilan yang Anda gunakan. Human error sangat menentukan berhasil atau tidaknya KB alami.

Alat kontrasepsi terkadang tidak bekerja sebagaimana fungsinya sehingga menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan, misalnya ketika Anda lupa atau terlewat mengonsumsi pil KB, kondom yang Anda gunakan bocor atau kadaluarsa sehingga efektivitasnya dalam mencegah kehamilan berkurang, atau ketika Anda menggunakan IUD namun kehamilan tetap terjadi (langka namun bisa terjadi).

Cara mencegah kehamilan yang tidak direncanakan

ilustrasi mencegah kehamilan
Sumber gambar

Setiap orang yang aktif secara seksual dan ingin menghindari kehamilan harus paham alat kontrasepsi mana yang tepat sesuai dengan kondisi mereka, dan tahu bagaimana menggunakannya dengan benar. Masing-masing alat kontrasepsi memiliki efektivitas yang diklaim hampir 90% memberikan perlindungan dan mencegah kehamilan, dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan alat kontrasepsi sama sekali.

Alat kontrasepsi kondom

Kondom pria maupun kondom wanita adalah alat kontrasepsi yang paling mudah dan praktis untuk digunakan. Menurut CDC, kondom dapat memberikan perlindungan lebih dari 80% untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Untuk memaksimalkan penggunaannya, berikut yang harus dilakukan:

  • Pilih ukuran yang sesuai untuk mencegah kebocoran
  • Gunakan kondom sejak awal ereksi sebelum ada penetrasi
  • Pastikan kondom yang digunakan tidak bocor dan tidak kadaluarsa
  • Jangan menggunakan kondom ulang setelah dipakai, pastikan membuangnya dengan benar

Alat kontrasepsi hormonal

Alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB, KB suntik, KB koyo, IUD, KB susuk, adalah jenis alat kontrasepsi yang membantu mencegah kehamilan dengan menghentikan ovulasi, sehingga tidak ada sel telur yang dilepaskan dari ovarium dan bisa dibuahi. Alat kontrasepsi ini sangat efektif melindungi dari kehamilan, dan sebaiknya didapatkan melalui konsultasi dengan dokter sehingga sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tubuh Anda.

Untuk memaksimalkan penggunaannya, berikut yang harus dilakukan:

  • Jangan memakai alat kontrasepsi hormonal sembarangan, pastikan memilih yang sesuai dengan kondisi tubuh. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, mana yang sesuai dengan kondisi Anda
  • Pasang alarm pengingat saat Anda menggunakan alat kontrasepsi berupa pil KB sehingga tidak sampai lupa atau terlewat untuk meminumnya
  • KB suntik diberikan setiap 12 minggu sekali, sehingga Anda harus mengikuti jadwal suntik yang tepat agar KB suntik memberikan perlindungan maksimal
  • Pada penggunaan IUD, ada benang yang bisa dicek untuk memperkirakan posisi IUD apakah masih pada lokasinya. IUD dapat memberikan perlindungan terhadap kehamilan sekitar 5-10 tahun, tergantung pada jenisnya
  • KB susuk memberikan perlindungan terhadap kehamilan bahkan hingga 99%, namun ia hanya efektif mencegah kehamilan bila diganti setiap 3 tahun. Ingatlah untuk menggantinya tepat waktu.

Melakukan sterilisasi

Baik pria maupun wanita bisa melakukan sterilisasi untuk mencegah kehamilan secara permanen. Sterilisasi pada pria disebut dengan vasektomi, sedangkan sterilisasi pada wanita disebut ligasi tuba.

Walaupun memberikan efek mencegah kehamilan permanen, namun sterilisasi tidak melindungi dari penyakit menular seksual. Sehingga Anda disarankan untuk tetap menggunakan kondom saat berhubungan seksual agar tetap melindungi diri, dan hindari berganti-ganti pasangan seksual.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Nah, itulah tadi penyebab kehamilan yang tidak diinginkan, dan rekomendasi jenis alat kontrasepsi yang bisa membantu mencegah kehamilan secara efektif. Bicarakan dengan dokter, alat kontrasepsi mana yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Cermati pula apabila ada tanda-tanda kehamilan seperti terlambat haid, pembengkakan payudara, kelelahan, ingin lebih sering buang air kecil, mual dan muntah yang terjadi setelah berhubungan seksual tanpa alat kontrasepsi.

Sumber:

  1. https://www.docdoc.com/id/info/condition/kehamilan-tidak-direncanakan
  2. https://www.cdc.gov/reproductivehealth/contraception/unintendedpregnancy/index.htm
  3. https://www.who.int/news/item/25-10-2019-high-rates-of-unintended-pregnancies-linked-to-gaps-in-family-planning-services-new-who-study
  4. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/3482/3/3.%20Chapter%201.pdf
  5. https://unplannedpregnancy.com/facing-an-unplanned-pregnancy/facts-about-unplanned-pregnancy/causes-of-unplanned-pregnancy/
  6. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321558#when-to-take-a-pregnancy-test

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id