Deretan Penyakit Genetik yang Perlu Anda Waspadai
Kesehatan

Deretan Penyakit Genetik yang Perlu Anda Waspadai

Mei 1st 2022

Ada banyak penyakit genetik akibat kelainan kromosom. Sebagian harus Anda waspadai karena bisa mengancam jiwa. Apa saja?

Memiliki riwayat penyakit genetik pasti merupakan hal yang sangat tidak Anda inginkan, juga semua orang di dunia. Namun apa mau dikata bila nasib berkata bahwa penyakit genetik tersebut merupakan warisan, turun temurun dari generasi sebelum kita. Itulah mengapa penyakit genetik perlu Anda waspadai.

Bisa memiliki penyakit genetik, bisa juga menjadi carrier

Ilustrasi ibu dan anak
Sumber gambar

Sebagian dari pemilik penyakit genetik mungkin cukup beruntung karena ada beberapa persen kemungkinan hanya menjadi carrier saja. Tetapi keberuntungan tersebut akan menjadi was-was ketika hadir generasi penerus berikutnya. Apakah nantinya juga akan menjadi carrier, atau sebaliknya terlahir dengan penyakit genetik.

Untungnya kemajuan teknologi di bidang kesehatan pada saat ini sudah cukup untuk melakukan deteksi terhadap penyakit genetik sejak dini. Bahkan ketika bayi masih dalam keadaan janin di dalam perut ibu pun kelainan ini sudah bisa terdeteksi lewat tes DNA. Dengan langkah ini setidaknya orang tua bisa melakukan langkah antisipasi sebaik mungkin demi pertumbuhan dan masa depan si bayi.

Penyakit genetik yang merupakan warisan dan wajib Anda waspadai

Penyakit genetik yang merupakan warisan memang tak terhindarkan. Yang bisa Anda lakukan adalah waspada dan mempersiapkan langkah antisipasi sebaik mungkin. Berikut adalah kelainan genetik yang bisa terdeteksi dengan tes DNA

Diabetes melitus

Penyakit genetik pertama yang harus Anda waspadai adalah diabetes melitus. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kelainan ini merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi di Indonesia.

Menyandang status sebagai penyakit genetik, tentunya memunculkan kekhawatiran bagi siapa saja yang memilikinya, terutama bila orang tua saat ini memilikinya. Bisa jadi Anda pun juga akan mengalami nasib yang sama. Pola ‘penularan’ yang saat ini sudah sering terjadi adalah ketika penyakit genetik diabetes melitus dimiliki oleh pihak ayah, kemungkinan anak perempuan akan mewarisinya. Begitu juga sebaliknya bila dari pihak ibu, maka anak laki-laki harus mewaspadai kedatangannya.

Ilustrasi diabetes
Sumber gambar

Apa yang terjadi ketika seseorang memiliki diabetes melitus? Penyakit genetik ini akan memicu tingginya kadar gula dalam darah akibat insulin dalam tubuh yang sudah tidak bisa bekerja secara baik. Kemudian muncul tanda adanya antigen leukosit (human leukocyte antigen/HLA) dalam darah yang merupakan penyakit keturunan dari generasi sebelumnya dan punya kecenderungan kuat untuk memunculkan diabetes tipe 1.

Dalam kondisi yang lebih parah, diabetes melitus akan berkembang menjadi diabetes tipe 2. Ini terjadi bila orang tua tidak waspada dan membiarkan sang anak memiliki gaya hidup yang tidak sehat, badan mengalami obesitas atau kegemukan, atau karena adanya hipertensi.

Hemofilia

Hemofilia merupakan penyakit genetik yang bisa terjadi pada siapa saja yang generasi sebelumnya memiliki gangguan ini. Kelainan ini akan memicu gangguan pembekuan darah. Yang menarik, kaum pria memiliki kans lebih besar terjangkit hemofilia.

Dalam kondisi normal, sistem tubuh manusia secara alami akan bekerja dan membuat aliran darah membeku supaya berhenti mengalir ketika terjadi luka atau perdarahan. Tetapi ketika Anda memiliki penyakit genetik hemofilia, tubuh akan mengalami kesulitan untuk membekukan darah. Akibatnya butuh waktu lama untuk menghentikan perdarahan.

Thalasemia

Thalasemia adalah penyakit genetik yang menyerang sel-sel darah merah penderitanya. Dalam situasi ini hemoglobin dalam sel darah merah akan berkurang. Akibatnya tubuh kesulitan mendapatkan oksigen karena distribusinya tidak merata. Sayangnya, bayi yang terlahir dengan kelainan thalasemia berat kemungkinan tidak akan bisa bertahan hidup di fase-fase awal kehidupannya.

Alzheimer

Penyakit genetik Alzheimer adalah gangguan kesehatan yang harus Anda waspadai. Kelainan ini akan menimbulkan gangguan otak serius sehingga membuat seseorang mengalami pikun parah. Tentunya sangat tidak enak memiliki Alzheimer, terutama dalam beraktivitas sehari-hari.

Pada banyak kasus, Alzheimer terjadi pada mereka yang sudah lanjut usia, katakan berusia di atas 60 tahun. Namun ada kemungkinan pula penyakit genetik ini bisa terjadi di usia yang lebih muda. Apalagi bila ada anggota keluarga yang sebelumnya juga memiliki masalah pada ingatan ini.

Kanker

Siapa mengira bahwa ternyata kanker itu merupakan penyakit genetik? Kehadirannya bukan hanya diperkuat dari pola hidup yang tidak sehat, namun juga ketika generasi sebelumnya memiliki riwayat kanker. Hanya saja, kelainan yang murni merupakan warisan dari keluarga memiliki persentase kecil, sekitar lima hingga 10 persen dari penyebab penyakit kanker yang biasa terjadi pada masyarakat.

Sakit jantung

Seperti kanker, tak salah bila Anda menganggap bahwa sakit jantung merupakan risiko dari gaya hidup yang tidak sehat semasa hidup, seperti merokok, memiliki berat badan yang berlebih, kolesterol tinggi, malas berolahraga, pola tidur yang tidak teratur, atau konsumsi makanan yang tidak sehat. Namun tampaknya gangguan ini juga bisa menjadi penyakit genetik dan menular ke keturunan berikutnya. Nah, para calon orang tua wajib mewaspadainya.

Gangguan mental

Bila Anda, pasangan, atau orang tua pernah mengalami gangguan mental, seperti depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, autisme, ADHD, gangguan cemas, Down Syndrome, hingga gangguan obsesif kompulsif (OCD), waspadalah. Ada kemungkinan yang cukup signifikan penyakit genetik ini diwariskan ke generasi selanjutnya.

Itulah mengapa kita harus memperhatikan orang-orang tersayang. Jangan sampai mereka menjadi generasi pertama yang memunculkan penyakit genetik ini. Sebagai catatan, gangguan mental bisa terjadi akibat adanya stres atau tekanan psikologis yang bertubi-tubi menghajar mental seseorang. Kewaspadaan dan perhatian dari Anda dan anggota keluarga lainnya merupakan bantuan yang sangat besar dalam mencegah timbulnya penyakit genetik ini di circle keluarga.

Waspada sejak dini bisa minimalkan penyakit genetik

Ilustrasi keluarga bahagia
Sumber gambar

Dari tujuh penyakit genetik atas kita belajar, bila ada satu orang yang kemudian memiliki penyakit ini, anggota keluarga lain harus waspada. Terutama ketika mereka berencana untuk memiliki keturunan.

Untuk melakukan deteksi sejak dini, lakukan pemeriksaan genetik atau tes DNA sebelum menikah atau ketika merencanakan kehamilan. Dari hasil pemeriksaan tersebut akan muncul informasi yang memberitahukan kemungkinan adanya penyakit tersebut pada generasi penerus keluarga Anda.

Sumber:

  1. https://www.alodokter.com/berbagai-penyakit-keturunan-yang-perlu-anda-waspadai

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id