Penyebab dan Cara Atasi Pendarahan Saat Hamil Muda
Kehamilan

Penyebab dan Cara Atasi Pendarahan Saat Hamil Muda

November 4th 2022

Pendarahan saat hamil muda merupakan suatu hal yang sangat ditakuti oleh para ibu hamil. Meskipun demikian, ternyata cukup banyak ibu hamil yang mengalami pendarahan saat hamil muda. Kejadian tersebut merupakan suatu hal yang tidak bisa dianggap remeh, namun juga jangan sampai membuat Anda panik secara berlebihan.

Secara umum, pendarahan dalam kehamilan dibagi menjadi dua, yaitu pendarah sebelum usia kehamilan 20 minggu dan setelah usia kehamilan 20 minggu. Penyebab pada pendarahan di tiap periode tersebut pun berbeda. Pada usia kehamilan di bawah 20 minggu, kejadian pendarahan ini disebut sebagai abortus.

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya pendarahan saat hamil muda. Berikut akan dijelaskan mengenai penyebab dan bagaimana cara mengatasi pendarahan saat hamil muda agar Anda tidak perlu merasa panik bila berhadapan pada situasi tersebut.

Penyebab pendarahan saat hamil muda

ilustrasi penyebab pendarahan saat hamil muda
Sumber gambar

Pendarahan saat hamil muda, yaitu di bawah usia kehamilan 20 minggu, disebabkan oleh abortus. Selama ini banyak orang berpikir bahwa abortus atau keguguran adalah kondisi ketika seorang ibu kehilangan janinnya. Padahal, abortus itu sendiri merujuk pada arti pendarahan saat hamil muda, entah janin dalam kandungan dapat diselamatkan atau tidak.

Abortus pun terbagi menjadi empat. Ada abortus iminens, insipien, inkomplit, dan komplit. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai keempatnya.

Abortus iminens

Abortus iminens terjadi ketika ibu hamil mengalami pendarahan saat hamil muda, namun kondisi janin masih aman di dalam rahim. Kondisi serviks pun masih tertutup, sehingga janin masih dapat dipertahankan hingga persalinan. Abortus iminens bisa saja terjadi bila Anda bekerja terlalu berat atau sedang stres.

Abortus insipien

Abortus insipien adalah pendarahan saat hamil muda dengan kondisi janin masih utuh di dalam rahim, namun serviks terbuka dan tidak dapat tertutup. Pada kondisi demikian, janin harus dikeluarkan segera. Karena jika dibiarkan dalam kondisi serviks terbuka, cepat atau lambat janin tetap akan keluar juga. Abortus insipien biasanya disebabkan oleh kelemahan otot serviks atau kelainan lain yang berhubungan dengan serviks.

Abortus inkomplit

Abortus inkomplit merupakan pendarahan saat hamil muda dengan kondisi janin telah keluar sebagian. Pada kondisi ini, sisa janin dalam rahim juga harus dikeluarkan. Apabila terus dibiarkan, sisa konsepsi tersebut dapat menginfeksi tubuh ibu. Pengeluaran sisa janin dapat ditunggu dan terjadi secara spontan, induksi, maupun dengan dilakukan prosedur kuretase.

Abortus komplit

Abortus komplit terjadi bila pendarahan saat hamil muda disertai dengan keluarnya seluruh bagian tubuh janin dan hasil konsepsi lainnya, seperti plasenta. Pada kasus seperti ini, kadang ditemukan kondisi serviks yang telah kembali menutup. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan USG untuk memastikan apakah kondisi dalam rahim telah benar-benar bersih.

Cara mengatasi pendarahan saat hamil muda

ilustrasi mengatasi pendarahan saat hamil
Sumber gambar

Setelah mengetahui empat penyebab pendarahan saat hamil muda, lalu bagaimana cara mengatasinya? Jangan sampai Anda tidak tahu harus berbuat apa dan semakin panik karenanya. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan bila terjadi pendarahan saat hamil muda.

Istirahat total

Langkah pertama yang harus dilakukan jika terjadi pendarahan saat hamil muda adalah segera beristirahat. Pendarahan mungkin merupakan alarm yang mengingatkan bahwa tubuh terlalu kelelahan. Atau kadang Anda tidak merasa lelah, namun tubuh tidak mampu melakukan terlalu banyak pekerjaan saat itu.

Usahakan untuk lebih banyak berada dalam posisi berbaring. Apabila tidak memungkinkan, cobalah untuk duduk dan tak melakukan pekerjaan apa pun sementara waktu. Atur napas hingga pelan dan teratur serta berpikirlah dengan tenang sebelum melakukan langkah-langkah berikutnya.

Segera hubungi dokter kandungan

Langkah yang wajib dilakukan ketika terjadi pendarahan saat hamil muda adalah segera menghubungi dokter kandungan. Konsultasikan kejadian dan keluhan pada dokter yang merawat kehamilan Anda. Apabila belum bisa bertemu secara langsung, setidaknya hubungi melalui telepon atau pesan singkat.

Usahakan jangan menunggu terlalu lama untuk kemudian bertemu langsung dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk memastikan kondisi janin dalam kandungan. Anda juga bisa meminta untuk dilakukan tes NIPT ketika usia kehamilan menginjak 10 minggu. Tes NIPT akan memberikan informasi seputar kelainan kromosom dan jenis kelamin janin sejak dini.

Makan bergizi seimbang

Ketika mengalami pendarahan, jangan lupa untuk lebih memperhatikan nutrisi yang Anda konsumsi. Konsumsilah lebih banyak sumber protein untuk membantu pemulihan. Tetap konsumsi multivitamin dan berbagai tambahan suplemen yang Anda peroleh pada perawatan antenatal sebelumnya.

Apabila Anda ingin mengetahui kebutuhan nutrisi harian dengan lebih tepat, sekali waktu cobalah melakukan tes nutrigenomik. Tes nutrigenomik akan memberikan informasi yang lebih akurat mengenai makanan yang tepat bagi tubuh Anda. Dengan gizi yang baik dan seimbang, pemulihan akan berjalan lebih cepat.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Nah, itulah cara mengatasi pendarahan saat hamil muda dengan cepat dan tepat. Kunci dari tindakan yang tepat adalah tidak panik dalam berbagai situasi. Tetaplah berusaha untuk tenang karena tidak semua kejadian pendarahan saat hamil muda merupakan kondisi yang tidak bisa diselamatkan.

Sumber:

  1. https://www.acog.org/contact/media-center/abortion-language-guide
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532992/

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id