Aturan Penggunaan Paracetamol untuk Ibu Hamil
Kehamilan

Aturan Penggunaan Paracetamol untuk Ibu Hamil

Oktober 30th 2022

Paracetamol untuk ibu hamil biasanya digunakan untuk membantu menurunkan demam atau meredakan nyeri. Tetapi apakah paracetamol benar-benar aman diminum oleh ibu hamil, jawabannya akan Anda temukan di dalam ulasan artikel ini.

Kehamilan adalah sesuatu yang dinantikan dan memberikan kebahagiaan tersendiri. Dalam kehamilan, ada tanda-tanda yang mungkin ditunjukkan sebagai gejala kehamilan. Gejala kehamilan ini tidak selalu sama dirasakan oleh semua wanita. Beberapa tanda kehamilan yang paling umum antara lain:

  • Mual yang disertai muntah maupun tidak
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Perubahan payudara, seperti nyeri atau payudara yang lembek
  • Seringkali buang air kecil akibat perubahan hormon dan peningkatan aliran darah di ginjal
  • Flek atau darah implantasi
  • Sakit kepala

Gejala kehamilan seperti morning sickness dan juga perubahan hormon selama kehamilan meningkatkan penumpukan plak yang dapat menyebabkan pendarahan pada gusi dan peradangan. Kondisi yang disebut gingivitis kehamilan ini bahkan dapat dirasakan 75% wanita hamil. Gingivitis kehamilan kerap disertai dengan nyeri gigi yang sangat mengganggu, yang bisa diatasi dengan obat pereda nyeri.

Selama kehamilan Anda tidak disarankan untuk sembarangan mengonsumsi obat karena berisiko mempengaruhi perkembangan dan kesehatan janin. Karena kehamilan adalah kondisi yang rentan, maka segala sesuatunya harus dilakukan dengan penuh hati-hati, bahkan termasuk memilih makanan dan pengobatan. Untuk memastikan kehamilan dan janin yang sehat, ada beberapa jenis tes yang bisa Anda lakukan, seperti tes NIPT dan tes nutrigenomik. Keduanya bisa Anda dapatkan di awal usia kehamilan.

Paracetamol adalah obat yang biasa diberikan untuk mengatasi nyeri saat sakit kepala maupun sakit gigi, atau menurunkan demam. Paracetamol dapat diberikan pada anak-anak maupun orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Apakah obat paracetamol benar-benar aman dikonsumsi oleh ibu hamil? Pertama-tama ketahui terlebih dahulu jenis obat dan kegunaan obat paracetamol, yuk!

Apa saja kegunaan obat Paracetamol?

ilustrasi kegunaan paracetamol
Sumber gambar

Paracetamol adalah obat analgesik dan antipiretik yang digunakan untuk meredakan sementara nyeri dan demam ringan hingga sedang. Paracetamol dapat dikonsumsi sebagai obat tunggal, namun juga dapat ditemukan dalam obat flu, obat pilek maupun obat batuk. Paracetamol adalah obat yang sama persis dengan asetaminofen (Tylenol), beberapa negara memilih menggunakan istilah paracetamol sedang yang lainnya adalah asetaminofen. Paracetamol diperkirakan bekerja dengan cara memblokir pembawa pesan kimiawi di otak yang memberi tahu kita saat kita kesakitan dan dengan mempengaruhi pembawa pesan kimiawi yang mengatur suhu tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa paracetamol juga menghambat produksi prostaglandin yang dibuat oleh tubuh untuk mengatasi penyakit dan cedera.

Paracetamol pertama kali dibuat pada tahun 1878, tetapi baru dipergunakan secara luas pada tahun 1950-an. Saat ini obat paracetamol adalah salah satu obat untuk menghilangkan rasa sakit yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Paracetamol adalah jenis obat over-the-counter, artinya obat ini tidak harus dibeli menggunakan resep dan dapat dijual dan dibeli secara bebas di warung atau toko obat. Paracetamol bermanfaat meredakan keluhan seperti:

  • Sakit kepala
  • Sakit kepala tegang
  • Migrain
  • Nyeri punggung
  • Rheumatik dan nyeri otot
  • Osteoarthritis ringan
  • Sakit gigi
  • Nyeri haid
  • Gejala pilek dan flu
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri sinus
  • Nyeri pasca operasi
  • Demam

Obat paracetamol hadir dalam berbagai bentuk, baik tablet, suspensi, tablet effervescent, supositoria maupun yang diberikan lewat injeksi dan infus.

Cara memberikan dosis paracetamol pada anak-anak dan orang dewasa

Dosis paracetamol diberikan secara hati-hati pada anak-anak maupun orang dewasa. Berikut adalah beberapa cara pemberian dosis paracetamol :

  • Dosis paracetamol pada anak – sebelum memberikan dosis paracetamol yang tepat pada anak-anak, Anda diwajibkan mengetahui berapa berat badan anak terlebih dahulu, karena dosis yang diberikan terutama pada anak di bawah usia 6 tahun biasanya ditentukan oleh berat badan anak.
  • Paracetamol jenis suspensi – jenis obat suspensi, harus dikocok terlebih dahulu sebelum diminum, kemudian diukur menggunakan sendok takar obat, bukan sendok makan atau sendok teh.
  • Paracetamol jenis tablet – sedangkan paracetamol berbentuk tablet bersifat cepat larut sehingga Anda bisa menelannya langsung.
  • Paracetamol jenis extended release – Anda tidak disarankan untuk mengunyah atau menggerus tablet jenis extended release, karena dapat melepaskan semua obat sekaligus dan meningkatkan risiko efek samping
  • Paracetamol jenis effervescent – untuk mengonsumsi paracetamol jenis tablet effervescent, Anda harus melarutkannya dalam sejumlah air lalu diminum

Obat pereda nyeri paracetamol ini bekerja paling baik jika digunakan mengatasi nyeri yang ditunjukkan sebagai tanda pertama. Obat paracetamol kurang bekerja baik apabila Anda menunggu sampai gejalanya memburuk. Anda juga tidak disarankan minum obat paracetamol untuk demam dan sakit kepala lebih dari 3 hari, kecuali berdasarkan resep dan petunjuk dokter.

Waspada ya, Paracetamol tetap memiliki efek samping

Pada umumnya, mengonsumsi paracetamol sesuai dosis dan petunjuk pemakaian tidak menyebabkan efek samping. Namun menurut laporan ada beberapa efek samping yang mungkin muncul saat mengonsumsi paracetamol seperti berikut:

  • Kemerahan, kulit bersisik dan munculnya lepuhan ruam
  • Bentol-bentol
  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, mata, tangan, kaki, pergelangan kaki atau tungkai bawah
  • Suara yang serak
  • Kesulitan bernapas atau menelan

Mengonsumsi paracetamol melebihi dosis yang disarankan juga dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius, sehingga membutuhkan transplantasi hati.

Paracetamol untuk ibu hamil, amankah digunakan?

ilustrasi paracetamol bagi ibu hamil
Sumber gambar

Paracetamol telah digunakan selama bertahun-tahun bahkan diberikan pada wanita hamil. paracetamol biasanya direkomendasikan sebagai obat penghilang rasa sakit pilihan pertama bagi ibu hamil, yang dijual bebas tanpa resep dan terbukti cukup aman. Hingga saat ini tidak ada bukti bahwa paracetamol membahayakan bayi, namun ibu hamil tetap disarankan untuk menggunakan dosis paracetamol terendah dan hanya diminum saat diperlukan saja.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, paracetamol dapat diminum sebagai obat tunggal maupun ada di dalam campuran obat lainnya. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan obat yang Anda minum apakah ada kandungan paracetamolnya atau tidak, sehingga Anda bisa menghindari kelebihan dosis paracetamol. Anda juga perlu mempertimbangkan informasi dosis yang aman dikonsumsi terkait dengan usia kehamilan Anda, yang bisa Anda diskusikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda.

Tips aman mengonsumsi paracetamol untuk ibu hamil

Mengonsumsi paracetamol sebaiknya menaati dosis dan juga anjuran pemakaian yang ada, antara lain:

  • Tidak mengonsumsi paracetamol tunggal dan obat yang mengandung paracetamol secara bersamaan agar tidak terjadi kelebihan dosis paracetamol.
  • Minum dosis paracetamol sesuai anjuran dan jangan langsung menambahkan dosis lain saat nyeri atau demam yang Anda alami tidak kunjung mereda.
  • Batas konsumsi dosis paracetamol tidak lebih dari 4000mg.
  • Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi paracetamol terutama saat Anda hamil, memiliki penyakit liver, atau kondisi kesehatan lainnya.

Cara lain meredakan nyeri gigi saat sedang hamil

ilustrasi sakit gigi
Sumber gambar

Ada beberapa cara yang bisa Anda ikuti untuk meredakan nyeri gigi saat sedang hamil tanpa mengonsumsi paracetamol. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Selalu menggosok gigi setidaknya dua kali sehari dan membersihkan sela gigi dengan baik.
  • Menggunakan pasta gigi berfluoride untuk mencegah kerusakan gigi dan gigi berlubang.
  • Minum atau berkumur setelah muntah saat morning sickness menyerang. Berkumur akan membantu mencegah penumpukan plak dan juga asam lambung yang berisiko menyebabkan penipisan lapisan gigi dan membuat gigi berlubang.
  • Kunjungi dokter gigi dan informasikan bahwa Anda sedang hamil.
  • Batasi asupan makanan manis dan yang mengandung karbohidrat.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Mengonsumsi paracetamol pada dasarnya aman dilakukan selama kehamilan dengan mengikuti dosis dan aturan pakai. Mengonsumsi paracetamol saat sedang hamil tidak meningkatkan risiko kehamilan, berat badan lahir rendah, gangguan pada otak janin, dan juga lahir mati. Apabila Anda masih merasa ragu saat mengonsumsi paracetamol selama kehamilan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter perihal ini dan meminta petunjuk dokter untuk mengatasi sakit kepala atau sakit gigi yang Anda alami.

Sumber:

  1. https://www.drugs.com/paracetamol.html
  2. https://www.medicinesinpregnancy.org/medicine–pregnancy/paracetamol/
  3. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681004.html
  4. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-362/acetaminophen-oral/details
  5. https://www.medicalnewstoday.com/articles/38302#stages
  6. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pregnancy-teeth-pain#outlook

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id