Rekomendasi Obat Sakit Kepala untuk Ibu Hamil
Kehamilan

Rekomendasi Obat Sakit Kepala untuk Ibu Hamil

Oktober 4th 2022

Mencari obat sakit kepala untuk ibu hamil merupakan hal yang harus diperhatikan dengan teliti. Ibu hamil adalah salah satu golongan orang yang tidak boleh mengonsumsi obat secara sembarangan. Segala hal yang dikonsumsi oleh ibu hamil memiliki kemungkinan untuk menembus plasenta sehingga dapat memengaruhi janin dalam kandungan, termasuk obat sakit kepala untuk ibu hamil.

Sakit kepala sendiri merupakan kondisi yang cukup sering terjadi selama masa kehamilan. Sakit kepala bisa terjadi baik pada trimester pertama, kedua, maupun ketiga kehamilan. Kondisi in sangat mengganggu aktivitas dan mengurangi kualitas istirahat pada ibu hamil.

Ada banyak obat sakit kepala beredar bebas di pasaran. Akan tetapi, manakah obat sakit kepala untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi? Berikut adalah rekomendasi obat sakit kepala untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi dan yang harus dihindari.

Obat sakit kepala untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi

ilustrasi obat sakit kepala yang aman untuk ibu hamil
Sumber gambar

Obat sakit kepala untuk hamil yang aman dikonsumsi harus sudah sudah teruji secara klinis pada manusia. Penelitian yang hanya dilakukan terhadap hewan tidak bisa menjadikan sebuah obat mendapat label aman untuk manusia. Obat sakit kepala untuk ibu hamil harus terbukti tidak dapat menembus plasenta sehingga tidak memberikan efek negatif terhadap perkembangan janin. Berikut adalah dua obat sakit kepala untuk ibu hamil yang boleh Anda konsumsi.

Paracetamol

Paracetamol adalah obat sakit kepala untuk ibu hamil yang paling aman untuk dikonsumsi. Paracetamol merupakan obat golongan analgesik antipiretik yang memiliki efek anti nyeri sekaligus dapat mengatasi demam. Efek analgesik obat ini bahkan dikatakan lebih baik daripada NSAID dalam mengatasi sakit kepala.

Berdasarkan penggolongan FDA (Food and Drugs Administration), paracetamol termasuk dalam obat golongan B, yaitu aman bagi ibu hamil. Obat ini hampir tidak memiliki efek samping, kecuali pengaruh terhadap fungsi hati. Itu pun bukan efek samping yang signifikan, kecuali bagi ibu hamil yang telah mengalami penurunan fungsi hati (bisa disebabkan hepatitis atau sirosis) sebelumnya.

Sumatriptan

Sumatriptan merupakan obat sakit kepala untuk ibu hamil lainnya yang aman dikonsumsi. Berbeda dengan paracetamol, sumatriptan digunakan untuk mengatasi sakit kepala khusus migrain. Migrain merupakan nyeri kepala dengan karakteristik hanya di satu sisi, berdenyut, dan kadang disertai dengan aura (munculnya penglihatan atau pendengaran tertentu).

Sumatriptan juga dapat digunakan dalam mengatasi sakit kepala kluster, meskipun efikasinya tidak begitu besar. Beberapa penelitian pada manusia telah menunjukkan bahwa obat ini aman dikonsumsi ibu hamil. Akan tetapi, sebagian besar penelitian masih fokus terhadap hewan. Ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi sumatriptan.

Obat sakit kepala untuk ibu hamil yang harus dihindari

ilustrasi obat yang harus dihindari ibu hamil
Sumber gambar

Selain dua jenis obat sakit kepala untuk ibu hamil di atas, obat sakit kepala lain cenderung tidak aman bagi ibu hamil. Anda tidak boleh sembarang mengonsumsi obat-obatan tersebut tanpa konsultasi dengan dokter karena dapat berdampak buruk pada perkembangan janin. Akibat yang dapat terjadi adalah cacat bawaan hingga keguguran.

Kelainan tersebut dapat dideteksi menggunakan USG. Selain USG, Anda juga sebaiknya melakukan tes NIPT untuk mengetahui adanya kelainan kromosom pada janin. Saat ini, berbagai pemeriksaan termasuk tes NIPT sudah dapat dilakukan secara mandiri di laboratorium swasta maupun rumah sakit.

Agar tidak mempengaruhi perkembangan janin, hindarilah konsumsi obat secara bebas selama hamil. Berikut daftar obat sakit kepala yang sebaiknya tidak Anda konsumsi selama hamil.

Aspirin

Aspirin memiliki berbagai kegunaan, misalnya untuk penyakit jantung, kelainan pembekuan darah, dan sebagai anti nyeri. Pada penyakit jantung, aspirin digunakan dalam dosis rendah, sedangkan sebagai antinyeri memerlukan dosis yang besar. Aspirin sebagai obat sakit kepala untuk ibu hamil tidak direkomendasikan karena penggunaannya yang harus dengan dosis tinggi.

Aspirin dosis tinggi yang diberikan selama trimester pertama dapat mengakibatkan keguguran dan kelainan kongenital. Pada trimester ketiga, ia dapat mengakibatkan kelainan jantung dan pembuluh darah pada janin. Aspirin dosis tinggi dalam jangka waktu lama juga meningkatkan risiko perdarahan ketika persalinan.

NSAID

Konsumsi NSAID seperti ibuprofen dapat berakibat pada terjadinya kelainan kongenital pada janin. Pada trimester ketiga, NSAID dapat mengakibatkan tekanan yang tinggi pada pembuluh darah dan paru-paru janin. Konsumsi NSAID selama kehamilan juga dapat mempersulit persalinan dan mengurangi jumlah cairan ketuban Anda.

Narkotika dan psikotropika

Obat golongan narkotika dan psikotropika memang dapat meredakan sakit kepala dengan cepat, namun sangat berbahaya bila dikonsumsi selama hamil. Penggunaan obat golongan ini, seperti opioid, dapat menyebabkan kelainan kongenital, penyakit jantung bawaan, persalinan prematur, bahkan kematian janin. Opioid juga dapat menyebabkan adiksi pada janin sejak dalam kandungan sehingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan pernapasan ketika lahir.

Ergotamin

Ergotamin merupakan obat yang banyak digunakan dalam mengatasi migrain. Akan tetapi, ergotamin dapat menyebabkan kelainan kongenital pada janin. Ergotamin juga dapat merangsang terjadinya kontraksi sehingga meningkatkan risiko persalinan prematur.

Nah, itulah rekomendasi obat sakit kepala untuk ibu hamil dan yang harus dihindari. Selain menggunakan obat-obatan, istirahat cukup dan makanan bergizi adalah terapi sakit kepala yang paling dianjurkan bagi ibu hamil. Sebagai pelengkap untuk memenuhi nutrisi Anda dan janin, lakukanlah tes nutrigenomik. Tes nutrigenomik akan memberikan informasi kebutuhan nutrisi dan jenis makanan yang cocok bagi Anda.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Apabila berbagai cara alami tidak memberikan hasil yang memuaskan, Anda boleh mengonsumsi obat sakit kepala untuk ibu hamil yang aman. Meskipun demikian, sebaiknya Anda tetap mengonsultasikan segala obat yang dikonsumsi kepada dokter kandungan. Hal ini karena setiap kehamilan adalah proses yang unik sehingga penanganannya pun bisa berbeda.

Sumber:

  1. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/aspirin-during-pregnancy/faq-20058167#:~:text=Use%20of%20low%2Ddose%20aspirin,loss%2C%20clotting%20disorders%20and%20preeclampsia.
  2. https://www.webmd.com/baby/pain-relievers-that-are-safe-during-pregnancy
  3. https://www.webmd.com/migraines-headaches/migraine-headaches-and-pregnancy

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id