Rekomendasi Obat Diare untuk Ibu Hamil
Kesehatan

Rekomendasi Obat Diare untuk Ibu Hamil

November 20th 2022

Mencari obat diare untuk ibu hamil merupakan hal yang gampang-gampang susah. Hal ini karena ibu hamil tidak boleh mengonsumsi sembarang obat. Beberapa jenis obat mampu menembus plasenta sehingga dapat berdampak buruk bagi perkembangan janin dalam kandungan.

Itu tentu meresahkan bagi sebagian besar ibu hamil. Padahal, keluhan sistem pencernaan seperti konstipasi dan diare merupakan keluhan yang sangat sering dialami oleh ibu hamil. Apabila tidak ditangani dengan tepat, diare pun bisa menjadi penyakit yang berbahaya.

Lalu apa yang harus dilakukan ibu hamil bila mengalami diare? Tentu tidak hanya tinggal diam menunggu hingga diare reda dengan sendirinya. Berikut adalah rekomendasi obat diare untuk ibu hamil yang dapat Anda konsumsi dengan aman dan dijual bebas di pasaran.

Obat diare untuk ibu hamil yang aman

ilustrasi diare
Sumber gambar

Anda bingung mencari obat diare untuk ibu hamil? Mencari obat yang aman bagi ibu hamil memang susah dan harus teliti. Pada dasarnya, obat-obatan yang aman bagi ibu hamil adalah obat yang termasuk dalam golongan A pada kategori yang dibuat oleh FDA (Food and Drug Administration).

Ada 5 golongan obat dalam FDA dan obat golongan A adalah obat yang tidak menembus plasenta. Obat pada golongan ini juga telah melalui tahap uji klinis terhadap ibu hamil sebelumnya. Selain itu, ada pula obat golongan B yang masih dapat ditoleransi.

Nah, apa saja obat diare untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi? Simak penjelasan berikut ini.

Kaolin

Kaolin adalah obat diare untuk ibu hamil yang terkenal aman sejak dahulu. Ia merupakan obat golongan absorben yang membuat konsistensi kotoran lebih padat. Obat ini akan mengeluarkan cairan dalam kotoran. Kaolin tidak akan diserap tubuh, melainkan keluar bersama kotoran.

Pektin

Pektin sebenarnya merupakan serat yang dapat memberikan volume pada kotoran dan melancarkan kerja saluran cerna. Pektin sering digunakan bersama dengan kaolin. Kombinasi kedua bahan aktif tersebut akan sangat efektif dalam mengatasi diare.

Baik kaolin maupun pektin tidak diserap oleh tubuh, melainkan keluar bersama kotoran. Tidak ada senyawa pektin yang dapat menembus plasenta. Inilah mengapa pektin sangat aman dikonsumsi oleh ibu hamil selama diare.

Probiotik

ilustrasi konsumsi probiotik
Sumber gambar

Probiotik merupakan obat diare untuk ibu hamil yang juga sangat aman. Ia merupakan sekumpulan bakteri baik yang membantu kerja saluran cerna dan mengatasi keluhan diare. Probiotik dapat dengan aman dikonsumsi saat hamil, bahkan meskipun Anda tidak sedang mengalami diare.

Zink

Zink merupakan mikronutrien yang banyak dibutuhkan oleh ibu hamil, bahkan ketika dalam kondisi tidak sedang diare. Pada kondisi diare, zink membantu pemulihan vili-vili usus yang rusak selama diare. Pemulihan tersebut dapat membuat usus kembali berfungsi normal (fungsi penyerapan zat gizi) secara cepat.

Oralit

Status dehidrasi merupakan hal pertama yang harus diperhatikan ketika seseorang mengalami diare. Status dehidrasi sendiri dapat dilihat dari banyaknya urine, mata cowong, turgor kulit yang menurun, hingga badan yang terasa lemas. Pertolongan pertama dari dehidrasi adalah oralit, yang berisi campuran elektrolit.

Pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan setiap kali Anda buang air besar saat diare. Makan makanan bergizi juga dapat membantu mengatasi diare dengan cepat. Lakukanlah tes nutrigenomik untuk mengetahui nutrisi yang sesuai bagi tubuh sehingga Anda dapat melalui masa pemulihan yang lebih singkat.

Obat diare untuk ibu hamil yang harus dihindari

ilustrasi obat diare yang harus dihindari
Sumber gambar

Selain obat diare untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi, ada juga obat-obatan yang harus dihindari selama kehamilan. Apa saja obat-obatan tersebut? Berikut adalah obat diare yang tidak boleh Anda konsumsi selama hamil.

Loperamide

Loperamide adalah antidiare yang bekerja dengan langsung menekan sistem saraf pusat. Loperamide akan menghilangkan rasa urgensi untuk buang air besar, namun sebenarnya tidak memperbaiki masalah penyebab diare hingga tuntas. Obat ini juga diketahui dapat menembus plasenta. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa konsumsi loperamide selama hamil meningkatkan risiko malformasi jantung pada janin.

Bismuth subsalisilat

Bismuth salisilat merupakan obat diare yang akan diabsorpsi sebagian oleh tubuh. Konsumsi obat ini selama hamil dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko senyawa salisilat masuk melalui plasenta. Salisilat dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan perkembangan pada janin dalam kandungan.

Atropine

Atropine merupakan antidiare yang masuk dalam golongan C menurut FDA. Ini berarti atropine merupakan obat yang wajib dihindari selama hamil. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa atropine memiliki efek teratogenik, namun belum bisa dipastikan pada manusia. Akan tetapi, lebih baik menghindari obat ini selama masa kehamilan.

Antibiotik

Anda mengalami diare yang bercampur lendir atau darah? Itu merupakan tanda adanya infeksi bakteri pada saluran pencernaan. Hal ini sebenarnya merupakan indikasi kuat untuk mengonsumsi antibiotik, namun pemberian antibiotik harus disetujui dan dipantau oleh dokter.

Banyak golongan antibiotik yang bersifat teratogenik (mengakibatkan cacat bawaan pada janin). itulah sebabnya Anda wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Apabila telah ada kecurigaan cacat bawaan pada janin, biasanya dokter akan merujuk Anda untuk melakukan USG fetomaternal pada ahli konsultan fetomaternal.

Tes NIPT juga dapat dilakukan pada saat itu, untuk sekaligus mendeteksi kelainan kromosom pada janin. Tes NIPT hanya memerlukan sedikit sampel darah sehingga tidak berbahaya bagi kandungan.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Nah, itulah daftar obat diare untuk ibu hamil yang aman dan tidak aman untuk dikonsumsi. Pada dasarnya, perhatikanlah kecukupan cairan dan nutrisi selama diare. Apabila dirasakan perlu bantuan obat, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar mendapatkan obat yang tepat dan aman bagi kehamilan Anda.

Sumber:

  1. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2003/0615/p2517.html
  2. https://www.healthline.com/health/pregnancy/diarrhea-remedies#when-to-get-care
  3. https://intermountainhealthcare.org/blogs/topics/live-well/2017/03/otc-medicines-that-are-okay-during-pregnancy/

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id