5 Tips Mengatasi Nyeri Perut Bawah Saat Hamil 7 Bulan
Kehamilan

5 Tips Mengatasi Nyeri Perut Bawah Saat Hamil 7 Bulan

Agustus 29th 2022

Nyeri perut bawah saat hamil 7 bulan terkadang adalah hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Anda hanya perlu melihat perkembangan tanda-tandanya apabila berubah menjadi sesuatu yang bisa membahayakan janin maupun kehamilan.

Kehamilan umumnya berjalan sekitar 37 hingga 40 minggu yang dibagi menjadi tiga trimester kehamilan. Setiap trimester kehamilan memiliki risiko dan tantangannya masing-masing. Misalnya saja di trimester pertama, risiko keguguran masih sangat tinggi sehingga Anda perlu menjaga kesehatan kehamilan dengan baik. Agar kehamilan berkembang dengan baik dan sehat sampai persalinan, perlu dilakukan berbagai usaha termasuk pemeriksaan dan tes tertentu di trimester pertama, misalnya saja NIPT test yang berguna mendeteksi adanya kelainan kromosom penyebab cacat lahir bawaan pada janin.

Anda juga perlu mengonsumsi makanan seimbang gizi dan juga suplemen vitamin sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Beberapa jenis suplemen, misalnya seperti asam folat bahkan telah disarankan dikonsumsi sejak mengikuti program hamil, setidaknya tiga bulan sebelum kehamilan. Kekurangan nutrisi seperti asam folat dapat meningkatkan risiko cacat lahir bawaan seperti spina bifida atau cacat tabung saraf.

Menjaga kesehatan kehamilan di trimester kedua dan ketiga juga sangat penting dilakukan. Anda perlu waspada terhadap gejala yang membahayakan janin maupun kehamilan, misalnya seperti nyeri perut bawah saat hamil 7 bulan.

Di trimester terakhir biasanya janin akan memiliki perubahan berat tubuh paling banyak karena ia sedang bersiap untuk dilahirkan. Perubahan berat badan janin turut mempengaruhi ukuran perut dan aktivitas Anda ibu hamil. Ibu hamil cenderung akan mudah merasa kelelahan saat bergerak, ketidaknyamanan saat tidur, hingga kram perut di bagian bawah.

Nyeri perut bawah saat hamil 7 bulan yang umum dialami, apa penyebabnya?

ilustrasi penyebab nyeri perut bawah saat hamil 7 bulan
Sumber gambar

Nyeri perut saat hamil sebenarnya adalah hal yang wajar dialami saat sedang hamil. Sebagian penyebabnya adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan, sebagian lainnya perlu diwaspadai dan juga membutuhkan pemeriksaan medis segera.

Beberapa penyebab umum kram perut bawah saat hamil 7 bulan antara lain:

Infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kencing bukanlah hal yang langka dalam kehamilan, infeksi saluran kencing sangat mungkin dialami ibu hamil dan bisa diobati dengan mudah. Anda perlu mengenali gejala infeksi saluran kencing untuk segera mendapat pengobatan, misalnya seperti:

  • Rasa sakit dan tekanan di perut bagian bawah.
  • Rasa sakit, nyeri disertai rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Demam.
  • Merasakan kelelahan yang teramat sangat.
  • Perasaan gemetar.
  • Keinginan buang air kecil lebih sering.
  • Urin yang dikeluarkan berbau tidak sedap.
  • Urin berwarna merah atau keruh tanpa dipengaruhi oleh makanan apapun.

Ketika semua gejala tersebut Anda rasakan, maka Anda harus segera melaporkannya pada dokter kandungan Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan, misalnya dengan meminta sampel urin dan memeriksanya di laboratorium. Jika hasilnya menunjukkan bahwa Anda mengalami infeksi saluran kencing, maka dokter akan meresepkan antibiotik untuk menyembuhkannya.

Gas yang terjebak

Gas yang terjebak juga bisa menyebabkan nyeri perut bawah saat hamil 7 bulan, lho. Kondisi ini bisa terjadi akibat hormon kehamilan yang memperlambat pencernaan, berkembangnya rahim yang menyebabkan tekanan pada saluran pencernaan, dan juga gangguan sembelit akibat ketidakseimbangan sistem pencernaan.

Nyeri perut bawah saat hamil 7 bulan yang patut diwaspadai

ilustrasi nyeri perut bawah
Sumber gambar

Jika ada nyeri perut bawah yang umum, maka beberapa penyebab nyeri perut bawah saat hamil ini perlu diwaspadai.

Kontraksi palsu atau braxton hicks

Salah satu penyebab nyeri perut bawah saat hamil 7 bulan yang perlu diwaspadai adalah kontraksi palsu atau disebut juga braxton hicks. Braxton hicks memang terkadang dialami di trimester kehamilan terakhir, namun ini bukanlah pertanda persalinan yang sesungguhnya.

Kontraksi palsu ini akan menyebabkan rasa yang sangat ketat di perut bagian bawah yang datang dan pergi. Perbedaan utama dengan kontraksi sesungguhnya, rasa kontraksi ini tidak akan meningkat dan jaraknya tidak teratur. Anda akan jarang merasakannya, dan rasa nyerinya tidak akan parah. Lebih tepatnya, kontraksi palsu lebih terasa seperti kram menstruasi ringan yang menyebabkan rasa tidak nyaman di perut bagian bawah.

Kontraksi palsu ini sendiri dapat dipicu oleh berbagai faktor, misalnya seperti dehidrasi, terlalu aktif dan kelelahan, ingin buang air kecil, setelah berhubungan seksual, atau seusai mengangkat barang yang terlalu berat.

Tanda-tanda persalinan prematur

Nyeri perut bawah saat hamil 7 bulan juga menandakan persalinan prematur. Untuk itu Anda perlu waspada apabila mengalami tanda-tanda sebagai berikut:

  • Rasa sakit dan tekanan pada perut bagian bawah.
  • Rasa sakit tumpul di punggung yang tidak kunjung hilang.
  • Kram perut.
  • Diare.
  • Kontraksi yang terus berkembang.
  • Adanya keputihan yang konsisten dan cukup banyak, yang sangat cair, berlendir ataupun disertai darah.

Tips mengatasi nyeri perut bawah saat hamil 7 bulan

ilustrasi Tips mengatasi nyeri perut bawah saat hamil 7 bulan
Sumber gambar

Kram atau nyeri perut yang berkembang di kehamilan trimester ketiga, dengan gejala yang intens menandakan kondisi yang serius. Anda perlu melakukan beberapa hal berikut untuk mengatasinya:

  • Berbaring dan tarik nafas teratur agar tubuh menjadi rileks. Berbaring akan meredakan nyeri perut yang terkait dengan implantasi, orgasme, aliran darah ke rahim dan juga nyeri sendi.
  • Minum cukup air untuk meredakan nyeri perut yang disebabkan oleh dehidrasi, kembung, ataupun sembelit.
  • Mandi air hangat untuk mengurangi rasa kram akibat meningkatnya aliran darah di rahim.
  • Menggunakan sabuk kehamilan untuk membantu menyangga perut yang semakin membesar, dan meredakan kram di trimester terakhir.
  • Ubah posisi dan beristirahat cukup apabila nyeri perut bawah disebabkan oleh kontraksi palsu.

Bila ternyata nyeri perut disertai tanda-tanda persalinan prematur, jangan menunda untuk pergi ke rumah sakit saat itu juga. Di rumah sakit Anda akan mendapatkan serangkaian pemeriksaan seperti jumlah cairan ketuban di dalam rahim, denyut jantung janin, posisi janin dan memantau adanya pembukaan serta kontraksi yang terjadi. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan membuat keputusan, apakah janin di dalam rahim dapat bertahan hingga usia kehamilan yang lebih matang atau harus dikeluarkan melalui bedah caesar.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Janin yang dikeluarkan dari rahim sebelum usia kehamilan 37 minggu dikategorikan sebagai bayi prematur. Ia akan membutuhkan suntikan penguat paru-paru, dan juga perawatan NICU saat dilahirkan karena paru-parunya belum cukup kuat untuk bisa bertahan di luar rahim. Memberikan pertolongan dini akan dapat menyelamatkan janin dari kematian di dalam rahim. Untuk itu, jangan menunda memeriksakan diri ke dokter bila tanda-tanda kontraksi berkembang menjadi semakin kuat, dan Anda menemukan bercak darah yang menyertai keputihan.

Sumber:

  1. https://www.healthline.com/health/pregnancy/third-trimester-complications?utm_source=ReadNext
  2. https://www.medicalnewstoday.com/articles/low-belly-pain-when-pregnant#treatments
  3. https://www.emedicinehealth.com/should_i_worry_about_cramps_in_the_third_trimester/article_em.htm
  4. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/22965-braxton-hicks

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id